[Ficlet] Kegundahan Hati Marlin Monroe

00 marmon

|| Kegundahan Hati Marlin Monroe—By Berly | Starring : Seo Youngho (Johnny) & OC’s. Mentioned; Min Yoongi, Kim Taehyung | Genre : Hurt/Comfort, AU, Psycho, Slice of Life| Rating : PG-13 | Length : Ficlet (800+words) ||

Disclaimer : I just own the plot! The cast belongs to Allah & his parents, his fans and his agency. This story is just fiction for entertain, not meant to offend or humiliate some characters. please Enjoy! Don’t do copycat! Don’t do plagiat! Don’t do copy-paste without my permision and credit! Thank you, for read and give comments!

.

“Marlin Monroe, aku mencintaimu!”

.

.

Perempuan itu bercermin, mensiasati datar wajah cantiknya–bersama make-up tebal yang menopengi parasnya–lamat-lamat. Bulir air mata jatuh di salah satu sisi pelupuk matanya, lantas menderas, membuat maskara hitam meluntur tak karuan bersama rasa pilu yang membuncah dalam palung hatinya. Jemari gadis itu perlahan merambahi bibir yang dilapisi lipstick merah menyala, untuk menghapus jejak merahnya dengan gerak tangan gemetar. Berusaha tegar namun malah berakhir dengan jiwa yang diempas tertampar.
Mengoyak seluruh dinding yang membentengi relung jiwanya. Perempuan itu tahu, bahwa, tak ada gunanya lagi ia menangis. Semuanya sudah terlambat untuk ditangisi. Pria yang menjadi tambatan hatinya sudah lebih dulu menikah dengan orang lain di altar taman belakang sebuah gedung.
Perempuan itu mengacak-acak surai kelamnya, hingga membuat tatanan yang diikat cantik sedemikian rupa menjadi tak karuan. Tak tahan rasanya menyaksikan pria yang bernama Min Yoongi, bersanding bersama perempuan lain. Itu benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping bak remah emping, mengubah rambutnya menjadi keriting, dan otak berpikir sinting!
Seorang laki-laki datang menghampiri perempuan itu. Angin yang berembus dari sisi taman lain pun membelai lembut surai si laki-laki, juga surai tak karuan milik si perempuan.
“Hei, Monroe.. Kenapa kau tidak bergabung bersama teman-temanmu yang lain di taman itu?” Kata laki-laki itu lembut.
Perempuan yang merasa terpanggil itu menoleh, memandang sejenak siapa orang yang tengah mengajaknya berbicara. Setidaknya, ia sempat melihat name-tag yang bertengger manis di jas putih si laki-laki. Nama laki-laki itu, Seo Youngho.
Monroe, untuk Marlin Monroe. Itulah julukan yang perempuan itu dapati dari teman-temannya yang lain, karena memiliki paras cantik seperti artis-artis broadway luar negeri. Monroe pun menggeleng cepat untuk merespon pertanyaan Youngho.
“Kenapa? Lalu, kenapa kau menangis? Wajah cantikmu nanti hilang loh kalau menangis.” Kata Youngho lagi.
Monroe malah semakin kesal kala mendengar pertanyaan dari Youngho,
“Marlin Monroe!” Seonggok suara teriakan muncul dari kejauhan, membuat atensi Youngho dan Monroe menoleh ke arah sumber suara.
“Min Yoongi?” Gumam Monroe pelan, yang masih bisa didengar oleh rungu Youngho.
“Min Yoongi! Kamu mau ke mana? Kita,’kan akan menikah hari ini!” Sahut seseorang perempuan lain di belakang laki-laki yang bernama Min Yoongi itu. Tangan si perempuan tersebut langsung menggelayuti lengan Yoongi dengan manja. Membuat Yoongi risih dengan perlakuannya.
“Marlin Monroe, aku mencintaimu! Aku akan tetap mencintaimu, meski aku sudah menikah dengan Elizabeth!” Teriak Yoongi lagi, berusaha menghibur lara Monroe.
Youngho hanya bisa tersenyum, memandang berlalunya eksistensi Min Yoongi yang ditarik-tarik oleh Elizabeth ke taman lain.
Monroe tak merespon satu patah kata sedikitpun atas ungkapan cinta dari mulut Min Yoongi. Hati gundahnya entah sudah berlalu, atau malah tambah terbebani–seakan masih meremuk.
“Monroe, kau menyukai Min Yoongi?”
Pertanyaan Youngho hanya dijawab oleh anggukan pelan Monroe.
“Hei, tak perlu bersedih hati, karena lelaki bukanlah Yoongi seorang. Aku senang karena kau diam di sini dan tak berbuat yang macam-macam pada tubuhmu sendiri, atau berbuat hal berbahaya pada orang lain. Kalau begitu, aku pergi dulu, ya.” Kata Youngho menasehatinya, seraya mengelus surai Monroe lembut.
Monroe mengangguk pelan, bersama rasa optomis yang tertelan digantikan pesimis ringan.
“Oh, aku punya usul untuk Marlin Monroe si cantik yang sedang bersedih hati. Bermainlah bersama pria yang bernama Kim Taehyung di sana itu. Dia bisa melukis pemandangan-pemandangan indah loh!” Bisik Youngho di rungu Monroe, merekomendasikan sesuatu hal yang baik untuk kegundahan hati perempuan itu, membuat netra Monroe menjuru ke arah tempat yang ditunjuk Youngho.
Di sana–di bawah sebatang pohon yang rimbun, terdapat seorang lelaki–kalem yang tengah duduk sendirian, menggenggam sebuah kanvas dan beberapa peralatan melukis, serta tak tertinggal bercak warna-warni cat air yang mengotori sedikit sisi-sisi wajahnya. Membuat Monroe sekilas tersenyum karena kelucuan lelaki yang bernama Kim Taehyung itu.
Youngho pun berlalu dari atensi Monroe. Matanya mulai memeriksa sebuah papan yang sudah terselip beberapa lembar suatu data dan profil lengkap seseorang.
Nama lengkap : Lee La.
Umur : 21 tahun.
Hobi : Berdandan.
Pengidap : Skizofrenia ringan (Schizophrenic).
Alasan : Berulang kali gagal dalam percintaan, lalu depresi. Sering menyendiri, dan memendam perasaan.
Cita-cita : Menjadi artis broadway di Hollywood.
Youngho menceklis sebuah kolom di dalam lembar data itu, tanda bahwa ia sudah memeriksa satu pasien yang baru masuk dua bulan lalu–yang telah menjadi tanggung jawabnya untuk masa pengembangan kejiwaan. Ada sebuah sedikit perkembangan di hari ini untuk pasiennya yang bernama Lee La–atau sering dipanggil Marlin Monroe oleh teman-temannya.
Setidaknya, Monroe sudah tidak menyakiti dirinya sendiri lagi disaat mood-nya sedang tidak baik seperti penderita Skizoaffectif yang berbahaya. Perempuan itu lebih memilih berdiam diri, memandangi paras cantiknya dalam cermin.
Mungkin hal itu terjadi, karena suatu dorongan dari teman-temannya juga yang memanggilnya Marlin Monroe–berasal dari nama artis cantik Hollywood yang terkenal itu–Marilyn Monroe. Memotivasi jiwanya untuk lebih berkembang lagi dalam kehidupan.
Namun untuk persoalan kesembuhan total, nampaknya masih membutuhkan jangka waktu yang lama. Youngho harus bekerja lebih keras lagi, lantaran tak hanya Marlin Monroe lah pasien yang harus ditanganinya saat ini. Masih banyak pasien-pasien lain yang harus dicek perkembangannya di rumah sakit ini olehnya.
Youngho kembali tersenyum, lalu menggeleng pelan. Bagaimana bisa sesama orang sakit jiwa, membayangkan menikah di taman gedung rehabilitas rumah sakit jiwa, lalu ada orang ketiga yang cemburu dengan kejadian khayalan itu? Ada-ada saja sih halusinasi mereka. Batin Youngho geli sendiri dengan fenomena yang dilihatnya beberapa menit lalu.
.
 
.
 
*FIN*
 
Note :
 
Skizofrenia & Skizoaffectif  (Sumber : Wikipedia, Google &
http://www.abualbanicentre.com/artikel/10-penyakit-gangguan-kejiwaan-yang-paling-berbahaya)
Schizophrenic : Sebutan untuk penderita Skizofrenia
FF Debut pertama!!!
Duh, tapi ceritanya gaje bener-_-” errr.. Menistakan Yoongi ama Taehyung lagi wkwk, hampura guys :p. Habisnya lagi kena webe, tapi pengen nulis sesuatu, tapi gak tau pengen nulis apa, eh, jalur ujungnya malah berakhir kaya begini… Sok-sok-an ngerti dunia psikologi, padahal aku sendiri sebenernya masih belum paham apa itu Skizofrenia.
 
Pokoknya makasih banyak buat yang udah baca dari awal sampai akhir cerita 🙂
Riview atau tinggalkan jejak?

 

Advertisements

One thought on “[Ficlet] Kegundahan Hati Marlin Monroe

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s