[Ficlet] Cause They’re A Family

tumblr_mifwe1ppDV1s5hk8lo1_500

Cause They’re A Family

Written By Berly ©2016
• ᴥ •

| General | Family, Hurt/Comfort |

Starring : [Lee Siblings] Mark Lee, Mackenzie Lee (OC).
Mentioned : Emerald Lee (OC).

I just own the plot! The OC’s belongs to Me and Airly!

Happy Reading!

.

“Mackenzi Lee punya tameng besi di dalam hatinya, yang bisa mengalahkan kekuatan Hercules sekalipun!”

.

Taburan bintang kini membercaki sang mega nan kelam. Kenzie menghirup udara malam dalam-dalam ke dalam paru-parunya, lalu dengan kasar diempaskannya keluar. Dirinya begitu merasa gusar, belum ingin tidur atau mungkin lebih tepatnya tidak bisa tidur.

Netranya terus saja memandang nanar sang gemerlap bintang, mengajukan tanya melalui tatap, menyalurkan batin tekanan kepada sang rembulan, merintih dalam sanubarinya kepada belaian lembut angin yang menjuru menyapa tubuhnya. Berbanding terbalik dengan suasana sang mega yang cerah. Kalbu Kenzie benar-benar dilanda mendung detik ini.

Tanpa pernah diizinkan oleh dirinya sendiri, beberapa tetes air mata pun jatuh dari kedua pelupuknya. Membuat tumpahan jalur anak sungai mengalir di kedua sisi pipi putihnya. Sinar rembulan tak mampu menyembunyikan jalur itu, malah terus sengaja membuat jalur tangisnya semakin kentara akibat pendar yang menderang.

“Hey, Kenz.”

Sapaan lembut menerka rungu Kenzie di sekitaran balkon atas rumahnya. Buru-buru ia menghapus jalur air matanya sembunyi-sembunyi, lantaran gadis itu menyadari sebuah suara milik adiknya, Mark.

“Kau belum tidur?”

Setelah dirasa jalur tangis di pipinya sudah hilang karena usapan diam-diam kedua tangannya, gadis itu menoleh menatap Mark yang tengah menghampirinya perlahan. “Eung… Mark? Kau sendiri kenapa belum tidur?” kata Kenziee sembari tersenyum memandang Mark, mencoba bersikap biasa dengan berbalik mengajukan tanya pada Mark.

Nyatanya sia-sia saja Kenzie menyembunyikan tangisnya di hadapan Mark, bagaimanapun juga, Mark tentu sudah tahu kebiasaan Kenzie—si kakak keduanya, jika Kenzie tengah dirundung kedongkolan atau kekesalan yang mendalam—yang tak bisa ditahan lagi oleh hatinya. Kenzie pasti akan menangis, memendam perih dalam relung batinnya sendirian.

“Kenz… lupakan soal perkataan Emma.”

Kenzie kini tersenyum kembali menatapi bintang setelah mendengar ucapan Mark, “Tak apa, Mark. Mungkin suasana hatiku saja yang tengah buruk. Aku tak pernah ambil pusing soal cacian Emma. Itu sudah biasa.”

“Hey, perempuan yang suka nonton WWE harusnya tidak boleh cengeng, bukan?” Mark menyikut pelan lengan Kenzie, mencoba menggoda, agar Kenzie dapat menyelipkan sebuah tawa kecil.

Kenzie menyeringai payah seraya melirik Mark—yang juga ikut memandangi langit malam, “Well, aku memang payah, Mark,” sahut Kenzie sedikit merendah.

Oh, ayolah. Mackenzie Lee yang kukenal tidak sepayah itu,” ujar Mark berupaya terus menghibur, “Dia mempunyai tameng besi di dalam hatinya, bahkan tameng itu bisa mengalahkan kekuatan Hercules sekalipun!”

Cih. Dasar. Kenzie tak balas menyahut, gadis itu hanya merespon perkataan Mark dengan senyuman tulus memandangi wajah adik laki-lakinya lamat-lamat. Lantas meninju pelan lengan bahu Mark, pertanda bahwa gadis itu bersyukur akan kehadiran Mark saat ini, gadis itu sangat menghargai hiburan dari seorang Mark.

Mark ikut tersenyum. Adik laki-lakinya memang selalu mengertinya. Walau terkadang, Mark juga sama menjengkelkannya seperti Emma, begitupun juga sebaliknya. Namun Kenzie menyadari satu hal, bagaimanapun semenyebalkannya, semenjengkelkannya mereka berdua, Mark dan Emma tetaplah saudaranya. Satu darah dengannya. Bagian dari keluarganya. Keluarga cemara kecil bersama kedua orangtua yang sangat berarti dalam hidupnya.

Berbagai macam pertengkaran mungkin sudah menjadi lahapan sehari-hari yang dialami oleh ketiga saudara itu. Namun tentu tidak untuk saling menyakiti bukan? Justru pertengkaran di antara ketiganya adalah sebuah tanda untuk menyalurkan rasa kasih sayang satu sama lain.

Tak perlu dijadikan beban … benar. Seperti yang Mark bilang barusan, Mackenzie Lee punya tameng besi di dalam hatinya, yang bisa mengalahkan kekuatan Hercules sekalipun! Ocehan seorang Emma itu tidak ada apa-apanya, kok. Lagi pula, Kenzie juga sudah kebas akan omelan Emma dan ibunya dalam keseharian.

Bukan Emma namanya kalau kakak pertamanya itu tidak galak dan cerewet. Dan bukan pula Mark namanya, kalau anak itu tidak tengil—namun selalu menghibur Kenzie, di kala Kenzie sedih.

Sekalinya keluarga, tetaplah keluarga. Tak ada yang bisa menyangkal hal itu. Bahkan kekuatan Hercules sekalipun tidak akan bisa memisahkan kasih sayang di antara mereka. Karena secara tidak sadar maupun sadar, kasih sayang dan cinta di antara keluarga tidak akan pernah habis, hingga nanti, hingga kehidupan di dunia yang penuh ilusi ini berganti menjadi sebuah kehidupan abadi.

Once more.

It’s cause, they’re a family.

.

.

FIN

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Cause They’re A Family

  1. maafin ya Emma kadang galaknya keterlaluan duh maaf ya maaf /sungkem biar afdol dah/ :*
    jangan syedih Kenz, maapin kakakmu ya huhuhu u,u
    btw, ini diksinya jadi badai gitu ber. alhamdulillah ya dan aku masih begitu aja diksinya nyiahahah XD
    keep writing and next fict ditunggu yay! 🙂

    Liked by 1 person

    • Ehehehehhh… Mbak Kenzi sedang galau lol. Emma sungkemnya kudu pake sogokan, biasanya Kenzi suka disogok makanan, kalo nggak duit ama Emma /gakgituber/
      masa sih? Diksi acak adut begini (“: wkwkw, jadi pen terbang di laut deh (?)
      Makasih dah mampir bacaaaaaaa plus komen! ❤ x)

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s