[Vignette] 누난 너무 예뻐 (Noona Neomu Yeppeo)

czjzoawvaaqeotp

AirlyAeri’s present

Casts : Na Jaemin [NCT’s Jaemin]; Emerald Lee [OC]

Slight! Mark Lee, Park Jisung, Lee Jeno, Donghyuk [NCT], Mackenzi Lee [OC]

Genre : fluff, romance, friendship | Rated : general | Length : vignette (1300+ words)

***

Jaemin baru tahu rasanya ada banyak bunga bermekaran di hati.

.

Jika ditanya mengenai kisah cinta pertama atau cinta pada pandangan pertama, maka Jaemin bukan ahli dalam menjawabnya.

Jelas saja, Jaemin tidak pernah mengalami hal itu sepanjang hidupnya. Jadi, sudah kebal pula telinganya mendengar ejekan bercanda dari temannya. Peduli apa dengan semuanya, Jaemin tak ambil pusing.

“Ah, Jaemin memang tidak ahli mendekati gadis. Jangan bicara masalah cinta dengannya.”

“Cinta pertama saja belum pernah dirasanya, bagaimana bisa kami ingin curhat mengenai kisah patah hati?”

“Jaemin kami kan masih polos. Suatu saat pasti kenal dengan cinta pertama.”

Hingga suatu hari, terjadilah hal yang tidak disangka oleh Jaemin sepanjang hidup di waktu SMA.

Di suatu sore, Jaemin baru saja pulang sekolah dan hendak pulang dengan bus. Ini kali pertamanya menaiki bus setelah sekian lama hanya mengayuh sepeda—lantaran roda sepedanya bocor dan harus diperbaiki. Maka selama perjalanan menuju halte, telinganya disisipkan earphone dan mendengarkan salah satu lagu yang baru saja ia unduh dari situs musik. Matanya begitu fokus pada ponselnya sampai tak memandang jalanan.

“Akh!”

Buru-buru Jaemin lepaskan salah satu earphonenya dan matanya menatap kaget ke sumber suara. Di depannya, seorang gadis—dapat Jaemin lihat umurnya berada di atasnya sedikit—dengan sabar mengambilkan bawaannya. Membuat remaja lelaki itu dengan segera membantu sang kakak gadis.

“Lagi-lagi kejadiannya seperti ini,” gumam si gadis itu disela mengambil buku dan kantung belanjaannya. Membuat dahi Jaemin berkerut sebentar.

“Maafkan aku, Kak,” sahut Jaemin dengan nada menyesal seraya ikut mengambilkan beberapa isian kantung yang berceceran.

Gadis itu mengangguk-angguk. “Bagus, setidaknya kau punya tata krama karena sudah menabrak orang yang lebih tua,” ungkapnya.

Mendengar ungkapan si kakak gadis membuat Jaemin berpikir juga. Oh, pantas saja sebelum mendengar teriakan kecil miliknya, lelaki itu sempat merasa kesakitan kecil di bahunya. Mungkin karena benturan dengan tubuh si kakak gadis.

“Maafkan aku sekali lagi, Kak,” ucap Jaemin lagi. “Aku tidak sengaja.”

“Iya, iya, tidak apa-apa,” ujar gadis itu akhirnya. Kemudian, mata bening si kakak gadis memandang Jaemin. “Kau mau naik bus? Sebentar lagi datang.”

Melihat tatapan mata beningnya, membuat Jaemin terdiam sebentar. Rasanya lelaki itu seperti tersihir. “I-iya, Kak.”

Ketika dirasa telah selesai, buru-buru mereka bangkit bersamaan dengan bus yang datang.

“Nah, itu busnya,” sahut si kakak gadis. Lalu menoleh ke arah Jaemin yang masih terpaku. “Ayo!”

Segera Jaemin mengangguk seraya tersenyum. “Iya, Kak!”

Selama perjalanan di dalam bus, jantung Jaemin rasanya berdentum keras-keras seolah ingin keluar. Sedikit khawatir takut-takut si kakak gadis mendengar detak jantungnya, membuat Jaemin menarik napas panjang.

“Ini.”

Jaemin menoleh dan mendapati kakak gadis yang kini menyodorkan sebotol jus jeruk untuknya. Bocah SMA itu memandangnya dengan raut wajah bingung.

“Kau tampak gugup,” ungkap si kakak gadis.

“Terima kasih.”

Aduh, kali ini Jaemin baru tahu rasanya ada banyak bunga bermekaran di hati. Membuat lelaki itu dengan susah payah memalingkan wajahnya ke arah jendela bus demi mengulas senyum. Jantungnya semakin berdebar tak karuan. Ya ampun, pantas saja kata teman-temannya jatuh cinta itu indah.

“Jadi, siapa namamu?”

Segera Jaemin menoleh dan mendapati kaka gadis yang sedang memandangnya dengan seulas senyum. Tangannya tampak menggenggam sebotol yogurt rasa leci.

“Na Jaemin,” ucapnya dengan nada percaya diri. “Nama Kakak siapa?”

“Emerald Lee. Tapi, aku biasa dipanggil Emma,” jelas si kakak gadis yang mengaku namanya Emma. “Kau kelas berapa saat ini?”

Mau tak mau, Jaemin menunduk dan memandang penampilannya sebentar. Oh iya, hampir saja ia lupa kalau saat ini bocah lelaki itu masih memakai seragam SMA. “Kelas satu, Kak Emma.”

“Oh ya? Seumuran dengan adikku berarti,” ungkap Emma. Kemudian tampak Emma bersiap-siap untuk turun dan menoleh ke arah Jaemin sambil tersenyum. “Rumahku sudah dekat. Aku duluan ya, Jaemin-ie. Sampai jumpa lain waktu.”

Bersamaan dengan bus yang berhenti di halte, Emma melambaikan tangan pada Jaemin. Membuat bocah itu tanpa ragu membalasnya.

Dan sisa sepanjang perjalanan pulang, Jaemin terus saja memegangi pipinya yang terasa memanas. Otaknya diam-diam mengingat nama yang diucapan oleh si kakak gadis.

Emma.

Nama yang cantik.

Mungkin itu yang dianggap oleh Jaemin sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama. Awalnya lelaki itu sempat ragu dan berpikir. Apakah ia diizinkan untuk bertemu lagi dengan Emma?

Dewi Fortuna tampaknya menjawab doanya. Di lain waktu, tanpa disangka Jaemin bertemu kembali dengan Emma yang baru saja keluar dari minimarket. Dengan cekatan, segera ia memelankan laju sepedanya.

“Hei, Jaemin-ie!”

Jaemin segera melambaikan tangannya pada Emma yang telah menyapanya. Dalam hatinya ia terus saja menggumam puji syukur. Emma ingat padanya dan namanya. Demi Tuhan, ia pasti sudah menyukai cara si kakak gadis memanggil namanya sekarang.

“Kak Emma sedang apa?” tanya Jaemin ketika kayuhan sepedanya berhenti.

“Baru saja pulang dari kerja paruh waktu,” ujar Emma sambil tersenyum. Kemudian, tangannya merogoh isi tasnya dan memberikan sebungkus chocopie pada Jaemin. “Kau mau tidak?”

Dengan senang hati, Jaemin menerimanya. Tak mau disia-siakan kesempatan emas ini. “Terima kasih, Kak Emma.”

Emma tersenyum seraya memandang Jaemin lekat, membuat bocah itu gugup sekaligus salah tingkah juga.

“Ada apa, Kak?” tanya Jaemin dengan nada hati-hati. Membuat gadis itu tertawa.

Tawa yang sukses membuat Jaemin terpaku.

“Kau lucu sekali, persis adikku.”

Jadilah, rentetan kejadian yang berlangsung selama beberapa hari itu diceritakan pada sahabat karibnya; Mark, Donghyuk, Jisung, dan Jeno. Tak peduli dengan bel istirahat yang memekik keras—seolah meminta teman-temannya untuk pergi keluar dan tak mendengarkan isi hati si bocah SMA yang baru merasakan jatuh cinta. Beruntung, sahabat karib Jaemin lebih mengerti ketimbang si bel sekolah.

“Kau jatuh cinta pada noona-noona?”

“Benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama? Di minimarket?”

“Pendekatan yang hebat, Jaemin-ah!”

Jaemin mengangguk bangga. Kali ini, ia sudah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.

“Tetapi, apa kau yakin itu cinta? Bukan rasa kagum?”

Mendengar pertanyaan Jisung membuat Jaemin berpikir ulang. Apa bedanya cinta dan rasa kagum? Ah, Jaemin tak mau ambil pusing. Yang penting ia sudah bisa merasakan jatuh cinta.

Tepat hari ini, Mark mengajak teman-temannya—termasuk Jaemin untuk bertandang ke rumahnya barang sebentar. Katanya sih ingin mengerjakan sisa tugas kelompok yang belum selesai. Tetapi, Jaemin yakin betul bila tujuannya tak akan tercapai dengan baik. Karena melihat raut wajah mereka, membuat remaja lelaki itu yakin tujuan teman-temannya tak lain hanyalah bermain game. Apalagi, konon di rumah Mark banyak sekali permainan yang patut dicoba.

Akhirnya bersama teman-temannya, Jaemin mengayuhkan sepedanya dengan malas. Kalau begini, pasti ia tidak memiliki kesempatan bertemu dengan Emma.

Mark yang menyadari hal itu segera menekan bel sepedanya di dekat Jaemin. Membuat lelaki itu menoleh ke arah Mark. “Apa?”

“Jangan sedih begitu, Jaemin. Hanya bermain sebentar kok,” ungkap Mark. “Oh iya, kau belum pernah bertemu dengan kakakku ya?”

“Kak Kenzi maksudmu? Dia kan satu sekolah dengan kita,” ujar Jaemin.

“Bukan Kak Kenz, Jaemin. Kau lupa ya Mark punya dua kakak perempuan?” timpal Donghyuk. “Kakak sulung Mark sama cantiknya dengan Kak Kenzi.”

“Tapi lebih cantik Kak Kenzi menurutku,” timpal Jisung.

“Oh, aku setuju. Kak Kenzi lebih cantik kurasa,” sambung Jeno.

“Oh ya?” ungkap Jaemin dengan nada enggan. “Aku tidak minat.”

Bersamaan dengan ucapan itu, kayuhan mereka telah sampai di depan pintu gerbang. Jaemin baru saja hendak memasang wajah lesu sebelum sadar akan sesuatu.

“Mark-ie, kau sudah pulang?”

Buru-buru Jaemin menoleh dan seketika matanya membulat. Jantung kini berdentum keras tak karuan lagi. Seorang gadis kini sedang duduk di ayunan sofa dekat beranda rumah dengan wajah kaget. Kepalanya tampak melongok ke arah gerbang.

Itu Emma.

Sedang apa ia di sini?

“Iya, Kak Em. Hari ini teman-temanku mau mengerjakan tugas kelompok,” ungkap Mark membuat Jaemin menoleh dengan mata membesarnya.

“Kau kenapa, Jaemin?” tanya Jeno dengan nada heran. “Kau tampak seperti melihat hantu.”

“Halo, Kak Emma!” sapa Donghyuk membuat Jaemin menoleh ke arah gadis—yang dirasa Emma.

Gadis itu melambaikan tangannya sebentar ke arah Donghyuk seraya tersenyum, sebelum ia menyadari seseorang di antara mereka semua. Dengan semangat, lambaian tangan itu di arahkan ke Jaemin.

“Jaemin-ie!”

Mati kutu.

Mungkin itu yang dirasakan Jaemin kini, matanya masih memandang Emma yang kini melambaikan tangan ke arahnya seraya tersenyum. Jantungnya makin berdebar tak karuan seolah ingin lepas dari tempatnya.

Ya ampun, Jaemin benar-benar tak menyangka akan hal ini.

“Jaemin, kau sudah pernah bertemu dengan Kak Emma?”

“Bagaimana bisa kau kenal dengan kakakku?”

“Atau jangan-jangan, cerita kakak gadis yang kautaksir itu Kak Emma?!”

Peduli apa dengan hujan pertanyaan dari teman-temannya kini, karena fokusnya hanya tertuju pada Emma. Ia harus berterima kasih pada Tuhan dan Dewi Fortuna karena ingin berpihak padanya.

“Ha-halo, Kak Emma.”

Rasanya Jaemin jadi ingin berlari ke mana-mana setelah menjawab sapaan Emma. Tetapi ia akan berusaha menjaga image di depan Emma. Derita jatuh cinta pada pandangan pertama; gugup dengan perasaan tak karuan.

-fin.

20160221 © AirlyAeri

Hasil ngebut ya gusti ;;_;; mau ketawa kenceng soalnya, ini apaan wkwk XD

Langgar janji, harusnya saat ini bagian Johnny-Mackenzi. Tapi karena udah keduluan bikin dua fict lainnya, mungkin abis aku kelar terbitin dua fict baru bisa nerbitin edisi Johnny-Mackenzi. Yah maafkan ya maafkan. /sungkem/

Selamat baca dan semoga suka. Kritik dan saran amat dinanti yay.

Sekian dan terima kasih.

-Airly.

cbvffcvuyamhx_g
kenalan, geng sableng = sahabat baik, lucu, dan ganteng /ea/
Advertisements

4 thoughts on “[Vignette] 누난 너무 예뻐 (Noona Neomu Yeppeo)

  1. Jaemiiiiiin-ie… kamu kok unyu banget sih demennya sama noona-noona x) aciyaa aciyaa Emma didemenin ama Jaemin wkwkw. Belum tau aja dia Emma galaknya bukan main. /dicekik airly/
    BHAAAAAAAK!!! KU NGEKEK KENZI BANYAK PENZNYA OMO! OMO! KENZI DIBILANG CANS AMA GENG SABLENG! OMO! DONGHYUKJISUNGJENO SINI PELUUUUQ /PELUQLIMA2NYA/ /BHAYY AI BHAAAAY KENZINYA MAU NANGES BAHAGIA DULU DI POJOKAN BHAY!!!/ XD KYAAAAHH
    Lucu ceritanya Ai, aku ngekek bayangin Jaemin yang malu-malu gitu, itu bener2 image dia banget suka sama noona-noona XD kan dia fanboynya Tiffany /uhuk/
    Ih gemes masaaa. Ah udahlah, ku emang gemes banget sama bocah2 sableng itu sampe2 lupa komenannya udah sepanjang nama TEN (cuma ngerusuh doang di sini) ;”))
    Pokoknya keep writing, ini ceritanya ucul, ku aja jd pengen baca lagi eheheeehh.
    ditunggu Johnny-Kenzinya omo! x) ♡
    Luv luv for geng sableng : sahabat baik, lucu-lucu, dan ganteng! 😀 ♡

    Liked by 1 person

    • Iya dong Emma didemenin Jaemin dan ga kalah sama Kenzi yang pensnya bejibun. Nyihahaha XD
      Jangan nanges Ber astaga, tujuan bikin ff tuh ga bikin orang nanges wkwkwk
      Jaemin emang begitu, apalagi depan mba Tiffany /uhuk2/ Dan makasih lho buat pujiannya, kujadi malu /nyebur/ >///<
      Kaget aku baca komen ini sebenernya udah kek nama Ten beneran bahaha XD
      Makasih ber udah baca dan ninggalin review yay ❤

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s