[Ficlet] Toleransi Terlambat

lug91

Oh, bagus.

[NCT] Johnny, [OC] Maia :: Ficlet :: Teenager :: Romance, fluff

by shiana


Dasar, Kunyuk!

Dia lupa kalau laki-laki berlabel Johnny itu benar-benar lancar ngomongnya saja. Aksinya benar-benar payah. Sialan. Kalau tahu bakal begini jadinya, dia tidak akan memberikan janji yang muluk-muluk; a peck on lips—hah, lupakan saja semuanya! Sekarang, melihat dirinya yang dibuat tambah lelah seolah perjalanan delapan jam di udara tidak cukup, dia benar-benar harus membuat perhitungan. Johnny harus tahu rasanya menanti di bandara dengan badan remuk sana-sini ditambah perut yang belum terisi. Tak ada keinginan untuk mampir sebentar di kafe, bahkan. Berjalan saja harus mati-matian.

Sialan kuadrat.

“Maia!”

Pijatannya pada pelipis terjeda sewaktu namanya dipanggil. Oh, bagus. Sudah pasti suara itu tak asing lagi.

“Hei—wow! Kau tampak seperti bukan Maia-ku.”

Maia tidak menyahut, melirik pun tidak. Masa bodoh dengan pujian yang tersemat pada tuturan Johnny itu barusan. Gadis itu dengan keki menggeret kopernya mendekati laki-laki itu yang senyumnya kepalang lebar dan cerah bak pelangi yang menyambut redanya hujan. Tanpa ada minat untuk bertukar sapa, Maia segera bangkit dan berjalan ke arah datangnya Johnny sebelumnya, tak ambil pusing dengan lipatan samar di dahi Johnny. Hah, rasakan.

C’mon, Maia, kau tidak sedang ngambek, bukan?” Johnny tanpa buang waktu menyusul.

Maia mengangkat sebelah tangannya. No comment.

“Astaga, M, kau berlebihan.”

“M.”

“Maia.”

Johnny meraih lengannya. Lalu, berpindah melingkari pinggangnya. “Oh, ayolah, kau bahkan baru sampai.”

Maia menatap datar Johnny. “Justru itu. Aku capek. Dan kau memperburuknya.”

“Aku tahu. Maaf, deh.”

“Dasar otak udang.”

Johnny terkikik. “Tapi kau tetap suka aku ‘kan?”

Maia mendesah gemas. Kemudian dibiarkannya tubuhnya melekat bak amplop dan perangko pada Johnny. Wangi maskulin lelaki itu lantas memenuhi indera penciumannya. Selagi Maia menikmati menit-menit tenggelam dalam kolam rindu, Johnny berbisik lembut, “Welcome home, M.” Lalu mengecup puncak kepalanya.

Mana bisa Maia tidak meloloskan Johnny kalau sudah begini.


 

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Toleransi Terlambat

  1. Kyaaa mba Shiana Kyaaa……
    Mz Johnny demen ngaret.. bhaak. kamvret parpar emang yha si Johnny kalo udah cheesy begitu, pengen ngomel tapi gajadi gara-gara kepincut minyak nyong-nyong Johnny Seo, kyaaaaa…..

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s