[Ficlet] Blue Moon

CRyaF5PWEAQsshm

Blue Moon

A Ficlet Storyline By Berly
©2016

Starring : Moon Taeil & Han Jisun (OC).

| Fluff, Romance, Family, Friendship. | Teen to Up | Ficlet (600+ words) | I Just own the plot! No plagiarism! And Happy Reading! |

.

Why do you always call me so late at night, Tae?”

.

***

Harmoni desau angin lembut musim semi menyerambahi gedung-gedung pekarangan pinggiran kota beserta lingkungan sekelilingnya yang ditumbuhi rindang pepohonan. Malam ini cuaca begitu cerah, secerah rasa hati Moon Taeil kala maniknya bertemu saling sapa dengan milik Han Jisun—si gadis cantik menggemaskan yang akhir-akhir ini sering sekali mengganggu tidur malamnya. Bahkan bukan hanya tidur malam, setiap detik waktu berlalu pun Taeil selalu diganggu akan bayang-bayang gadis itu di dalam otaknya.

Taeil mengerling ke arah sosok gadis yang kini tengah ikut berjalan santai berdampingan dengannya. Gadis itu tak sengaja menoleh, lantas memasang raut wajah bingung pada Taeil. Akhir-akhir ini Taeil sering sekali meminta Jisun untuk keluar larut malam bersamanya, katanya, untuk sekadar mencari udara malam dan melepas rasa penat selama laki-laki itu masih menuntut ilmu di negara orang.

Aneh, jikalau memang hanya untuk melepas rasa penat, seharusnya laki-laki itu memilih langsung beristirahat di dalam kamarnya, bukannya malah mengajak seorang gadis seperti Jisun keluar main malam-malam begini.

Why do you always call me so late at night, Tae?”

Meskipun Jisun tak merasa keberatan—toh Taeil adalah teman seperjuangan yang ia kenal, sekaligus kekasih yang menemaninya melanglangbuana di kota negara orang ini. Namun Jisun lama-kelamaan jadi penasaran juga, makanya gadis itu bertanya hal demikian pada Taeil.

Belakangan ini memang, Jisun juga sering tidur terlambat dan entah apa sebabnya. Mungkin Jisun tidak bisa tidur dikarenakan dirinya tengah dilanda kerinduan sosok keluarganya di rumah. Meski kota ini sangat sempurna indah untuk seorang Jisun, tapi tetap saja suasana kota London sangatlah berbeda dengan suasana kota Seoul. Singkatnya, gadis itu begitu amat merindukan Seoul.

“Akhir-akhir ini aku sering tidak bisa tidur cepat karena tugas mata kuliahku cukup membuat otak ini ngebul, Ji. Aku ingin tidur nyenyak lagi malam ini, maka dari itu aku harus melihat wajahmu dulu sebelum tidur, supaya aku bisa bermimpi indah.” Jelas Taeil langsung tanpa banyak babibu.

“Tapi kenapa harus malam-malam, Tae? Kenapa tidak sore saja?” Jisun kembali bertanya kala langkah kedua sejoli itu telah sampai pada sebuah taman bermain anak-anak dekat dengan daerah pekarangan rumah.

I just like it, because thats when the world is quiet, its like only you & I exist.”

Sahutan nada rendah menguar dari mulut Taeil. Pemuda itu duduk di salah sebuah bangku panjang, diikuti dengan si perempuan di sebelahnya, lantas jawaban dari si pemuda membuat kepala Jisun kembali menoleh memandang Taeil.

“Kemarilah, aku tahu, kamu juga akhir-akhir ini sering tidak bisa tidur, ‘kan? Lihatlah kantung mata pandamu itu. Kamu juga harus tidur nyenyak malam ini, Nona Ji, supaya di hari esok kamu kembali lebih bersemangat lagi mencari ilmunya di kota ini, mengerti?” kata Taeil lagi menasehati seraya membuka lebar kedua tangannya agar Jisun segera mendekat padanya.

Jisun tak merespon suara, kali ini gadis itu memilih menurut untuk bergerak mendekati Taeil, menenggelamkan kepalanya di dekapan Taeil, membiarkan kehangatan dan aroma parfum Taeil menerjang rasa gundah gulananya karena terlalu rindu tanah kelahiran, “Aku rindu eomma dan appa, Tae.” Gumam Jisun pelan seraya menutup matanya untuk beberapa jenak di pelukan Taeil.

Mata Taeil ikut terpejam merasakan hangatnya pelukan Jisun, lantas mengelus surai Jisun lembut, mencium kening gadis itu dengan sayang, “Sabar ya, Sayang. Aku juga rindu keluargaku. Kalau Ji rindu rumah, besok kita telepon kedua orangtuamu dan orangtuaku bersama, bagaimana?” usul Taeil yang langsung direspon oleh anggukkan kecil milik Jisun, disertai dengan naiknya kurva senyum dan gumaman kecil di bibir.

Bulan biru beserta bintang yang bertabur menderangi kelamnya langit malam menjadi pemandangan indah yang tersuguh jelas untuk mereka berdua nikmati malam itu. Besi-besi di sekitar taman bermain pun tengah menjadi saksi bisu moment kedua sejoli—yang tengah merasakan rindu jauh dari rumah demi mencari sebongkah ilmu juga segelintir pengalaman untuk menggapai cita dan jalan ke masa depan.

.

.

FIN

CdrOo6DUYAAzXhR

Special fict untuk ulang tahunnya budir kemarin, kyaaaa. Kak Eka maapkeun ini feelnya ambyar banget C”: /plak/. Hadiahnya telat banget karena baru bisa on di pc wkwkwk. Receh pula lagi hadiahnya. Maklumin ya kak, lagi webe….krik. Aku nyari feel mas Taeil sepertinya gagal kak, eheheh. /banyak alasan kamu ber/ Utangku lunas ya kak Ekaaa~ /lalu mabur/.

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Blue Moon

  1. KABER KABER KABEEERRRR

    WHYYYY

    KABER SERIUS AKU MABOK BACA KATA-KATA INI: “I just like it, because thats when the world is quiet, its like only you & I exist”

    LAH TERUS DON KUDU OTOKEEEEEEE /peluk cium mas taeil/

    Kaber tulisannya bikin melayang jauh hingga tersungkur ke dalam hangatnya dekapan oppa /rasain don/ aku hanyut kak bacanya, sugar fluff banget kyaaaaa kaber aku suka pokoknya aku sukaaaaaaa, abis ini jisun jadi kakak ipar chaerin ya bhaakk tunggu saja /lalu ngilang/

    Liked by 1 person

    • Kadoooon plizzz…. /nyebur ke sungai/ kepslockmu sungguh aduhaiiiii :”) /plak/
      Makasih kadon sudah mau mapir baca dan ninggalin kepslock plus sukanya kyaaa 😀 bhahahah, peluklah kembaran mba Chaerin itu sampe bengek kadon peluk wkwkw /lalu ikut ngilang/

      Like

  2. MBA BER MBA BER MBA BER…. SINI KUPELUK DULU MBA /digorok/

    YAAMPUN MBA KASIHANILAH HATI JISUN YANG DAG DIG DUR DER (?) DIBEGITUIN SAMA MAS TAEIL. BAWAANNYA PENGEN CEPET2 DIHALALIN SAMA MASNYA /tobat ka/ /matiin kepslok dulu/

    Huasyem ya mas taeil bilang aja masnya mau deket-deket jisun terua mas.. kalo kek gini alamat Jisun ga bisa bobok tiyap malem. terua bahasanya aduhai syekali.. bikin hatiku meleleh seperti saat aku melihat bias kesayangan /ga gitu/

    TERUS YA JISUN BISA APA SAMA KATA-KATANYA MAS TAEIL.. YA AMPUN MAS MAS KU MASIN JATUH PADAMU MAS..

    Sekali lagi makasih banyak buat mba Ber yang mau repot2 buatin ini… huhuhu /pelukciumdarijauh/

    mba ber ijin reblog ya :)))

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s