[Ficlet] Teman?

Hansol1

Teman?

 Storyline By Berly ©2016

Starring : [NCT] Ji Hansol & Alea Kim (OC).
| Romance, Fluff, Friendship, School-life, a little bit Comedy | Teen to up | Ficlet (470+ words) |

I Just own the plot! No plagiarism! And Happy Reading!

.

“Teman?”

.

Baru saja aku membuka mulutku lebar-lebar, untuk menggigit dan menikmati big hamburger spesial buatan bibi Shin kantin yang masih hangat dan menggugah selera. Tahu-tahu kegiatanku terhenti, mendadak mataku berkali-kali mengerjap tak percaya—berikut katup bibirku yang kuyakini masih menganga cukup lebar, tatkala sosok satu laki-laki tenar satu sekolahan menduduki sebuah kursi—di depan meja kantin yang kutempati sendirian. Kalau tidak salah, sih, dan memang tertera jelas di nametag seragamnya, nama laki-laki itu adalah Ji Hansol.

Laki-laki bersurai hitam pekat itu duduk tepat di hadapanku tanpa embel-embel menyapa sedikit pun—tentu saja karena kami berdua tidak dekat, mengobrol dengannya saja aku tidak pernah. Padahal, masih banyak bangku kantin yang masih kosong, aku serius.

Lalu dengan sikap cuek dan dinginnya ia membuka bungkusan jajangmyeon yang baru dibelinya untuk makan siang, tanpa mempedulikan aku yang masih canggung memperhatikan suasana sekitar kantin, membuatku cukup jadi ketar-ketir untuk duduk di meja ini sekarang. Hey, bagaimana aku tidak merasa ketar-ketir? Pandangan semua murid yang kini berada di kantin, hampir seluruhnya tertuju pada meja yang kami berdua tempati, bahkan para murid-murid perempuan drama queen kian memandang nyalang ke arahku.

Haruskah aku pindah tempat duduk? Sepertinya memang ya. Aku tidak ingin cari perkara dengan banyak murid-murid tenar di sekolah ini, karena aku anak pindahan baru beberapa hari lalu. Apa lagi jika harus berurusan dengan Hansol—si laki-laki di hadapanku yang katanya sangat terkenal seantero sekolah. Aku pun perlahan bangkit dari kursi, membawa makanan beserta minuman milikku tentunya.

Namun baru sedetik aku mencoba bangkit untuk enyah dari pandangannya. Laki-laki itu tiba-tiba saja menahan lenganku. Lagi. Aku terkejut untuk yang kesekian kali dan merasa menjadi patung hidup di tempat.

“Kembalilah duduk,”

Perlahan aku menurut begitu saja, karena dia mendorongku pelan agar aku kembali menduduki kursi di hadapannya. Suaranya dingin, namun lembut, seakan dirinya memohon padaku untuk segera menuruti permintaannya. Membuat detak jantung berikut aliran darahku berdesir aneh.

“Dan makanlah hamburgermu, nanti keburu dingin.” Laki-laki itu kembali bersuara seraya mendorong pelan roti hamburger milikku yang masih kugenggam—ke arah mulutku.

Aku masih memilih bergeming menatapnya, hingga suasana di antara kami berdua menjadi sunyi, senyap layaknya kuburan China yang menyeramkan itu—selama makan siang berlangsung. Kok, rasanya selera nafsu makan siangku jadi berkurang begini, ya? Apa ini karena tatapan murid-murid lain yang begitu menusuk? Hih, mengerikan sekali, deh.

“Jangan hiraukan pandangan mereka, habiskan saja makan siangmu, Alea-ssi.”

Dia kembali berbicara sambil memandangku polos, lalu tersenyum setelah sebelumnya mulutnya sempat memanggil namaku. Kurasa ia melihat nametag milikku di seragam. Oh gawat! Efek sinyal apa yang kini kian membuat detak jantungku semakin menderu! Senyumannya.. benar-benar membuatku kikuk, mati terduduk!

“Namaku Ji Hansol,” laki-laki itu mendekatkan wajahnya sedikit di hadapanku, “Mungkin kita harus sering-sering makan siang bersama di kantin seperti ini mulai sekarang, besok, hingga seterusnya, kulihat kamu selalu duduk sendiri jika sedang makan siang, kamu tidak keberatan,’kan?”

Aku masih mematung polos memandang parasnya. Lalu mengangguk ragu untuk membalasnya. Bagaimana bisa seorang pemuda tenar yang harusnya memiliki banyak teman sepertinya memilihku—si orang asing—untuk dijadikan teman makan siangnya? Bukankah seharusnya dia memilih teman dekatnya, misalnya? Tapi mungkin, jika aku menerima satu permintaannya itu, aku akan mempunyai teman baru, walau memang sebenarnya aku tidak begitu menginginkan teman tenar di sekolah.

“Teman?” Laki-laki itu kembali bersuara sembari menawarkan jemari kelingkingnya padaku.

Jeda beberapa jenak. Lantas aku pun balas menautkan jari kelingkingku pada jari kelingkingnya. Mimpi apa, ya, aku semalam? Tidak ada salahnya, sih, kalau hanya berteman.

“Teman.” Balasku dengan sirat senyuman dan anggukan kecil untuknya. Ups, mungkin aku melupakan tentang pipiku yang memanas, mungkin saja kini pipiku samar-samar berubah memerah karena tautan kelingking itu masih bergelayut cukup lama.

.

.

FIN

Kelar juga akhirnya kado yang didedukasikan *ceilah bahasanya* untuk ultah Kak Ve. Maapin Kak Ve kalau hadiahnya cukup gaje dan telat banget wkwkw. Hutangku lunas ya Kak Ve…… /Lalu mabur/.

Satu lagi, cuma mau bilang, mas Hansol kalo rambutnya hitam gelap cakep! Sekian /pyeong/.

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet] Teman?

  1. Sebelumnya aku mau bilang maaf karena aku baru nongollll XD #digeplakkkk
    Lalu aku mau bilang TERIMAKASIH BANYAK BERLYYYY!!! #peluk #ciummmmm

    KYAAA, KYAAAA, NGAPAINNN INIIII HANSOLLL SI MURID POPULER NGEDEKETIN MURID BARU YANG DUDUK SENDIRIAN DI KANTIN TERUS TIBA-TIBA NGAJAK TEMENAN? #heartattack

    MAU NGAJAK TEMENAN ATAU PACARAN, HAYO???

    Ternyata selama ini Hansol selalu memperhatikan si murid baru yang selalu makan sendirian. Duhhh baik hati sekali dirimu Mas, walaupun tampagnnya sedatar papan cucian dan sedingin es, tetapi hatimu hangat sekali massss ❤ ❤ ❤

    Si Alea harus siapin mental baja nihhh because para perempuan drama queen itu menyeramkan kalo udah ngamukkkk gara-gara Mas Hansol deket-deket cewe.

    NB: Ini gak gaje kok Ber, aku suka sama kadonya, bikin aku senyam-senyum, melayang kesana-kemari #plakkk
    Sekali lagi aku ucapkan TERIMAKASIH BANYAK !!!! ❤ ❤ ❤ semoga Allah membalas kebaikan mu Berly , aamiin 😀

    Maaf kalau ada typo di komentarku, ijin aku reblog juga yaaa 😀

    Liked by 1 person

    • SAMA-SAMA KAK VE…. kyaaaa,
      Mau ngajak pacaran kali kak dia XD bhahahahah,
      Bener banget itu kak, ekspresi datar sedatar papan cucian namun hatinya hangat dan lembut selembut bubuhan kapuk /plak/ itu kayanya imagenya Hansol banget ya Kak Ve!
      Syukurlah kalau Kak Ve suka :D, kusenang bila Kak Ve senang kyaaaa! aamiiin Kak Ve makasih do’anya. ❤ ❤ ❤
      Silahkan kak direblog, dengan senang hati x")

      Like

  2. Wah, Alea-ssi. Gimana perasaannya pas lagi bawa nampan trus tetiba disamperin senior favorit cewe-cewe sesekolahan trus disuruh duduk trus “eh eh temenan yuks” wakssss duhai kaka-kaka senior di SMA pernahkah kalian terpikir untuk—ah sudahlah.
    btw Berly, ceritanya manis banget nih. Mana hansolnya ulzzang banget lagi.
    Betewe, Berl, ada 12 kata yang penulisannya digabung sama ‘pun’ dan ‘sedikit’ bukan salah satunya. jadi yang bener itu ‘sedikit pun’ bukan ‘sedikitpun’. Kemasan paragraf mungkin lebih diperhatikan soalnya aku kesannya menangkap beberapa pengulangan tersirat dan beberapa kalimat yang ngga efisien. Playing with sentences is a must biar pembaca nggak bisa melepaskan ff kamu begitu saja dari pandangan.
    Keep up the good work, Berly ^^

    Liked by 1 person

    • Kak Eci Hallo! X) Duhai kaka-kaka senior di SMA pernahkah kalian terpikir untuk—ah sudahlah. (999) XD

      Makasih banyak ya Kak Eci sudah mau baca fic receh ini hehehe. Maaf ini baru sempet kubales komentarnya :’). Makasih juga kak udah di riview, iya kak aku nemu paragraf yang ada pengulangan tersiratnya huhuhuw, segera kuperbaiki semua koreksi dari senpay! kyaaa XD

      Like

  3. dududududuuuu…. aku juga mau dong jadi murid barunya trus kek kejatuhan es mendem duren(?) dideketin kakak senior yg tenar seantero sekolah buat dijadiin temen makan siangnya.. cielah ngimpi terus sana x”D

    kalo soal penulisannya.. aku ngrasa ada bahasa2 cerpen ala indonesia disini.. gpp sih ya… tapi kalo dikemas lebih baik lagi/disesuaikan penempatan bahasanya pasti bakal lebih enak.. tapi ini aku suka ceritanya

    semangat Ber~ kucinta Bang Hansol*eh?

    Like

    • Bahasa cerpen maksudnya kayak gimana kak? :’D hehe. Makasih ya kak Dita sudah ngasih riview dan mampir kemari! peluk hansol sampe bengek sana kak. ehe. ehe.

      Like

  4. Gaya2 dia pas baru aqal1 kayak Choi Youngdo di The Heirs tapi ini dia baik dan sukses bikin senyam-senyum sendiri.
    Aku juga mau dong jadi teman Hansol tapi pegang2an pake kelingking juga gapapa koq :”
    Semangat ya nulis FFnya:)

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s