[Ficlet] Anak Kita

fjfj

Anak Kita

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Hurt, Marrige Life,

PG-15

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta SM Rookies

Nikaido Ran (OC)

Disclaimer: Aku hanya pemilik plotdan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copas atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

 

 

“Tubuhmu bukan milikmu sendiri, Ran.”

Aku muak mendengar hal itu. Siapa juga yang ingin membaginya dengan mahluk yang akan hadir dalam waktu dekat ini. Aku sudah sering bilang kalau aku ingin membunuhnya. Aku tidak ingin melahirkan mahluk itu dan menanggung dosa yang bukan milikku ini. Tapi,

“Jangan egois, Ran. Kau harus makan dan minum susumu.”

Dia selalu membuatku mau tidak mau menurut. Dia yang datang menawarkan diri menjadi pihak yang bertanggung jawab atas dosa saudaranya itu adalah alasan aku rela membagi tubuh dengan mahluk yang katanya akan menjadi malaikat di rumah kami. Dia alasan aku tetap menjadi manusia dan bukannya hantu gentayangan.

“Besok jadwalmu untuk periksa, aku akan pulang cepat dan menemani. Aku janji.”

Dan entah kenapa mendapat perlakuan khusus darinya membuatku ketagihan. Kadang aku berpikir ada untungnya mempertahankan mahluk hina dalam rahimku ini hanya karena cintanya itu. Tapi lambat laun aku tahu, itu salah.

Kehadiran anak ini adalah kesalahan.

Pilihannya untuk bertanggung jawab atas diriku juga sebuah kesalahan.

“Ran? Kau dengar apa kataku?”

“Hm.. apa?”

“Melamun lagi?” Aku tidak menjawabnya. Dia seperti sudah mengenalku dengan baik dalam keadaan seperti ini. Tangannya menarikku untuk mendekat. Kemudian mengelus perutku yang sudah mulai membuncit. “Berhenti memikirkan hal yang tidak perlu.”

Andai aku bisa berhenti.

“Kau hanya harus memikirkan aku dan calon anak kita. Sudah. Sisanya serahkan padaku.”

Yah, andai aku bisa kubilang.

Nyatanya aku tidak bisa berhenti mengutuk penjahat yang membuatnya harus bertanggung jawab atas anak haram ini. Nyatanya aku tidak bisa berhenti memikirkan akan seperti apa aku memperlakukan anak ini nanti. Dan pada kenyataannya, aku tidak bisa berhenti menyalahkan diri sendiri karena sudah menjebaknya pada situasi ini.

“Kau ingin sesuatu?”

“Tidak.”

“Yakin?”

“Kenapa memangnya?”

“Aku hanya sedang ingin memanjakanmu.”

“…”

“Senior dan teman-temanku di kantor bilang biasanya istri mereka saat hamil besar selalu manja, tapi kau tidak. Kau tahu? Aku benar-benar menunggumu bersikap manja padaku.”

“Aku sudah sering begitu.”

“Kapan? Aku tidak ingat.”

“Barusan, contohnya.”

Dia mengangguk dan tersenyum manis. “Tapi kau memang susah makan dari dulu. Jadi itu tidak masuk hitungan.”

“Ha? Dasar aneh!”

Dia tertawa saat menarik selimut hingga menutupi perutku. “Mau belanja? Untuk dia mungkin. Kita bisa menyiapkan kamar khusus untuknya setelah tahu hasil USG besok. Bagaimana?”

Kalian mau tahu sesuatu tidak?

Laki-laki berhati malaikat di sampingku ini adalah orang yang langsung mengajukan diri untuk bertanggung jawab saat orang tuaku menyambangi rumahnya demi meminta pertanggung jawaban saudaranya. Dia adalah orang yang tampak begitu bahagia setelah pernikahan kami yang begitu mendadak. Dia juga yang begitu bersemangat menjaga jabang bayi dalam kandunganku ini. Lalu kalian lihat sendiri tadi, dia juga yang begitu semangat jika itu berkaitan dengan calon anak kami ini.

Sekarang aku ingin bertanya pada kalian. Aku harus bagaimana?

Rasa bersalahku bukan hanya sekedar besar, rasanya sudah membuncah tak bisa aku tahan lagi. Kalau bunuh diri bisa diartikan sebagai permintaan maafku padanya, tanpa ragu aku akan melakukan itu. Tapi di sisi lain aku menikmatinya. Saat memperhatikan dia yang begitu semangat menantikan kehadiran bayi ini, begitu juga saat seperti sekarang. Saat dia memanjakan aku seperti ini.

Aku harus bagaimana?

“Ran? Melamun lagi?”

Aku menggeleng. Membenamkan diri pada pelukannya.

“Jadi bagaimana tawaranku?”

“…Yuta.”

“Ya?”

“Kau mau si jabang bayi ini laki-laki atau perempuan?”

“Kenapa memangnya?”

“Hanya ingin tahu saja. Kau selalu bersemangat jika itu tentang dia. Aku jadi penasaran.”

Dia mendengung bergumam. Tampak menimbang-nimbang sebelum sebuah jawaban hebat keluar darinya.

“Aku ingin anak laki-laki. Anak yang bisa diandalkan oleh Ibunya. Eh, tapi aku juga ingin anak perempuan. Aku ingin bisa diandalkan juga oleh kalian. Kau sendiri bagaimana?”

“Aku hanya—” hanya ada satu hal yang aku inginkan saat ini. “—ingin melahirkan anakmu.”

Aku merusaknya. Momen kebersamaan kami malam ini. Aku merusaknya lagi.

Ran bodoh! Apa yang aku lakukan? Dasar bodoh!

“Hm, kau akan melahirkan dia nanti. Anakku. Anak kita.”

“Yuta maafkan aku.”

“Tidak apa-apa, aku mengerti. Bukan salahmu juga harus menanggung semua ini. Tapi tolong diingat,” dia membawa mata kami bertemu saat tangannya mengusap air mataku. “Dia anakku. Anak kita. Aku Ayahnya dan kau Ibunya. Jangan pernah berpikir hal lain selain itu. Jangan pernah mengingat hal menyakitkan itu lagi dan bahagialah. Bersamaku.”

Kumohon, katakan padaku, aku harus bagaimana?

 

 

Mao curhat..

Ceritanya aku lagi baca ff Ro-Com bertemakan kaya FF diatas, tapi itu Yaoi dan ketularan sampe bikin FF kek gitu.. aku bolak-balik berenti ngetik sekedar buat tarik nafas dan hembuskan, takut nangis kalo terus dilanjut soalnya… ntar kalo nangis ujung-ujungnya mesti pilek /abaikan/ tapi akhirnya selesai dan setelah dibaca ulang aku malah teriak-teriak gaje “Gila gue ini yang bikin? Ih gila! Masa iya gue bikin yang kaya gini! Merinding ah!” Dan setelah itu aku ngurung diri di kamar.

Jadi ada yang bisa bantu aku jawab pertanyaanku? Aku harus gimana kalo orang-orang udah ngecap aku gila?

Oh ya satu lagi, Aku masa iri sama OC-ku sendiri /udah biasa sih sebenernya/

 

Oke cukup! Ntar makin gak jelas.

Febby pamit——

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet] Anak Kita

  1. KYAAAAAAAAAAAAAA NOTESMU BIKIN ANGEL BAPER KAFEB ㅠㅠ DAN CERITANYA OEMJIH DRAMA PLOT YANG SELALU SUKSES BIKIN KZL TAPI UCUL GITU AAAAAAAAAA DIRIKU KUDU GIMANA, KENAPA KALIAN SEMUA BIKIN FIC YANG BIKIN HATI INI BAPER /DIBUANG/ OH IYA KAFEB MAAP DICAPS SEMUA ANGEL MASIH KENA SINDROM KABER FEAT KADON WKWK 😀 KYAAAAAA SEPERTINYA BESOK ANGEL MESTI KENALAN JUGA SAMA BANG YUTA BIAR IKUTAN NGEBIAS /DIGOROK KAFEB FEAT KALAT/ DAH YA KAK POKOKNYA SEMANGAT KUSAYANG KALIAN /PELUK/ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • Kyaa Angel~
      Apanya dari noteku yang bikin baper? Duh maaf deh bikin baper..
      Iya iya aku maapin deh, nggak kaget kalo kamu sampe ketularan sindrom yang sama kek kakber dan kakdon..
      silahkah kenalan, tapi jangan diambil aja.. belom siap ditigain /plak/
      Hehe

      Like

  2. Suka. Banget.
    Terimakasih udah bikin ff sebagus ini ka ㅠㅠ
    Aku kagum bgt sama setiap ff yg kaka bikin.. Maaf karna baru komen disini..
    Bakal aku inget banget author febby! ><
    Klo bisa banyak2 bikin ff kek gini, maksudnya tipe yuta yg kek gini, trus tipe cewe yg kaya gini juga. Ditunggu ff selanjutnya..

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s