[Ficlet-Mix] Of First Meet, an Euphoria, and Slight Conclusion

doyoungyui

Of First Meet, an Euphoria, and Slight Conclusion

tifaahand and zero404error

Presented © 2016

NCT’s Kim Doyoung and Sakura Gakuin’s Mizuno Yui

Mentioned! NCT’s Yuta and OC’s Sue

Friendship, school-life/Ficlet-Mix/PG

Fakta terakhir yang perlu Doyoung tulis…

[1]

Kim Doyoung menghentikan langkahnya sejenak demi menyeka beberapa butir peluh yang berlomba-lomba meluncur dari pelipisnya. Perjalanan ke rumah Yuta yang seharusnya bisa ia nikmati dengan semilir angin membelai surai di sepanjang perjalanan dan kayuhan pedal yang menyenangkan terpaksa pupus karena ban sepedanya bocor di tengah jalan. Dia harus rela menuntun si sepeda dan berpanas-panasan seharian karena entah mungkin sudah jatahnya terantuk sial hari ini atau memang nasib baik enggan mendekati, tidak satu pun tempat tambal ban ia temui di sisi kiri maupun kanan.

Ugh. Kalau bukan karena dia harus mengerjakan tugas kelompok di rumah Yuta, tentu bermalas-malasan di atas sofa sambil ngemil manja di depan televisi lebih ia sukai. Sakura yang mekar di beberapa ruas jalan pun sama sekali tidak membantunya memperbaiki mood yang terlanjur turun ke dasar.

Doyoung baru saja sampai di depan rumah Yuta ketika suara gemeresak mirip gesekan ranting dan dedaunan terdengar dari samping rumah diiringi gedebuk pelan. Berselang beberapa detik, sesosok gadis muda nyaris menabraknya. Seorang gadis mungil berkuncir dua; muncul dari sudut kiri rumah Yuta dengan serpihan ranting menempel di kepala. Tas besar tersampir di punggungnya; mirip tas gitar milik kakaknya yang ada di rumah. Keduanya sama-sama terkejut, nyaris bertumbukan kalau tidak segera menguasai diri.

“Ups! Sori.”

“Tak ap—”

“Ah! Kakak temannya Kak Yuta, ‘kan?” tanya si gadis sebelum Doyoung sempat berkata tak apa. Doyoung sedikit terdiam sebelum mengangguk canggung. “Kebetulan sekali. Titip ini, ya! Habis ini dia pasti turun karena gagal membuka pintu kamarku. Terima kasih sebelumnya!”

“Eh, Tung—”

Doyoung tidak sempat mengejarnya karena si gadis sudah melesat dengan lincah ke ujung jalan, meninggalkan Doyoung dengan sepeda bocor dan tangannya yang terjulur dengan sebuah kunci tergenggam. Baru saja dia berpikir untuk mengejar si gadis atau menunggu Yuta keluar, derap langkah yang kesannya terburu-buru terdengar dari dalam rumah diikuti derit pintu yang menjeblak terbuka.

“Oi! Yui—lho, Doyoung?”

Yuta muncul dengan rambut acak-acakan dan sepatu yang baru dipakai di sebelah kanan. Kedua netranya berkeliaran mencari ke seluruh sudut yang mampu ia jangkau. “Apa kau lihat gadis mungil yang keluar dari rumahku?” tanyanya kemudian.

Doyoung mengulurkan kunci di tangannya yang kemudian disambut dengan lenguhan kecewa dari bibir Yuta. Yuta jelas tampak kecolongan.

“Memangnya gadis itu siapa?”

“Mizuno Yui. Sepupu jauhku. Bulan ini tinggal di rumahku karena kedua orang tuanya pulang kampung ke Jepang. Dasar. Padahal sudah kubilang jangan keluar dulu karena masih agak demam malah kabur untuk latihan band di luar.”

“Oh, namanya Mizuno Yui, ya?”

“Hah?”

“Tidak, bukan apa-apa.” Kim Doyoung tersenyum; teramat tipis sehingga nyaris tidak ada yang menyadari, bahkan dirinya sendiri. Manis.

.

[2]

Adalah untuk pertama kalinya seorang Kim Doyoung merelakan Minggu paginya demi mendapatkan sekelumit informasi mengenai band pengisi festival sekolah yang berlangsung dua hari lalu. Biasanya, sebisa mungkin dengan tutur kata yang terkadang dibuat sedikit mengada-ada menjadi pengiring penolakan Doyoung untuk jadwal yang dilakukan pada Minggu pagi.

Jam-jam tertentu dihari sakral itu memang harus diluangkan. Terlebih jika gemericik air di atas genteng rumahnya terdengar. Empuknya kasur dan pelukan hangat selimut tidak dapat dielakkan. Bahkan, sarapan favorit Doyoung yang terkadang dibawa sang kakak ke kamar demi menggodanya pun tak akan mempan.

Akan tetapi, itu tidak berlaku untuk kali ini. Sweater rajut biru tua sudah melekat manis pada tubuhnya, dipadu dengan konvers hitam serta tas selempang senada yang menjadi pemanis penampilannya. Diam-diam, Doyoung juga sudah mengendap masuk ke dalam kamar kakaknya demi mendapatkan parfum mahal yang katanya dari Eropa. Jarum jam di pergelangan tangan baru menunjukkan pukul delapan, dan seorang Kim Doyoung sudah bersiap mengayuh sepedanya.

Siapa sangka, salah satu personil band yang akan ditemuinya pagi ini ialah orang yang baru saja ditemuinya pertama kali dua pekan lalu. Si manis dengan tas gitar di punggung. Sudut bibirnya tertarik lebar, tanpa sadar berdendang pelan sembari mengingat kembali kejadian tempo lalu. Jika sudah begini, Doyoung begitu menyukai takdir hidupnya.

Doyoung membayangkan, hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan. Kayuhan sepeda itu terhenti kala ia sampai di taman kecil tak jauh dari tempat tinggal Yuta. Doyoung melongokkan kepala, lantas tersenyum kala maniknya menangkap lambaian tangan dari ujung taman. Bergegas tungkai Doyoung mendekat. Tugas jurnalistik merangkap pendekatan terselubung siap dilaksanakan.

“Kak, nitip Sue sebentar ya, hari ini Kak Yuta sedang ada urusan. Kita wawancaranya setelah acara ngamenku selesai, oke!”

.

[3]

Tiga fakta yang Doyoung tahu sejak mengenal Yui. Dia manis, mudah bergaul, juga baik hati. Bukan melebih-lebihkan, atau sok mencari-cari kebaikan lantaran tengah kasmaran (Doyoung tidak kasmaran, maaf, dia dan Yui saja belum benar-benar kenal). Akan tetapi, dari pertemuan mereka selama beberapa kali—baik di rumah Yuta saat tidak sengaja berpapasan waktu mau ke kamar mandi, atau di belakang panggung saat festival sekolah berlangsung, atau di taman sambil menjaga Sue hari ini—kesan itu tampak secara gamblang.

“Panggil Yui saja, Kak. Tidak apa panggil nama depan. Kakak ‘kan lebih tua dari aku. Biar lebih akrab juga, tapi di artikel tetap tulis pakai margaku, ya. Hehe.” Si gadis penggila metal tersenyum, menyandarkan gitarnya pada gagang kursi lantas menjatuhkan pantat di samping Doyoung.

Selagi Doyoung sibuk mencari alat perekam serta note hitam kecil miliknya dari tas, Yui kembali berbicara kepada sepupunya, entah apa Doyoung tidak begitu mengerti. Sampai teriakan dari mulut sang gadis tentang, “jangan pergi jauh-jauh, Sue!” tertangkap rungunya. Maklumi saja, bahasa jepang lelaki itu sedikit jongkok jika mengingat Yuta selalu memberinya contekan kala tugas berdatangan.

“Bukankah dia seumuran denganmu?” Doyoung membuka konversasi ketika gadis yang tadi dititipkan padanya terlihat bermain di ujung taman yang lain.

“Memang, tapi kalau tidak ada yang menemaninya bisa semalaman dia berkeliaran karena buta arah.” Yui menjawab santai sebelum maniknya memindai Doyoung kemudian. “Omong-omong apakah Kak—”

“Doyoung, Kim Doyoung.”

Yui mengangguk, lantas menjabat uluran tangan Doyoung dan melanjutkan perkataannya yang tertunda. “Maaf aku belum hapal nama Kakak. Hehe. Kakak sendirian?”

Doyoung tersenyum,”Biasanya sih ada Yuta atau anak lain yang bertugas mengambil gambar. Hanya saja hari ini mereka ada acara dan Yuta bilang akan dia akan memotretmu di rumah saja sebagai gantinya.” Bentukan huruf o tanpa suara kemudian menjadi jawaban yang Doyoung terima.

“Kau sendiri, sudah lama ngamen seperti ini?”

Kali ini giliran alis Yui yang bertaut sebelum kemudian ia tertawa pelan, “Ahaha, bukan ngamen betulan kok sebenarnya, Kak. Hanya mengisi waktu luang, hitung-hitung latihan juga. Sebagian uangnya untuk donasi sebagian lagi untuk biaya finansial band kami.”

Doyoung kembali mengangguk sebelum menuliskan hasil wawacaranya ke atas kertas. Doyoung sendiri tidak yakin apakah kegiatannya kali ini bisa disebut dengan wawancara atau ngobrol biasa. Pembicaraannya dengan Yui berlangsung dengan santai dan menyenangkan. Kadang Dooyoung melempar canda kemudian Yui menimpali dengan tawa.

Fakta terakhir yang perlu Doyoung tulis adalah bahwa ia menyukainya. Catatan: suka, ya, bukan cinta. Cinta masih terlalu dini untuk jadi konklusi perasaannya. Tapi, siapa yang tahu sih rasa suka ini bakal berkembang jadi seperti apa nantinya?

.fin

 

 

Advertisements

11 thoughts on “[Ficlet-Mix] Of First Meet, an Euphoria, and Slight Conclusion

  1. tifa, aku komentar benerannya pas online pc ya. ini lagi dari hape.
    tapi aku mau koreksi judulnya. Meskipun Euphoria itu berawalan huruf vokal, namun bacanya menggunakan huruf konsonan, “Yoo-fahr-ree-uh” jadi seharusnya “A Euphoria”.
    contoh lain misalnya “unique”. karena bacanya adalah ‘yunik’ makanya pake partikel ‘a’ bukannya ‘an’. misalnya ‘a unique event’ dll.
    sampe judul dulu deh tif. sisanya pas online pc. 👍

    Like

  2. aaah aku udah lama gak ngampirin kalian berdua ^^ dan aku lgsg lompat begitu tau ini ffnya doyoung hahah tuh anak lgsg jadi bias no.1 di NCT U habis nonton MV-nya kemaren soalnya XD
    lucuuuuuuu aku suka ih mas jurnalis bisa2 aja sok ngeliput gitu pdhal niatnya mau modus. fakta terakhir tuh gawat kalo ketulis beneran di artikel huhu. suka bgt cerita school life yg ringan kyk gini ^^
    keep writing ya!

    Like

    • Lianaaaaa heyoooo sinih peluk dulu aku juga kangen /yang ngomong kangen siapa tif plis/

      Dan btw aku belom nonton mv nya tolong kirimi daku kuota kaaak ㅠㅠ masih menunggu mas yuta debut hiks /lah

      Mas duyung mah gitu modusnya bisaan, mumpung si yutanya juga lagi ada urusan uhuk
      Makasih banget loh li sudah mampiir ^^
      /salam dari yang masih dimabok mbak yui/

      tifa dan maippo ❤

      Liked by 1 person

  3. Iyak, I’m annoyingly here again (mohon penghuni NCTFFI agar tidak muak dengan kehadiranku di sini).
    Aku punya kritik. Bagi pembaca yang gagap sama selebriti Jepang seperti aku (kecuali banjir ikemen seperti para pemuda di Johnny’s Jimusho wakakaka) poster di atas bikin salah paham dan kesalahapahaman tersebut berlanjut hingga habislah satu bagian cerita (bagian 1). pas aku ngebaca bagian 2-nya aku yang… eh bentar bentar, ini doyoung maksudnya bilang manis di atas tadi itu bukannya karena dia gemes sama anak kecil cimit piyik, tapi… well, trus aku langsung googling yui mizuno dan ternyata anaknya udah gedeee jadilah pemahaman aku harus di-reset. btw itu harusnya ‘tifaahand and zero404error presents’ ga sih bukan ‘presented’, di mana-mana aku tahunya present. kecuali bentuk pasif kayak ‘presented by Tolak Angeen’, ‘brought to you by…’ pokoknya ada by-by nya.
    terus aku punya koreksi pada bagian dua. ‘dihari’ seharusnya apa hayo.
    ‘ngamen’ kupikir perlu dicetak miring karena di KBBI adanya ‘mengamen’, tapi coba dicek lagi.
    Ceritanya manis ya. Pemaparannya juga manis-anget kayak wedang, nggak pure romance, pokoknya sedaplah.
    Nice fic, Tifa dan Maippo ^^

    Like

    • Kaeci sinih lat peloq dulu sinih /gelinding/

      Pertama terima kasih buat koreksiannya yang sepanjang jalan kenangan sungguhlah ketahuan banget bhs inggrisku jongkok beneran baru tau tentang an sama a itu, terima kasih…soon bakal diedit kok, kalo sinyalnya mumpuni :”))

      Kedua, tentang mizuni yui yang bocah, ini settingannya dia masih smp sih kak, masih unyu dan meskipun sampe sekarang mukanya masih kayak bocah yha yha yha jadi salahkan saja mbak yui yang kiyowoh minta digigit itu/nda/

      Kemudian untuk sisa lainnya saya haturkan terima kasih karena sekiranya sudah dibenarkan /gelinding/

      Terakhir terima kasih lagi sudah mampir kemari
      /salam cinta dari yang masih dimabok mbak yui/g
      Lat dan Maippo ❤

      Plis bahasaku kok kaku banget perasaan /plak/

      Like

  4. Kalat, aku mau sama doyoung boleh? Ku klepek2 sama mz doyoung tulunq huhuhuhu 😥
    Huh, entah mengapa belakangan emang banyak cowok modus kek doyoung ya duh dd bisa apa XD
    Keep writing kalat, ku hanya merusuh jha di sini. Bhaaayyy~ :*

    Like

    • Karena moduz sedang tren sekarang, lat mah mau ngantongin yuta aja tolong kapan mamas itu debut kasian sue siapa yang ngasih makan nanti 😦 /gagitu lat/
      Anw makasih mbak ai sudah mampir~ bungkusin aja mas dugongnya itu bungkusin biar tidak membuat resah para perawan /dibuang/

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s