[Vignette] Personne Ne Sait

poster

PERSONNE NE SAIT

thehunlulu ©2016 present

.

Starring: [NCT] Seo Johnny, Nakamoto Yuta, & Ji Hansol

Crime, friendship, AU! || Vignette || PG

.

“Aku tak mengerti apa yang harus kulakukan kendati pikiranku begitu antusias untuk membunuhnya detik itu juga.”

 

 

“Tak biasanya kau pulang malam, John.”

Yeah, hanya sedikit berurusan dengan Hansol karena aku tidak bisa mengendalikan emosi saat meeting tadi siang,” ungkap pemuda bermarga Seo itu penuh penekanan seraya menghempaskan bokongnya di samping Yuta kala sang kawan sedang sibuk dengan ponselnya.

Sementara Johnny menjawab dengan decakan pelan, Yuta merasa bahwa terdapat kilatan dusta dari perkataan kawannya barusan. Entah mengapa, namun Yuta rasa ada yang Johnny sembunyikan darinya–entah apa itu.

Diselingi desahan kecil yang menguar, Johnny merelaksasikan lehernya pada sandaran sofa lalu merebahkan diri di atasnya. Peluhnya yang berlomba-lomba turun dari pelipisnya–begitu pula dengan deru napasnya–membuat Johnny lantas meniup kecil poninya sebelum akhirnya Yuta melemparkan pertanyaan padanya.

“Hei John, kau tahu tidak? Tadi malam aku bermimpi kau mati di taman kota, tahu,” tukas Yuta antusias, air muka datarnya mendadak melenggang pergi yang digantikan oleh raut anarkis sembari menatap Johnny lamat-lamat.

“Apa kau bilang?!” Johnny yang nyaris menutup kedua kelopak matanya nyatanya lebih memilih urung kala suara kelewat anarkis dari Yuta menyambangi rungunya.

Kini Yuta tampak berdehem sejemang, memperhatikan gerak-gerik Johnny yang kembali bangkit dari tidurnya kemudian menatapnya penuh interogasi. Pemuda itu lekas melepas jas berwarna cokelat–yang berwarna senada dengan surainya–untuk berjaga-jaga jika saja seorang Nakamoto Yuta dengan nekat berkata bahwa ia rela Johnny mati sungguhan. Lalu setelahnya, Johnny akan menyumpal mulut Yuta dengan jas miliknya.

“Kau bilang aku mati?!”

Yuta terkekeh renyah, serupa dengan Johnny yang tengah menjambak rambut kawannya kemudian mencibir anarkis, “sialan kau!”

“Aduh! Ampun John, ampun!”

Kini Yuta menciut, merengkuh sebuah bantal kecil di dekatnya lalu balik memukul Johnny yang tengah menjejalinya dengan jas miliknya yang basah akan keringat. Sementara Johnny melancarkan aksinya, Yuta berangsur-angsur membelalakkan mata tatkala obsidiannya terpusat pada luka gores pada leher Johnny. Luka yang agaknya baru saja menyambangi tubuh kawannya karena dapat ia lihat likuid merah pekat masih menerobos keluar dari dalamnya.

“Lehermu kenapa, John?!”

Diselimuti rasa panik, Yuta kemudian memberi isyarat pada kawannya dengan menunjuk ke arah goresan itu. Johnny terduduk diam, membuka sedikit kerah pada kemejanya lantas berjengit tipis. Sepersekian detik berikutnya ia menutup lehernya kembali.

“Ah ini bukan masalah be–Yuta?”

Yuta menautkan kedua alisnya sempurna karena Johnny tiba-tiba saja terbelalak bukan main.

“Tanganmu?”

“Apa–” Yuta beralih menatap tangannya.

–sialan, senjata makan tuan!

Jeda sejenak sebelum ia mengepalkan jemarinya kuat, membuat darah segar yang berasal dari luka lebar yang terbentuk pada tangannya merembes keluar membasahi sofa.

Terjadi keheningan sebelum keduanya saling bersitatap kembali, namun Yuta memilih untuk menjauh dari Johnny lalu berlari kecil menuju wastafel untuk membersihkan telapak tangannya yang penuh akan darah. Kemudian ia beralih memandang sebuah cermin di hadapannya sembari mengacak rambutnya frustasi.

“Bodoh sekali, kau Nakamoto Yuta!” cibirnya bermonolog.

.

.

.

Sirine ambulans memecah keheningan, menimbulkan atensi kuat pada dua orang pemuda yang tengah bersimpuh berhadapan untuk menyaksikan peristiwa memilukan yang baru saja terjadi di hadapannya. Lingkup yang gelap, ditemani oleh kilatan merah membara dari ujung jalan yang berusaha menerobos kedua manik pemuda itu membuat mereka semakin terpojok. Ditambah dengan rekonstruksi wajah tiga dimensi salah satu dari mereka yang terpampang pada televisi raksasa di atas gedung, membuat sang pemilik tabiat untuk terus menundukkan kepalanya–tenggelam dalam tudung kepala yang sengaja ia bawa dari rumah.

“Sialan!”

Yuta bangkit sembari menghentakkan telapak kakinya frustasi sementara sang lawan bicaranya lebih memilih bungkam dan hanya mendengarkan gerutuan kawannya dalam hening. Tanpa berucap, kerlingan Yuta tertuju pada objek mengenaskan yang sepenuhnya tertelungkup di atas tanah sehingga membuat sang lawan bicara hanya bisa terkikik puas.

“Hah, seorang Nakamoto Yuta benar-benar menakjubkan!” seringaian tipis berhasil dilontarkan kawannya kala obsidiannya mengikuti arah pandang Yuta.

“Menakjubkan, katamu?! Rekonstruksi wajah temanmu terpampang jelas di tengah kota kau bilang menakjubkan?!”

“Bukan begitu, hahahaha.”

“Lalu apa maksudmu?”

“Itu–“ ia menunjuk pada sebuah raga yang terlihat menyedihkan di ujung jalan. “–bagaimana bisa kau membuatnya terlihat seperti Joker begitu?”

Yuta mendengus kasar, “cih, kau bilang seperti Joker lah, seperti Ju-On yang keluar dari televisi atau apapun lah, itu tidak akan menarikku keluar dari daftar buronan tahun ini, kau tahu. Awas ya Hansol, jika aku diseret ke dalam penjara maka aku juga akan menyuruh polisi untuk menjebloskanmu ke dalam penjara dengan pasal yang lebih berat dariku!”

“Omong-omong itu sangat artistik, Yuta! Lihatlah, mulutnya tampak menyeringai lebar gara-gara permainan belatimu yang sungguh tak lagi diragukan! Oh, apa jangan-jangan karena kau koki andalan perusahaan kita sehingga kau memperlakukannya seperti daging salmon kesukaanmu?” setelahnya, Hansol tertawa lepas. Walau Yuta sudah mengerucutkan bibirnya maksimal, toh mereka tidak akan bisa saling bersitatap dalam keadaan yang terlampau gelap seperti ini.

“Hei jangan menyebutku sebagai koki lagi karena perusahaan tempat kita bekerja sudah bangkrut. Lagipula, jika dia masih hidup pun aku tak akan pernah kembali ke perusahaan itu lagi. Bukankah begitu, Tuan Hansol?” tanyanya formal seperti gaya bahasa yang mereka lakukan setiap hari ketika berada di lingkup perusahaan.

Hansol pun berpikir demikian. Maka setidaknya ia mencoba inovasi baru dengan bersekongkol bersama Yuta untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin, banyak bertindak, namun penuh kebungkaman yang hanya mereka berdua saja yang tahu.

Beberapa detik berikutnya, Yuta menggigil disertai parasnya yang perlahan meringis kesakitan kala ia memasukkan telapak tangannya pada saku celananya. Ia menyandarkan diri pada dinding pendek di belakangnya lalu mendesah pelan sembari mengambil napas dalam-dalam.

“Tanganmu sudah membaik?” tanya Hansol.

“Sial, aku tidak tahu jika Tokyo akan sedingin ini. Eh? Tanganku? Sedikit membaik,  sih. Hanya saja kemarin aku lupa membungkus tanganku dengan sesuatu saat ia baru saja pulang. Kau tahu? Aku benar-benar sudah tidak sabar, maka dari itu aku ingin melakukannya saat itu juga. Tapi setelah aku membuat ancang-ancang yang cukup akurat, tiba-tiba saja dia memukulku dan menjambak rambutku.”

“Kenapa tidak kau ambil saja kesempatan itu? Seperti menusuknya dari belakang, mungkin?” tanya Hansol nyaris berbisik, memperhatikan telapak tangan Yuta yang terbalut perban.

“Terlambat, Hansol. Setelah ia sedikit mendorongku, tiba-tiba saja belati itu juga tersenggol olehnya dan menggores telapak tanganku cukup dalam. Spontan saja aku langsung melepaskannya hingga terjatuh ke atas lantai. Untung saja waktu itu aku berhasil menendang kecil belati itu agar meluncur ke bawah sofa.” Yuta memukul keningnya lalu kembali berujar, “dan bodohnya, tadi sore aku menggunakan belati yang sama saat bermain-main dengannya walaupun aku sudah memakai sarung tangan. Sungguh bodoh!”

Hansol hanya mengangguk-anggukkan kepalanya perihal masalah yang Yuta alami baru saja. Kemudian Yuta menatapnya balik sembari bertanya, “omong-omong kau apakan Johnny hingga ia pulang selarut kemarin?”

Hansol terdiam sejenak. Menyandarkan punggungnya di samping Yuta lalu mendongak, menatap gemerlap lampu kota yang berlomba-lomba ingin lebih bersinar dari gugusan bintang yang juga hadir dalam gelapnya malam.

“Asal kau tahu, setelah Presdir mengumumkan bahwa perusahaan kita bangkrut karena ulah Johnny, aku segera mengajaknya makan malam bersama. Dan yeah, dari situlah seperti ada setan yang merasuki tubuhku dan mengalihfungsikan pikiran rasionalku. Aku sungguh membencinya. Coba kau bayangkan Yuta, apa yang ia pikirkan saat melakukan penggelapan uang negara demi perusahaan kita? Apa masalah ini begitu dinamis seperti yang orang-orang pikirkan?!”

Hansol geram bukan main, pitamnya sudah naik melebihi ubun-ubun. Ingin sekali ia mengumpat sekencang-kencangnya tepat di depan wajah Johnny. Ia meremas buku-buku jarinya kuat, mendengus kesal setelahnya.

“Aku tak mengerti apa yang harus kulakukan saat itu kendati pikiranku begitu antusias untuk membunuhnya detik itu juga.”

“Ja–jadi luka di leher Johnny itu ulahmu?”

“Ya. Dan saat itu aku gagal membunuhnya karena ia sedang mabuk berat. Percuma saja ‘kan jika aku membunuh seseorang tetapi yang akan kubunuh tidak berusaha melawan? Tidak ada gairahnya sama sekali, kau tahu.”

Yuta mengangguk sejenak, kemudian sedikit berjingkat guna melihat bagaimana nasib kawannya setelah tertelungkup sempurna dengan mulut menganga di atas aspal.

“Kau tahu? Setelah berita penggelapan uang itu menyebar ke berbagai media, Presdir langsung ditangkap pada hari yang sama! Awalnya ia menyewa jaksa untuk persidangan, namun tak disangka, Johnny menyuap pengacaranya agar memberikan bukti palsu pada hakim.”

Mendengar hal itu Yuta lekas berbalik badan dan berujar penasaran, “jadi perusahaan kita dianggap bangkrut setelah satu minggu kasus Johnny terkuak?”

Hansol menjentikkan jarinya. “Kau benar. Kemudian pihak Johnny dinyatakan menang dan tidak bersalah dalam sidang. Alhasil seluruh wartawan di negeri ini memberikan informasi palsu yang artinya mereka sudah menetapkan Presdir sebagai tersangka penggelapan uang negara. Bagaimana? Hebat ‘kan Seo Johnny itu?”

Cih.

Yuta membuang muka setelahnya, menggeser plastik besar di dekatnya lalu duduk di sampingnya. Diikuti Hansol yang juga menatapnya lamat, Yuta merapatkan jaketnya serta memakai tudungnya kembali.

“Aku mengerti kau sedang memikirkannya sekarang.” Hansol menoleh ke arah Yuta sambil menggantungkan tangannya pada kedua lututnya yang ditekuk.

Tanpa mengalihkan pandang, Yuta menyeret plastik yang tertaut pada jemarinya agar lebih dekat dengannya lalu berkata pada Hansol, “mau kita apakan dia?”

“Belum puas juga kau menghunuskan belati tepat di jantungnya?”

“Bukan begitu, Wakil Presdir. Hanya saja–“

“Apa katamu? Kau memanggilku apa?” tanya Hansol bergidik saat Yuta memanggil jabatannya.

“Wakil Presdir!” ulang Yuta sakratis kemudian bangkit dari duduknya. “Kelak kau akan menggunakan jabatan itu lagi ‘kan setelah kita membereskan urusan ini?”

“Hei hei hei! Nakamoto Yuta sungguh tidak sopan! Aku setelah ini akan menjadi Presdir, kau tahu.” Hansol kemudian bangkit dari duduknya lalu mengambil alih plastik hitam yang berada di tangan Yuta.

“Sebentar lagi, ya Yuta. Aku akan mengambil alih jabatannya!” Hansol menepuk dadanya bangga di tengah kegelapan, lalu mengangkat tinggi-tinggi sebuah benda bertekstur lunak di tangannya. “Seorang Ji Hansol akan menjadi Presdir setelah ini!”

Yuta bertepuk tangan setelahnya. “Memangnya kau diberi wasiat seperti apa oleh Presdir?”

“Tidak ada wasiat-wasiatan, Yuta. Jika Presdir mati, maka sudah seharusnya ‘kan jika Wakil Presdir yang meneruskan perusahaannya?” timpal Hansol menyeringai, disertai tawanya yang menguar bak orang kesetanan.

 

.

.

.

-fin

 

Halo mbaay! Aku sudah merealisasikan tiga dara ini kyaaa, dan hasilnya sungguh di luar ekspetasi /nyebur ke sumur/. Sebenernya don nggak bermaksud buat jadiin maz joni semenyedihkan ini kok serius TT.TT tapi nggak tau kenapa kok waktu nulis ngalirnya jadi begini hiks. Maaf ya mbaay kalo jadinya diluar ekspetasi :’) /peluk cium mbaay yang haus akan belaian oppa/ /ditendang/ semoga suka ya, mbaay ❤

Advertisements

28 thoughts on “[Vignette] Personne Ne Sait

  1. KAKDON KYAAA KAKDOOOON, BENTAR MBAAY MAU NAPAS DULU TAPI LUPA INI CARANYA GIMANA, TULUNQ MAZ HANSOL BAGI NAPAS BUATAN SINI /PLAK/

    PERTAMA-TAMA TERIMAKASIH BUAT KAKDON YG SUDAH MAU DENGAN RELA DAN IKLAS MEREALISASIKAN 3 DARA KESAYANGAN MBAAY, KEDUA-DUA /apaan sih/ HASEK KAKDON KENAPA ENGKAU BUAT MAZ HANSOL DAN MAZ YUTA ZAIKO GITU? KENAPA MAS JOHN DIBUNUH? KENAPA GA DIKIRIM KE RUMAHKU AJA? /ditampol/

    AWALNYA AGAK BINGUNG ITU SI YUTA KOK BISA DARAH DARAHAN TANGANNYA, KIRAIN LAGI DAPET /plak/ TERNYATA EH TERNYATA MAZ YUTA HOBINYA MAININ PISO KYAAA SAMA DONG KAYA MBAAY HUHU /BERARTI JODOH/ /DIGEBUK/

    PAS KAKDON BILANG MEREKA DINISTAIN TAK PIKIR DIBUAT LUCU LUCUAN EH TERNYATA PADA ZAIKO SEMUA INI, MANA SI JOHN HOBINYA GELAP GELAPAN LAGI /yuk sini main ke kamar mbaay maz john/ /ga/ TERUS ITU SI HANSOL MAU BUNUH ORANG AJA MUSTI ADA PERLAWANAN CIH SOK KUAT KAMU MAZ, DAGANG RISOL AJA KAMU MASIH SERING NGELUH INI MAU BUNUH ORANG PULA CIH

    EH EH JADI INI TENTANG PERUSAHAAN RISOL MAZ HANSOL YG BANGKRUT TOH OH JADI PENYEBABNYA MAZ JOHN TOH DAN MAZ YUTA MEMBANTU DALAM HAL MEMUSNAHKAN MAZ JOHN BIKOS DIA KEHILANGAN LAPANGAN PEKERJAAN. SEP DEH KAKDON, MBAAY DAH NGERTI KOK, MBAAY PUAZ BANGET INI IHIK

    SYUDAH YA KAKDON SYUDAH TAK BOMBARDIR INI NTAR KALO DILANJUTIN BAKAL MELEBIHI FICNYA INI PAZTI LAEN KALI BIKININ 3 DARA LAGI YA KAKDON BHAY MBAAY LUV KAKDON MUAH😘

    Liked by 1 person

    • MBAAY AKU TERJUNGKAL DENGAN SEMUA CAPSLOCK INI TOLONG.

      YAP MBAAY DUA JUTA RUPIAH UNTUK ANDA! SEBENERNYA MAZ JONI MAU KUKIRIM VIA MERPATI KE RUMAH MBAAY TAPI TADI SIANG MERPATINYA BILANG RUMAH MBAAY GADA YANG BUKAIN YAUDAH DIA BALIK LAGI AJA HAHAHAHAHAHA. NGOMONG2 SEBENERNYA INI IDE NGAWUR BIN ABSTRAK YANG TIBA-TIBA MUNCUL DI OTAK BHAAAKSS TERUS KEPIKIRAN KALO MAZ JONI DIBIKIN MATI KAYAKNYA ENAK JUGA GITU KAN HAHAHAHA JADI MAAP MBAAY YA KALO JAUH DI LIAR EKSPETASI :’) DAN SEBENERNYA MAZ HANSOL GA SOK KUAT BEGITU, DIA CUMA BUTUH PENGAKUAN ATAS UTANG-UTANG MAZ JONI SELAMA DIA NGUTANG KONTRAKAN KE DIA /GAK/. YOI MBAAY, INI PERUSAHAAN RISOL MAZ HANSOL SIH SEBENERNYA, MEREKA REBUTAN SAHAM DEMI BISA BERDUAAN DENGAN RISOL YANG SUNGGUH ADUHAI ITU /APASIH DON/ /MBAAY MAKIN PUSING/

      LUV MBAAY JUGA DONG! ❤ WKWKWK SEKALIAN DAPET SALAM DARI MAZ JONI DARI ALAM SANA ❤

      Liked by 1 person

  2. Awalnya membingungkan don (apa emang bernya aja yang lemot ya 😂), tapi pas dibaca ulang lagi. Ahh ngerti wkwkwkwk. DAN DONA DONA DONA! KENAPA KAMU BUAT JONI JADI BEGINDANG SURINDANG …..KRIK /tarik napas/
    Hahahahahha tiga dara muda ini emang pantes sih kalo dijadiin genre crime action dark semacem ini. Jadi mupeng bikin yang saiko saiko juga nih /uhuk/
    Btw ber mau nanya, di setiap fic dona, emg sengaja apa gimana itu spasi enternya dibikin besar2? Wkwkw. Tadi juga ber sempet liat ada kata (di-) yg harusnya dipisah tapi malah digabung sepertinya…../plak ini ga penting ber/.
    Yodahlah daripada komennya semakin ga bermutu ber sudahi saja sampai di sini wkwwkwkwk. Keep writing don pokoknya kyaaaa, kamu pintar mendeskripsikan scene lewat kata2nya.Good job! 😀

    Liked by 1 person

    • emang sengaja kubikin bingung kak awalnya, terus agak ending gitu aku jabarin lagi hehehehe. kaber bingung ya :’) sama, aku yang lagi webe gini juga gatau ini fanfic macem apa uhuk :’)
      eh iya kah kak? spasi enternya kegedean? maksudnya gimana kak? :3 semua ficku kayanya emang aku kasih spasi sama enter cukup satu kali kak, kecuali buat ganti scene atau paragraf gitu aku kasih enter dua kali, dan biasanya aku emang gitu :’v wah buat kata ‘di’ itu mungkin typo ya kak karena aku ga baca ulang ff ini bhaks /efek dizaikoin maz yuta & hansol/ /dikeplak/

      kyaaaa kaber makasih udah mampir ya, dan nyempetin baca ulang :’) ❤

      Liked by 1 person

      • ijinin aku bernapas dulu mbadon serius..

        SUMPAH AKU PIKIR MEREKA BAKAL DIBKIN GRUP LAWAQ LAWAQ GITU (efek di nct life aku baru tau si johny ato yuta aku gatau dan ga bisa bedain mereka tulubg maafkan pokoknya yg sok nglawaq nglawaq gitu taunya dia cenderung diem eh malah diluar ekspentasi keknya nct bakal jadi grup lawaq berkat dia) SEBELUM AKU BACA SAMPE SELESAI DAN MUTUSIN BUAT SKROL ATAS LAGI DAN BACA KETERANGAN KALO INI CRIME MATEQ BUNUH BUNUHAN REBUTAN GELAR JABATAN ATUHLAH MAS KOK GITU HEUHEU DEDEQ SEDIH JADINYA MANA ALBUM SEPENTIN TAMBAH MAHAL/salah tempat/

        njabat di hatiku leh ugha keknya /mbadon buru buru ngedislike/

        Like

      • HAYOLOH MBA ULANG HAYOLOH

        MBA ULANG SALAH, MEREKA INI SEBENERNYA LAGI NGELAWAQ TAPI VERSI SAIKO JADINYA JONI SI TUKANG NGELAWAK DIBUNUH SAMA HANSOL & YUTA DENGAN CARA YANG GA KALAH LAWAK /dibanting/. Dan…….ea mba ulang ea ea ea ntar kusuruh mereka ngelamar mba ulang biar gak jadi pengangguran lagi EAAAAAA /dorr/. i know that feel mba ulang, disaat album sepentin tambah mahal tapi gak kunjung ditransfer duit sama suami di korea kutahu kok rasanya kutahuuuuuu /peloq mba ulang/. btw makasih komennya ya sungguh terharu aku ternyata ada yang mau baca di fic ga jelas begini :’)

        Like

    • Daku tak mengerti kak mengapa maz jon bisa-bisanya kubunuh disini :’) itu pasti karena ulah maz hansol yang kepengen rebutan gaji perusahaan risolnya /ditendang balik/ makasih udah baca kak, kecup basah dari risol kesayangan maz hansol BHAAAY ❤

      Like

  3. Yaampun isinya psikopat/? semua 😂 sayang sekali cogan-cogan ini terlibat kriminalitas yg ga tanggung2 kasus pembunuhan/?
    tapi aku sukaaa /loh/ penistaan besar-besarannya juga genre yg dimainin 😁

    Like

  4. maaf aku baru baca don, ini aku lagi cari pelampiasan stress setelah test pengkabelan /bodo amat/ ehh sekalinya ngeklik nemu yang zaiko2an gini aku tambah strezzz -_-”
    Ampun dah mati aja sana kamu John udah makan uang rakyat tapi tapi kenapa si hansol artistik banget hahaha bentuk wajah ala jocker XD

    pokoknya ini ceritamu seru don aku puas johnny mati, basmi koruptor sampai tuntasss!!! /korban TVOne/

    Liked by 1 person

    • Eh bentar, komennya kak lely kelewatan balesnya /dikubur hidup hidup/. Yeay kak lel, jangan stres gitu dong ntar takutnya kak lely tiba2 gantung diri pake kabel kan jadi marabahayaaaaa /digorok/. btw kak pheliz ya kak maz john itu pantes banget diginiin sumpah pantes banget apalagi dijadiin joker alias jomblo keren gitu bhaaaks /kak lel makin pusing/. BASMI KORUPTOR KAK!!! TAPI JANGAN BASMI MAZ JOHN KARENA DIA SATU SATUNYA KORUPTOR YANG KUSAYANG KYAAAA

      Liked by 1 person

  5. KYAAAAAAAAAAAAA PENGEN IKUTAN KAAY BOMBARDIR KADON >.< KUKIRA MZ ALAY CEM JONI MAU DIJADIIN BADUT HOROR KAYAK DI PILEM, EH TAUNYA MALAH DIA YANG DINISTAIN KUBAHAGIA LIAT ANAK ALAY DINISTAIN /LALU DIBUANG KADON KE SUMUR/ SEANDAINYA SAJA YANG DINISTAIN ITU MZ TEN PASTI ANGEL LEBIH BAHAGIA LAGI AMPE TUMPENGAN TERUS MOTONG KAMBING TIGA BELAS BIJI /DITENDANG MZ TEN/ TAPI SERIUS LOH KADON GA KEBAYANG MZ HANSOLKU YANG UCUL YANG DEMEN JUALAN RISOL BELAHAN HATINYA SOLLA BISA KAYAK GITU APALAGI MZ YUTA YANG KALEM-KALEM-GANTENG-MINTA-DIANJIRIN ITU MAINAN PISO KYAAAAAAA MAU DONG HATIKU DIMAININ /LALU DITENDANG KALAT/ BTW KALAT APA KABAR SUE YANG LIAT ABANGNYA JADI ZAIKO GITU WKWK KUBINGUNG MAU NULIS APA LAGI KADON MASIH GA NYANGKA AJA MEREKA BERTIGA BISA GITU KYAAAAAAAAAAAAAA SYUDAH YA MAAP BARU BACA PELUK CIUM DARI ANGEL POKOKNYA KUCINTA KALIAN ❤

    Liked by 2 people

    • KANJEL KU GAK KUAT DENGAN KOMENANMU AKU GAK KUATTT, AKU TIDAK BISA MENGENDALIKAN LUAPAN SAIKOKU SAAT NULIS INI KYAAAAAAA >< BTW KANJEL, BOLEH DONG BAGI SATU KAMBINGNYA SINI BUAT BISNIS TERNAK KAMBING BARENG MAZ HANSOL BIAR DIA GA BOSEN JUALAN RISOL MULU /PLAK/. BTW KANJEL JAHAT BANGET, MASA TEN MAU DIBUNUH KAK AKU TIDAK TEGAAA, DIA COCOKNYA DIBUNUH ROMANTIS AJA KAK IHIKKK. BTW KANJEL MAKASIH CAPSLOCKNYA LOH YA AKU MENCINTAIMU MUAH MUAH MUAH ❤

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s