[NCTFFI Freelance] Message (Ficlet)

message

Message

Storyline by hinatsu

With NCT’s Mark Lee and OC Charlotte Kim

Ficlet. Romance. T.

Enjoy reading!

“Kata orang, Mark Lee itu titisan Aphrodite..”

.

“Charlotte, lihat aku dong.”

Si empunya nama melirik Mark sekilas sebelum kembali memusatkan atensi pada novel biografi Abraham Lincoln-nya. Ia menautkan alis walau netra tak sepenuhnya memandang sang pemuda.

“Apa, Kak Mark?”

Lelaki di hadapannya mendengus kesal. Mark meregangkan badan lantas menyesap caramel macchiato. “Kita sudah meluangkan waktu untuk bertemu. Jadi bisa kau singkirkan buku tebalmu sebentar?”

Meski tak rela melepas pandang dari halaman keseratus lima belas buku itu, Charlotte tetap menutupnya. Ia membenahi poni yang menghalangi netranya untuk menatap Mark.

“Jadi, ada apa? Tumben Kakak memintaku ke sini,” kata Charlotte diiringi tawa kecil dan senyum nan manis. Ia meniup uap panas yang menguar dari cangkir americano sembari mengetukkan kuku panjangnya.

Alih-alih menjawab, Mark justru membuang muka: menatap gugurnya daun dari balik jendela. Anggota tim inti basket itu membersihkan tenggorokan untuk mencairkan suasana.

Charlotte masih menunggu reaksi sang pria. Tak melempar pandangan menagih, apalagi sampai harus menghujani seniornya dengan pertanyaan. Sebagai gantinya, gadis itu memelintir ujung rok sebagai subtitusi rasa gugup.

Di akhir pekan yangㅡsemulaㅡdamai bagi Charlotte, Mark malah mengajaknya bertemu di kafe dekat sekolah. Ada pesan penting yang harus ia sampaikan adalah alasan yang jaka itu pasang agar Charlotte tak ogah datang.

Dari sudut pandang Charlotte saat ini, ia paham betul kenapa separuh warga sekolah melabeli Mark dengan titel ‘manusia sempurna’. Wajah tampan, tubuh atletis, kemampuan akademik di atas rata-rata serta talenta rap yang ia boyong dari Kanada.

Siapa yang tak terpikat pada aura kuat yang mengelilingi Mark? Bahkan Venus pun akan mengutuk pria bergaris Lee itu karena iri pada pesonanya.

“Ah!” Charlotte memekik kecil saat tangan Mark menyentuh pergelangannya. Ia kemudian menggumamkan maaf untuk meyakinkan bahwa itu tindakan spontan terhadap rangsangan yang mendadak.

“Aku tahu kau terpaksa membatalkan jadwalmu,” ucap Mark cepat.

Charlotte hendak membantah. Ayolah, ia tidak mengikuti klub apa-apa. Minggu tersibuknya adalah saat mengurus tetek-bengek pendaftaran sekolah. Itu pun sudah enam bulan lalu.

“Charlotte Kim,” katanya. Iris gelap itu menatap dwimanik si dara intensㅡlayaknya elang menemukan calon mangsa.

Charlotte merasa ada yang tak beres. Entah kupu-kupu jenis apa yang beterbangan di dasar perutnya sekarang. Dan apa gerangan yang terjadi hingga jantung ini kelebihan memompa darah menuju wajah: menjadikan semburat merah menyelimuti pipi tembemnya. Aroma kopi yang diirupnya dalam-dalam pun tak berhasil menjadi pengalih perhatian.

‘Ini hal biasa,’ kata si gadis walau tanpa suara. Ia menggigit bibir bagian dalam: berharap agar Mark cepat mengatakan hal yang ia sebut ‘pesan penting’. Dalam hati Charlotte memohon bantuan dewa yang sanggup melintasi batasan dunia demi menyampaikan amanat, jika makhluk mitologi itu benar adanya.

“Jadian denganku, yuk.”

.

“…tapi Charlotte lebih suka menganggapnya putra Hermes, si dewa pengirim pesan.”

-end.

Hello!:)

Advertisements

4 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Message (Ficlet)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s