[Get into the Time Machine] ONCE UPON A TIME

irish-once-upon-a-time

   ONCE UPON A TIME  

  NCT`s Taeyong & OC`s Halley 

   with NCT`s Hansol & Yuta  

  fantasy, historical, slight!romance, sad story rated by T served in oneshot length  

Disclaim: sejarah yang diceritakan dalam fiksi ini benar ada dan sudah terjadi, tapi kejadian di dalamnya adalah fiksi murni yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kejadian asli. Tidak ada unsur menghina suatu negara/budaya yang penulis coba siratkan dalam cerita ini. Semuanya murni sebuah karya fiksi yang bertujuan untuk menghibur pembaca semata.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved

a tale about love from the past to the future

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

PROLOGUE

Gyeonggi-do, 1986.

“Ayah! Ayah!”

Sebuah teriakan ceria terdengar dari luar rumah. Seorang gadis kecil berusia tujuh tahun tengah memeluk erat boneka di lengannya, ia berdiri menghadap langit, dengan piyama merah muda pudar miliknya, ia berteriak memanggil lelaki yang masih sibuk menyeruput kopi di ruang tengah rumahnya, berada dekat dengan perapian.

“Ayah! Cepat keluar!” lagi-lagi gadis kecil tersebut memanggil.

“Iya, sayang, Ayah keluar sekarang.” sahut sang lelaki, berangsur-angsur terdengar suara langkah dari dalam rumah, dan tak lama, seorang lelaki muncul dari balik pintu, menatap putrinya yang tengah terpana pada keindahan yang disuguhkan langit malam ini.

Meteor shower. Pertanda akan terlihatnya ekor dari komet Halley yang hanya terjadi sekali dalam tujuh puluh lima atau enam tahun.

“Ayo Ayah! Kita ucapkan permintaan pada bintang jatuh!” seru sang gadis kecil membuat lelaki tersebut tertawa.

Mengabaikan keseriusan putrinya yang tengah memejamkan mata dan merapatkan kedua telapak tangan di depan wajah, ia malah dengan jahil meraih tubuh putri kecilnya ke dalam gendongan.

“Ayah!” jerit sang gadis kecil terkejut sekaligus kesal.

“Kenapa, Halley sayang? Ayah kan tidak perlu mengucapkan permintaan aneh pada bintang, Halley adalah keajaiban bagi kehidupan Ayah.” ujarnya.

Tanpa dua orang itu sadari, seorang tengah menatap mereka dari kejauhan.

Tepatnya, seorang gadis, berdiri di ujung jalan, sedari tadi pandangannya tertuju pada lelaki yang tak lain adalah ayah dari gadis kecil bernama Halley tersebut. Seulas senyum muncul di wajah gadis itu saat melihat kebahagiaan terpancar dari keluarga kecil yang sekarang tengah menikmati beberapa menit meteor shower yang menyapa bumi.

Gadis itu menghembuskan nafas panjang, ditatapnya ekor Halley yang sudah menjauh dari bumi sebelum senyuman kembali muncul di wajahnya.

“Kau masih tidak berubah, Taeyong.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Hanyang, 1910.

“Apa kalian pernah mendengar cerita itu? Yang selalu diceritakan turun temurun oleh pelayan di Gyeongbok? Konon… dahulu kala… ada seorang gadis yang hanya akan muncul setiap 75 tahun sekali. Tidak ada yang tahu siapa gadis ini, tidak ada yang tahu darimana ia berasal, yang jelas, ia dianggap seorang gadis yang sangat mengerikan.”

“Kecantikannya menyaingi ratu, ia juga bisa memainkan musik indah memabukkan seperti seorang gisaeng. Ia punya sopan santun yang lebih baik daripada selir raja. Tapi dia adalah seorang siluman yang lebih kejam daripada Gumiho. Dia sering disebut sebagai bamsae-minyeo.”

“Karena dia akan membunuh semua keturunan kaisar agar kerajaan ini hancur. Dia juga—”

“Apa kau sudah selesai dengan dongengmu, pangeran Yi?”

Seorang pemuda yang sedari tadi sibuk memesona anak-anak kecil dengan ceritanya, seorang yang sebenarnya sangat penting di kerajaan, segera menoleh kala sebuah suara menginterupsi ceritanya.

Adalah Hansol, putra tunggal dari seorang yangban yang sangat dikenalnya dekat, kini bicara, sekaligus mengungkap penyamaran yang tengah ia lakukan.

“Apa kau tidak melihat aku sedang bercerita pada mereka semua?” pemuda tersebut, Taeyong, berucap sedikit kesal, lantaran ceritanya sudah akan mencapai klimaks ketika Hansol menginterupsi.

Sebuah tawa pelan keluar dari bibir Hansol, sementara pemiliknya sibuk dengan sebuah buku yang deretan hurufnya saja sudah membuat Taeyong bergidik ngeri. Memang, Taeyong tidak begitu mementingkan ilmu pengetahuan. Sangat berbeda dengan Hansol yang terkenal karena kecerdasannya.

“Ada baiknya Pangeran kembali ke Gyeongbok dan beristirahat, Kaisar juga mencari Pangeran sedari tadi.”

Taeyong mendesah cukup panjang.

Sebenarnya, ia lebih memilih hidup seperti para sangmin, daripada harus terkurung di Gyeongbok dan mempelajari semua seluk-beluk pemerintahan yang beberapa belas tahun lagi mungkin akan ia ambil alih dari ayahnya.

“Seharusnya aku ikut dengan Admiral Yi dan mempelajari seni sastra saja.” gumamnya, bangkit dari lantai tempat ia tadi duduk bersama beberapa orang anak kecil—para sangmin—yang begitu antusias mendengar ceritanya.

“Sesuatu telah terjadi, Pangeran.” Hansol akhirnya mengutarakan maksud utama kedatangannya.

Hansol pun tidak sembarangan datang tentu saja, meski ia adalah satu-satunya yang dipercaya oleh Taeyong, bukan berarti ia bisa dengan lancang mengganggu aktivitas rahasia penerus kerajaan tersebut.

Ekspresi Taeyong langsung berubah serius.

“Sesuatu terjadi pada Kaisar?” tanyanya.

“Tidak, Kaisar tentu baik-baik saja. Admiral Ahn, seorang yangban tadi mengirimnya pulang. Ia sudah mati.”

“Apa ini karena kematian Perdana Menteri Hirobumi?” tanya Taeyong, kini memimpin langkah di depan Hansol yang dengan patuh mengikuti.

“Tidak ada yang tahu pasti, Pangeran. Tapi ada berita bahwa keturunan Perdana Menteri Hirobumi sudah menyelinap ke Hanyang untuk membalas kematiannya.”

Rahang Taeyong kini terkatup rapat.

“Itu artinya dia akan membunuh Kaisar?” ujarnya, tidak menyembunyikan emosi di dalam suaranya.

“Maaf, Pangeran, tidak ada seorang pun dari kami yang tahu.”

Sejenak Taeyong terdiam, sekon selanjutnya langkah Taeyong terhenti.

“Ada apa, Pangeran?” tanya Hansol tidak mengerti.

“Kemasi barangmu, Pelajar Ji. Kita akan meninggalkan Hanyang malam ini.”

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku merindukan Hanyang.”

Taeyong menggumam pada malam. Menatap beberapa cahaya minim yang tampak dikejauhan, Hanyang, tempat asalnya. Kepergian Taeyong dan kaki-tangannya, Hansol, dari Hanyang di saat Jepang tengah melakukan invasi serangan di kepemimpinan Kaisar Yungheui dianggap sebagai sebuah bentuk pengkhianatan.

Taeyong tahu Hansol adalah seorang jenius yang bisa mendapatkan berita apapun dengan mudah tanpa harus menghadapi bahaya. Tapi batinnya begitu terpukul saat tahu kepemimpinan Kaisar Yungheui sudah diambil paksa oleh militer Jepang.

Hanya perbudakan yang tersisa. Bahkan bagi Taeyong—yang seharusnya menjadi penerus kepemimpinan Kaisar—dan Hansol. Mereka mungkin tidak hidup dengan kebanggaan yang terlahir bersama mereka, mengingat sekarang Hanyang hanyalah desa mengerikan dengan perbudakan dan siksaan di mana-mana, tapi tetap saja, Taeyong rindu Hanyang, dia rindu rumah.

Hansol mungkin ada di Hanyang sekarang, berusaha mencari berita sebanyak mungkin, dan berusaha menemukan keberadaan Kaisar Yungheui juga keluarga Taeyong yang lain. Tapi Taeyong kini seorang diri.

Tatapan menerawang Taeyong yang sedari tadi tertuju pada langit malam kini melebar, kala dilihatnya sebuah cahaya menyilaukan melintas pelan di tengah gelapnya naungan.

“Ah, cantik. Hari ini pasti hari itu bukan? Bamsae-minyeo. Dia pasti muncul di Hanyang malam ini.”

BLAR!

Tiba-tiba saja sebuah ledakan menghancurkan ketenangan Taeyong sedari tadi.

“Cepat cari Pangeran Yi! Dia pasti bersembunyi di tempat ini!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

BUGK!

“Yi Taeyong, kau tahu kenapa mau mendapatkan pukulan ini bukan? Semua ini karena kau sudah mengkhianati Kaisar Yungheui. Kau juga sudah membuat rakyatmu menderita.”

“Seret dia ke tahanan bawah tanah dan ikat dia dengan rantai!”

Kalimat tegas itu terucap, dari bibir Kaisar yang sekarang berkuasa. Sementara tubuh Taeyong kini diseret dengan tidak berperasaan, dibawa ke tahanan bawah tanah yang dulunya jadi tempat bagi pengkhianat kerajaan yang siap untuk menerima hukuman mati.

“Pangeran!” sebuah seruan terdengar kala tubuh Taeyong dilempar dengan kasar ke dalam tahanan.

Memar di seluruh tubuh dan darah sekarang mendominasi pakaian putih yang Taeyong kenakan. Sementara samar-samar dalam kesadarannya, ia melihat Hansol berada di tahanan lain yang ada di sana.

“Pelajar Ji…” rintihnya menahan kesakitan.

Gyeongbuk pastilah tengah mengalami kehancuran jika rakyat tidak lagi percaya pada satu-satunya keturunan Kaisar Yi yang tersisa.” suara lain terdengar.

Taeyong perlahan mengedarkan pandangan, terkejut tatkala mendapati sosok yang sungguh tidak asing baginya juga ada di dalam tahanan.

“Pelajar Manhae.” ujarnya, tak lagi ingin terlihat lemah dan menyedihkan dihadapan seorang tokoh religius yang dikenal seisi Hanyang.

“Semua orang di Hanyang tengah kebingungan, Pangeran. Kaisar Yi diturunkan secara tiba-tiba dari kepemimpinan, dan sekarang keberadaannya tidak lagi diketahui. Admiral Yi juga diburu sebagai pengkhianat, dan puluhan yangban ditangkap karena tuduhan tanpa bukti.”

“Jepang ingin menghancurkan negara kita.”

Tatapan Taeyong menerawang, menembus teralis besi yang jadi satu-satunya cara bagi Taeyong untuk bisa melihat langit gelap yang menjadi naungan.

“Ini semua kesalahanku, aku tidak seharusnya bersembunyi saat mereka mencariku. Aku seorang pemimpin yang tidak bertanggung jawab.” ujarnya.

“Tidak Pangeran, ini semua salahku. Aku tidak seharusnya membuka mulut saat mereka menyiksaku. Aku harusnya membiarkan diriku mati dibawah siksaan mereka daripada harus mengatakan dimana kau berada sebenarnya.” Hansol lantas menyahuti.

Memang benar adanya, Hansol tertangkap oleh militer Jepang beberapa pekan lalu saat ia kembali ke Hanyang atas perintah Taeyong untuk mengetahui keadaan di sana. Dan ia tertangkap, itulah yang membuat Hansol tak kunjung kembali.

“Tidak, Pelajar Ji. Ini semua salahku. Aku yang memerintahmu untuk kembali ke Hanyang. Aku begitu bodoh karena tidak menyadari peperangan yang sudah menanti.”

“Kita semua terperangkap di tempat ini, Pangeran. Terjebak dengan tipu muslihat mereka yang sudah memonopoli kepercayaan rakyat pada pemerintahan. Sekarang rakyat berpikir bahwa pemerintah Hanyang, seisi Gyeongbuk lah yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.”

Taeyong lagi-lagi terdiam. Ucapan Pelajar Manhae—Han Yong-un—tidak sepenuhnya salah. Jepang memang sudah memainkan tipu daya untuk memperdaya rakyat Hanyang, memperbudak mereka sementara pemerintahan tengah dihancurkan.

“Semua ini adalah takdir, Pangeran Yi. Dan kita tidak bisa menolaknya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Taeyong terbangun dari tidurnya saat sadar bahwa ia tidak seharusnya bisa terlelap dengan nyenyak di dalam tahanan. Langit masih gelap di luar sana, dan Taeyong seorang lah yang terjaga.

Sebuah senandung pelan masuk dalam pendengaran Taeyong, sejenak membuatnya merasa begitu tenang, dan ingin kembali membuai diri ke alam mimpi.

Penasaran, Taeyong berusaha menopang bobot tubuhnya, berdiri meski artinya ia harus membiarkan kepalanya kemungkinan besar terbentur dinding batu tahanan. Dari celah-celah jeruji besi yang ada di atas tahanan bawah tanah tempatnya terkurung, Taeyong bisa melihat siluet seorang gadis duduk tak jauh dari sana.

Sejenak Taeyong terdiam, merasa keberadaan gadis itu begitu janggal dan asing. Ia tak pernah melihat seorang pun gadis di Hanyang yang berpenampilan seperti itu. Pakaian berwarna putih tipis yang sama persis seperti buatan negeri barat, dan rambut berwarna jagung yang seumur hidup tak pernah dilihatnya kecuali saat Putri Anneliese dari Maroko datang ke Gyeongbuk.

Keributan kecil yang Taeyong ciptakan di dalam tahanannya membuat si gadis menoleh, membiarkan pandangnya bertemu dengan Taeyong yang kini terpana.

Sungguh, Taeyong berani bersumpah bahwa ia tak pernah melihat gadis di Hanyang tampak secantik ini.

Si gadis tersenyum pada Taeyong, membuat pangeran muda itu tanpa sadar ikut tersenyum.

Keributan lain lantas mendominasi, saat langkah berat penjaga di luar tahanan terdengar, Taeyong segera duduk bersimpuh di sudut tahanan, menutup mata guna berpura-pura terlelap.

“Dia benar-benar Pangeran Yi?” Taeyong bisa memahami pembicaraan kecil berbahasa Jepang di luar tahanannya.

“Ya, Tuan. Dia Pangeran Yi.”

Sebuah tawa kasar terdengar.

“Baguslah, siapkan hukuman mati untuknya sesegera mungkin.”

“Baik Tuan. Bagaimana tentang Kaisar Yi dan pengawalnya?”

“Lenyapkan saja mereka.”

Butuh beberapa sekon bagi Taeyong untuk mengendalikan ekspresinya, juga emosi yang ingin ia luapkan saat itu juga. Taeyong tak ingin mati percuma, ia juga tidak ingin membiarkan orang-orang kepercayaan juga rakyatnya mati dengan percuma.

Taeyong lantas membuka mata, menatap ke arah pintu keluar saat ia sadar ia sudah sendirian lagi. Dua orang tadi sudah meninggalkannya, entah sejak berapa menit yang lalu, Taeyong tak lagi ingat.

Taeyong kemudian melempar pandang ke atas, bermaksud melihat langit kosong saat siluet seorang gadis sudah memenuhi pandangannya.

Ya, gadis yang tadi dilihatnya bersenandung sekarang sudah berjongkok di tepi jeruji, menatap Taeyong dengan senyuman di wajah.

“Apa mereka menjebakmu juga?” pertanyaan sang gadis membuat Taeyong mengerjap cepat.

Bagaimana bisa gadis itu tahu? Rakyatnya bahkan tidak tahu saat ia diselundupkan masuk kembali ke Gyeongbuk.

“Ya, mereka menjebakku.” tutur Taeyong.

Senyum yang ada di wajah sang gadis menghilang beberapa saat, sebelum ia kembali menatap Taeyong.

“Tenang saja, kau akan segera bebas.”

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Taeyong.

Gadis itu tampak berpikir sejenak.

“Mereka membebaskan anak-anak yangban dalam beberapa hari.”

Yangban? Taeyong menyernyit. Apa gadis ini tidak tahu ia adalah seorang pangeran?

“Oh, namaku Halley, omong-omong. Bagaimana denganmu?”

Sepersekian sekon Taeyong terdiam sebelum ia akhirnya berucap.

“Taeyong. Namaku Taeyong.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Taeyong rasa kesendiriannya tidak lah begitu buruk beberapa hari ini. Karena Halley selalu muncul saat Taeyong terjaga dari tidur malamnya, ia tak lagi merasa sendiri.

Malam ini, untuk kesekian kalinya Taeyong terjaga, dan Halley sudah ada di bagian tas jeruji, entah sejak kapan, memperhatikan Taeyong yang terlelap.

“Apa aku membuatmu terbangun?” tanya Halley saat Taeyong menatapnya dengan ekspresi lelah dan mengantuk.

“Tidak, kau tahu aku tidak bisa tertidur dengan tenang di sini.” ujar Taeyong, merasa kikuk juga lantaran sadar bahwa ia tidur dengan dipandangi seorang gadis.

“Kenapa kau selalu datang saat malam hari?” tanya Taeyong sejurus kemudian, diam-diam menyimpan begitu banyak pertanyaan akan keberadaan gadis bernama Halley—yang di telinga Taeyong terdengar begitu asing—itu.

“Hmm, itu karena militer ada di mana-mana saat siang hari.” ujar Halley.

“Dan bagaimana kau bisa menyelinap ke dalam Gyeongbuk?” tanya Taeyong lagi.

“Tentu saja karena gerbangnya terbuka lebar.” Halley berucap polos.

“Kau tahu masuk ke dalam Gyeongbuk adalah larangan.” ujar Taeyong, teringat bahwa saat Kaisar Yungheui masih berkuasa, tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam Gyeongbuk seperti saat yang dilakukan Halley.

“Memangnya kenapa? Siapa yang akan tahu kalau aku menyelinap masuk? Pengawal kerajaan saja tidak tahu, apalagi Pangeran Yi atau bahkan Kaisar Yi.”

Taeyong tanpa sadar tertawa pelan. Rupanya Halley benar-benar tidak tahu jika dia adalah seorang pangeran.

“Darimana kau datang? Aku rasa aku tidak pernah melihatmu di Hanyang.” ucap Taeyong mengubah subjek pembicaraan.

Memang, Taeyong tak tahu apa yang sudah berubah saat Kaisar Yi tidak lagi berkuasa, dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tapi Taeyong cukup yakin akan ingatannya, ia tak pernah melihat gadis ini di Hanyang.

Haneul.” jawab Halley.

“Ah… Haneul.” gumam Taeyong, teringat pada desa kecil di sudut negara, berbatasan dengan semenanjung yang memisahkan Korea dengan Jepang.

“Apa keluargamu tidak akan khawatir kalau kau berada jauh dari Haneul?”

Halley menggeleng. “Tidak akan ada yang mengkhawatirkanku. Aku hidup sendirian.”

“Ah, maaf. Aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu.” ujar Taeyong, ia tentu tidak menduga jika gadis yang bicara dengannya selama beberapa malam ini nyatanya sebatang kara.

“Aku tadinya kesini untuk menemui pangeran.” mendengar gelarnya disebut, Taeyong serta-merta membulatkan mata terkejut.

“Menemuik—ah, pangeran, untuk apa kau mau menemuinya?” tanya Taeyong penasaran.

“Meminta izin untuk tinggal di Hanyang tentu saja. Terakhir kali aku datang ke sini, aku diusir begitu saja. Jadi, aku kembali lagi sekarang.”

Alis Taeyong berkerut bingung.

“Bukankah kau harus minta izin dari Admiral Han—pengurus administrasi kependudukan negara—untuk tinggal di Hanyang?”

Halley memainkan jemarinya memberi isyarat tidak setuju. “Tidak, aku harus dapatkan izin dari pangeran.”

Dahi Taeyong sekarang berkerut bingung.

“Kenapa tidak meminta izin Kaisar?”

“Saat Kaisar nanti tidak ada, bagaimana? Tentu pangeran yang menggantikannya bukan?”

Taeyong terdiam. Sungguh tidak mengerti dengan maksud ucapan Halley tapi toh ia mengiyakan juga ucapan gadis itu, malas berdebat sebenarnya, dan Taeyong tak pernah berdebat melawan seorang gadis.

“Lalu bagaimana jika pangeran sudah mengizinkanmu?”

Halley mengumbar senyum.

“Aku akan tinggal di sini sampai bintang selanjutnya jatuh.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sudah dua pekan Taeyong mendekam di dalam tahanan. Penulis Manhae diketahui Taeyong keluar minggu lalu karena tebusan keluarganya. Halley bilang, Penulis Manhae diasingkan denagn alasan mempelajari buddhist di luar Hanyang, dan Halley bahkan dengan yakin berpendapat bahwa mempelajari agama hanya alasan dari Jepang untuk menyingkirkan orang-orang berpengaruh di Hanyang.

Hansol juga keluar beberapa malam lalu, meski Taeyong sempat ketakutan setengah mati lantaran membayangkan hukuman mati yang mungkin menimpa Hansol, dan malam ini, agaknya Halley sudah membawa berita baik sekaligus buruk untuk Taeyong.

“Pelajar Ji sekarang bekerja untuk keluarga Nakamoto.”

“Apa?” alis Taeyong terangkat saat mendengar marga keluarga Jepang yang lolos dari bibir Halley.

“Hmm, dia jadi seorang Admiral, keluarga Nakamoto sepertinya mempercayai Hansol.” tutur Halley.

“Pengkhianat.” Taeyong mungkin tak pernah mengumpat, tapi ia benar-benar muntab karena fakta bahwa Hansol sudah bekerja untuk negara musuh.

“Oh, tidak, Taeyong. Aku tidak bilang dia bekerja dengan suka-rela untuk Jepang bukan? Hansol mungkin baik-baik saja, tapi dia terlihat menderita.”

“Bagaimana kau bisa berkata seperti itu?” tanya Taeyong, masih yakin pada pendiriannya bahwa Hansol telah berkhianat.

“Kurasa, Pelajar Ji punya rencana. Lagipula, walaupun Hanyang sudah kalah, aku yakin Pelajar Ji bukan seseorang yang bisa dengan mudah berkhianat.”

Taeyong terdiam. Ia sudah mengenal Hansol sejak mereka sama-sama kecil, dan mereka sudah saling mengenal dengan baik.

“Semoga saja aku masih bisa percaya padanya.”

Derap langkah berat kembali terdengar, kali ini, Halley memilih berdiam di dekat jeruji, tidak sepeti beberapa hari sebelumnya saat ia terus bersembunyi ketika mendengar suara langkah mendekati tahanan bawah tanah.

Dua sosok muncul di pintu, salah satunya begitu Taeyong kenal.

Taeyong begitu ingin menyebut nama Hansol, meski hanya mengeluarkan sapaan, tapi entah mengapa bibirnya terkatup rapat saat ia tahu Hansol datang dengan seorang musuh.

“Wah, wah. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa bertahan hidup sampai hari ini tanpa makanan. Kurasa, aku harus menghentikan pasokan air untukmu, pangeran.” seorang pemuda berucap, dari pakaian yang ia kenakan, dan samurai yang tersampir di samping tubuhnya, Taeyong tahu ia seorang Jepang meski ia bisa bicara dengan bahasa Korea yang fasih.

“Coba saja, dan lihat berapa lama aku bisa bertahan.” ujar Taeyong menantang.

Sebenarnya, selama beberapa malam ini, Halley selalu datang membawa beberapa potong roti, atau kadang dengan membawa buah, ia bilang ia mencuri dari dalam istana, dan Taeyong mau tak mau harus percaya karena toh, darimana Halley bisa mendapatkan makanan-makanan mewah tersebut kalau bukan istana?

Tawa meledek terdengar mendominasi. Sementara ekspresi Taeyong tak gentar, ia memang menantang sosok di hadapannya.

“Apa yang kau tertawakan, Nakamoto Yuta? Kau merasa bangga karena sudah menguasai Hanyang setelah Kaisar turun dari tahtanya?” ujar Taeyong membuat sang pemuda—Yuta—menatap berang.

“Ya, kau tahu bagaimana berkuasanya kami sekarang. Bisa kukatakan, tak ada yang mengingat eksistensimu sebagai seorang pangeran sekarang. Semua orang sudah menganggapmu mati.”

Taeyong melemparkan pandang ke arah Hansol yang berdiri di belakang Yuta. Sebuah ekspresi yang begitu Taeyong kenal—ekspresi yang hanya Hansol tunjukkan saat ia merasa kecewa—tergambar, membuat Taeyong lantas membuang pandang.

“Kalau begitu apa lagi yang kau tunggu? Biarkan saja aku mati di bawah sini. Kau sudah dapatkan apa yang kau inginkan bukan? Tapi asal kau tahu, Nakamoto Yuta, kau bisa melenyapkanku, tapi tidak dengan rakyatku.”

“Meski pemimpin mereka telah pergi, semangat dan keinginan mereka untuk hidup tidak akan redup. Suatu hari nanti, keadaan akan berbalik. Hanyang akan mendapatkan kejayaannya kembali.”

Yuta berdecih muak. Ditatapnya Taeyong dengan pandang menyipit yang sarat akan hinaan.

“Kau tidak tahu? Hanyang sudah hancur. Korea, sebentar lagi hanya menjadi bagian dari Kekaisaran Jepang. Kucatat ucapanmu, Yi Taeyong, aku akan dengan baik hati membiarkanmu mati membusuk di bawah sini.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Pekan lainnya dilewati Taeyong dengan kesendirian. Ia benar-benar terkurung sendirian. Bahkan, jeruji besi tua yang ada di bagian atas selnya mulai tertutupi tanah—membuatnya merasa seolah dikubur hidup-hidup—jika saja Halley tidak membuka celah kecil di sana setiap malam.

Yuta maupun Hansol tak lagi muncul. Dan Halley bahkan tidak lagi bicara tentang Hansol, atau penjaga-penjaga yang biasanya ada di sekitar tahanan.

Taeyong tahu, ia sudah ditinggalkan sendirian. Dibiarkan terkubur di tahanan bawah tanah yang ada di bagian belakang Gyeongbuk. Kalau Halley tidak datang untuk membawakan roti, air, atau buah untuknya, Taeyong tahu ia pasti sudah mati sejak kemarin-kemarin.

Dan malam ini, Taeyong sudah terlalu lelah untuk bertahan. Menyadari bahwa ia sudah dikhianati oleh Hansol—satu-satunya orang kepercayaannya—dan ditinggalkan oleh semua orang kecuali Halley.

“Halley,” Taeyong berucap kala Halley bersenandung pelan, menyanyikan sebuah nada lembut yang biasanya menjadi lullaby bagi Taeyong di tiap malam melelelahkannya.

Jika senandungnya tidak berhasil membuat Taeyong terlelap, Halley akan menceritakan sebuah dongeng pengantar tidur, meski dongeng itu kadang terdengar sebagai cerita dari Halley tentang keadaan Hanyang sekarang, tapi usaha Halley selalu berhasil.

“Ya, Taeyong?” Halley muncul di atas jeruji, menatap Taeyong dengan senyuman yang sama manisnya seperti saat pertama mereka bertemu.

Taeyong terdiam sejenak.

“Kau tidak perlu bercerita malam ini, aku tahu kau lelah.” ujar Taeyong.

“Apa kau sudah merasa mengantuk?” tanya Halley segera dijawab Taeyong dengan gelengan pelan.

“Tidak, aku ingin menceritakan sebuah dongeng padamu malam ini.” ujarnya.

Halley tersenyum. “Baiklah, dongeng apa yang akan kau ceritakan?” tanyanya antusias.

Taeyong lagi-lagi terdiam. Di tatapnya dinding batu kosong di hadapannya sebelum ia mulai bercerita.

“Dahulu kala, saat pemerintahan Joseon masih belum dikuasai oleh Kaisar Yi dan keturunannya, ada sebuah cerita mengerikan yang pernah menyebar di Hanyang.” Taeyong berhenti sejenak.

“Konon, ada seorang gadis yang hanya akan datang setiap 75 tahun sekali. Tidak ada yang tahu siapa gadis ini, tidak ada yang tahu darimana ia berasal, yang jelas, ia dianggap seorang gadis yang sangat mengerikan.”

“Kecantikannya menyaingi ratu, ia juga bisa memainkan musik indah memabukkan seperti seorang gisaeng. Ia punya sopan santun yang lebih baik daripada selir raja. Tapi dia adalah seorang siluman yang lebih kejam daripada Gumiho. Dia sering disebut sebagai bamsae-minyeo.”

“Karena dia akan membunuh semua keturunan kaisar agar kerajaan ini hancur. Dia juga—”

“Aku tidak seperti itu, Taeyong.”

Déjà vu. Taeyong benar-benar terdiam saat ceritanya benar-benar terpotong sama persis seperti saat terakhir kali Hansol memotong ceritanya. Ditatapnya Halley yang kini memandang dengan mata berkaca-kaca.

“Aku bukan siluman. Aku juga tidak membunuh siapapun.”

Taeyong tersenyum tanpa sadar.

“Jadi dugaanku benar, kau bamsae-minyeo. Haneul, saat itu aku mengira kau datang dari desa Haneul. Tapi sekarang aku sadar apa yang kau maksud dengan haneul.”

Halley terdiam. Mengalihkan pandangannya dari Taeyong sebelum ia berucap.

“Kalau kau sudah tahu siapa aku, kenapa kau berpura-pura?” tanyanya.

“Kau juga sudah berpura-pura.”

“Apa?” Halley menatap Taeyong lagi.

“Kau sudah tahu siapa aku.” ujar Taeyong, mengulang ucapan Halley, membuat gadis itu tertunduk.

“Itu karena kupikir kau akan mengusirku jika tahu aku—”

“Aku belum menyelesaikan ceritaku, Halley.” potong Taeyong lembut.

Halley menatap sejenak, sebelum ia akhirnya mengangguk.

“Baiklah, lanjutkan ceritamu.”

“Dia sering disebut sebagai bamsae-minyeo. Karena dia akan membunuh semua keturunan kaisar agar kerajaan ini hancur. Dia juga ditakuti karena dianggap sering menyamar sebagai selir-selir raja dan menyelinap ke dalam kamar pangeran.”

“Saat Kaisar Yi berkuasa, bamsae-minyeo datang lagi. Sayangnya, dia datang di saat tidak tepat, dan bertemu dengan pangeran di saat yang tidak tepat juga. Hanyang sudah hancur, dan pangeran bahkan sudah tidak memiliki tahta lagi.”

“Jadi, bamsae-minyeo itu memilih untuk menemani pangeran yang ditinggalkan sendirian. Selama beberapa pekan, pangeran Yi tidak lagi merasa sendirian, bamsae-minyeo sudah membuatnya memiliki keinginan untuk bertahan dan menanti keadilan.”

“Mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi suatu malam, saat pangeran Yi memikirkan tentang kematian, dia sadar, sebuah perasaan sudah tumbuh darinya, untuk sang bamsae-minyeo.”

Taeyong menatap Halley yang kini tersenyum, meski dengan wajah yang mulai basah karena air mata, gadis itu tersenyum.

“Lalu… apa yang terjadi? Apa pangeran hidup bahagia bersamanya?” pertanyaan Halley membuat Taeyong terdiam.

Hidup bahagia?

“Mereka hidup bahagia bukan?” desak Halley.

Taeyong tersenyum.

“Mereka… tidak bisa bersama.”

“Kenapa?” suara Halley kini bergetar.

“Pangeran tidak ingin bersama dengan bamsae-minyeo di saat ini, saat pangeran bahkan tidak bisa membahagiakannya. Dia tahu, bamsae-minyeo itu akan kembali ke haneul—langit—jika pangeran mengusirnya, dan 75 tahun lagi, bamsae-minyeo akan kembali datang menemui pangeran.”

“75 tahun lagi, pangeran ingin terlahir kembali sebagai seorang yang bisa membahagiakan bamsae-minyeo, sehingga bamsae-minyeo bisa tinggal selamanya di Hanyang, bahagia.”

“Taeyong…”

Taeyong menatap Halley, tersenyum tipis.

“Jika aku terlahir kembali, kupastikan aku akan kembali jatuh cinta padamu, Halley. Walau sebuah cinta mungkin tidak bisa muncul begitu saja, tapi denganmu, saat aku terlahir kembali, aku hanya akan jatuh cinta kepadamu.”

Halley mengulurkan tangannya dari celah jeruji.

“Ikutlah denganku, Taeyong.”

Taeyong menggeleng pelan.

“Tidak sekarang, Halley, kita tidak akan bahagia. Maafkan aku, karena sudah begitu lancang jatuh cinta kepadamu. Karena aku adalah seorang pangeran menyedihkan yang tidak bisa berbuat apa-apa saat negaranya hancur.”

“Maafkan aku.”

Halley tersenyum.

“Kau tahu aku tidak akan meninggalkanmu, semenyedihkan apapun keadaan yang kau hadapi. Tolong, jangan memintaku untuk pergi lagi. Aku sudah menunggu 75 tahun untuk bertemu dengan takdirku.”

Taeyong menarik dan menghembuskan nafas panjang.

“Kumohon, Halley, pergilah.”

“Taeyong…”

“Kumohon, tunggulah 75 tahun lagi. Aku tidak akan pernah berubah, perasaanku sekarang, atau saat aku terlahir kembali, tidak akan berubah.”

Perlahan, cahaya kemilau muncul di sekitar tubuh Halley.

“Tidak, Taeyong, aku tidak ingin pergi lagi.”

“Pergilah, Halley, tinggalkan aku.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

EPILOGUE

Seoul, 2061.

Hey! Taeyong! Ayo pulang!”

Sebuah teriakan menggema di ruangan besar serupa aula. Sementara di sudut ruangan, berdiri seorang pemuda—lengkap dengan seragam sekolah—dan yang ia panggil—Taeyong—tampak sibuk melemparkan bola basket ke dalam ring transparan.

“Aku akan segera kesana!” teriak Taeyong menggema, dilemparnya asal bola terakhir yang ada di tangannya, sebelum ia berlari kecil ke arah ranselnya dan meraih benda tersebut.

“Ayo cepatlah! Kau mau ketinggalan transport pulang huh?” teriakan yang sama lagi-lagi menggema.

Ya! Ji Hansol! Tunggu aku!” teriak Taeyong, berlari kecil menyusul Hansol yang berakting seolah ia akan meninggalkan Taeyong di sana.

Kekehan pelan keluar dari bibir Hansol saat melihat tingkah Taeyong. Sekon selanjutnya tatapan Hansol tertuju pada deretan gadis-gadis yang sedari tadi menunggui Taeyong berlatih.

Ck ck, heran sekali kenapa selalu ada banyak gadis saat kau berlatih, sedangkan kalau aku?” Hansol berucap dengan nada meledek.

Taeyong tertawa pelan, menyenggol lengan Hansol sebelum berucap.

“Mungkin dikehidupan sebelumnya aku adalah seorang pangeran, itulah mengapa banyak gadis yang terpesona padaku.”

Hansol segera menyarangkan jitakan kecil di kepala sahabatnya.

“Cih, mana ada pangeran bodoh sepertimu yang terancam tidak naik tingkat dua kali huh?”

Taeyong balik mencibir, diraihnya leher Hansol untuk lantas membalas.

“Lalu? Memangnya kau pikir jadi juara disetiap kompetisi akademik itu segalanya huh? Pikirkan popularitasmu, Hansol-ah!” serunya membuat Hansol lantas tergelak.

Memang, pertemanan dua orang ini terlihat aneh, mengingat Hansol adalah murid paling pintar di kelas, dan Taeyong adalah murid bermasalah.

Gurauan-gurauan kecil mengiringi kepergian dua sahabat itu dari gedung sekolah. Langit malam sudah merengkuh, ditemani beberapa kerlap-kerlip yang melintasi bumi.

“Ah, meteor shower. Kurasa sudah seminggu lebih seperti ini, tapi ekor Halley belum juga terlihat. Apa bumi tidak masuk dilintasannya kali ini?” tutur Hansol, kembali dengan spekulasi berpendidikan khas miliknya.

“Kalau si ekor Halley lewat, kau mau ikut dengannya ke planet lain?” goda Taeyong membuat Hansol tergelak.

“Sialan, kau.” Hansol berucap berpura-pura kesal. Samar-samar, sebuah cahaya berhasil mengejutkan Hansol.

“Taeyong! Lihat!” seru Hansol, jemarinya menunjuk ke langit sementara tatapan Taeyong tertuju ke arah yang ditunjuk Hansol tadi.

“Halley.” Taeyong menggumam, ada sebersit rasa hangat yang muncul di dadanya kala cahaya lembut menyambut.

Senyuman tanpa sadar muncul di wajah Taeyong, setelah satu pekan berlalu dengan meteor shower, akhirnya komet yang telah dinanti selama 75 tahun untuk menyapa bumi datang.

“Oh! Transport-ku datang, aku pulang duluan!” Hansol menepuk bahu Taeyong, segera, tanpa menunggu sahutan Taeyong, ia berlari mengejar transport, meninggalkan Taeyong yang kini menatap dengan ekspresi tidak mengerti.

“Aneh sekali, dia tidak biasanya terburu-buru pulang.” gerutu Taeyong.

Dirajutnya langkah menapaki jalan kosong, dan berhenti di stop-it, tempat ia biasa menunggu transport saat Taeyong sadar ia tidak sendirian.

Seorang gadis berdiri di sudut stop-it, mengenakan dress putih kuno dan warna rambut mencolok yang ingin membuat Taeyong tertawa geli. Masih ada juga ternyata yang berdandan seperti itu di era yang sudah modern.

Sebuah transport berhenti di depan Taeyong, dari dua pintu berbeda, ia dan gadis tadi sama-sama masuk. Dengan kikuk Taeyong menggaruk belakang kepalanya saat satu-satunya kursi yang tersisa adalah kursi kosong di sebelah si gadis—yang sudah duduk lebih dulu karena tempat duduk yang lebih dekat dengan pintu belakang transport.

“Boleh aku duduk di sini?” Taeyong bertanya.

Sang gadis menjawab dengan anggukan. Taeyong kemudian duduk, meski masih dengan perasaan kikuk karena ingin menertawakan si gadis beberapa sekon lalu, Taeyong akhirnya berusaha membuka konversasi.

“Kau berasal dari tempat jauh?” tanyanya, berpikir jika si gadis berasal dari kota di pedalaman yang belum mengenal teknologi.

Haneul.” jawab si gadis.

“Ah, Haneul…” Taeyong mengangguk-angguk, ia kemudian mengulurkan tangannya, menyapa si gadis dengan sebuah senyuman. “Namaku Taeyong.”

Ragu, gadis itu menatap wajah Taeyong sejenak sebelum ia meraih uluran tangan Taeyong.

“Halley.”

“Halley? Namamu cantik sekali.” ujar Taeyong, mengulum senyum, menatap ke bagian depan transport, siapa tahu ada kursi kosong lagi sehingga ia tidak harus berhimpitan di kursi belakang yang begitu sempit.

“Kau masih tidak berubah, Taeyong.”

“Kau bilang apa, Halley?”

FIN

.

.

.

GLOSSARIUM:

Meteor shower: hujan meteor, lebih sering tampak sebagai hujan bintang jatuh yang melewati bumi.

Gyeongbok: istana di zaman Joseon.

Gisaeng: wanita penghibur di zaman Joseon

Yangban: pegawai pemerintahan

Sangmin: rakyat biasa

Admiral: seseorang yang punya kuasa atas militer/pemerintahan

Haneul: langit

Bamsae-minyeo: the beauty in night

REAL STORY

Kisah ini aku adaptasi dari kisah penjajahan Jepang di Korea yang dimulai di tahun 1909, saat Perdana Menteri Jepang, Ito Hirobumi, terbunuh oleh pejuang revolusi Korea, Ahn Jung-eun Di zaman itu, semua raja dan keturunannya bermarga Yi/Lee secara turun temurun.

Di tahun 1910, Jepang memulai penjajahan dengan merebut kekuasan Kaisar Yungheui. Di bawah pemerintahan Jepang, kisah Pelajar Manhae—Han Yong-un—adalah salah satu yang cukup berpengaruh. Karena dia adalah tokoh religius, revolusi, politik yang berpengaruh sama pemberontakan Hanyang/Seoul terhadap penjajahan Jepang.

Peperangan antara Korea dan Jepang sempat meredup karena perjanjian di tahun 1910. Tapi perjanjian itu kemudian dianggap tidak sah, dan Korea kembali berada di bawah pemerintahan Kekaisaran Jepang.

Korea akhirnya mendapatkan kemerdekaannya di 15 Agustus 1945.

Komet Halley sendiri pernah melintasi bumi di bulan Mei di tahun 1910, dan di bulan Maret di tahun 1986. Diperkirakan, komet Halley akan kembali melewati bumi di tahun 2061.

Kisah tentang bamsae-minyeo ini tidak pernah ada, dan kisah tentang pangeran Yi yang diceritakan terkubur hidup-hidup di tahanan bawah tanah ini juga tidak pernah ada. Semuanya murni fiksi belaka. Kisah tentang gadis bernama Halley juga merupakan fiksi.

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

AKHIRNYA! GOD, GOD SAVE ME. PRAISE THE LORD. AKHIRNYA fanfiksi pertamaku yang bertemakan historical—meskipun gak pure historical—bisa selesai. Demi apapun, aku ngehabisin seminggu lebih buat mikirin storyline, mikirin Taeyong mau dijadiin apa.

Awalnya mau kubikin jadi pejuang Indonesia, bareng-bareng sama arek Suroboyo, tapi perkataan temenku soal Taeyong sarungan dan topless sambil bawa bambu runcing malah bikin ngakak sampe sakit perut dan akhirnya kucoret bayangan Taeyong jadi pejuang bambu runcing.

Maaf, bener-bener maaf karena aku gak ngelepas fantasy dari cerita ini. Aku gak tahu historical itu yang bener seperti apa, karena sejujurnya selama sekolah nilai tertinggi sejarahku cuma 68. LOLOL.

Alhasil, saat ngebaca sejarah Korea pun aku antara mual, pusing, sama ngantuk. Kecampur jadi satu. Baru pas bikin storyline perang featuring komet Halley muncul ini deh aku semangat.

Anyway, itu beberapa sejarah Korea di atas aku ambil dari cerita sebenernya, meski pas masuk di fanfiksi ini jadi murni fiksi, ya. Aku cuma merasa bingung tentang historical, aku ngerasa bahwa sejarah itu gaperlu diceritakan ulang dengan kisah yang sama… kudu otokek

Akhirnya, ini adalah fanfiksi oneshot dengan rekor pengerjaan terlama sepanjang sejarah diriku menjadi penulis fiksi T-T maaf kalau ceritanya bener-bener abal-abal dan carut-marut macem jalan raya tanpa lampu merah.

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

 

Advertisements

42 thoughts on “[Get into the Time Machine] ONCE UPON A TIME

  1. KAK IRIIIISSSHH……..

    Aku pengen nangeeesss TT^TT ini cantik banget ceritanya kak serius seriussss. Historikalnya ngena banget, apalagi kulagi demen sama yang kolosal-kolosal gini. Terus nih, disempilin mba Halley juga makin cantik ceritanya :’) Taeyongnya jadi pangeran gabisa bayangin, pasti dia tampan maksimal, pantes aja Halley rela nunggu 75 tahun demi bisa hidup bahagia bareng Taeyong :’)) sini kak Irish kupeluk erat siniiiiiii terus kita nonton hujan meteor biar bisa nikah sama Taeyong /apa kamu don/. Idenya bagus banget, aku kaget pas kak Irish bilang kalo Halley dan apapun tentangnya itu ternyata fiksi :’) terus aku pengen nangis pas si Taeyong ini dikurung di penjara terus dikhianati Hansol :’) tanggung jawab kak rish tanggung jawabbb!
    sekian, pokoknya ini keren banget! Love you kakrish ❤

    Ps; itu endingnya si Halley minta digebuk.

    Liked by 1 person

    • DOOOOONNN T___T kenapa kamu wasting time dengan baca ff abnormal ini don?
      Ya allah ini fiksi semua loh padahal XD aku dasarnya Cuma comot-comot beberapa cerita sejarah korea ditahun 1910 terus kukolaborasiin sama komet halley XD kan ngaco, untung disclaimer dua kali jadi ntar kalo ada ahli sejarah yang baca aku gak digebuk karena ganti-ganti sejarah XD wkwkwkw
      EEHH, AKU BAYANGIN MEMBER NCT MAH KALO JADI PANGERAN SEMACEM CAKEP SEMUANYA :”) YA ALLAH, BAROKAHNYA NGEFANS SAMA COGAN (APAAN RISH)
      Btw, kapan ya ada hujan meteor, aku kan pengen liat kali aja ada jodoh nyantol :”) gausah cakep-cakep, yang mirip Taeyong aja gapapa (RISH, PLIS.)
      Mereka kan emang fiksi itu XD wkwkwkwk aku sebenernya sempet kepikiran mau munculin Yuta di Epilogue tapi kok gatega mau bikin Taeyong dikhianatin Hansol lagi :”) gapapa, udah cukup Taeyong sama Halley aja deh XD wkwkwkwkwk
      Thanks banget don udah bacaa XD kutunggu historicalmu yang pastinya gak kalah keren, :”)
      p.s: apa historicalmu macem di spoiler yang ngebahas ras mongol? /kemudian digebuk/

      Liked by 1 person

      • NGAKAK KAK RISH HAHAHAHAHA INI EMANG VAROKAH MAKSIMAL NGESTAN COGAN /GA/. hmm……bicarain spoiler ya ehe ehe, aku kasih spoiler lagi ya: ffku gada nyambungnya sama sekali sama ras mongol /digebuk/ :’)

        Liked by 1 person

  2. FIX BANGET HARI INI KAKAKDEUL MEMBUATKU MABOK TAEYONG KYAAAAAAAAAA KAKRISH SINI KUCIUM DULU KAMU SINI KYAAAAAAAAAAA MZ TAEYONG YAAMPUN DEMAY BANGET INI GILA AH TERHURA ANGEL KYAAAAAAAAAAA /dibuang kakrish/

    SEORANG TAEYONG JADI PANGERAN TUH SESUATU, DIPASANGIN SAMA MBA HALLEY KYAAAAAAAAAAAAA MBA HALLEY BELUM PERNAH KETEMU CHEONSA YA MBA, SINI KENALAN DULU KYAAAAAAAAAAAAA /dibuang makin jauh/

    KAK SUMPAH KAK MASIH SYOK NGEBAYANGIN MZ TAEYONG JADI PANGERAN DEMI APA PUN SEGANTENG APA TUH ORANG. KALO KATA LELY SIH KEGANTENGANNYA AMPE MELAWAN GRAVITASI BUMI KYAAAAAAAAA /makin dilempar ke kutub/

    SYUDAH YA KAK SYUDAH KOKOROKU BUTUH BOBO CANTIK GEGARA HARI INI BACA MZ TAEYONG MULU KYAAAAAAAAA /peluk kakrish/ ❤

    Liked by 1 person

    • NGEL, INI KOMEN KELEWATAN DIKIT, MAAPKEUN, ABISNYA KEPZLOK PAS ANE BARU BANGUN TIDUR….

      PERTAMA, NGAKAK DOLOH DONG, AKU BERHASIL BIKIN ORANG MABOK TAEYONG XD XD XD WKWKWKWK TAEYONG BUKAN BIAS LOH TAPI ENTAH KENAPA FEEL NYA DAPET AJA KALO BIKIN EPEP SI TAEYONG INI YAK XD XD WKWKWKWKWKWKWK
      HALLEY INI KHAYALAN, HALLEEYY~~ KOMET HALLEY XD XD XD WKWKWKWKWK PERTEMUKAN DIA WITH THE ANGEL, GAMPAR DIA NGEL GAMPAR XD XD XD WKWKWKWKWKWKWK
      YA ALLAH YA TUHAN YA LORD, APAAN COBA ITU GANTENG SAMPE NGELAWAN GRAVITASI BUMI, EMANG GANTENGNYA KEBOLAK BALIK GITU? XD XD XD
      THANKS YA NGEL UDAH MAMPIR~~

      Like

  3. Kak Ris aku ketawa dulu ya, sebentar aja.. Abis bisa-bisanya kita bikin Abang Yuta dan Mas Taeyong sama-sama jadi musuh.. percakapannya juga banyakan terpisah jeruji!! YA LUHAN JANGAN BILANG KALO KITA SEMPET DAPET MIMPI YANG SAMA SEBELOM NULIS BUAT EVENT INI /asli aku cengar-cengir bacanya/
    Terus ya Kak Ris, terus ya, itu Mas Taeyong masih sama emang ya.. nggak berubah biar kata udah mao dua abad! Dimanapun-kapanpun.. Gombal is Taeyong style!! Tragisnya aku mao nangis baca gombalan perpisahannya Mas Taeyong!!
    Kak Ris ottoke??
    Dan satu lagi, aku juga sempet kepikiran buat bikin cast yang aku dapet maen di sejarah Indonesia, dan alesanku sama kaya Kak Ris, ngga kebayang kalo harus liat Yuta lari-lari ngejar rakya Indo, bawa senapan sambil ngomong pake bahasa di Indo-Indo-in..
    Last, ini FF KEREN GILA!! HISTORICALNYA DAPET BANGET, APA LAGI DARI KETERANGAN TAUNNYA!!
    YA LUHAN, AKU PENGEN HIDUP DI JAMAN ITU JADINYA!! /peluk Kak Ris/
    /makasih Yuta-nya/
    /cium Kak Ris/

    Liked by 1 person

    • Kayaknya kita berdua sama-sama ditakdirkan buat bikin mereka musuhan di jaman sejarah XD wkwkwkwkwkw jangan-jangan reinkarnasi mereka dulu juga begitu, musuhan, kan greget ya XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw
      AKU KEMUDIAN NGAKAK BAYANGIN NCT VERSI KERAJAAN XD gimanapun Taeyong itu mukanya bening minta digampar ya allah :”) gak di jaman kerajaan gak jaman sekarang, tetep aja cakep XD wkwkwkwkwkwkwkwk
      YA ALLAH! NGAKAK! IYA AKU NGAKAK BANGET BAYANGIN MEREKA SARUNGAN TERUS BAWA BAMBU RUNCING, KAN GELI SEKALI YA ALLAH XD WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKK
      Aku belum sepot di ff kamu :”) nanti pulang kerja ku sepot yahh XD wkwkwkwkwkwk ya Luhan ini ceritanya? XD thanks ya feb udah nyempetin baca cerita abnormal ini XD

      Liked by 1 person

  4. Aduh kak irish, daebak!!😀
    Kenapa cerita cintanya begitu tragis kak??? Pas awalnya ngira cerita tentang taeyoung sama anaknya yg namanya halley, taunya kisah cinta Taeyong yg gak bisa move on sama “sosok halley” selama beberapa generasi..😂
    Baper kak, Baper…😂😂

    Liked by 1 person

  5. Mas Taeyongku…. Aduh. Kemarin bacanya, tetep baper juga sampek sekarang. Indah nian cerita ini, Kak Irish…. Bayangin Taeyong pakek hanbok sama topi item ala-ala jadul yg kece gitu… Tamvan. Badai. Ih, kok jadi alay (?). Ya udah, keep writing qaqa, kutunggu epepmu yg lain… See you!

    Liked by 1 person

    • XD bapernya sampe lewat sehari? coba periksakan tingkat kebaperan anda XD wkwkwkwkwkwk ADUH DIA TAMVAN SEKALI DI BAYANGAN AKU, KARENA PADA DASARNYA DIA EMANG TAMVAN XD thanks yaa udah mampir {}

      Like

  6. KAK IRISH!! :””)
    Seru banget ceritanya kak kyaaaaaaaaa. Historicalnya dapet banget, terus tuh romancenya bener bener aku ngerasa kaya yang ……. duhhh pengen nangis deh huwee :”””” Taeyong jadi pangeran itu emang sesuatu ya kak :”) Terus aku bayangin muka Halleynya itu Taeyon yang pas rambut pirang bhahahak gegara posternya muka Taeyon kan :3 Aku sempet nemu beberapa typo kak, tapi untuk semuanya ini keren! Pokoknya semangat terus nulis kak 😉 !

    (ps: tadi udah komen panjang tapi pas klik post komen koneksi ambyar dan it so….anjay….krik /:” ini curcol gapenting kak abaikan/ )

    Like

  7. kak rishhh… haha ini keren.. aku sukaaaaaaaaaaaaaaaa…. makin cinta aku sama abang taeyong… hihi itu lagi yuta… bias aku kakkk.. bias aku itu mahh.. napa jadi jahat disini aduhhhhhhhhh… jadi penjajah ulung aduuuhhhhh… dia juga udah menjajah hatikyuuuu aduhhhhh
    . hkhkhk…
    iya kak yuta bagus nggak usah disempilin dimasa depan lagi.. dia lagi sibukk merajut masa depan bareng akuhhh
    … jadi nggak sempet gangguin taeyong sama hansol lagi… #inikomenmulainglantur…. pokoknya aku suka dehh intinya.. udahh itu aja.. sekian dan terimakasihh..
    *macem pidato..😛

    Liked by 1 person

    • Buahahahaha ini gajelas sekali loh kalo kata aku XD wkwkwkwkwkwk untunglah karena ff bias jadi ada yang baca ini XD wkwkwkwkwk aku kok gakuat kalo yuta merajut masa depan sama dirimuh XD wkwkwk
      thanks yaaa

      Like

  8. KAK IRIIIISH~~~ INI KOK BIKIN AKU JATUH CINTA LAGI AMA TAEYONG YAH??? PDHAL KEMAREN UDH KEBANTING DUYUNG JAEHYUN :V 😀 WKWK

    Ahhh~~ kusuka ini kusuka~ history sama fantasinya nyambung sekali kalo sama aku masa kak? 😀 😀
    ngebayangin Taeyong ber ala2 pangeran kerajaan~ kok si BIAS FENOMENAL, MAS CABE INTERNASIONAL ikutan nongol? :v 😀 wkwkwk

    Halley~~ 2061 yaa? gak bisa lebih cepet 😥 hiks~

    Over all~ Ceritanya keren 😀

    Lee Taeyong~ kenapa kau mengacak2 list bias baruku hah? /ditendang :v wkwkwk

    Liked by 1 person

  9. Ini… Indah syekali. Keren. Uh, pokonya ga bsa diungkapin dengan kata-kata.
    Posternya juga menarik aku suka banget Ituh kok canteque gitu x3 overall ff+artnya bikin jatuh cinta sama taeyong ((deuh maafkeun daku ten))

    Liked by 1 person

  10. KAK IRISH DEMI APA AKU BARU BACA SEKARANG DAN SUMPAH INI KEREN BANGET SUBHANALLAH >///<
    enjoy banget baca kisah dari 3 generasi udah kak aku speechless tak bisa berkata, apalagi ketika pas baca sambil bayangin wajah ganteng taeyong utututu ga kuku ga nana :'3

    Liked by 1 person

  11. First time baca ff di blog ini dann… dann.. OMG!?! Heol, jeongmal daebakkiyaa~!? Itu gimana ceritanya kak Irish bisa bikin ff historical sekeren ini dengan nilai sejarahh yangg.. iykwim.
    Tapi beneran kak ini feelnya ngena bangett, kok kasur berasa beda yahh ‘-‘ berasa ada di jaman kekaisaran yi gitu dehh /halah/
    but, TRUELY THIS IS THE BEST HISTORICAL FICTION I’VE EVER READ^^

    Liked by 1 person

  12. KAK IRISH BIKIN FF HISTORICAL
    YEAY
    BANZAI
    SUKA SEKALI:3
    Taeyong pula cast-nya:3
    Mantaps
    Apalagi, ini genre-nya ada sad
    kupikir bakal sad ending
    Eh tapi ternyata, epilogue-nya dibikin kaya gitu, suka banget><

    Pokoknya keren kak<3

    Like

  13. Wahh.. ada versi film nya ngga? Duh kalo ada pengen liat deh.. :v suka banget. Pas.. walaupun agak pusing bacanya. Tapi suka banget baca ff yang muter otak atau history gituuu. Aaa… suka deh 😍

    Liked by 1 person

    • Versi film akan ada di dalam imajinasi anda, silahkan download aplikasi imajinasi dan unduh installer fanfiksi ini di toko terdekat XD XD wkwkwk
      thanks yaa udah nyempetin bacaa

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s