[Ficlet] I … Because …

IMG_2142[1]

Angelina Triaf ©2016 Present

I … Because …

Lee Taeyong & Winwin (NCT) with Park Cheonsa (OC) | Creepy, Psychology, Fluff | PG-17 | Ficlet

“Cheonsa lahir tanggal 6 Desember 1997.”

0o0

Tak biasanya Cheonsa semanja ini pada Taeyong. Bukannya apa, gadis setengah singa satu itu biasanya akan langsung menatapnya tajam begitu mulutnya hendak mengucap satu gombalan saja.

Tapi sekarang? Nyatanya kini mereka tengah berbagi ranjang yang sama, dengan Cheonsa yang sedang asyik memainkan pipi Taeyong sembari tubuh berada dalam dekapan hangat kekasihnya itu. Taeyong sendiri hanya memejamkan matanya, dengan satu tangannya yang menggenggam jemari Cheonsa erat.

Ada apa dengan hari ini?

Oppa, Cheon bosan.”

Masih sambil menusuk-nusuk pipi Taeyong dengan telunjuknya, Cheonsa menatap Taeyong yang kini telah membuka matanya dan fokus menatapnya lekat. “Apa?” tanya Taeyong memastikan pendengarannya.

“Cheonsa bosan, Oppa…”

Rengekan manjanya mau tak mau membuat Taeyong gemas sendiri. Sebenarnya anak ini terbuat dari apa sampai bisa memasang ekspresi selucu itu?

“Lalu memangnya Oppa harus apa supaya kamu tak bosan?”

Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Taeyong membuat Cheonsa berpikir. Benar juga, memangnya apa yang harus Taeyong lakukan jika ia bosan?

“Ah, bagaimana jika kita bermain sesuatu?” usul Cheonsa. Kini gadis itu melepaskan pelukan Taeyong dan bangkit dari ranjang untuk mengambil sesuatu ke luar kamar.

Taeyong hanya mengendikkan bahu lalu duduk dan menunggu Cheonsa kembali. Ya, awalnya karena hari ini Cheonsa libur dan Taeyong sedang tak ada kuliah maka ia memutuskan untuk mampir ke rumah Cheonsa. Alih-alih mendapat semprotan dan pengusiran seperti biasa, Cheonsa malah langsung memeluk Taeyong begitu pemuda itu tiba di depan pintu rumahnya tadi.

Hm, sepertinya memang ada sesuatu yang aneh dengan anak itu.

“Nah, ini dia!”

Wajah sumringah Cheonsa sangat berbanding terbalik dengan kerutan di kening Taeyong. Apa itu? Tali dan… lakban hitam?

“Itu untuk apa, sayang?”

“Untuk bermain.”

Sampai kini Cheonsa mendekat ke arah Taeyong, langsung mengambil salah satu tangannya yang kemudian ia ikatkan pada tiang ranjang di sisi kanan. Tangan kirinya pun bernasib sama, yang mana kini telah terikat sempurna di sisi tiang satunya.

“Nah, sekarang kakinya.”

Beralih ke kedua kakinya, Taeyong yang masih kebingungan tak bereaksi apa pun. Sungguh, sebenarnya apa yang dipikirkan oleh kekasihnya itu?

“Cheonsa―”

“Ssstt… Oppa diam dulu.”

Yap, kini kedua kaki Taeyong juga telah terikat dengan cukup kuat di tiang ranjang lainnya. Tak lama setelah itu, Cheonsa menghampiri Taeyong dan duduk di sampingnya. Mata birunya menatap Taeyong lekat untuk beberapa saat. “Oppa tahu kan kalau Cheonsa sayang Oppa?”

Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan Cheonsa hari ini.

“Eum, iya? Tentu saja Oppa tahu.”

“Kalau begitu…”

Kini Cheonsa menarik lakban dalam genggamannya, merobeknya hanya dengan sekali tarikan dan langsung menutup mulut Taeyong dengan itu. Sontak mata pemuda itu membulat, menatap mata jernih Cheonsa yang masih menunjukkan eye-smile-nya yang cantik.

“Jadi, kita akan bermain dokter-dokteran,” ucap Cheonsa sembari menyiapkan sebuah jarum suntik dengan satu tabung kecil di kedua tangannya. “Cheon jadi dokternya sementara Oppa jadi pasien operasinya,” lanjutnya kemudian, menusukkan jarum kecil itu di lengan kiri Taeyong.

Matanya perlahan menjadi berat, dan di saat-saat terakhirnya itu, Taeyong dapat melihat dengan jelas apa yang Cheonsa lakukan.

Gadis cantik bak barbie itu mulai membuka kancing kemejanya satu per satu, dan hal terakhir yang Taeyong ingat ialah senyum manis Cheonsa juga sebuah pisau kecil dalam genggaman sang kekasih.

 

0o0

“Bagaimana, Oppa? Enak?”

Terlihat pemuda dengan rambut kecokelatan itu yang kini tengah menikmati makan malamnya. Senyum menawan langsung tersungging di bibirnya kala sang gadis menatapnya dengan rasa penasaran. Diusapnya rambut gadis di sampingnya. Ditilik dari sisi manapun mereka berdua terlihat sangat manis seperti itu.

“Enak sekali. Terima kasih, Cheon.”

Pemuda itu kembali melanjutkan makannya, namun tidak dengan Cheonsa. Gadis itu hanya terdiam, entah apa yang ia pikirkan saat ini.

“Oh ya, Win Oppa.”

“Iya, sayang?”

Cheonsa masih terlihat berpikir. Wajahnya menyiratkan sesuatu, namun tak lama berubah menjadi wajah menggemaskan seperti biasanya. “Besok pagi ingin kumasakkan apa?” tanyanya akhirnya.

Winwin terdiam sejenak, lalu tak lama berucap, “Sup ginjal? Sepertinya enak. Bagaimana?”

“Ah, baiklah. Besok akan Cheon buatkan.”

Dituangnya segelas air lalu diberikan pada Winwin. Pemuda itu menerimanya lalu langsung meminum isinya; air merah yang sudah tak asing lagi baginya. “Oh iya, Cheon.”

“Iya?”

“Potonganmu bagus juga,” kata Winwin, kembali dengan senyum manis yang ia perlihatkan.

“Ah, itu… Jane yang mengajarkanku. Ia juga diajari oleh Yuta Oppa katanya,” jawab Cheonsa, menimbulkan satu anggukan kepala Winwin.

Ruang makan itu kembali hening, hanya dentingan pisau, garpu juga piring yang menjadi latar suara di antara keduanya. Winwin masih menikmati daging panggangnya, dan Cheonsa sepertinya tenggelam dalam dunianya sendiri.

 

I cooked Taeyong because I love him.

 

Iya, memang begitulah kalimat yang tertera dalam surat yang ia terima tiga bulan lalu―tepat sehari sebelum pertemuannya dengan Winwin. Awalnya ia bingung. Tapi, seakan semuanya sudah menjadi satu benang takdir yang bergulung sempurna, Cheonsa akhirnya mengerti.

Bahwa Cheonsa benar-benar memasak Taeyong karena ia mencintai pemuda itu.

Benar. Cheonsa mencintai Winwin, bagaimanapun kondisi kejiwaannya.

FIN

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet] I … Because …

  1. kak njel lahir 6 desember 1997, cieee tua cieee /kemudian ikut disate bareng ty/
    yaelah kak njel please ya awal2 aku udah baper krn ini emang wis malem, trs kelon2an sama ty… ya walaupun dr awal udah tau sih ini bakal berakhir dgn sangat tdk masuk akal hikss. naudzubillah amit2 jabang bayi aku dpt pacar yg otaknya geser kaya sicheng wkwkwk aku waktu itu dapet “I punched doyoung because I’m hungry” tapi tdk berujung jadi psycho gini sih hahaha… overall, it’s totally psycho, sial ini semua salah donna yg pake main sama yuta jadi pinter motong daging anjir :’) semoga mas ty tenang di perut winwin … ga kebayang rasa dagingnya cogan pasti enak kaya rendang huhuhu

    Liked by 2 people

  2. MOAHAHAHAHAHAHAHA YU AR DA REAL ANJAY PERSON TOO KANJEL! #Ketawajahat2k16 Yaks Winwin X”) sejak kapan kamu kanibal nak! Sini Win kukerangkeng dulu kamu /DOR/.
    Dasar Donna emang virus kesaikoannya sudah menyebar demay -.-
    Dan itu ya njel kesian tauk Taeyong :”) serius dah Cheonsa jaad bat si /peluk Taeyong sampe bengek/ BHAY!

    Liked by 1 person

  3. ANJAAAAAYYY

    IT’S SO ANJAAAAAY KANJEL HENTIKAN SEMUA KEGILAANMU INI HENTIKAAAAAAAAANNN!!!!!!!! CREEPY-NYA ADUHAI ADUHAAAAI BIKIN DON PENGEN JOGET BARENG WIN DI ATAS KUBURAN TAEYONG /SALAH/. YEP, DAN SEJAK KAPAN CHEONSA SEKONGKOL SAMA JANE HAH SEJAK KAPAAAAANNN???? /lempar kaleng krupuk/

    SUBHANALLAH, AKU SUKA PAS BAGIAN; “Lalu memangnya Oppa harus apa supaya kamu tak bosan?” TAMPAR AKU SAJA MAS TAMPAR! CEBURKAN HAYATI DI RAWA-RAWA BERSAMA MAZ WIN AGAR DIRIKU MATI BERSAHAJA KETIMBANG LIAT CHEONSA YANG UDAH GA WARAS BEGINI DUDUDUDUDUDUDUUUUUU……. Dan aku langsung shocking soda pas tau ternyata makna “I cooked Taeyong because I love him” itu ternyata buat Winwin ea daku sudah mengerti sekarang :’) kenapa ini? Kenapa winwin mau ikutan saiko juga? Apa jangan2 dia abis kena semburan Si Mbah? Iya kan? Pasti ini santet Si Mbah kan yang masuk ke dalem jiwa Cheonsa? Jawab aku kanjel jawaaaabbbb :’)

    KRIPI MAKSIMAL LAH AKU SUKA KAK LANJUTKAN KESAIKOANMU UHUUU LOVE YOU :*

    Liked by 1 person

    • NJAY, BACA KOMENTARMU MALAH NGUKUK NDIRI AKU, DON…. YEAH EMANG KAMU YA, YANG NYEBARI VIRUS KESAIKOAN. ASTAGAAHHHHH…….
      JUGA INI…. SEJAK KAPAN CHEONSA JADI GESREKK KAKK??? KENAPA JUGA BISA JADI GESREK?? INI CHEONSANYA YANG GESREK ATAU KAK ANGELNYA??? SENEHHH KAK, SENEHHH, ANDA HARUS IKUT SAYA MENGAJI BARENG MAS WIN, DI MUSHOLAH DEKET PENGKOLAN RUMAHNYA KUN. /lah kok jadi bawa bawa Kun?/ /lupakan/

      Liked by 1 person

  4. KAKNJEL YUK TAK BAWA KE MESJID SINI TAK RUKIYAHIN BIAR TOBAT YUK KAK, GABOSEN MAINAN PISO MULU? INGET DOSA KAK YAWLAH INI MBAAY ANTARA MAU NGAKAK SAMA MAU NANGESH KYAA KYAAA GAPAPA DEH ASAL KORBANNYA BUKAN MAS DUGONG ATAU PUN MAS HANSOL, SEKIAN

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s