[Get into the Time Machine] Women’s Legal

forest-hipster-indie-nature-Favim.com-2180268.jpg

click poster here

misshin017 present

Johnny & Mareelyn

historical, no romance /
PG-15

Ah, andai saja Jhonny tak menerima pekerjaan ini. Andai saja dia tetap jadi petani dan tidak masuk ke istana lagi.

 

***

Elizabeth’s Era-

 

“John, rotimu.”

Mareelyn menatap punggung pemuda yang tiga tahun lebih tua darinya itu dengan kecewa. Tanpa berucap sepatah kata, dia sudah menunggang kereta kuda menuju istana dan bahkan saat sang surya belum menampakkan wujudnya. Tirai kumuh khas rumah mereka sudah terbuka, membuat Mareelyn melangkah keluar dengan sepicis harapan lelakinya belum bergerak ke tempat kerjanya.

Obsidannya melotot gembira ketika menemukan siluet seseorang yang sedang duduk memperhatikan para kuda menikmati makan paginya. Semangkuk rasa lega berlarian berebut masuk ke dalam rongga dadanya. Mareelyn tersenyum riang gembira.

“John, rotimu.”

Hening.

Tidak ada respon yang dia terima. Johnny hanya membelenggu sembari menggerakkan jemarinya di atas permukaan tanah yang basah tertimpa hujan kemarin malam. Merangkai kata-kata penuh makna, manakala yang melihatnya merasa terluka, termasuk Mareelyn.

Gadis itu mengusap wajahnya dan tertawa sejenak. Diam-diam menghapus airmata yang beranak.

“John, nanti rotimu dingin.”

“Tunggu sebentar lagi.” barulah Johnny bersuara.

“Makan dulu, nanti terlambat,” ucap Mareelyn menyentuh bahu pemuda itu.

Johnny menjilat bibir atasnya dan menoleh kepada gadis yang ikut duduk di sampingnya, menemaninya.

“Aku masih kenyang.”

“Kau akan mencambuk kuda hampir tujuh jam, John.”

“Tidak, tidak apa. Aku masih kenyang.”

“Atau tetap kenyang,” balas Mareelyn dengan intonasi rendah. Bertengkar dengan Johnny bukan jadi pilihannya, terutama jika latarnya di pagi hari. Itu akan sedikit banyak menganggu moodnya seharian penuh.

Helaan nafas keduanya membuat asap-asap kasat mata beterbangan mengudara. Johnny mengacak rambutnya dan mengalihkan fokus kepada Mareelyn yang sibuk menerawang kuda-kuda di hadapan mereka. Tangannya terangkat menyentuh sulur rambut Mareelyn kemudian menyelipkannya di antara daun telinga.

Gadis itu tak bergerak, masih tetap dalam posisi yang sama.

“Cantik.”

Mata Mareelyn terasa memanas. Dia memutar kedua netra hingga dapat dengan leluasa menatap wajah berdebu milik kesayangannya. Ada sesuatu yang tak dapat dia jelaskan dengan kata-kata, bagai permata dusta yang kian lama kian membesar di sana, di dalam diri Johnny.

“John, pergilah.”

Heum?

“Pergilah John, nanti kau terlambat.”

“Rotiku?”

“Tidak, tidak perlu, kau akan tetap kenyang seharianpun.”

Pemuda itu terdiam, entah terkesima atau merasa duka. Dia membuang nafas dan segera berdiri, menarik tali-tali pengikat kuda-kudanya, mengarahkannya agar berhenti menikmati sarapan pagi untuk segera beranjak bekerja.

Tanpa babibu Johnny menaiki salah satu kudanya, menatap sejenak ke arah Mareelyn yang berdiri di depan rumah mereka.

Gadis itu tak bisa memaksanya untuk mencintainya, untuk tetap berada di sisinya dan untuk tinggal di rumah saja. Mareelyn terlalu sayang, terlalu mengasihi meski harus airmatanya yang keluar lagi. Dia tidak membenci pekerjaan Johnny, pekerjaan yang membuat jarak mereka semakin mengangga. Membuat Johnny sedikit demi sedikit membuang ruang Mareelyn di hatinya, dan Mareelyn tak kuasa.

Tak kuasa membantah dan hanya mampu mengalah.

Pemuda itu mencambuk kudanya, membuat para kuda itu memekik garang kemudian berjalan pelan. Meninggalkan bilik mungil mereka, meninggalkan Mareelyn yang masih berdiri di sana.

Ah, andai saja Johnny tak menerima pekerjaan ini. Andai saja dia tetap jadi petani dan tidak masuk ke istana lagi. Dan andai saja, pernikahannya dengan Mareelyn dapat membuatnya amnesia.

Tentang sang ratu yang meluluhlantahkan perasaannya, cintanya yang tidak berbalas.

Ah, andai saja Elizabeth mau menikah.

Mungkin Johnny dapat lebih hidup, dan Mareelyn tak perlu bersandiwara bahagia demi rumah tangga mereka.

***

END

Advertisements

One thought on “[Get into the Time Machine] Women’s Legal

  1. Wait… WHAT?! Jadi Johnny di sini suka sama ratu Elizabeth, terus Mareelyn yang udah menikah sama Johnny ini digantungin sama Johnny begitu? watdahell John! wkwkwkwk. Ntan ini kece, keep writing! ^^

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s