[Ficlet] Taman Bermain

1af6c0cf3834a0e979f9989c48a45a53

Taman Bermain

story by ayshry

[NCT’s] Kim Doyoung, [OC’s] Kim Dayoung

AU!, Family, Fluff/Ficlet/G

Disclaimer : Cast belong to God and the plot is Mine!

***

Sudah terhitung lima hari sejak Doyoung melihat kakak kembarnya termenung dan tak melakukan apa-apa di kamarnya. Gadis bernama Dayoung yang aslinya periang itu telah berubah menjadi gadis pendiam sejak ia mengetahui bahwa Jaehwan—kekasihnya—mendua padahal mereka baru saja meresmikan hubungan sekitar dua minggu yang lalu.

Sejatinya Doyoung sudah memperingati Dayoung agar tidak cepat-cepat mengambil keputusan toh, ia dan Jaehwan baru saja kenal beberapa bulan, ditambah lagi pemuda itu masuk kekehidupan kakaknya secara tiba-tiba; yang hanya menambah ketidaksukaan Doyoung kepada pemuda itu. Tapi dasarnya sang kakak keras kepala, jadinya ia mengabaikan perkataan Doyoung dan hanya mengikuti kata hatinya. Tapi lihatlah akibatnya; Dayoung kembali patah hati.

Jika diingat-ingat, sejak kedua saudara kembar itu beranjak dewasa, Doyoung tak pernah sekali pun melihat sang kakak berhasil menjalin hubungan dengan lawan jenis. Ujung-ujungnya pasti akan selalu disakiti meski sudah berkali-kali pula Doyoung mencoba menasehati. Salahkan saja Dayoung yang terlalu mudah jatuh hati dan selalu mengabaikan sang adik.

Dan hari ini adalah puncak kekesalan Doyoung. Pemuda itu sudah terlalu muak melihat sang kakak dengan wajah sedihnya. Jadi, pagi-pagi sekali Doyoung menerobos kamar sang kakak lantas menariknya keluar.

“Ayo kita pergi,” ajaknya.

“Doyoung-a, aku sedang ti—“

“Tak ada penolakan dan kau tak perlu berdandan. Kesabaranku sudah hampir habis melihatmu menangis dan mengurung diri berhari-hari. Jadi, ayo kita bersenang-senang.”

Cardigan pink yang tergeletak di sudut kasur segera diraih Doyoung lantas ia menyeret kakaknya keluar kamar dan membawanya ke mobil. Lekas, Doyoung menancap gas; melajukan kendaraannya menuju taman bermain.

***

Senyuman sudah hinggap di wajah murung Dayoung ketika kedua saudara itu memasuki area taman bermain. Doyoung tahu benar, jika kakaknya akan kembali riang hanya dengan membawanya ke tempat seperti ini. Meski Dayoung tujuh menit lebih dahulu melihat dunia, tapi di umurnya yang kini menginjak angka 20 pun ia masih bertingkah seperti bocah berusia 7 tahun.

“Nah, ini baru Dayoung yang kukenal,” ucap Doyoung sembari menebar senyum. “Hmm, jadi mau mencoba wahana yang mana dulu, nih, Kak? Aku ikut saja asal bukan—“

“Itu, aku mau naik yang itu.” Bak anak kecil, Dayoung mengarahkan telunjuknya pada sebuah wahana bermain.

“—bukan Roller Coasters.”

Sialnya, wahana yang ditunjuk Dayoung adalah satu dari sekian banyak wahana yang ditakuti Doyong. Dan tanpa sempat menyuarakan penolakan, tangannya telah terlebih dahulu ditarik menuju wahana tersebut.

Kebetulan saat itu tidak terlalu banyak orang yang mengantri untuk menaiki wahana tersebut, jadi mereka berdua tak perlu menunggu lama dan kini telah duduk di bangku paling depan—Dayoung sempat beradu mulut dengan salah satu pengunjung untuk mendapatkan tempat ini, omong-omong.

“Kau siap?” Pertanyaan Dayoung tak di dengar oleh Doyoung yang terduduk gelisah. Tangannya mengenggam erat sabuk pengaman yang membalut tubuhnya sedangkah bibirnya terlihat mengocehkan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh sang bayu. “Hei, Doyoung-a, jangan takut. Nikmati saja, kujamin ini pasti sangat menyenangkan!”

Doyoung melirik sang kakak sengit, embusan napas berat ia lepaskan pasrah. Kini, pemuda itu yang terlihat amat menyedihkan; seakan hidupnya akan berakhir ketika kereta panjang itu meluncur di lintasannya.

“Doyoung-a, santai saja, oke?”

Lirikan Doyoung semakin tajam, tetapi yang dilirik malah cekikikan.

“Bukannya kau sendiri tadi yang menyuruhku memilih wahana. Lantas kenapa kau menekuk wajahmu begitu?“

“Iya, tapi ‘kan kau bisa memilih wahana yang lain, Kak. Menyebalkan. Kau lupa ya kalau aku ini—“

“Mengidap Acrophobia? Yah, tentu saja aku ingat.”

“Lantas kenapa kau malah menyeretku ke wahana menyeramkan ini, Kak? Kau ingin membuatku mati muda ya?”

Dayoung tertawa. “Tidak-tidak, bukan begitu. Aku hanya ingin membantumu agar terlepas dari phobia aneh itu. Hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih karena kau telah membawaku ke sini dan membuatku melupakan si Jaehwan berengsek itu.”

“UCAPAN TERIMAKASIH MACAM APA INI?!” Doyoung terpekik sedangkan si kakak semakin keras tertawanya.

“Tidak, aku tak bisa. Aku mau turun saja!” Doyoung berusaha melepas sabuk pengamannya ketika kereta maut—baginya—itu mulai bergerak.

Yak! Kenakan kembali sabuk pengamanmu!”

Doyoung berubah panik, terburu-buru mengencangkan sabuk pengamannya sembari terus mengoceh. “Hei-hei, tunggu sebentar, aku mau turun saja. YAK, AKU BELUM SIAP!”

Lagi-lagi Dayoung tertawa bahagia melihat Doyoung yang nista. “Tak ada waktu bagimu untuk bersiap-siap lagi, Doyoung-a, jadi ayo nikmati saja.”

Bersamaan dengan berakhirnya kalimat dari sang kakak, kereta besi itu melaju dengan kecepatan penuh. Teriakan-teriakan dari para penumpangnya memenuhi udara, tak terkecuali teriakan cempreng dari bibir seorang Kim Doyoung yang tak henti-hentinya memohon ampun dan mengutuk sang kakak, Kim Dayoung.

“AWAS SAJA! SETELAH INI AKU AKAN MEMBUNUHMU, KIM DAYOUNG. KYAAAAA!”

-Fin.

Happy debut mba Dayoung yuhuuu, akhirnya ya mba ❤

Sebenarnya ide cerita lebih panjang dan menegangkan dari ini waks tapi karena baru debut jadi dibikinin begini aelah. Btw buat Abah alias Ulang alias Iamjustagirls, ceritamu tak eksekusi  setelah ini saja yo? Biar lebih brazaaa /apaan/ haha yowislah, mari sudahi saja cuapan tak penting ini bhay-bhay~~

-Bonus pic mba Dayoung-

  IMG_6770

IMG_6788 IMG_6786

-mbaay

 

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Taman Bermain

  1. HAHAHAHAHAHAHA MBAAY DEMI APA INI LUCU PARAH HAHAHAHAAHAHAHA

    btw selamat debut yo buat mba Dayoung tercinta yang akhirnya direalisasikan sama mbaay ❤ terus aku mau komentar tentang kalimat menggelikan satu ini: "Lagi-lagi Dayoung tertawa bahagia melihat Doyoung yang nista." HAHAHAHAAHAHAHA APALAGI AKU YHA INI UDAH JUNGKIR BALIK DARI ATAS POHON PISANG LIAT MAZ DUYUNG YANG TAMPAN INI TAKUT SAMA WAHANA ITU HAHAHAHA TOLONG GAK BISA BERHENTI KETAWANYA HAHAHAHAHAHAHAHA. Terus kenapa mbaay mem-brengsekan mas Jaehwan? Emang dia muka2 kampret gitu ya mbaay? Padahal dia ganteng loh :') Apa si Jaehwan ini sebenernya terinspirasi dari mas………………………………..ah sudahlah.

    Wes gatau mau komen apa pokoknya selamat debut sodara 7 menitnya maz duyung aku dukung kamu buat terus nistain kembaranmu HAHAHAHAHAHAHA

    Liked by 1 person

    • KAKDON AWAS KESELEK KAK, KESELEK PALANYA TEN😂😂

      Bikos nista tanda sayang kan kak? /ga/ LAH KAMU NGAPAIN MAIN DI POON PICANG KAK? MAU KENALAN SAMA MASCONG OPO MBAKUNTI?

      Si Jaehwan di berengsekan bikos…..ntar ada lanjutannya kok kak kalo mbaay ndak males eh btw jaehwan di sini semacem oc gitu sih bukannya Ken VIXX yo haha

      SIAPA? MAS SIAPA? MAU NYEBUT MAS SIAPA KAMU HA? KAPAK MANA KAPAK?

      Tengs ya kakdon sudah merusuh di lapak receh ini, mbaay padamu, luv yu pulll💜💜💜💜💜

      Liked by 1 person

  2. Huwahahahaha, gilakkk, lucu aja sihh, ngebayangin mas doyoung, doyoung ini takut naik rollcoaster 😄😄😄, ngebayangin wajah nistanya doyoung yang ketakutan naik tuh wahana… hahahaha😄,
    Love it~~ 😍

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s