[Vignette] All Is Sweet

IMG_3395[1]

Angelina Triaf ©2016 Present

All Is Sweet

Johnny Seo (NCT) with Jane Jung & Mackenzi Lee (OC) | Psychology, Creepy, Fluff | PG-17 | Vignette

Read these first! => Ice Cream & The Epilogue

“Jane selalu menyukai segala hal yang manis, namun tidak dengan Kenzi.”

0o0

Jane suka es krim, permen kapas, madu dan banyak hal manis lainnya. Jane juga suka Mark―tentu saja karena pemuda itu sangat manis baginya. Maka dari itu, jangan heran jika tiap kali berkunjung ke kediaman Jung pastilah hanya ada makanan manis berbagai jenis yang tersedia sebagai camilan.

Semua temannya suka, tentu saja. Namun hanya Kenzi yang tidak pernah menyentuh benda-benda manis itu. Karena Kenzi tidak suka manis, dan Jane tahu hal itu. Namun tak lantas membuat pertemanan mereka tidak bisa berjalan lebih baik. Mereka tetap memiliki satu sama lain sebagai sahabat karib.

Malam ini Jaehyun menginap di rumah Cheonsa bersama dengan Winwin karena harus mengerjakan proyek bedah kambing untuk riset virus dan bakteri yang akan dikumpulkan lusa. Maka dari itu, tadi sore Jane menelepon Kenzi untuk berkunjung ke rumahnya dan menemaninya semalaman. Mungkin nonton film sambil makan berondong jagung akan menyenangkan.

“Oh, hai Kak Kenzi! Kau…”

Sapaan ceria Jane harus terhenti lantaran netranya menangkap seorang lain yang ternyata berdiri di samping Kenzi. Seorang pemuda? Atau om-om? Entah, Jane hanya terdiam sampai cubitan di pipinya oleh Kenzi menyadarkannya dari lamunan.

“Sudah selesai terpesonanya?” tanya Kenzi dengan senyum yang katanya mampu membuat pemuda satu jurusan menyukainya. Iya, katanya.

Kenzi langsung saja masuk diikuti dengan pemuda itu, meninggalkan Jane yang masih terdiam di tempatnya dengan pintu rumah yang terbuka. Apa ini, bahkan tuan rumahnya belum menyuruh mereka masuk. Tapi tak apa, untung saja Kenzi dan bukannya orang lain.

“Jaehyun mana?”

Jane menoleh saat Kenzi kembali berucap. Kini ia telah duduk di sofa ruang tengah, namun pemuda satu itu menghilang entah ke mana. “Oh? Kak Jaehyun sedang mengerjakan tugas bedah kambing.”

Langkahnya yang terus menuju dapur membuat Jane sedikit berteriak di akhir kalimat. Ia mengambil tiga botol soda dan beberapa bungkus biskuit serta keripik lalu kembali menuju ruang tengah dan duduk di hadapan Kenzi.

“Pfftt… Jadi Jaehyun kedapatan membedah kambing?” Sepertinya Kenzi sudah tak dapat menahan tawanya lagi. Melihat Kenzi yang tertawa mau tak mau membuat Jane juga jadi geli sendiri. Benar juga, membedah kambing terdengar sangat konyol.

“Kalian menertawakan apa?”

Satu suara berat membuat keduanya berhenti tertawa. Pemuda yang tadi datang dari arah kamar mandi dan langsung duduk di samping Kenzi. Lagi-lagi Jane terdiam. Belum pernah ada orang selain Mark yang bisa membuatnya berdiam diri mematung seperti itu. Sungguh, Jane tidak pernah bohong dengan perasaannya sendiri.

“Oh iya Jane, ini Kak Johnny―eh, tapi kalau kamu mau panggil Om sih enggak apa-apa.”

“What the…” Pemuda yang bernama Johnny itu sontak menatap Kenzi horor, yang hanya dibalas dengan juluran lidah oleh yang bersangkutan.

Tak lama, Johnny mengalihkan fokusnya pada Jane, mengulurkan tangannya untuk bersalaman. “Johnny Seo, dan tolong jangan panggil Om,” katanya dengan senyum yang mampu membuat bidadari lupa diri―kalau ini Kenzi yang bilang.

Jabat tangan singkat dilanjutkan dengan obrolan tentang hal-hal random terjadi cukup seru malam ini. Sepertinya Johnny tipe orang yang mudah akrab dengan siapapun, dan Jane juga bisa mengimbangi pembicaraan dengan dua orang yang lebih tua darinya itu.

“Kak Ken, jadi minta tolong aku untuk tugas bedahmu?” tanya Jane pelan saat ia melihat Johnny yang mulai memegangi keningnya dengan kepala bersandar pada sofa.

Kenzi yang sedang menikmati satu bungkus keripik menatap Jane dengan wajah polos, lalu menolehkan kepalanya pada Johnny yang sepertinya memang mengantuk. “Jane, Kak Johnny cukup kebal dengan obat tidur,” kata Kenzi, masih dengan mulut penuh akan keripik.

Mendengar itu membuat Jane membulatkan matanya. Demi apa…

“Ya terus mau bagaimana? Masih sadar, tuh.” Jane menatap Johnny, antara kasihan tapi juga mau bagaimana lagi. Jane selalu menyukai segala hal yang manis, dan menurutnya Johnny itu sangat manis.

Menghela napas, Kenzi akhirnya bangkit dari duduk dan mengambil pisau kesayangannya dari dalam tas. Jane hanya diam, tapi matanya benar-benar fokus pada segala pergerakan Kenzi.

“Ya memangnya kenapa kalau masih sadar?” retorika Kenzi memang tak pernah diragukan oleh siapapun, dan Jane entah mengapa mengembangkan senyumnya begitu melihat Kenzi duduk di pangkuan Johnny yang masih memegangi keningnya. “Kak John kenapa?” tanya Kenzi kemudian.

“Entah, rasanya mengantuk,” jawab Johnny, matanya masih sulit untuk terbuka. Demi Tuhan, memangnya berapa banyak Jane menaruh obat tidur dalam minumannya?

“Oh, mengantuk,” katanya dengan suara lembut. Kenzi lalu mengambil telapak tangan kanan Johnny dan menaruhnya di satu pipinya. “Kalau mengantuk lebih baik tidur saja,” lanjut Kenzi setelahnya.

Sampai akhirnya Kenzi menyayatkan pisau itu di pergelangan tangan Johnny, membuat si pemuda langsung bergerak tak nyaman karena kesakitan namun tubuhnya masih terasa lemah dan juga Kenzi tengah duduk di pangkuannya―mengunci pergerakannya. Jane masih terus memperhatikan, matanya benar-benar fokus melihat adegan di hadapannya.

“Akh, Kenzi, ini ada apa―”

“Sssttt… kan sudah kubilang, kalau mengantuk tidur saja, Kak.”

“Akh!”

Dan satu lagi sayatan di lehernya sebelum akhirnya Johnny benar-benar bisa tertidur lelap.

 

0o0

“Kak Ken…”

“Apa, Jane? Jangan ganggu konsentrasiku.”

Sudah terlampau tiga jam mereka berdua berpeluh-peluh mengerjakan proyek bedah milik Kenzi―tugas proyek yang sama dengan Jaehyun namun beda objek teliti. Kini Kenzi tengah meneliti benda kemerahan yang dirasanya masih berdenyut lemah padahal sudah tiga jam sejak dibedah dari rongganya.

“Tapi aku bosan…”

Rengekan Jane kembali terdengar, bahkan lebih sering. Dengan tangan yang masih menusuk-nusukkan pisau milik Jaehyun ke paha Johnny, Jane mengembungkan pipinya kesal karena merasa diabaikan.

“Ya sudah kalau bosan kau bisa potong-potong saja jari kakinya, atau iris pahanya agar besok bisa Jaehyun panggang,” ucap Kenzi asal sembari membenarkan letak kacamata di hidungnya.

Jane menghentikan kegiatan menusuknya sesaat, menatap Kenzi dengan binar mata yang lucu. “Ah, ide bagus!” serunya girang, kini semakin semangat menusuk-nusuk paha di hadapannya dengan senyum merekah. “Oh iya kak, nanti darah juga organ dalam lainnya untuk aku, ya? Mau minta dibuatkan es krim sama Kak Jae.”

“Iya, nanti kalau sudah selesai pokoknya semuanya untuk kamu.” Kenzi tertawa, ia serasa menghadapi anak sepuluh tahun yang tergila-gila dengan benda manis.

“Memangnya Kak Ken enggak mau darahnya? Darah manusia kan enak, rasanya manis―eh iya, Kak Ken kan enggak suka makanan manis, hehe aku lupa.”

Kali ini Jane kembali tertawa, yang mana juga mengundang tawa Kenzi yang masih menuliskan beberapa laporan dalam jurnal proyeknya. “Oh iya, Jane. Aku kok tak lihat Mark ya di rumah? Ia ada mampir ke sini atau enggak kemarin?”

Astaga, kalau Kak Ken tahu Mark dijadikan bahan es krim sama Kak Jae…

“Sepertinya tidak, Kak.”

“Oh, mungkin menginap di rumah Jeno. Nanti kutanya Cheonsa.”

Kini Jane tengah menguliti kaki Johnny, masih dengan pikiran menerawang tentang Mark dan murka Kenzi jika tahu bagaimana nasib adiknya. Dalam otaknya Jane juga sedang memikirkan sebuah rencana, tentang adegan mesra Kenzi dan Johnny beberapa jam lalu.

Apa nanti Kak Jae kubunuh dengan cara seperti itu saja, ya?

FIN

Disuguhin foto kayak gitu di gc gimana ga mengundang buat bikin creepy coba u.u

p.s: JAEHYUN WAIT YOUR DOOM NICELY THERE!

Advertisements

9 thoughts on “[Vignette] All Is Sweet

  1. Okey, entah mengapa kisah-kisah Jung bersaudara dan teman-temannya yang sejenis dengan mereka ini sangat seru untuk diikuti👻, btw setelah ini siapa lagi yang bakal jadi korbannya? Apa nantinya Kenzi akan bunuh Jane atau Jane ngebunuh Jaehyun atau Kenzi dan Jane membunuh Jaehyun?/sok tau!/ ditunggu kisah kripi selanjutnya 😸😸

    Like

  2. SUMPAH KANJEL YA DEMI APA AKU NGAKAK SOALNYA JAEHYUN BEDAH KAMBING OMG DAT SO ANJAY HAHAHAHAHAHAHAHA

    TERUS……….OM JOHN, EH ENGGA DING, BEBEB JOHN ITU KENAPA DIKASIH OBAT TIDUR SEGALA YA :’) BUNUH HAYATI SAJA YANG NGGAK BISA BERHENTI NGAKAK SAMA KENZI YANG NYURUH JANE BUAT MEMOTONG JARI KAKI JOHN :’) TERUS DIJADIIN CEKER KAN LEH UGHA :’) DAN KENAPA SIH KENZI KUDU NANYAIN SOAL MARK KENAPAAA? APA PERLU KENZI TAK KASIH OBAT NYAMUK AE BIAR IKUTAN NYUSUL JONI DI ALAM BAKA? :’) NGOMONG-NGOMONG SOAL JONI, KENAPA DIA NISTA MULU YA :’) AH GATAU DEH POKOKNYA AKU CINTA DIA :’)

    PS; BILANGIN JANE KALO AKU MAU KULIT KAKI JOHNNY BUAT BUNGKUS PECEL DI RUMAH

    Like

  3. DUH, ASSTAAGGAAAAA….. INI MASIH PAGI LOHHHH… (pas aku baca) DAN PAGI PAGI PULA UDAH BACA FANFIC OM JHON YANG DINISTAIN SAMA KAK ANGEL INI…….
    OKELAH, DITUNGGU KRIPIK GORENGNYA KAK ANGEL SELANJUTNYA….. YANG TEGA MENISTAKAN ANAK ANAK NCT INI….

    Like

  4. YA ALLAH, MATI AE LU SEMUA T^T
    MARK, YUTA, HANSOL, TAEYONG, YOUNGHO, SEMUANYA AJA T^T
    Medeni tenan, antara meringis ngakak sama pengen muntah pas baca :””)

    Like

  5. SUMPAH ROMANTIS BANGET KENZI-JOHNNY OMG!!! /mau ngumpat!!!/
    DAN ITU JANE! YALUHAN! GADIS ITU MENGGEMASKAN ABISSS AKU GAK KUAT NGEBAYANGIN KELUGUAN OCNYA DONNA YANG SATU ITU!!! MINTA DITIMPUK! YU AR DA REAL ANJAY PERSON MBANJEL……….SINI BER CIYOM PAKE METEOR SINI SINI SINIIIIII!!!!!

    Like

  6. Ngakak pas baca bagian Om Johnny omonaa XD
    Tapi gak papa, om-om lebih menantang wkwkwk *yoon korban om-om suju*
    Keep writing author-nim ^^

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s