[Ficlet] Ketua Osis

f_(2)

Ketua Osis

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Fluff, School Life

PG-13

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta SM Rookies

Nikaido Ran (OC)

 

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

 

—————

 

 

Jadi ketua Osis itu sulit. Yuta mengerti. Tapi jadi kekasih ketua Osis jauh lebih sulit. Yuta yang paling mengerti hal itu.

Tugas ketua Osis banyak dan penuh tanggung jawab, begitu juga kekasih ketua Osis. Tugasnya lebih banyak dan lebih banyak menanggung banyak tanggung jawab pula.

“Sudah jam enam. Masih mau lembur?”

“Sebentar lagi. Tinggal lima.”

Yuta mendesah kemudian menggeser pintu masuk ruang Osis lebih lebar. Dia masuk dan membiarkan pintu itu terbuka. Duduk di salah satu kursi milik rekan Ran—katakan saja begitu karena Ran tidak suka menyebut mereka bawahan. Diam memandangi si ketua Osis dengan pandangan datar.

“Kalau mau pulang, duluan saja. Kau harusnya istirahat. Hari ini klub sepak bola ada latih tanding, kan?”

Yuta bergumam mengiyakan. Posisinya tidak berubah hanya segaris senyum kini muncul di wajahnya.

“Aku masih lama, Yuta.”

“Tadi katanya sebentar lagi.”

“Sebentar versiku tidak sama dengan yang kau pikirkan.”

Senyum Yuta semakin naik. Perempuan keras kepala di depannya sama sekali tidak membalas tatapan Yuta, tapi dari kata-katanya tadi, satu kesimpulan sudah Yuta tarik. Dia risih terus dipandangi.

“Aku tetap ingin menunggu.”

“Aku tidak tanggung kalau pulang kemalaman.”

“Sudah biasa.”

Yah, sudah biasa. Yuta sudah terbiasa dengan semua pekerjaan sekolah kekasihnya itu. Sudah kebal dijadikan nomor dua. Sudah tahu juga bahwa tanggung jawabnya lebih besar dari laki-laki lain di luar sana.

Yuta mengakui jika dia tidak suka Ran menjabat sebagai ketua Osis. Tapi yang Yuta bisa lakukan untuk membantu Ran saat ini adalah memberi dukungan. Bagaimanapun jabatan sebagai ketua Osis itu sebuah prestasi dan pantas dibanggakan.

“Ran, akhir minggu ini aku akan ke Kyoto. Kau ikut ya?”

“Ha? Buat apa?”

“Ada latih tanding dengan salah satu sekolah yang pelatihnya adalah kenalan pelatih kita. Kami diundang untuk ikut latih tanding dengan beberapa sekolah.”

Ran diam sesaat sebelum mengangguk. “Tapi jangan marah kalau aku batalkan tiba-tiba. Aku belum tahu jadwal minggu ini.”

Yuta mengiyakan santai. Sudah bukan hal aneh jika Ran mengatan hal seperti itu. Nyatanya Ran cukup sering membatalkan janji kencan mereka karena jadwal dadakan yang diambilnya.

Yuta mendekat, melihat apa yang sedang dilakukan kekasihnya itu.

“Proposal apa itu?”

“Oh, ini pengajuan dana anggaran klub tiga bulan ke depan. Klub sepak bola juga mengajukannya. Menejer kalian pintar membuat penawaran ya? Aku terpaksa mengiyakan anggaran untuk bus karena katanya mulai sekarang kalian akan sering keluar kota.”

Yuta mengangguk-angguk. Menejer klub sepak bola itu kawan baik Ran, sahabat mungkin.

“Tapi Yuta.”

“Apa?”

“Awas kalau sampai kau kalah. Akan aku tarik setengah anggaran klub kalian.”

“Aku tahu.”

“Oh ya Yuta, satu lagi.”

“Apa?”

“Terima kasih untuk bantuanmu kemarin. Aku terselamatkan.”

Senyum perempuan ini sudah membayarnya lunas. Bantuan yang Yuta berikan hanya menyelesaikan laporan kegiatan sekolah satu bulan terakhir—menyalin ulang lebih tepatnya—ketika Ran justru tertidur di kamar perempuan itu saat Yuta datang untuk mengajaknya nonton. Katanya tunggu sebentar tapi dia justru tertidur di meja di samping Yuta.

Beruntung Yuta sering melihatnya membuat laporan itu, bahkan kadang menjadi beta reader untuk Ran, jadi Yuta tahu cara membuatnya dengan baik.

“Dan maaf.”

Ada dua proposal lain yang hanya dia cek sepintas sebelum akhirnya dia bangun. Mengambil tasnya dan mengajak Yuta pulang.

“Sudah?”

“Iya.”

“Lalu yang dua itu?”

“Aku akan mengembalikannya pada masing-masing klub. Meminta mereka mengganti nominal mereka. Lagi pula mana bisa aku buat kau menunggu lebih lama. Malam ini kita nonton, oke?”

Tapi Yuta suka saat seperti ini. Saat Ran meninggalkan pekerjaannya demi Yuta. Saat Yuta tiba-tiba jadi prioritas perempuan itu. Rasanya seperti dapat hadiah termahal di dunia.

“Oke.”

“Omong-omong gimana latih tanding tadi?”

“Tentu kami menang. 4-1. Aku mencetak dua gol-nya.”

“Oh, kau selalu saja suka unjuk diri ya? Tapi kerja bagus. Kapten harus seperti itu.”

Yuta berhenti melangkah saat tangan Ran naik mengusap pucuk kepalanya. Tingkah kekasihnya hari ini membuat Yuta sedikit lebih berdebar dari biasanya.

“Kenapa?” Yuta hanya diam hingga Ran menarik tangan yang mengusap kepalanya turun. “Ah, maaf. Itu jadi kebiasaanku belakangan ini.”

“Kebiasaan?”

“Um. Saat Sue dan timnya menang pertandingan tenis mereka.”

Sedikit kecewa sebenarnya. “Jadi aku setara dengan Sue?”

“Terbalik. Sue yang kini setara denganmu.”

“Apa bedanya?”

“Ada bedanya, tapi tolong pikirkan sendiri. Aku ketua Osis bukan guru pembimbing.”

 

 

Ini cerita aku dapet dari salah satu setan kecil (baca: murid lesku) yang curhat tentang Doi-nya yang Ketua Osis. Padahal Doi-nya ada di kelas les yang sama kaya dia, tapi pas mao UN kemaren dia galau, liburan UN dia nggak bisa jalan sama si Doi yang sibuk sama kegiatan Osis dan bantu-bantu di sekolah buat jadi panitia UN.. kasian kan.. hehe

Tari yang sabar ya, ntar juga dia ngerti kok..

 

Okeh sudah dulu.

Febby pamit——

 

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Ketua Osis

  1. Lah jadi ketua osis itu seberat itu kah?? Haha… Mba Ran, jan sibuk mulu’ napa, kasian mas Yutanya tuh. /ya gimana lagi emang udah kerjaannya ketua osis gini sih, elo aja yg ga ngerti/ oke maap. Ya udah deh, baik-baik aja ya sama Mas Yuta, langgeng terus. Buat Yuta, ti ati loh, Yu. Ada Sue. Siapa Sue?

    Liked by 1 person

  2. Mbak feeeeeb biyarkan daku menggelinding dulu itu sejak kapan sue bisa main tenis pegang raket aja keberatan /ga/

    Yha terus kamu jangan usap2 kepala gitu mas tau ga sih kalo aku lemah /plislat/ dan toling note nya sumpah anak muda jaman sekarang udah pada punya doi yha lah yang sini /nangesh/g

    Terus mb feb, buat penulisan OSIS kukira pake huruf kapital semua, karena masuknya singkatan, kayak MPK. Eh iya ga sih? /sotaukamulat/
    Yaudah pokoknya gitu mau sungkem dulu sama mb feb kalo salah. Dan buat jadi pacar ketua osis bebannya lebih banyak, plis aku jadi inget bokap yang sering bilang jadi suami kaprodi lebih pusing drpd jadi ketua gyahahahahahahaha /yateruskenapanumpangcurhat/

    Bhay mb feb, yang ini beneran pamit

    Liked by 1 person

  3. Sudah biasa lahh kalo ketua osis itu sibuk, apalagi pas sekolah lagi ngadain event event tertentu nambah sibuk pasti, yg sabar ya kak yuta punya pacar ketua osis ntar kalo udah serah jabatan ada waktu nya kok buat kalian berlovey dovey

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s