[Ficlet-Mix] Rayuan Sekuntum Mawar Johnny

jon

[Ficlet-Mix] Rayuan Sekuntum Mawar Johnny

A collaboration fic by thehunlulu & Angelina Park

.

[NCT] Seo Johnny & [OC] Berlian

Friendship, Fluff, Slight!Comedy/2 Ficlets/General

.

Antara Johnny, Berlian, dan sekuntum mawar merah.

***

[1st ficlet]

Gombalan dan rayuan memang sangat menggugah iman. Terlebih jika pelakunya adalah pemuda bermarga Seo yang kerap kali dipanggil dengan sebutan Johnny.

Ya, Seo Johnny adalah satu-satunya tersangka pada insiden yang sungguh menantang iman tersebut.

Hanya bermodalkan sekuntum mawar merah yang terapit di antara gigi-gigi rapinya, maka Johnny lantas saja melakukan sebuah tabiat tengil ala kadarnya; membiarkan niatan baiknya menggantung di angan, kemudian melangkah menuju rumah teman satu kelasnya yang terletak tak jauh dari kediamannya berada. Sebuah senyuman berlabuh manis pada kedua ujung bibirnya, dituntun oleh langkah tunggang langgangnya yang tampak tergesa. Seakan pemuda itu tak ingin seuntai frasa berisikan rayuan manis semanis dirinya—tapi bohong—lenyap begitu saja dalam pikirannya sebelum bertemu dengan sang pujaan hati.

Johnny merampungkan jangkahan terakhirnya di atas sebuah keset bertuliskan ‘welcome’ lalu mengetuk pintu kayu di hadapannya dengan sedikit gusar.

Saat dirasa sang pemilik rumah tak juga menerima kunjungan perdananya, Johnny kini beralih untuk mengetuk kaca jendela di samping pintu, sembari berkaca tampan dengan segenggam pomade yang membasahi jambul anti-badai-halilintar-menggelegar-dua-ribu-enam-belas-nya.

“Ada perlu apa kema—“

Oh, jangan lupakan kernyitan yang terukir sempurna pada dahi Johnny kala acara berdandan tampannya terpergok oleh kepala gadis yang menyembul dari celah pintu.

“—astaga Johnny!” menggelegar bak petir yang datang pada hari yang cerah, suara sang gadis tidak digubris sama sekali oleh Johnny yang tengah meregangkan otot-otot lehernya.

Seperti hendak memberi makan pada seekor kucing, salah satu tangan Johnny mengisyaratkan agar gadis itu mendekat—well, karena Johnny merasakan jantungnya berdentum lebih cepat saat berhadapan dengan sang gadis dalam jarak yang dekat.

Gadis itu menautkan kedua alisnya maksimal, sebelum kemudian rambut ikalnya bergoyang kecil saat ia melangkah mendekati Johnny.

Dibalas dengan senyuman kikuk, Johnny akhirnya berucap setelah mengambil alih setangkai mawar yang terapit pada giginya. “Jangan lupa ganti baju ya, aku ingin mengajakmu bermain bersama.”

Sang gadis terbelalak hebat.

Apa? Seo Johnny mengajakku bermain bersama?

Nyaris saja gadis itu hendak menampar pipinya sendiri, namun segera urung karena tiba-tiba saja dengan sigap tangan Johnny menepuk pundak sang gadis. “Berlian…hmm—well,  jadi lebih baik kau ganti pakaianmu lalu saja kita bicarakan setelah ini, oke?”

Sungguh di luar ekspektasi, sang gadis mengiayakan ucapan Johnny yang membuat pemuda itu lantas kayang sembari melakukan tendangan bebas bak pemain sepak bola.

Misi pertama sukses.

Kedua, bersamaan dengan gemeltuk sepatu yang saling beradu antara Johnny dengan sang gadis—sebut saja Berlian—tiba-tiba saja pemuda bersurai coklat itu merangkulkan tangannya pada pundak kawannya. Sontak saja gadis bernama Berlian itu nyaris kolaps jika saja pikiran rasional tak kunjung menyambangi.

“E-eh John, kita akan pergi ke mana?”

“Kau akan tahu sendiri.”

Begitu seterusnya, hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai di sebuah taman bermain yang dipenuhi oleh beberapa badut sirkus yang sedang beraksi menggunakan bola-bola raksasa dan lingkaran api di tangannya.

“Hei! Lihatlah! Ayo kita selfie bersama badut itu!”

Ck, dasar Johnny sinting, maunya apa sih mengajakku kemari?

Tanpa babibu lagi, gadis itu memacu tungkainya cepat, menyejajarkan langkahnya dengan langkah pajang Johnny yang mendekat menuju bola api raksasa.

Tak dipungkiri, mungkin gadis itu agaknya sudah menyesal karena telah menggerutu mendapati polah tak wajar dari teman satu kelasnya itu. Johnny tampak sesekali merapikan rambut lembabnya kemudian segera mengambil selfie bersama badut sirkus—dan gadis itu tentu saja.

Beberapa sekon setelahnya sang gadis dibuat terbahak nyaring lantaran Johnny berpose dengan menggigit setangkai mawar di mulut sembari merangkulnya.

Oh Tuhan, nikmat mana lagi yang kau dustakan? Adrenalin sang gadis semakin membuncah saat Johnny diam-diam menggenggam setangkai mawar kemudian—

“Maukah kau menjalin hubungan lebih dari sekedar teman denganku?”

—berlutut di tengah keramaian.

“JOHNNY!”

Pekikan sang gadis semakin membuat Johnny hilang kewarasan, ia pun menundukkan kepala dalam-dalam kendati kepalan tangannya sedikit bergetar. Akankah gadis di hadapannya akan menerimanya?

“B-bagaimana, Ber?”

“TIDAK JOHNNY!” pekikan gadis itu semakin menggelegar tatkala Johnny mencoba untuk mendongak.

Pantas saja, mahkota indah dari bunga mawar itu tak lagi berwarna merah hati, melainkan sudah gosong lantaran dilahap ganasnya api. Johnny terbelalak hebat, api itu sudah menjalar ke tangkai bunga hingga sedikit menghanguskan lengan jaketnya. Gerombolan badut sirkus yang tengah melakukan aksi dengan lingkaran api tadi sepertinya tidak sengaja membuat setangkai mawar di tangan Johnny hangus menjadi abu.

Oh sungguh, malang sekali nasib sang mawar yang tak jauh berbeda dengan nasib Johnny saat ini.

.

.

.

[2nd ficlet]

Memang alangkah lebih baik jika rambut klimis serta penampilan bak pangeran milik Johnny harus sirna lantaran si merah yang merenggut kewarasannya. Tapi mungkin Berlian bukanlah tipe gadis tega semacam itu. Maka kini mereka berdua tepat berada di dalam ruang tengah rumah Berlian, dengan Johnny yang duduk di sofa juga sang gadis yang entah pergi ke mana.

Johnny terus saja merutuki kebodohannya sendiri. Mengikuti saran dari Yuta yang nyatanya sama sekali tidak membantu―Yuta itu bodoh perihal wanita, sepertinya Johnny mendadak amnesia. Sebelumnya Johnny tak pernah seperti itu. Ia adalah tipe lelaki keren macam Hansol yang pendiam dan Taeyong yang irit bicara.

Benar, semua ini karena cinta telah membuatnya jatuh dari zona nyamannya. Hanya karena senyum manis sang jelita saat pertama kali berjumpa, Johnny seakan ingin mati jika saja tak bertatap muka sehari saja. Oh, sungguh romansa drama yang sebenarnya menjijikkan.

“Ini, jaketmu terbakar jadi lebih baik kau ganti baju, atau mungkin sekalian mandi karena―you know, rambutmu…” ucap Berlian sembari memberikan sepasang pakaian yang diduga milik ayahnya.

I got it, princess.”

“Apa?”

“Ah, tidak.”

Dalam hati Johnny mungkin ingin mengubur kepalanya di dalam tanah. Apakah sebenarnya Berlian tak mendengarkan pengakuannya tadi dan lebih terfokus pada rambut anti badainya yang terbakar?

Selamat tinggal Berlian-sebagai-calon-kekasih-hati-Johnny.

“Oh iya, pakai saja kamar mandi di kamarku. Lantai dua kamar kedua dari tangga, omong-omong.”

Setelahnya ia langsung pergi berbelok di satu pintu, bahkan Johnny belum sempat mengatakan apa pun seperti sekadar ucapan terima kasih. Melangkahkan kakinya gontai, Johnny akhirnya menemukan kamar sang gadis lalu segera masuk ke dalamnya.

Terlihat seperti kamar perempuan pada umumnya; bersih dan rapi. Johnny melihat-lihat sekitar agak lama sampai matanya tertahan pada sebuah buku yang terbuka di atas meja belajarnya.

Semalam Yuta bilang Johnny akan kemari membawa bunga. Apa mungkin…? Ah, jangan terlalu berharap, Berlian!

Seakan ada bola lampu menyala di kepalanya, senyum lebar sudah tak terelakkan lagi menghiasi wajam tampannya―yang saat ini sedikit gosong. Ah, persetan dengan kegosongannya, Johnny langsung memasuki kamar mandi dan bernyanyi dengan gembira di sepanjang ritual membersihkan dirinya itu.

Johnny ternyata masih punya satu harapan dan kesempatan.

 

0o0

 

Berlian memasuki kamarnya dengan sepiring kue juga satu gelas jus untuk Johnny. Hanya ada suara gemercik air dari kamar mandi. Maka ia langsung menaruh bawaannya itu di atas meja, mengabaikan eksistensi buku jurnalnya yang tadi sempat Johnny lihat isinya. Sepertinya Berlian lupa jika ada something secret di dalamnya.

Tak lama pintu terbuka, memperlihatkan Johnny yang keluar dengan celana panjang juga kemeja biru tua yang kedua lengannya digulung sampai siku. Dua kancing teratasnya tampak tak terkait―antara lupa atau memang begitulah selera berpakaian Johnny.

Untuk sementara, Johnny sibuk dengan rambutnya sampai tak menyadari bahwa ada seorang bidadari yang tengah lupa diri di hadapannya. Yap, Berlian hanya mematung melihat adegan yang serasa menjadi slow motion itu; Johnny yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Eh, Berlian. Sudah lama di situ?”

Sepertinya Johnny telah kembali menjadi dirinya sendiri; irit bicara dan tak terlalu peduli dengan sekitar. Ya, kalau boleh jujur, agak sulit menjadi diri sendiri di depan gadis yang ia sukai. Johnny berusaha keras untuk itu.

Ia langsung duduk di pinggir ranjang milik tuan rumah, masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan pemandangan Berlian yang masih berdiri kaku di tempatnya. Johnny lantas tersenyum kecil―yang demi Tuhan mungkin jika Berlian melihatnya ia akan sontak menjerit―lalu menarik tangan sang pujaan hati agar ia tersadar dari lamunannya―

“Hei, kalau berdiri terus nanti kakimu sakit.”

―menarik Berlian untuk duduk di pangkuannya, bertatap muka saling menyelami pandangan masing-masing.

Seperti kisah picisan dalam drama, waktu mungkin sengaja menghentikan lajunya demi dua insan yang tengah dimabuk kasmaran. Satu pendosa yang merindu sebuah kasih juga satu malaikat cantik yang menunggu kebebasan hatinya, keduanya seperti merasakan hal yang sama.

Dua jiwa kembar yang terpisah, dipersatukan oleh manisnya cinta yang indah.

“Tadi kau mendengarkanku bicara saat di taman, tidak?”

Berlian refleks menggeleng pelan. Bohong besar jika ia tak mendengar pengakuan Johnny, namun sayang ia terlalu malu hanya untuk berucap iya.

“Hm, kalau begitu kau tak akan mendengarnya lagi nanti. Itu yang terakhir kali.”

Wajah Johnny meredup tiba-tiba, menjauhi jangkauan mata Berlian yang menyiratkan sebuah rasa kecewa. Oh, Berlian tengah kecewa saat ini?

Jadi, perjuangan Johnny berakhir sampai di sini saja? Hanya karena sang mawar merah tak sampai pada pelukan yang semestinya?

“Tapi ini akan menjadi yang pertama,” bisik Johnny saat wajahnya mendekat perlahan pada paras jelita di hadapannya. Deru napas yang saling bersahutan, sebuah angin rindu yang terasa menusuk namun memeluk pasti di saat bersamaan. “Untuk kita…”

Sampai tautan penuh perasaan cinta bertemu dalam suka. Johnny layaknya pangeran yang menjemput bidadarinya untuk menjalani hidup sebagai manusia.

Manusia yang penuh cinta, yang menjalin cinta, yang mencinta.

Yang saling mencurahkan perasaan dengan apa adanya.

.

.

FIN

Author’s note:

Donna: Aku tau, aku tau fic ini sungguh BERDOSA sangat amat BERDOSAAAAA! Ah tapi apa boleh buat, buat kakak cans yang namanya barusan disebut /uhuk/ mungkin ini secuil dari banyaknya mimpi fana yang HAHAHAHAHAHAHA ANJAY PENGEN MENJADI KEKASIH OM JOHN UHUK UHUK ANGGAP SAJA INI HADIAH YHAAAA HADIAH. LOVE YOU KABER MUAH MUAH MUAH SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU DI PANGKUAN OM JOHN SEMOGA SEJAHTERA DUNIA AKHIRAT MUAH MUAH.

Angel: Bikos dua dd emesh pecinta zaiko oppa ini sedang tobat sementara dan foto Om John mengalihkan peradaban, maka cerita ucul itu didedikasikan untuk kakak cans emesh kita yang sedang tergila-gila sama Om :3 KABER WE LOVE YOU KYAAAAAAAAAAAA CIE YANG DIPANGKU OM TERUS DICIUM CIE NGETZ /PELUK/ /INSERT METEOR/ /TUMPENGAN/

QUOTE OF THE DAY DARI KANJEL DAN DD DON:

I CAN’T STOP SMILING.

Advertisements

23 thoughts on “[Ficlet-Mix] Rayuan Sekuntum Mawar Johnny

  1. ANJU!!!

    ANJU!!!

    ANJU!!!

    PENGEN NGUMPAT ANJUUUUUUUU!!! ITZ ZOOOO ANJAY FF EVEEEEERR OMAIGAT!!!! SENEEEEH DONNA SAMA KANJEL SENEEEEEEEEH BER CIYOM PENUH KASIH SAYANG DENGAN HUJAN METEOR YANG ADUHAIIIII DOLOOOOO XD XD XD XD /INSERT EMOTICON METEOR (1234567890~!@#$%^&*()_+{}:/

    GILAGILAGILAGILAGILAGILAGILA KALIAN BERDUA KERASUKAN SETAN APASIH HAH? HAH?! HAH?!!! KERASUKAN SETAN JAMBUL YANG BERSEMAYAM DI BULU KETEK JOHNNY?!!! ATAU KERASUKAN JIN YANG SUKA MENGGOMBAL LEWAT LUBANG HIDUNG DAN UPIL JOHNNY?!!! MAO TEREAK DOLOOOOO HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH /DIKEPLAK/

    DEMI YA TULUNG OWE NGAKAK BAYANGIN JOHNNY BERJAMBUL, TERUS JAMBULNYA GOSONG BHAK, ITU POKOKNYA HAL YANG TERGEULEUH NAMUN BIKIN RINDU BHAK. DAN OWE GELI SENDIRI SAMA NAMA OCNYA BHAK, RASANYA PENGEN TIMPUK YANG BIKIN SATU-SATU! SELAMA MEMBACA INI DARI KATA AWAL SAMPAI PERKATAAN AKHIR, SERTA MERTA NOTE, ADA BANYAK KUPU-KUPU BERTERBANGAN YANG MENGGELITIKI PERUTKU CHINGU! TENGZZZ!

    DAN ……………. APAAAAAAAAAH?!!! KALIAN PASTI BERCANDA KAN ITU YANG DI ENDING ………….. KALIAN PASTI BERCANDA! PASTI! PASTI! PASTI! KALIAN BERCANDANYA SUNGGUH KETERLALUAN KAK T^T ……… SIAPA SIH YANG AKAN NOLAK BIBIR JONTHOR ADUHAI ITU MENDEKAT DI DEPAN WAJAHMU? /NYEBUT BER/ ASTAGFIRULLAH/ HAHAHAHAHA /KETAWA EVIL/

    OKE OKE FINE! KALIAN TAHU OWE BACANYA GIMANA? SAMBIL GIGIT GORDEN, NYAKAR-NYAKAR LAYAR PC, TONJOK-TONJOK BUKU NOTE, GULING-GULING MENGGELINDING BERSAMA KEALAYAN JOHNNY DAN KEALAYAN KALIAN! IYA KALIAN! /PLAK/ TANGGUNG JAWAB ANAK PERAWAN GILA SENDIRI INI WOY!!! TULUNG DIKONDISIKAN KADAR GULA DAN KECHEESYAN BUSUK MILIK JOHNNY SEO ITU YA CHINGU! JANGAN SAMPAI MENYEBAR LAYAKNYA VIRUS YANG MENYARANG PADA KOKORO LEMAH MILIK PARA KAUM HAWA YANG MEMUJA BUAH JAKUN MILIK JOHNNY ITU…………….. /OKELUNGOMONGAPABERPULANGSANA!/

    POKOKNYA KALIAN DHAEBAK THOR!

    LANJUT THOR!

    SEMANGKA THOR!

    TETAP WRITING THOR!

    :””””””””” KALIAN IS DA REAL MVP THOR!

    BODOAMAT MAU OWE REBLOG BODOAMAAAAT! T^T
    ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ ❤ KUSAYANG KALIAN AUTHOR :"""*

    Liked by 1 person

    • ampun budir, mending disantet sama simbah aja daripada dirukiyah /GA/ setan di dalem tubuhku sudah terlanjur cinta sama joni soalnya BHAHAHAHAHA. love you budir muah muah ❤

      Like

  2. WANJAY WANJAY WANJAY JAMBUL SYEM

    AWALNYA NGIRA INI HANYA MIMPI TAPI TERNYATA OEMJI GA MIMPI WOI ENGGA KAN KAMVRET BENERAN KAN HUFT

    EH EH TAPI KOK PAS BAYANGIN OMJON PANGKU KABER TEROS MELOK TEROS MALAH KEBAYANG OMOM MESUM YG LAGI MENGIMING-IMINGI MANGSANYA BUAT DI…AH SUDAHLAH ABAIKAN SAJA KHAYALAN KAMVRET MBAAY INI.

    BUAT KADON KANJEL LAIN KALI BIKININ MBAAY HANSOL BHAY

    Liked by 1 person

    • TUH KAN

      TUH KAN

      MBAAY NONGOL-NONGOL MESTI………………berlagak ingin dicintai om john hingga ke pelukannya /GA/. engga kak ini nggak mimpi, coba deh suruh om john cium mbaay biar bangun lagi BHAHAHAHAHAHA sekalian tumbuhin jambulnya yang gosong itu bhaks. BTW BTW MBAAY ITU KHAYALAN ATO EMANG……………….AH ENTAHLAH.
      aku gamao bikin mbaay hansol sudah ya sekalinya bikin ntar kripik goreng lagi aku gamau /ditabok/

      Liked by 1 person

  3. HAAANNNJJAAAAAYYYYY…. OM JHOOOONNNNNNNN….. Udah tau kalo pasti ff ini didedikasikan buat author Berly, pas baca nama OCnya udah keliatan….
    Dan juga biasanya tu, dua author-thehunlulu&Angelina Park- kan saiko akut, tiba-tiba muncul dengan ff om Jhonn yang sssoooooo manisss inii…. Juga….. Aaaaaaahhh tau nggak aku jadi ketularan saiko nihhh… Dari kemaren imaginasinya pengen sayat-sayatan, pengen bacok-bacokan…… Ya ini nih ini, dapet-dapetannya kalo kebanyakan baca epep saiko… Bacanya diblpg ini lagi.. Hahahaha…

    Liked by 1 person

    • HAI KAK KAMU RAJIN SEKALI KOMEN DI SINI YAA WKWKWKWK /lalu dibuang/

      kenapa orang-orang mengenalku dengan segala ke-zaikoan yang kumiliki? aku salah apa kak haruskah aku nyemplung parit bersama om john? :”) JANGAN KAK JANGAN BIKIN SAIKO PLIS AKU MAU PENSIUN DARI GENRE ITU WKWKWKWKWK /dibunuh/ kamu masih dibawah umur kak jangan plis aku gamau tanggung jawab kalo tiba-tiba didatengin arwah joni /emang kamu engga don?/ /dikeplak/ btw panggil aku Donna aja ya biar lebih akrab hehe dan makasih kunjungannya (lagi) ❤ ❤

      Like

  4. DOHHHH, IYA NIHHH AKU JADI RAJIN KOMEN DISINI,
    BTW. YAH GIMANA DONG? AKU KAN BACA EPEPNYA
    JUGA, NTAR JADI SILENT READER SALAH LAGI.
    KARENA SESUNGGUHNYA JADI GOOD READER ITU
    ENAK. /BHHHAAHAHAHAHA/ ya, gimana? Udah
    kecanduan ke ANJAYan blog ini sih. ampe bangun tidur aja buka hp langsung ke blog ini, liat ada
    postan baru nggak.
    .
    Iya deh, panggilnya Donna, btw, kita seumuran
    kok. Situ 01L kan, Don? Aku juga. so, panggil Dif, aja
    biar lebih akrab juga./apadehh/ /sok akrab lu, dif/ /digajul KAKDON/
    Juga… Gimana nihh?? Udah terlanjur kena virus
    zaiko nih.. dan,,, APA KAMU MAU PENSIUN DARI
    GENRE ITU?? LAHHHH DON, JANGAN AKU SUKA EPEP
    KAMU DENGAN GENRE ITU, KARENA AKU SUKA KALO
    ABANG2 ENSITI INI DINISTAKAN DALAM EPEP, HAHAHAHA.
    . Lahh loohh, komen aku jadi panjang ngets ini..
    maapkeun, keANJAYan reader ini. OKE BHAY-
    sekian dari aku./lambai tangan/ /flykiss buat
    Donna dari sini/ lalu /ngacir lari terbirit birit,
    sebelum diamuk DONNA/

    Liked by 1 person

    • hahaha iya Dif, aku seumuran sama kamu kok hehe. sebenernya nggak pensiun sih, cuma muak aja kalo nulis zaiko berasa mengkhianati oppa /GA/. eh serius abis bangun tidur langsung mampir sini? waaaa aku jadiin reader favorit deh hehe, btw jangan siders, sesungguhnya siders itu menyakitkan /dicekik beneran/ /pulang sana don/ btw kalo kamu anjay, aku juga lebih anjay kok jadi selow aja ya wkwkwk jangan bosen2 ngerusuh dimari~~

      Like

  5. astagaaaa JOHNNY kasian sekali dirimuuu, nak 😂😂😂😂
    ffnya sangat menghibur HAHAHAHA.. aku sampe ketawa ketiwi sendiri padahal ini udah malem hikssss *nah loh*
    ditunggu ff koplak selanjutnya 😂😂😂😂 *pelukdedejaehyun*

    Liked by 1 person

  6. Eh serius Don, pagi pagi aku pasti langsung buka blog ini.
    Dan, ya ya ya aku nggak jadi silent reader kok. Tenang. Noh kan aku rajin komen disini. /EA/ jadi reader favorit??? Apa itu, Don??
    DAN, AKU AKAN DENGAN SENANG HATI NGERUSUH DISINI. YANG ADA KALIAN PARA AUTHOR DISINI JANGAN BOSEN BOSENNYA KALO KETEMU AKU. HAHAHAHA TERLEBIH YANG SERING UPDATE KEK DONNA, KAK IRISH, KAK ANGEL,KAK BERLY/duh sok kenal banget nih orang/ /gampar, Dif aja nih, gampar aja/ /sok akrab ngets yak/ DAN YANG LAIN. JAN BOSEN LIAT AKU BERKELIARAN DIBLOG INI. CINTA KALIAN SEMUA POKOKNYA.

    Liked by 1 person

  7. Jhonny duh… Awalnya lawak tapi endingnya agak… Ah speachless.

    Itu saking gugupnya sampe ga sadar kalau jaket, bunga, dan rambut kebakar ya Jhon? Kekekeke

    xD

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s