[Ficlet] Selingkuhan : Pembohong

Selingkuhan : Pembohong

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Hurt/Comfort, Fluff

PG-15

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Yamazaki Kento (Actor)

Nakamura Aya (OC)

Sebelumnya : Selingkuhan

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

—————

 

Yuta bilang aku adalah segalanya. Dia bilang demi diriku dia bisa membuang semua hal yang dia miliki. Sekalipun itu nyawanya. Tapi aku tahu pasti kalau dia berbohong.

Walau bagaimana juga, aku hanyalah sepupu jauh yang kini merangkap sebagai kekasih gelapnya. Posisiku ada jauh di bawah Nakamura Aya, tunangannya. Lebih-lebih lagi aku juga sudah punya kekasih.

“Ran. ”

“Apa?”

“Kau kurusan ya?”

Dia mendekat lagi. Menarik tanganku agar berbalik padanya. “Ada masalah?”

“Tidak ada.” Kataku menggeleng. “Hanya kepikiran Kento.”

Dia mendesah jelas. Melepas pergelangan tanganku yang dia tarik tadi. “Kento kenapa?”

Aku tahu dia tidak suka jika ada nama laki-laki lain keluar dari mulutku saat aku sedang bersama dengannya. Terlebih jika itu Yamazaki Kento, kekasihku. Dia bisa langsung mengacuhkanku hanya karena itu. Cemburu katanya.

Aku pribadi tidak pernah masalah jika Yuta menyinggung nama Aya atau perempuan lain, Yuta saja yang begitu sensitif.

“Tadi dia bilang sudah dua hari ini dia tidak bisa keluar rumah. Sejak pemotretan di Sapporo minggu lalu dia sudah mengeluh flu sebenarnya. Tapi aku malah sibuk dengan date line majalan bulanan. Mungkin dari sini nanti aku akan melihatnya.”

Yuta menjauh, berdalih dengan membuka laptopnya di meja. Benarkan? Dia cemburu.

Ah, aku bukannya sengaja. Aku hanya ingin memastikan satu hal saja. Sesuatu yang sudah mengganggu tidurku seminggu terakhir. Sesuatu tentang pernikahan Yuta dan Aya. Jadi aku buat rusak dulu mood-nya.

“Oh ya, Ibu bilang Ibumu datang ke rumah minggu lalu.” Dia berdehem cuek. Itu aku artikan sebagai ganti perintah untuk lanjut bercerita. “Katanya kau dan Aya akan menikah akhir tahun ini.”

Kali ini dia mengalikan perhatiannya padaku lagi.

“Ibumu bahkan meminta agar aku yang merancangkan gaun untuk Aya. Katanya dia ingin kau dan Aya bisa mengenakan rancangan dari desainer sehebat diriku ini.”

Aku tidak tahu kenapa, tapi aku yakin nada bicaraku terdengar sangat provokatif sekarang.

Kalau karena aku cemburu itu sudah pasti. Tapi rasanya baru kali ini aku sampai berbuat begini. Sebelum-sebelumnya aku hanya akan mengeluh dan bermanja padanya. Merasa menang karena aku tahu Aya tidak akan pernah dapat perlakuan sama dari Yuta, mengingat seberapa kakunya Yuta saat bersama perempuan itu. Hanya saja untuk kali ini berbeda. Bahan bahasan kami bukan lagi hal sederhana seperti sebelumnya yang berputar disegala sesuatu tentang kencan dan hadiah atau perhatian. Kali ini lebih serius.

Pernikahan.

Bolehkan jika aku lebih sensitif dari biasanya?

“Aku sih sudah mulai terpikir banyak konsep, tapi—” entah sejak kapan dia berpindah, tiba-tiba saja kini aku ada dalam pelukannya.

Erat. Sangat erat. Bahkan terlalu erat. Ini pelukan yang bisa aku artikan sebagai bentuk sifat egoisnya. Inilah kebohongannya.

“Maaf, Ran.” Lirih. Bahkan hampir tidak terdengar olehku. “Aku benar-benar minta maaf.”

“Untuk apa? Aku toh tidak keberatan juga. Justru baguskan kalau aku yang buat? Jadi tidak akan ada yang tahu kalau kita ini punya hub—” dia melepas pelukannya dan tiba-tiba mengecup bibirku singkat. “Kenapa?”

Aku cukup paham maksud perlakuannya itu. Walau tidak selama Aya mengenalnya, tapi aku tahu betul arti dari setiap perlakuannya. Bahkan untuk kecupan singkat barusan.

“Kalau kau tidak mau melakukannya, jangan lakukan. Aku tidak ingin kau sakit. ”

Dia perduli padaku. Tapi..

“Aku mau, kok.”

..semua itu bohong.

Perhatiannya dan semua kata-katanya bahkan mungkin setiap pernyataan cintanya, itu semua bohong. Pada akhirnya permintaan terbesarku tidak akan dia kabulkan sekalipun itu adalah permintaan terakhir yang aku minta. Dia tidak akan pernah melepas Nakamura Aya. Tidak akan pernah mau memutuskan hubungannya dari perempuan yang dikenalnya sejak jaman kuliah. Tidak. Akan. Pernah!

Pada akhirnya kenyataan pula yang menyadarkan posisiku berulang kali. Aku hanya sepupu jauh yang kini menjadi selingkuhannya. Aku tidak lebih dari itu. Aku bukan apa-apa baginya.

Aku adalah segalanya? Itu bohong. Itu kebohongan termanis yang Yuta katakan.

“Tapi aku tidak mengijinkan. ”

“Kenapa?”

“Kenapa? Tentu saja karena itu kau.” Dia emosi. Matanya menujukannya. “Mana bisa aku biarkan kau yang membuat gaun pengantin Aya. Aku tidak mengijinkannya. Ingat itu!”

“Tapi ibumu yang memintanya. Aku tidak bisa menolak permintaan kerabat.”

“Aku tidak perduli. Aku bisa cari desainer lain atau pakai koneksi EO-ku. ”

Yah, dia benar. Sebagai pemilik Even Organizer dia pasti mengenal banyak desainer atau pemilik butik ternama lainnya. Aku itu hanya salah satu klien-nya.

Ha-ah~” aku menjauhkan diri darinya. Mengalihkan pandangan pada sisi lain ruangan ini. Mataku panas, mungkin sebentar lagi aku akan menangis.

Hatiku rasanya sakit. Benar-benar sakit.

Bukan karena dia menolakku sebagai desainer gaun pengantin Aya nanti. Sesak ini tidak timbul karena alasan seperti itu. Tapi karena dia yang sama sekali tidak menyangkal bahwa akhir tahun ini dia akan menikah dengan tunangannya.

Seminggu terakhir sejak ibuku bilang tentang permintaan Bibi Sumi—ibunya Yuta—aku tidak bisa tidur karena memikirkan bagaimana caraku harus bertanya tentang kabar pernikahan ini pada Yuta. Lalu bagaimana reaksi Yuta saat dia tahu aku sudah mengetahui rencana pernikahannya. Aku bahkan penasaran apakah Yuta akan menyangkalnya atau tidak. Dan jujur saja, aku juga berharap Yuta akan menyangkalnya—walau aku sendiri tahu aku akan tetap sakit jika dia berbohong seperti itu.

“Ada apa?”

“Tidak ada. Aku hanya sedikit kecewa. Ternyata benar akhir tahun ini kalian akan menikah. ”

Hening. Dia diam.

“Kupikir kita masih bisa seperti ini lebih lama. Tapi ternyata hanya tinggal beberapa bulan. Ah, mungkin setelah itu aku akan meminta Kento melamarku. Jadi aku bisa—”

Dia memelukku lagi. Kali ini dari belakang. Cukup erat dan manja.

Ah, kenapa pula dia selalu sehangat ini? Sial!

Hari ini sikapnya cukup menyebalkan. Membuat kaget dan memaksaku untuk tidak banyak bicara. Padahal ada banyak hal yang aku ingin Yuta tahu.

“Jangan, Ran. Jangan terus membicarakannya seperti itu.”

“Apa?”

“Tentang pernikahan. Aku tidak ingin mendengarnya lagi.”

“Um, baiklah.” Aku juga ingin berhenti, tapi di sisi lain aku masih belum puas bicara. Aku ingin Yuta tahu, aku memikirkannya. Tentang pernikahannya dan Aya, tentang dirinya, tentang diriku sendiri dan tentang hubungan terlarang kami.

“Ran, percayalah padaku, bagiku kau adalah segalanya. Akan aku korbankan segalanya untukmu. Bahkan jika itu nyawaku. ”

Um, aku percaya. ”Sekalipun itu adalah kebohongan.

“Aku mencintaimu. ”

“Aku juga, Yuta. ”

 

——————

 

AAAAAAA! Aku sendiri nggak tau kenapa bisa nulis ini. Tiba-tiba aja dateng waktu aku lagi kesel setengah mati karena sendal kesayanganku ilang-dibawa-kabur-adikku. Iya gara-gara sendal doang.Tapi justru jadi ini. Haha, random bangetkan?

Tapi maaf kalau ini aneh. Fluff dan Hurt/Comfort-nya juga pasti ngambang-ngambang(?) gitu kan ya? Maaf deh.. hehe

Segitu aja dulu.

Febby pamit–

 

Febby pamit——

 

Advertisements

18 thoughts on “[Ficlet] Selingkuhan : Pembohong

  1. Bingung nih kak Feb, ada rasa sedih sedihnya, tapi juga ada rasa seneng senengnya, au ahh.. Ini gimana… Tapi lebih hanyut ke sedih sihh… Ahh kamu cuma gara2 sendal aja bisa jadi fiction macem ini… Dududuh, keren kali dirimu, kak. Keep writing ae lah.

    Liked by 1 person

      • Haha, selingkuhannya Yuta? Doh Yuta udah punya temen kok kak. Karena aku menganut ideologi Bias Is Mine, dan kalo ama temen aku bias ga boleh sama dan dia udah milih Yuta, Johnny, Kun, Hansol, Donghyuck, Jeno. Dan aku punya Mark, Jaehyun, Taeyong, Ten, Taeil, Winwin, Jaemin, Doyoung. Sedangkan DD Jisung nan emesh itu buat barengan… #PLAKK /apa ini?/ /siapa elo?/
        Doh jadi curhat nih kak. Dududu.

        Like

  2. Ka febby is back!! *party*
    Kafeb, kafeb, kafeb, to be honest ini mah, aku teh suka ga bisa moveon dr ff kaka.. Selalu! Selalu aja melting sama setiap ff kaka /tapi yg cast nya yuta =D/
    Ohya ka, hmm.. Ga niat gtu naikin PG /apaini/ jadi PG-17 atau yg lebih tinggi dr itu? =D haha
    Atau ga niat gtu ganti jenis(?) Ff Dari ficlet/drabble ke jenjang yg lebih tinggi kaya oneshoot, twoshoot, atau bahkan chapter-an /selametan aku klo kaka bikin ff yuta yg chapter =D/
    Tapi apapun ff yg kaka buat aku bakal selalu suka, tenang aja kak hehe~
    Kok aku SKSD ya? wkwk~
    Oke deh sekian dr aku, dan terimakasih.. Fighting! Fighting! Fighting! Kafeb~!!

    Liked by 1 person

    • Naikin PG ya? belom bisa kayanya loh, pembaca di sini soalnya masih pada di bawah umur, authornya aja masih ada yang di bawah umur.. ntar-ntar ya 😀 , kalo Oneshoot atau jadi Chapter, aku lagi bikin, tai belom kelar, nanti kalo udah waktuny aku publis deh.. nggak papa SKSD, aku seneng kalo ada yang suka sama FF ku padahal banyak FF yang jauh lebih keren di sini loh.. hehe
      btw makasih udah mampir

      Like

  3. pria bermulut manis akan cenderung lebih banyak berbohong dan mudah menyakiti sekalipun itu pada cinta sejati yang mereka perjuangkan mati-matian

    Liked by 1 person

  4. Aduuhh gak kebayang deh jadi Ran kayak gimana nyeseknya. Selingkuhan yang dicintainya bakalan nikah sama tunangannya, udah gitu disuruh buatin gaun pengantinnya pula, gak tau ada Ran sama Yuta saling cinta wkwk. Bakalan ada lagi kan kak potongan kisah Ran dan Yuta selanjutnya? Yah, aku harap ficlet ini gak berakhir sampai di sini(?) Soalnya bikin geregetan pas bacanya. Ditunggu kisah Yuta sama Ran selanjutnya^^

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s