[Ficlet] Tertarik Mendua

jihan

Angelina Triaf ©2016 Present

Tertarik Mendua

Ji Hansol (NCT) & Ri Solla (OC) | Fluff | G | Ficlet

“Sepertinya aku hendak mendua.”

0o0

Tak pernah terbayangkan dalam benaknya bahwa hari ini akan menjadi super aneh. Pasalnya, tak biasanya seorang Ji Hansol menelepon malam-malam hanya untuk mengucapkan rindu.

Iya, sepertinya kepala Hansol terbentur sesuatu saat perjalanan pulangnya dari mengajar les.

“Kepalamu terbentur sesuatu?”

Solla bukan peramal, namun ia tentunya tahu bagaimana perangai Hansol selama ini. Figur kekasih tak acuh berhati dingin dan pendiam sudah melekat sempurna dalam diri pemuda tampan itu. Mendengarnya bicara tentang rindu panjang lebar di telepon agaknya menjadi sedikit horor bagi Solla.

“Apakah kepalaku harus terbentur dulu baru boleh bilang rindu?”

Menghela napas, Solla memindahkan ponselnya dari tangan kanan ke tangan satunya lantas memakan apel yang sebelumnya memang sudah ia potong. “Ya, tetap saja aneh,” katanya, dengan mulut yang masih mengunyah. “Oh, atau jangan-jangan kau punya feeling akan mati makanya bicara seperti itu?”

“Solla…”

“Hehehe, hanya bercanda.”

Terdengar suara riuh kendaraan di seberang sana. Hansol pastinya memiliki tingkat fokus yang tinggi sampai bisa menelepon dalam kondisi mengemudi seperti itu. Dalam hati pula Solla meyakinkan, walaupun Hansol mati tabrakan detik ini juga, setidaknya ia bahagia karena akhirnya Hansol meneleponnya lebih dulu.

Abaikan pikiran psikopat tadi.

“Solla.”

“Hm?”

“Sepertinya aku mulai tertarik dengan orang lain.”

Satu gerakan menyuap apel terhenti begitu saja setelah satu kalimat itu terucap sempurna. Solla terdiam, begitu pula dengan Hansol. Apa ia salah dengar? Ataukah Hansol memang pada kenyataannya terjerat pesona perempuan lain?

“Oh, seperti apa orangnya?” tanya Solla yang sudah mulai bisa bersikap biasa. Ia kembali memakan buahnya dalam diam, menunggu respons Hansol akan pertanyaannya.

“Ya, kau tahu tipeku, kan? Tinggi, rambut panjang, kulit susu dan sepertinya kalian seumuran.”

Solla mengangguk-angguk kecil, mencerna perkataan Hansol tentang ciri-ciri gadis itu. “Terdengar seperti Solla dalam bentuk lain, bukankah begitu?”

“Hm, mungkin benar.”

“Tidakkah itu hanya perasaan suka sesaat? Hei, jangan sampai kau melihat bayang-bayangku pada gadis itu nanti setelah kita putus. Itu akan sangat menyedihkan, aku tak tega untuk menertawaimu nantinya,” ucap Solla diiringi dengan tawa kecil kemudian.

Mungkin hanya ada seribu banding satu gadis seperti Solla di dunia ini. Mendiskusikan rencana perselingkuhan dengan kekasih sendiri tampaknya menjadi hal yang lumrah bagi Hansol. Aneh, tapi begitulah adanya.

“Sepertinya tidak…” Ada jeda cukup panjang yang terjadi, sebelum Hansol kembali berucap, “Solla, sepertinya aku hendak mendua.”

“Maksudmu?”

“Ya, untuk membuktikan saja apakah ini hanya perasaan sesaat atau tidak. Seperti yang sudah kau tahu kan, kalau ada dua orang yang kau sukai, maka pilihlah yang kedua, karena―”

“Jika kau benar menyukai orang pertama maka kau tak mungkin menyukai orang kedua. Ya, aku tahu.” Solla kini memainkan apel itu dengan menusuk-nusukkannya menggunakan garpu, menunggu apa lagi yang akan Hansol ucapkan.

“Kau tahu benar maksudku,” ujar Hansol pelan. Sepertinya ia menghentikan laju mobilnya di sana.

Berpikir sejenak, Solla akhirnya menaruh garpunya dan mulai serius pada percakapannya malam ini. “Baiklah Hansol, jika itu maumu untuk mendua, silahkan saja. Aku tidak melarang.”

“Sungguh?” Suara Hansol terdengar kurang yakin.

“Iya. Lagi pula masih ada Yuta yang bisa menemaniku―”

“Tidak! Jangan Yuta!”

Solla masih berjalan menuju kamarnya sembari berpikir tentang nama lain yang sekiranya cocok menjadi teman kesendiriannya nanti. “Ya sudah, Taeil Oppa saja bagaimana?”

“Kau memanggil Taeil Oppa tapi tidak denganku?!” ucapnya dengan nada yang sedikit ditinggikan, membuat Solla semakin mengerutkan keningnya karena bingung.

“Hansol, kau yakin sanggup mendua? Maksudku―”

“Tunggu di rumah, aku akan datang sepuluh menit lagi.”

“Tapi―”

“Tidak ada bantahan!”

Tawa Solla akhirnya menggema seiring jaringan telepon yang putus tiba-tiba. Gadis itu benar-benar tak bisa menahan tawanya, bahkan ia sampai harus duduk di sofa sembari memegangi perutnya karena geli sendiri.

Hansol memang selalu seperti itu, dan tentunya Solla sudah terbiasa bahkan sangat senang menggodanya seperti tadi.

Kekasihnya itu memang mudah terpancing pesona wanita lain. Tapi pemuda itu tentunya tak menyadari satu hal penting yang masih membuat mereka bisa bersama sampai saat ini.

Tentang teori; Jika ada dua orang yang kau sukai, pilihlah orang kedua karena jika kau menyukai orang pertama tak mungkin kau terjerat pesona orang kedua.

Tapi masalahnya, Hansol tidak menyukai Solla, dan gadis itu seperti telah mengubur rasa cemburunya dalam-dalam karena Hansol tentunya tak akan bisa berpaling walaupun berusaha sekeras mungkin untuk menjauh.

Karena Hansol mencintai Solla, jadi teori itu tidak berlaku baginya.

FIN

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Tertarik Mendua

  1. HAHAHAHA malahan akhirnya ga jadi deh (?) lagian Hansolnya begitu coba (?) *malahan nyalahin Hansol terus*
    nice ff! I’m the first comment???

    Like

  2. DOOHHH, MAS HANSSOOOLLLL….
    HANSOLLA~~~, bentar deh Kan Angel, jujur nih aku sedikit gagal paham sama teorinya… Hahaha. Bingung sumvehh, But aku suka,,, Mas Hansol~~

    Like

  3. INI GEMAZ BANGET MBA ENJEL ((mimisan))

    aduh bang hansol, ayo selingkuh sama eneng :” ihh suka pacaran mereka, enak banget ya mba solla diskusiin tentang mendua lol ngakak parah x) menghibur bangeet <333

    ehehe keep writing mba enjel!

    Like

  4. Baru nemu ini ff hmm hmm jadi ceritanya sekarang bukan angel ya? Solla si perebut kekasih orang? Hmm hmm baiklah, setelah ini tunggu pembalasan dari mbajoo ya sol, sol sepatu.

    Bhay /ketjup sikit/

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s