[Vignette] Good Idea?

good

A Collab Fiction by Angelina Park & ayshry

Good Idea?

[NCT] Ji Hansol & Nakamoto Yuta with [OC] Yoon Jooeun & Ri Solla | Fluff, Creepy | PG-17 | Vignette

“… bagaimana jika kalian…”

0o0

“Aku mau permen kapas, Kak!”

Rengekan manja yang menguar dari bibir sang kekasih membuat Hansol tertawa geli. Pasalnya, gadis bernama Jooeun yang biasanya jutek dan bawel itu sungguh tak cocok bertingkah menggemaskan layaknya anak kecil.

“Tidak ada permen kapas, mengerti?”

Lantas si gadis melepas paksa genggamannya pada tangan Hansol sedangkan si pemilik tangan malah menambah volume tawanya.

“Apa? Kenapa? Huh, menyebalkan!” Jooeun bersungut dengan wajah merengut.

“Dasar perajuk,” ejek Hansol. “Jadi mau permen kapasnya tidak, nih?”

Bola mata Jooeun berotasi, mencoba memperjelas kekesalannya pada si pemuda. “Kalau tidak mau membelikan ya—“

“Tunggu di sini ya, Sayang, aku akan membelikan permen kapas untukmu. Apa sih yang tidak kuberikan kepada gadis kesayanganku ini?” Si pemuda menyentil ujung hidung Jooeun lantas mengayunkan kaki menuju penjual permen kapas yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.

Jooeun tersenyum; bahagia rasanya memiliki kekasih seromantis Hansol. Si pemuda tak pernah sekali pun menyakitinya apalagi membuatnya menangis, malah Hansol-lah yang selalu menjadi penghibur ketika masalah bertandang padanya. Jooeun sangat mencintai Hansol, sungguh. Meski pun sejatinya sang gadis tahu jika si pemuda tak hanya mencintainya, karena diam-diam Hansol telah menjalin hubungan dengan gadis lain. Solla. Gadis yang ingin Jooeun lenyapkan, sehingga tak ada lagi pengganggu dalam kisah percintaannya bersama seorang Ji Hansol.

 

0o0

Dentang jam dua belas kali menandakan bulan yang semakin meninggi malam, menjadi saksi kata-kata cinta yang terus dilontarkan oleh sang pemuda. Gadis di pelukannya hanya memejamkan mata, mendengar segalanya dalam keheningan. Bukannya apa, ia hanya takut merusak malam romantis di antara mereka.

Pasalnya, si pemuda terlampau jarang berucap cinta serupa malam ini.

“Ya, seperti itu. Mungkin aku terlalu memikirkanmu hingga tak fokus dalam mengerjakan presentasi tadi sore.”

Hansol, dengan jemarinya mengusap rambut sang kekasih yang masih memejamkan matanya. Ia tentunya sangat tau hal-hal apa saja yang bisa membuat sang gadis nyaman berada di dekatnya, termasuk sebuah pelukan hangat juga sentuhan lembut yang selalu ia berikan.

“Solla?”

“Hm.”

“Ah, kukira kau tertidur,” ucap Hansol sembari memeluk Solla lebih erat lagi. Seolah takut kehilangan, seakan gadis dalam pelukannya akan menghilang kala matanya berkedip sekali saja.

Suasana kembali hening, menjadikan dua insan yang tenggelam dalam pesona masing-masing itu hanyut dalam kebersamaan. Tentang Hansol yang sangat mencintai Solla juga sebaliknya, dan Solla yang mengetahui banyak hal tentang Hansol.

“Kau tahu kan kalau aku sangat mencintai dan menyayangimu?” tanya Hansol, ia kini mengusap pipi Solla yang sepertinya bersemu merah lantaran kedinginan.

Tak ada jawaban, sampai akhirnya Hansol mencium kening gadis itu dengan sayang. Tetap bergeming, bahkan tidak ada anggukan kecil atau hal lainnya yang menjadi jawaban Solla atas pertanyaan Hansol. Ya, walaupun sebenarnya itu hanyalah sebuah retorika.

Karena Solla memang benar tahu segalanya tentang Hansol. Seorang pemuda terlampau baik dan pengertian walau irit bicara jika di keramaian. Seorang gentleman dalam bercinta dan hangat ketika berucap.

Juga seorang pemain ulung yang berkata mencinta namun nyatanya mendua.

 

0o0

Berbekal bukti-bukti fisik yang dimiliki Jooeun, diayunkannya tungkai panjang miliknya secepat yang ia mampu. Sungguh, si gadis sudah tak bisa menahan segala gejolak yang serasa mendidihkan otaknya kini. Jadi, setelah ia mengirimkan pesan singkat kepada si gadis penggoda, sesegera mungkin ia pergi ke tempat yang telah mereka setujui untuk bertemu.

“Ini!”

Nada suara Jooeun sedikit meninggi bersamaan dengan lembaran petikan kamera yang ia lemparkan tepat ke wajah si gadis.

“Dasar gadis murahan!” Jooeun mencebik ditambah dengusan kesal serta genggaman tangan kelewat kuat—masih mencoba meredam amarah yang kian melonjak. “Aku tahu kau bermain api bersama kekasihku dibelakangku, tapi aku bukanlah gadis bodoh seperti yang kaukira! Aku mengetahui semuanya hanya saja aku terlalu mencintai Hansol sehingga tak mampu berucap padanya. Jadi sebaiknya segera kauakhiri hubunganmu dengan—“

“Apa?” Si gadis tertawa geli. “Mengakhiri apa? Hei, jangan berasumsi sendiri. Aku juga tahu jika selama ini Hansol tak menjadikanku satu-satunya gadis miliknya, tapi bukan berarti aku yang harus mengalah. Kau tahu? Dia sudah berucap sumpah atas cintanya padaku.”

Tawa Jooeun menguar. Ingin rasanya ia menjambak rambut gadis bernama Solla itu jika saja ia sudah kehilangan urat malunya—berhubung saat ini mereka tengah berada di tengah keramaian. “Kami akan menikah, omong-omong. Sumpah atas nama cinta tidak ada apa-apanya dengan sumpah di atas altar dan di hadapan Tuhan.”

Solla menghentakkan kakinya kesal lantas melayangkan tatapan sinis pada gadis di hadapannya. “Mati saja kau, Yoon Jooeun!” Tangannya baru saja akan menghadiahi pipi Jooeun dengan tamparan ketika sebuah tangan lainnya menghentikan kegiatannya tersebut.

Sontak kedua gadis itu serentak memalingkan wajah.

“Hei, dilarang menggunakan kekerasan, mengerti?”

Seorang pria yang entah datang dari mana tiba-tiba ikut campur dengan urusan dua gadis yang tengah dilanda emosi itu.

“Kau siapa? Lepaskan tanganku!” seru Solla.

“Ups, maaf.” Si pemuda menyengir lantas melepaskan genggamannya pada tangan Solla. “Aku Yuta, sahabat Hansol. Dan aku tahu kalian di sini berkelahi karena pemuda berengsek itu, ‘kan?”

Baik Jooeun maupun Solla saling bertukar pandang.

“Hei, hei, jangan berkelahi lagi. Aku memiliki ide bagus agar kalian berdua bisa memiliki Hansol tanpa harus berdebat seperti ini.”

“Jangan berbicara omong kosong!” sahut Jooeun. “Jika kau ingin berbual, sebaiknya kau enyah saja sana!”

“Astaga, calm down, Babe. Kalian pasti menyukai ideku ini, percayalah.”

“Oke baiklah. Cepat katakan apa idemu itu dan aku—ah, maksudku kami akan mempertimbangkannya. Apakah hal tersebut layak dilakukan atau tidak. Awas saja kalau kau coba-coba membodohi kami!” ancam Solla.

Tawa Yuta menguar keras. Terdengar menjijikkan sebenarnya, tapi Jooeun dan Solla sudah terlanjur menyetujui jadi mereka hanya bisa menunggu kalimat selanjutnya yang akan terlontar dari sang pemuda.

“Jadi begini, bagaimana kalau kalian ….”

 

0o0

Thanks to Yuta yang sudah berhasil membawa Hansol dalam keadaan pingsan tepat di hadapan kedua gadis yang semula lawan dan kini menjadi kawan. Ya, kawan untuk sementara, lebih tepatnya. Karena jika dipikirkan lagi, benar juga kata Yuta, untuk apa mereka berkelahi dan memangkas kecantikan mereka hanya demi satu sweet jerk seperti Hansol.

So, here he is, ladies. Selamat bersenang-senang.”

Jooeun dan Solla saling bertatapan bingung, hingga Yuta menyadari hal itu lalu segera mengisyaratkan keduanya untuk melihat beberapa barang di belakang mereka.

Ya, omong-omong mereka tengah berada di pabrik bekas pinggir kota. Wajar sekali jika ada Gergaji, palu, gunting lempengan besi, kawat tebal, generator, alat penggiling kayu, berbagai jenis pisau…

“Jadi, kau akan menggunakan yang mana?” tanya Solla pada Jooeun yang masih terdiam memerhatikan satu per satu alat luar biasa di hadapannya. Solla itu tampak sudah siap dengan gergaji di tangannya.

Hingga pilihan Jooeun jatuh pada kapak besar yang sepertinya luput dari pandangan Solla. Oh, alat itu masuk dalam jajaran list teratas alat yang sangat ingin ia coba untuk memainkan tubuh sempurna Hansol.

“Oke, make it simple,” kata Jooeun sembari menilik tubuh Hansol, kiranya akan seperti apa bagusnya tubuh itu dibelah menjadi dua. “Aku ambil bagian kiri dan kau kanan.”

Call.”

“Dan kita lakukan perlahan. Gergaji dulu tubuhnya mulai dari bawah lalu aku akan mengapak bagian yang sulit terbelah.”

Call again.”

Bersamaan dengan anggukan terakhir Solla, prosesi pembelahan bagian tubuh Hansol resmi dimulai. Dengan suara adu gergaji dan kapak dengan lantai, juga darah yang tampak deras keluar dari tiap nadi yang sukses terpotong. Hansol… tubuh bak dewa itu sepertinya hanya akan tinggal kenangan.

Smirk kecil muncul di bibir keduanya. Sampai tak terasa satu jam sudah mereka bermain dengan anyir darah. Tapi, tunggu, sepertinya ada yang aneh…

“Jooeun?”

“Apa?”

“Apa kau merasa ada yang aneh dengan potongan kita ini?”

Solla masih mengerutkan keningnya atas kejanggalan yang ia sadari. Lalu disusul dengan Jooeun yang langsung membulatkan matanya begitu menyadari apa yang telah mereka perbuat.

“Apa yang harus kita lakukan dengannya?” Jooeun menggigit bibir bawahnya, ingin tertawa namun miris di saat yang bersamaan.

Lain hal dengan Solla yang larut dalam pikirannya sendiri, ia menoleh ke arah Yuta yang masih duduk di dekat pintu untuk memerhatikan pekerjaan mereka dalam diam. “Ya, karena aku masih terlalu waras untuk memakan daging manusia, kuharap Yuta mahir menjahit atau setidaknya bisa menyambungkan tangan dengan bahu itu.”

“Atau kaki dengan paha itu,” tambah Jooeun, yang kini sudah mulai bisa mengatur ekspresinya sendiri.

Bukannya aneh, hanya saja mungkin mereka berdua terlalu bersemangat sehingga target yang tadinya hanya membagi dua tubuh Hansol menjadi tak sengaja mencincang tubuh Hansol. Mereka benar-benar berharap agar Yuta bisa membantu untuk menyatukan lagi bagian tubuh yang seharusnya.

Karena tidak lucu kan jika bola mata Hansol mendadak menggelinding di lantai ketika Jooeun dan Solla memeluk terlalu erat separuh tubuh bagian masing-masing?

FIN

Mbajoo sayang Mashansol.

-ayshry

Besok Solla mau bikin sop pala Jooeun buat Hansol.

-Angel

Advertisements

9 thoughts on “[Vignette] Good Idea?

  1. Bener bener gak waras mereka, mau aja ngikutin ide nya mas yuta, sekarang mas hansol nya emang udah dibagi dua malahan udah dicincang cincang terus sekarang apa mas hansol bisa ngomong bisa gerak ? Yg ada mahh hansol nya udah mati, mau diapain juga gak bakalan hidup lagi, bener bener jooeun sama solla cewe berjiwa psikopat

    Like

  2. Masih aja kripik kripik ini… padahal aku kemaren udah hampir sembuh loh,.. Malah muncul lagi kripiknya jadi kumat deh../smirk licik/
    MbaJoo MbaSoll, ntar kalo Yuta ga bisa bantu nyatuin hansol, ga usah disatuin aja, aku pesen matanya Hansol, dari pada nanti menggelinding dan terinjak oleh Om John yang tiba2 lewat./plaK/ /apa ini?/ /kenapa jadi aja om John?/ /oke abaikan/

    Liked by 1 person

    • Maafkan mbaay maaf khilap kak soalnya gedek sama solla /eh sama mas hansol dan mas yuta dan kamu /plak

      Kemaren bilangnya mau tobat tapi ternyata malah hmm hmm TULUNG INI LEPASKAN VIRUS KRIPIK GORENG DARI MBAAY KYAAA KYAAA

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s