[Vignette] Two Man that I Loved

al

 Two Man that I Loved

By Berly
Starring : [OC] Donna, [NCT’s] Johnny, [NCT’s] Winwin
(Another Seo Fams)
 
| Fluff, Family, Comedy, Romance | T | Vignette |
.
He is my uncle, and, He is my last port.
.

Sunyi senyap mencipta rasa bosan luar biasa merayapi benak, menggoyahkan saraf tanganku untuk segera mengotak-atik tombol radio di dalam mobil, mencari-cari saluran gelombang radio yang setidaknya sering memutarkan lagu-lagu up to date—yang sedang mencak-mencaknya diputar minggu ini—agar diri ini tidak terlalu bosan menunggu. Memang, Omku yang satu itu suka sekali ngaret, harusnya sejak lima menit lalu mobil ini sudah melesat mengarungi jalan raya untuk sampai ke tempat tujuan. Ya, itu seharusnya jika ia tidak meminta izin ke toliet sebentar lantaran sudah tidak tahan, kebelet pipis.
 
Suara instrumental beat mulai menggema di dalam ruang mobil, itu lagu terbaru Luna f(x) berjudul Galaxy, lagu dengan dentuman yang sangat bersemangat hingga mampu membuat kepalaku bergoyang-goyang menikmati volume radio yang cukup dibilang keras. Ah, itu dia akhirnya, Omku sudah keluar dari keperluan kecil mendadaknya, aku bisa melihat jelas presensi jangkungnya di luar sana dari dalam jendela kaca mobil.
 
Saat ia baru membuka pintu di sisi bangku setir, sontak ia langsung memekik, menutup kedua telinga sembari memejamkan matanya terkejut, “Astaga, Donna!!! Kecilkan suara radionya!” Aku terkekeh renyah, lalu cepat-cepat memutar tombol volume radio agar suara gema itu mengecil.
 
“Donna please, jangan gila dulu sebelum kamu menyelesaikan fitting baju dan foto pre-wedding di butik untuk acara pernikahanmu seminggu lagi, nanti bisa-bisa Winwin kabur dan kamu malah jadi gagal nikah!”
 
“Ih, Om kalau ngomong suka sembarangan! Lagian, sih, lama banget pipis doang, Om! Aku, kan, bosan tahu nungguinnya. Kata Tante, Om harus nganterin aku ke butik secepatnya. Winwin juga udah on the way sedari tadi ke butik, sedangkan kita masih diam di sini, aku cengo bego dari tadi mandangin patung kodok air mancur itu, gimana sih. Huuuft.” Telunjukku menunjuk patung kodok air mancur yang terletak tepat di depan mobil ini diparkirkan, lantas menopang dagu sembari menghembuskan napas pasrah.
 
“Oh, ayolah, jangan bete begitu, Donna. Om hanya kebelet pipis sebentar. Kata Kakek Solihin, kita nggak boleh nahan-nahan pipis, bisa bahaya.”
 
Aku memutarkan kedua bola mataku jengah, mengisyaratkan lontaran kata ‘terserah’ untuk merespon perkataan Omku. Ya ya ya, aku tahu kalau Kakek Solihin memang is the best person bagi seorang Johnny Seo, mereka berdua adalah soulmate sejati yang takkan terpisahkan.
 
Oh iya, panggil aku Donna. Dan pemuda yang sedang sibuk memainkan gigi mobil, lalu mulai melajukan mobilnya di sampingku ini adalah Omku; Johnny Seo—Om yang paling kusayangi, meski terkadang kealayannya itu sungguh membuatku khilaf untuk menyayanginya sebagai keponakan terhadap Om.
 
“Tak terasa, tinggal menghitung hari keponakan Om sebentar lagi akan menjadi pengantin,” cuap-cuap Om Johnny membuatku tersenyum kecil mendengar perkataannya. “Kok, Om jadi sedih, ya? Jadi jarang bertemu Donna lagi, deh, di rumah Nenek, karena Donna pasti sudah sibuk menempuh hidup baru.”
 
“Sedih? Oh, ayolah, Om. Ngapain sedih? Nanti Donna bakalan sering main, deh, ke rumah Om sama Tante lagi di Daejeon.” Balasku mencoba berbasa-basi menghiburnya.
 
“Hehe, nggak sedih, terharu aja, keponakan Om sudah dewasa ya ternyata.”
 
“Iyalah Om, masa Donna kecil mulu?”
 
Setelahnya, Om Johnny hanya kembali menguarkan kekehannya untuk merespon balas—yang kurasa tawa itu terdengar seperti gelak tak rela melepasku pergi bersama orang lain.
 
Om Johnny itu sudah seperti ayahku sendiri, selalu memerhatikan semua kegiatan yang aku lakukan sejak aku kecil, aku diadopsi olehnya dan Tante sebagai pemancing keturunannya. Aku sering curhat masalah keseharianku pada Om; entah dari masalah teman-teman perempuanku yang menyebalkan, atau yang lebih sering …, masalah mantan-mantan pacarku di kampus yang cukup membeludak : mulai dari Hansol—si mata belo yang kalau apa-apa sukanya perhitungan; kemudian Yuta—si lelaki berdarah Jepang pemilik senyum lebar namun sejatinya baperan; kemudian Mark—si lelaki tampan dan maskulin, namun sayang, dia suka mengatur ini-itu … nggak banget deh pokoknya; lalu Taeil—si lelaki yang kalau berekspresi, mukanya suka nggak bisa dikontrol, dia amat teramat overprotektif; lalu selanjutnya Jaehyun—si manis tukang pencemburu; juga ada Taeyong—si playboy tukang mendua!, mentiga!, mendelapan!, menduabelas!; hingga Doyoung—si pemuda misterius yang terlalu serius, sangking misteriusnya dia jadi susah bersikap terbuka …; dan Ten—pria tampan tukang penggombal, cerewet merupakan bagian dari jiwa berdagangnya, plus alay dan noraknya sungguh amit-amit, melebihi kealayan Om Johnny!—Eh, sebenarnya Ten bukan mantanku, dia adalah Omku juga—saudara dari Tanteku omong-omong, ehe.
 
Ingin rasanya aku melempari wajah mereka satu per satu dengan lemari kulkas milik Nenek yang cukup lebar dan luas di rumah! Menyumpal mulut mereka satu per satu dengan lap kanebol milik Om Johnny yang sudah dekil luar biasa. Yah begitulah, masih banyak lagi mantan-mantanku yang lain sebenarnya—yang jika kusebut dan kuceritakan satu per satu, mungkin akan membuat alur oneshot tersendiri pada bagian ini. Intinya : aku selalu curhat tentang masalah asmaraku pada Om Johnny, meski aku tahu kalau Om Johnny juga punya banyak pikiran lain tentang masalah pribadinya, atau masalah profesinya sebagai Dokter. Yah, jadi bisa dibilang ayahku itu ada dua—berikut ayah kandung, oh!, bahkan tiga dengan Kakek Solihin, hehe.
 
Dan mungkin lelaki yang akan menjadi pelabuhan terakhir hatiku adalah; Winwin. Pemuda manis yang tidak banyak neko-neko, sama gilanya denganku—gila dalam artian bisa diajak seru-seruan bersama tanpa harus jaga image, pria manis yang bisa kuandalkan saat aku butuhkan, kami berdua saling menjadi rumah yang nyaman untuk satu sama lain, ia juga bisa bersikap dewasa melindungiku, dan juga merengek manja seperti anak kecil dalam kurun waktu tertentu. Ya, dialah yang hanya klop denganku di antara semua koleksi para mantanku. Bahkan aku tidak menyangka bahwa dialah orang yang selama ini kucari, pun sebaliknya. Aku juga tidak percaya kalau kami berdua akan melangsungkan acara pernikahan suci beberapa hari lagi. Dan ya, tak lama lagi aku akan mengucapkan kata ‘selamat tinggal’ pada masa lajangku tentunya.
 
“Donna.”
 
“Ya, Om?”
 
“Sepertinya. Om. Beser. Lagi.” Ia menyeringai renyah.
 
Oh, tidak lagi. Inikah akibat dari Om Johnny terlalu banyak makan buah semangka yang disediakan Tante di rumah Nenek beberapa jam lalu? Dia jadi terlalu beser sekarang. Sial. Untung aku tidak makan semangka terlalu banyak tadi, kalau iya, kan, tidak lucu jika saat fitting gaun dan pemotretan sedang berlangung, aku minta izin bolak-balik ke kamar mandi? Itu ngeribetin!
 
Dasar Om Johnny.
 
.
 
.
 
Akhirnya, setelah bolak-balik enam kali berhenti di tempat yang ada kamar kecilnya selama perjalanan, kini sampai juga tungkaiku menapaki lantai lobi butik tujuan bersama Om Johnny. Saat aku membuka pintu kacanya, aku langsung disambut oleh semerbak harum khas ruangan dan dinginnya air conditioner yang menyala.
 
Tak berapa lama, manik ini tanpa disengaja langsung mendapati sosok pemuda yang memang sedari tadi dicari olehku. Bagaikan adegan slow motion, lambaian tangan dan senyuman manis itu ditujukan untukku dari seorang Winwin—yang sudah duduk di sebuah meja tunggu, bak seorang pangeran yang sedang menunggu sang permaisurinya datang di meja itu. Sudut bibirku langsung terangkat seketika lantaran melihat perangai itu kembali muncul di netra.
 
“Om Johnny, itu Winwin, di sana!” ucapku seraya merangkul lengan Om Johnny dan menariknya agar ia mengikuti langkahku.
 
Setelah sampai di hadapan Winwin, aku pun segera memeluknya rindu, menghirup aroma parfum-nya yang … tunggu sebentar …, “Win? Kamu pakai minyak bayi?”
 
“Eh? Oh, ini … tadi saat di rumah aku habis bermain bersama adik-adik sepupuku yang masih kecil, mereka habis mandi pagi, jadi mungkin wangi minyak telon mereka masih menempel di kemejaku.” Jawabnya sambil terkekeh.
 
Setelahnya aku hanya bisa tersenyum memaklumi, calon suamiku suka anak kecil. Bukankah itu nilai tambah zuper duper plus plus plus selain dari kepribadiannya yang apik?
 
“Hai, Win? Sudah lama menunggu?” sapa Om Johnny seraya berjabat tangan akrab dengan Winwin.
 
“Hai Johnny Hyung, tidak, baru menunggu 30 menitan, sih. Tidak masalah, fitting giliran Win sama Donna memang jadwalnya sebentar lagi, kok. Kalian datang tepat waktu.” Balas Winwin untuk Om Johnny.
 
“Maaf, Win, tadi Om Johnny beser selama di perjalanan. Bayangkan, bolak-balik ke kamar mandi enam kali. Soalnya habis makan banyak semangka di rumah Nenek,” bisikku di telinga Winwin, lalu Winwin pun tersenyum kecil. Sedangkan aku yakin dari penalaran ekor mataku, kalau sekarang Om Johnny sedang memincingkan mata curiga ke arahku, penasaran dengan apa yang tengah aku bicarakan dengan Winwin.
 
“Jangan ngomongin Om, Donna,” usiknya dengan nada datar.
 
“Hih, siapa yang ngomongin Om? Jangan GR, atau jangan mendadak jadi cenayang newbi, deh Om, please.”
 
“Tuan Winwin? Silahkan giliran Anda dan pasangan masuk ke ruang galeri busana nomor 9.”
 
Belum sempat Om Johnny menimpali kembali ucapanku, suara dari seorang pegawai butik tahu-tahu menginterupsi kami bertiga. Lalu kami sesegera mungkin mengayuh tungkai memasuki ruangan yang sudah dipesankan untuk fitting baju pernikahanku dengan Winwin.
 
Ketika kami bertiga sudah masuk, Winwin diajak ke sisi lain untuk fitting tuxedo pengantin pria, sedangkan aku ditarik ke sisi satunya untuk fitting gaunku. Om Johnny menemani di sampingku sebentar lalu berkata sebersit kalimat yang cukup menenangkan dentuman debarku.
 
“Donna gugup?” tanya Om di sela perjalanan menuju ruangan.
 
“Sedikit, Om.”
 
“Jangan gugup, ini belum hari-H, lho. Nanti kita latihan upacara pernikahannya, ya, setelah Donna selesai memakai gaun, dan Win selesai mengenakan tuxedo-nya? Om yang ceritanya jadi Wali Donna nanti, bagaimana?”
 
Lagi. Aku tersenyum diringi kepala mengangguk menyetujui usul Om Johnny. Merangkul lengannya manja untuk yang kesekian kali sebelum menghilang sejemang di balik tirai lalu mencoba gaunnya, “Thanks, Om memang yang terbaik!” Om Johnny perhatian sekali kepadaku. Itulah satu alasannya mengapa aku menyayanginya.
 
.
 
.
 
Sembari merangkul erat lengan Om Johnny, aku berjalan mengenakan gaun putih yang begitu indah dengan hati-hati. Beriringan dengan langkah jenjangnya, kami mendekati presensi gagah Winwin yang tengah menunggu di depan sebuah panggung altar mini. Kendati kami hanya sedang berlatih, namun, demi warna gincu merah—serupa dengan warna gincu milik Mbak Omas—yang kukenakan! Berikut pipiku yang menghangat sehangat kotoran ayam fresh from the oven!; Ya Lord, puja kerang ajaib! Winwin tampan sekali!
 
Om Johnny pun menyerahkan lenganku pada Winwin setelah tungkai kami berdua sampai.
 
“Lihatlah, kalian berdua serasi sekali,” ungkap Om Johnny dengan senyuman lebar. Kemudian Om Johnny berlalu dari hadapan kami berdua.
 
“Tuan Winwin dan Nona Donna, silahkan menghadap ke kamera untuk difoto!” Suara sang photografer di ruangan mengalihkan fokusku dan Winwin.
 
“Silahkan ikuti beberapa sketsa yang telah disediakan oleh pihak kami, ya. Hasil fotonya bisa langsung kalian lihat di layar proyektor.”
 
Sesi pemotretan pre-wedding pun kini sedang berlangsung. Aku dan Winwin diharuskan ber-pose romantis seperti beberapa sketsa yang tersedia di hadapan kami. By the way, pilihan konsep sketsanya … well, bagus-bagus. Dan aku rasa hasil dari pemotretan ini sangatlah luar biasa! Boleh tidak aku menangis saat ini juga karena terharu?
 
 
SANGAT BAGUS sampai aku melihat gambar sketsa paling terakhir yang disediakan di hadapan kami!!! Kalian tahu? Sketsa yang terakhir; adalah foto kedua sejoli yang sedang aduhai berciuman, saling merangkul tangan dihiasi baju pengantin indah mereka, dan sungguh, sketsa itu terlihat sangat sangat sangat romantis!
 
Aku kemudian menelan air ludahku dalam-dalam. Sial! Kenapa harus ada sketsa yang satu itu untuk sesi foto?!
 
Perutku geli sendiri saat mataku dan Winwin saling memandang lagi kali ini, tidak, oh—ya, hanya saja aku tidak kuat menahan tawaku kala melihat Winwin senyum malu-malu, lalu terkekeh renyah seperti sedang tertohok bersamaku. Oh ayolah, kami berdua hanya sedang bergelagat malu jika diharuskan berciuman di depan banyak mata seperti itu.
 
“Ini konsep sketsa yang terakhir, harus bisa sempurna hasil jadinya, ya?!” teriak sang photografer mengingatkan kami.
 
Winwin mengangguk mengiyakan perkataan sang photografer, lalu mulai memasang ekspresi wajah seriusnya; memandangi mataku lekat. Well well well, degup jantungku berdentum lebih cepat lagi kali ini ketika wajah Winwin mulai mendekat.
 
Mendekat.
 
Mendekat.
 
Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku erat-erat, menunggu bibirnya datang, untuk menyentuh bibirku.
 
Setelah beberapa sekon berlalu, bibirku pun terasa hangat lantaran ada yang menyentuhnya ….
 
Tapi … tunggu, tidak. Kenapa teksturnya tidak seperti bibir pada umumnya dan sangat berminyak, ya? Memangnya, Winwin habis sarapan bebek bakar di rumah sebelum ke butik tadi? Tapi kuasat-asati lagi dari baunya, ini bukan bau milik Winwin bersama minyak telon yang masih menempeli tubuhnya sejak tadi.
 
Roman-romannya aroma ini … aku mengenalnya … dan perasaanku mulai tidak enak.
 
CKREK!
 
Ketika dirasa bunyi jepretan foto sudah terdengar, kubuka mataku kemudian, sontak mataku membulat sempurna! Kejutan yang luar binasa! “Om Johnny!!!/Johnny Hyung!!!” pekikkanku bersama pekikkan Winwin menguar membahana lantaran terkejut bukan main!
 
What?! Jadi sejak tadi kami berdua tidak tahu, kalau kami sedang mencium pipi Om Johnny di masing-masing sisi!??? Astaga!
 
“Iyaaap! Fotonya sempurna, kok! Sesi pemotretan kalian sudah selesai, ya! Maaf aku sedang terburu-buru dalam urusan genting soalnya, terima kasih.” Sang photografer berbicara lantang, meminta izin agar sesi pemotretannya diselesaikan saja sampai di sini. Sedangkan aku masih tidak percaya, bagaimana bisa foto diriku dan Winwin yang sedang mencium kedua sisi pipi Om Johnny—yang tahu-tahu menghadirkan diri di antara wajah kami berdua—itu bisa dikatakan S E M P U R N A?!
 
“Kalian berdua masih belum boleh ciuman seminggu terakhir sebelum hari H pernikahan. Makanya wajahku muncul untuk menengahi kalian. Dan … lihatlah itu!” Om Johnny kini menunjuk ke arah layar proyektor yang sedang menampikkan jepretan terakhir foto pre-wedding-ku bersama Winwin.
 
Oh Hey, itu tidak terlalu buruk? Ekspresi wajah Om Johnny sangat lucu dan memukau bila sedang tersenyum lebar seperti di dalam gambar yang muncul di layar proyektor.
 
“Lihatlah! Lucu bukan fotonya?! Aku kena cium Winwin dan keponakanku! Betapa bahagianya air mukaku di sana!”
 
Winwin pun tertawa, aku juga ikut tertawa setelah mendengar ocehan Om Johnny yang sangat menggemaskan seperti anak kecil.
 
“Akan aku cuci fotonya sekarang juga untuk diperlihatkan kepada Tante kalian di rumah nanti!” kata Om Johnny lagi seraya merangkul bahuku dan bahu Winwin dengan sayang, “Semoga pernikahan kalian berdua lancar, Darling,” ungkapnya lagi berbahagia.
 
Dasar Om Johnny! Melihatnya tertawa lebar bersama Winwin di hadapanku seperti sekarang ini merupakan memori yang sangat berarti. Mereka adalah kedua laki-laki yang begitu berharga bagiku.
 
Kedua laki-laki yang sangat aku cintai—selain Kakek Solihin, Ayah dan Om Ten—sedang berbagi suka bersamaku di tempat ini. Dan yep, He is my uncle, Johnny … andHe is my last port, Winwin.
 
.
.
FIN
  1. Hanya untuk hiburan semata. Ini bisa jadi sequel Seo Fam versi kanjel, bisa jadi engga, soalnya kelakuan Donnanya rada bener di sini. /plak/
  2. Selamat berbaper ria, cucunya Kakek Solihin, kusayang dirimu.
  3. Btw, di sini Donna sama Om Johnnynya berasa kayak : anak remaja yang lagi main sama om-om di dalem butik, terus mereka ngerencanain mau nikah sirih/G/
  4. Jangan ditiru ya para pembaca yang masih remaja XD /G(2)/
  5. NGAKAKIN DD DONNA, BIKOS JIDADNYA BULIABLE. /dikeplak/
Advertisements

16 thoughts on “[Vignette] Two Man that I Loved

  1. WHAT THE……HELL……………………………G…A…K…K….U…A….T……

    YA LORD…………BISA DIKATAKAN SEHAT GA SIH KALO DON BACANYA SAMBIL TERIAK TERIAK BALAPAN SAMA SUARA EMAK GORENG TEMPE DI DAPUR!!?????!!!!!???????? INI EDAN!!!!! INI ANJAAAAAYYYY!!!!!!! WARBYAZZAAAAAAAH MAQ TOLONG AKU, BAHKAN AKU MERASA BAHWA DUNIA INI BEGITU BAIK, DENGAN MENCIPTAKAN EKSISTENSI SEORANG JOHNNY SEO KE DUNIA!!! BIG THANKS TO MAMA PAPA SEO KARENA SUDAH MELAHIRKAN OM
    YANG SANGAT AMAT BIJAKSANA ANJAY ANJU ANJU JADI PENGEN NIKAHIN OM AJA, WINWIN DIJADIIN SELINGKUHAN /DIAM KAMU DON!/ YAALLAH KABER……KESAMBER APA….ABIS DICIUM VALAK APA SIAPA KOK BISA BISANYA BIKIN DON YANG BAPER SEKARANG! AKU BAPER!!!! IH SERIUSAN EH DUARIUS AKU BAPER SEBAPER BAPERNYA YAALLAH, KEPONAKAN OM SUDAH BESAR :’) KABER…..KUSAYANG DIRIMU YANG BERHASIL BIKIN AKU PEN NANGIS……….NIKAH SAMA WINWIN YAALLAH, SIAPA YANG NOLAK KAK SIAPAAAA???????? :’) :’)

    BAYANGIN YHA DIA PAKE TUXEDO, JIDADNYA TEREKSPOS, MACHO, TAMVAN, TINGGI, SENYUMNYA ADUHAAAAAIIIII BIKIN AKU PENGEN SALTO SAMBIL NANGIS DI DADA WINWIN!!!!! AAAAKKKHHH DEMI APAAAAAA PERASAANKU TUH GAK BISA DIGINIIN!!!!!!! PAS ADEGAN CIUMAN ITU ANJAAAAY DAT SO ANJAYYYY AKU TAHAN NAPAS IH GUNDAH GULANA INI HATI (kesampingkan bau bebek bakar om jon). YHA KABER TAU LAH YHA KALO DON BACA SESUATU TUH MESTI DIBAYANGIN, AKU SAMPE GA KUAT BAYANGIN WIN MEREM SAMBIL……..SAMBIL……….MAJU…………WHAT THE HELL KUBISA MERASAKAN EMBUSAN NAPAS WINWIN…… THANKS TO KABER YANG BERHASIL BIKIN DD BAPER WARBYAZZAAAAAAH SERATUS RIBU PERSEN!!!!

    BUAT OM JOHN, DIA TIPE OM YANG PENGERTIAN SEKALI SIH SAMPE AKU SALAH FOKUS KALO MO JADI ISTRI KEDUANYA OM /GA/. OM JON BESER DEMI APA YHAAAA NGAKAK SAMPE MIMISAN DARI KUPING LAH ANJAAAYY HAHAHAHAHAHAHAHAHA😂😂😂😂😂😂

    KABER YU AR DA BEST PIPOL IN DA WORLD LAAAHH!!!!!!

    Ps; KENAPA BERASA AKU JADI KORBAN PEDOFIL JOHN YA??? JUGA KENAPA………JIDAD DD DIBULI LAGI………

    LOVE YOU KABER SAMPE BENGEK SINI AKU PELOQ CIYOM BUAT DIRIMU MWAAAAHH MWAAAAAH EMANG GADA MANUSIA YANG KAYA DIRIMU DAN KANJEL ❤️❤️❤️❤️ LOVE YA!!!!

    Liked by 2 people

    • CIE
      CIE
      CIE
      YANG BAPER….

      DONNAAAAAAA KUSAYANG DIRIMUUUUUUUUU.
      NANTI OM SAMA TANTE SEO DATENG KE ACARA WISUDAMU /G/ XD
      /KECUP BAZAH PIPI PONAKAN OM/ ❤ ❤ ❤

      Like

  2. DOHHH BETAPA BAHAGIANYA DIRIMU DON.. DIAPIT 2 PRIA KETJEHH MACAM OM JOHN DAN MAS WIN… AAA, APA INI??? KAKEK SOLIHIN JUGA SIAPA ITU??? KAK NGAKAK PARAH BACA INI… AKU SUKA DUA DUANYA YANG PUNYA KANJEL AMA KABERLY… APALAHH MAS WIN MAU CIUM DONNA??? JANGAN JANGAN MAS JANGAN… AKU BELOM IKHLAS DIRIMU MELAYANGKAN BIBIRMU UNTUK DONNA… TIDAK TIDAK TIDAK…. 😂😂😂

    Liked by 2 people

      • Iya bahagia sekali jadi DD Donna di sini, kujuga mau XD EHEEE.
        Kakek Solihin ituloh kakek yang lagi hitz, sampe ada stikernya di line, itu kakeknya Donna XD
        Ehe, makasih yaaa sudah mampiiiiiir ❤
        Loh kenapa gajadi? Kirimlah ffnya ke freelance wkwkwk biar hitzzz. hitz seperti seofam dan bunda taeil /plak

        Like

  3. what? nikah sama koko winiwn? what? what? what? *buruburu cari tiang takut goyah*haha
    duhh Seo famm keluarga sengklek wkwkwk~ kakek solihin kok aku ngebayanginnya hansol? maafkan aku mark~ wkwk *piss bang busan :D*

    aku dulu mau daftar disini tapi udah telat..hiks.. :”
    tapi bisa mampir di blog aku ya klo yg mau baca ff khusus koko winwin 😀
    salken untuk berly dan semua author disini 😀 kalo berkenan follback blog aku ya hehehehehe

    Liked by 1 person

  4. UWAA~ DON BERANTEM YOK BERANINYA KAMU MEREBUT MZ WIN DARI DD UCUL INI DEMAY UNTUNG AE TANGANKU DITAHAN BANG TAE KALO ENGGA ABIS KAMU DON SOALNYA NJEL JOINAN AMA VALAK BUAT MUTILASI KAMU /LALU NJEL DIBUANG/ @thehunlulu BTW JADI PENGEN BUAT FF VALAK YAWLAH SALAH APA DD :’) KABER TULUNQ SUAMIMU DIKONDISIKAN YAWLAH PONAKANMU APALAGI DUH GUSTI DD NJEL GA BISA DIGINIIN :””) EKSISTENSI SEO FAM GA BISA DIANGGAP REMEH TERNYATA WKWKWK /KOPROL DI BUNDERAN HI/ DAH AH DIRIKU LELAH SELALU MUNCUL DENGAN CAPS JEBOL, INGIN BERUBAH MENJADI GADIS NORMAL YANG IMOET :3 BHAY KAK LOVE U LOVE DD DON LOVE SEMUA STAFF LOVE SEMUANYAAAA ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    Liked by 3 people

  5. KAKBER? INI APAAN? DD DONA KOKORANYA MASIH SEHAT NDAK YA? DEMI APA PENGEN NGUMPAT SENGUMPAT NGUMPATNYA….krik ANJAY ANJAY ANJAY KENAPA DONNA SI SENGKLEK BISA NIKAH SAMA MZ WIN? KENAPA OM JYANI DI SINI JADI OMOM-ABLE SEKALE? TUMBENAN OM JYANI RADA BENER (terlepas dari kebeserannya yg bikin ngakak gegulingan) DAN DAN DAN AH GATAU AH KAKBER MBAAY MAJOK AH KENAPA MBAAY GA DIMASUKIN KE SEO FAMILY? E E KAN EMANG GAMASUK HAHAHA MBAAY KAN HTS-AN NYA OM JYANI EHE EHE EHE

    PEHLIS SIAPA PUN BIKININ FIC BEGINIAN BARENG MZ HANSOOOOOLLLLLLLL 😂😂😂

    Liked by 1 person

    • MBAAAYAAAAAAAAAANGKUUUU. APA ITU HTSAN SAMA JYANI APA APA APA! /dikeplak/ CIYEEEE YANG MUPENG, NGODE MINTA DIBIKININ SAMA KANG RISOL 😂😂😂
      BIKININ GAK YAAAAAAA /dikeplak (2)/
      MAKASIH MBAAYANGKOOOH DAH MAMPIR KEMARI, SINI BER KECOP BASAH BIAR TAK MERAJOK LAGI~ :* /dikeplak (3)/

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s