[Vignette] Stand in Line Incident

image

Stand in Line Incident by Mingi Kumiko

Δ NCT Mark & OC Jung Jane (Also mentioned Jung Jae Hyun) Δ friendship, slice of life Δ General Δ Vignette Δ

Prompt by thehunlulu : Sakit hati, pun pikiran

“Tentu saja aku bilang kalau aku sangat beruntung. Kalau enggak ada dirimu, bisa jadi aku sudah ngompol di tengah antrean.”

.

.

.

Hari ini gedung bioskop tengah ramai, terisi oleh para calon penonton dari berbagai kalangan dan usia. Sebagian besar dari mereka memiliki tujuan yang sama, menonton The Conjuring 2 yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. Ada yang menonton karena memang menyukai hal berbau horor, ada pula yang sekedar penasaran seseram apa film tersebut.

Di tengah antrean yang begitu panjang, terdapat seorang gadis yang terus saja menghentak-hentakkan kaki. Pipinya ia gembungkan hingga memerah, seakan menahan sesuatu. Namun ia tak bisa beranjak dari posisinya saat ini. Ia sudah mengantre sekitar 2 jam demi selembar tiket bioskop. Kalau Jane – nama gadis itu – beralih, yang ada ia harus menempati antrean paling belakang setelah ia kembali.

Tapi sungguh, demi kecantikan Hantu Valak yang tiada tandingannya, Jane tak lagi sanggup menampung air seni di dalam kantung kemihnya. Ia harus segera mengeluarkannya secepat mungkin kalau tidak mau dipermalukan karena ngompol di depan umum. Sumpah, rasanya Jane ingin mengabsen seluruh penghuni kebun binatang di hadapan si sialan Jung Jae Hyun, yang notabenenya merupakan kakak Jane sendiri.

Gadis itu sangat kecewa pada Jaehyun. Bagaimana tidak, sudah bertahun-tahun mereka bersaudara, saling berbagi dalam keadaan suka maupun duka, dan Jane selalu bersedia menutupi keburukan Jaehyun agar pria jangkung itu terhindar dari amukan ayah dan ibu. Tapi apa balasan Jaehyun untuknya? Ia malah dengan seenak jidat membatalkan janji yang dibuatnya sendiri untuk menonton The Conjuring 2 bersama sang adik. Lebih parahnya lagi, Jaehyun membatalkan janji karena memilih kencan dengan Yoon Ren – gadis yang beberapa hari lalu resmi jadi pacarnya. Membuat Jane sakit hati, pun pikiran.

Kekesalan hati Jane pun mencapai klimaksnya saat Alodie – si bungsu keluarga Jung – bersi kukuh tak mau ikut dengan Jane ke bioskop dengan alasan takut nonton film horor. Kalau yang ini, sih, Jane tidak berhak marah atau mengutuk. Tapi tetap saja ia kesal karena dunia seakan memusuhinya. Ia hanya butuh satu teman untuk pergi nonton The Conjuring 2. Jane bersedia, kok, mentraktir popcorn atau nachos bagi siapapun yang mau menemaninya pergi ke bioskop.

Sayangnya hingga ia memutuskan untuk pergi sendiri ke gedung teater, apa yang paling ia butuhkan tak kunjung ia dapatkan. Peduli setanlah dengan tatapan orang-orang yang menyangkanya anak hilang, yang penting rencana menonton film horor kali ini tidak boleh gagal!

Mitosnya, kalau kau menggenggam batu erat-erat, nanti kebelet pipismu bisa hilang. Berhubung tidak ada batu, Jane pun menggunakan kepala headset sebagai gantinya. Tapi sial, bukannya mereda malah tangan Jane jadi pegal. Ia pun memasukkan headset-nya lagi ke dalam tas dan kembali berkutat dengan kakinya yang bergetar menahan kencing.

“Permisi,” celetuk seseorang menginterupsi Jane. Gadis itu pun berbalik untuk menoleh pada yang barusan berucap. Didapatilah seorang pemuda yang antre tepat di belakangnya.

“Kurasa kau sedikit kurang nyaman, apa terjadi sesuatu?” Pria itu mengimbuhkan.

“Ah, apa pergerakanku mengganggumu? Maaf, ya,” Jane menyunggingkan kepalanya karena merasa tak enak hati.

“Bukannya begitu, hanya… sedikit membuatku risih karena sedari tadi kau tidak bisa diam. Apa kau sedang kebelet buang air?” Sejurus kemudian, tukasan pria itu pun langsung disambut dengan tatapan berbinar oleh Jane.

“Kumohon, biarkan aku berdiri di sini lebih lama lagi! Aku sudah mengantre lama sekali dan tidak mungkin kalau aku pergi begitu saja sebelum mendapatkan tiket.” Jane merajuk.

“Kau sendirian?” Pria tanpa nama itu bertanya, dan dibalas anggukan lemas oleh Jane.

“Aku bisa menjagakan posisimu. Pergilah ke toilet, mengidap sakit kencing batu di usia muda itu enggak enak, lo!” tawar pemuda itu dengan amat dermawan. Namun bukannya senang, Jane malah menumbuhkan perasaan curiga di benaknya.

Hening, Jane masih belum tahu apa yang sebaiknya ia lakukan. Bagaimana pun juga pemuda di hadapannya itu, kan, orang asing. Namanya saja Jane tidak tahu. Daripada bertindak tidak sopan (menatap pria itu dari ujung kaki hingga kepala, misalnya), gadis Jung itu pun memilih menunduk. Secara tidak langsung menunjukkan isyarat penolakannya atas niat baik si pemuda berkulit bersih itu.

“Kau bisa percaya sepenuhnya padaku, omong-omong. Tenang saja, aku cukup sabar untuk mengantre, jadi tidak perlu repot-repot menyerobot posisi orang segala.” Seakan bisa membaca apa yang Jane pikirkan, pria yang masih belum diketahui identitasnya itu lantas menyunggingkan seulas senyum. Membuat Jane mendadak membuang jauh-jauh kecurigaan terhadapnya.

“Aku Mark Lee,” nampaknya pemuda itu benar-benar cenayang. Belum ada sedetik sejak kuriositas Jane membuncah, pria itu langsung berceletuk dan memberitahukan namanya.

“Aku minta tolong sekali, ya. Enggak akan lama-lama, kok, ke toiletnya.” Jane buru-buru mengambil langkah seribu dalam usahanya menuju toilet, meninggalkan Mark yang menjagakan tempat antrean untuknya.

Baru saja satu masalah teratasi, namun masalah baru yang tak kalah membuat Jane serasa ingin berkata kasar pun muncul. Gedung bioskop berada di lantai paling atas sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Kota Seoul. Sedangkan satu-satunya toilet yang tersedia terletak di dasar mal. Pasti akan memakan waktu lama bagi Gadis Jung itu untuk kembali. Siapapun tolong ingatkan Jane bahwa tak ada yang bisa ia lakukan selain bersabar menghadapi kenyataan.

Butuh sekitar dua puluh menit bagi Jane untuk menyelesaikan urusannya di toilet hingga dapat kembali ke gedung bioskop. Segera ia melangkahkan tumit yang terbalut sneakers itu ke barisan loket nomor 3, tempatnya tadi mengantre. Pandangannya menyelimuti seluruh calon penonton, apalagi tujuannya kalau bukan mencari refleksi seorang Mark Lee.

Rasanya ia tidak salah loket, tapi kenapa dari antrean paling buncit hingga depan, Jane tidak menemukan pria itu? Sepertinya tidak mungkin kalau dia sudah mendapatkan tiket, seingat Jane orang yang ada di depan mereka 20 menit yang lalu masih sangat banyak. Selain itu Jane juga tidak meninggali Mark sepeserpun uang. Mana pula ia tahu kalau Mark akan mendapatkan tiket sebelum Jane kembali dari kamar mandi. Menyebalkan sekali!

Gadis brunette itu pun segera mengayunkan tungkainya untuk beranjak dari loket. Otot matanya ia edarkan ke seluruh penjuru gedung untuk menemukan keberadaan Mark. Jane coba mendinginkan pikiran di kala suasana hatinya yang mulai memanas. Kenapa banyak sekali, sih, rintangan yang harus Jane hadapi untuk bisa menyaksikan seramnya Valak? Membuatnya heran bukan kepalang.

“Hei, di sini!” pekik seseorang menginterupsi Jane yang tengah kalut. Buru-buru Jane memutar kepala untuk menoleh si pemilik suara serak-serak basah itu. Dan sumpah demi apapun Jane benar-benar merasa beban di punggungnya terangkat saat itu juga.

“Mark Lee! Kau sudah selesai mengantre?” Jane kembali menunjukkan sorot berbinar kepadanya.

Nih, tiketmu. Film akan dimulai 45 menit lagi.” Mark menyodorkan secarik kertas yang sudah sedari tadi Jane incar.

“Terima kasih. Maaf, ya, jadi merepotkanmu.” beberapa jenak setelah Jane menerima tiket itu dari tangan Mark, ia pun merogoh tasnya untuk mencari dompet. Diberikannya sepuluh ribu won sebagai ganti uang yang Mark gunakan untuk membayar tiketnya.

No problem,” ucap Mark enteng seraya mengantungi uang pemberian Jane.

Tak ada yang mereka dengar setelah aktivitas memberi dan menerima itu berakhir selain suara dari ritsleting tas yang Jane tutup. “Ternyata kau benar-benar sendirian.” celetuk Mark dan dibalas dengan endikan bahu oleh Jane.

“Jangan tertawa, aku tahu ini terlihat menyedihkan. Tapi seharusnya aku menonton bersama kakakku.”

“Hahaha, apa yang salah dengan nonton sendirian? Aku juga enggak bersama siapa-siapa, tuh?”

“Jadi benar-benar salah kalau kau mengalami kesialan seperti aku, Mark. Oops, apa aku bertindak terlalu jauh? Sori, sepertinya aku sok akrab sekali.”

“Enggak masalah, kok. Eum, aku belum tahu namamu, omong-omong.” Mark pun menggaruk tengkuknya karena canggung.

“Oh iya, aku hampir lupa! Aku Jung Jane. Sungguh beruntung bisa mengenalmu, Mark.” Jane menjulurkan tangannya. “Kau sangat konyol, Nona Jung.” celetuk Mark seraya menjabat kelima ruas jari milik Jane.

Pardon?” sebelah alis Jane memicing karena heran.

“Di saat orang pada umumnya akan berkata ‘senang berkenalan denganmu’, kau malah bilang bahwa kau beruntung bisa mengenalku. Itu terdengar lucu.”

“Tentu saja aku bilang kalau aku sangat beruntung. Kalau enggak ada dirimu, bisa jadi aku sudah ngompol di tengah antrean.”

Perbincangan di antara keduanya pun mulai berjalan seru, seperti keduanya telah kenal satu sama lain dalam waktu yang cukup lama. Apa lagi saat tahu keduanya berada di garis kelahiran yang sama. Dan tawa Jane pun pecah saat mendengar alasan Mark harus pergi sendirian ke gedung bioskop karena Jaemin – temannya – mendadak sakit perut setelah memakan samyang ramyun.

 “Mau popcorn atau nachos? Aku akan membelikannya untukmu. Sebagai tanda terima kasihku.” celoteh Jane setelah topik bahasan yang dibuat oleh Mark berakhir.

“Tidak, terima kasih…” Pemuda Lee itu dengan halus.

“Atau kita mampir ke kafe di depan sana? Ayolah, kumohon…”

“Terima kasih, Jane. Tapi aku ini pria sejati yang pantang menggunakan uang wanita untuk hal yang akan aku konsumsi atau gunakan sendiri.”

“Kau terlalu kaku, Mark. Please, anggap saja kalau apa yang kulakukan ini adalah… friend sign kita. Bagaimana? Please, please, please…” Jane menempelkan kedua telapak tangannya di depan hidung. Merajuk pada Mark seraya menunjukkan air muka seimut mungkin agar lelaki yang baru dikenalnya itu mau ia traktir. “Eum, baiklah.” tandas Mark sedikit ragu.

Yeay! Jadi… kau mau makan atau minum apa?”

“Es krim kiwi di Dessert King, hehehe…” Mark menunjukkan deretan giginya yang rapih. Wajah Jane begitu berseri mendengar celetukannya barusan. “Ide yang bagus!”

 

– END –

Teruntuk Donna Zuna Azaria yang sangat aku cintai /sumpah ini cheesy/ maafkeun diriku apabila terdapat cacat di sana-sini saat kamu membaca cerita ini. Maafin banget banget karena sepertinya akses otakku menemukan ide romance fluff untuk Mark-Jane sepenuhnya diblokir. Dan maaf kalau OCku, Ren, tiba-tiba nongol wkwkwk ~

Terima kasih juga untuk readers NCTFFI yang sudi membaca cerita ini hingga akhir, kalian mau baca aja aku sayang apalagi yang meninggalkan jejak ya huhuhu ~ /siapa juga yang mau disayang sama lu lel/

 

Advertisements

23 thoughts on “[Vignette] Stand in Line Incident

  1. Leleeeeeeeee X) IMOT SEKALEEEEH CERITANYAAAA. Pengen nangesh karena Jane dan Mark adalah couple yang paling IMOT /awas Donna terbang/ XD penggambaran Mark-Jane ngobrol pas Jane udah buang air itu asli, alami banget. Lelee jjang! Pokoknya kusukaa~ EA KEEP WRITING ❤

    Ps: Jane ampe sebegitunya ya pengen liat muka Valak yang aduhai … njay. Dan setahu ber, Alodie itu kakak kembarnya Jane, jadi si Jane yang jadi si bungsu, yatapi gatau coba tanya Donna aja lagi XD wkwkwk.

    Like

  2. HAHAHAHA jaehyun tega bener yakkk, mending ngedate sama aku *emang lo siapa etdah* -_-V
    btw, aku ga nonton Conjuring 2 padahal udah diajakin, masalahnya aku penakut skrg hahaha. padahal dulu aku waktu kecil suka banget nonton horror eh skrg ga *malah curcol*
    kamu udah nonton conjuring 2 kah? salam kenal ya, aku Lyne hehehe *siapa yang mau kenal* byeee *gandeng dede Jae*

    Like

    • Tauk tuh emang dasar kakak ga tau diri XD
      Aku sudah lihat dong kak ~ lihat orang ngantri buat nonton the conjuring maksudnya… gila udah mls duluan krn bioskop udah serasa jadi lautan manusia -_-
      Makasih kakak udah mampir ke lapak ini ^^

      Like

  3. AKU GAK MAU LIHAT FILM ITU.

    Ih, setannya sumpah benar2 mengerikaaannn!! «namanya Falak/Valak kalo gk slh» Seketika aku syok, kejer, collapse waktu diliatin fotonya ama mbakku /malah curcol/ /salvok/

    Back to the topic.

    Kak Lel! Aduhai comebacknya bawa kopel cimit2 warung sebelah -,- Andai Mark gaada lalu Jane ngompol di tempat kan galucu -_-

    Like

    • Aku juga gk mau Lol, nunggu versi bluray di ganool aja, bioskop mahal /dasar downloaders ilegal/
      Huhuww abis donna request mark – jane jadi aku bikinin mumpung ada ide wkwkwk ~
      Thanks yaaa udah menyempatkan baca dan komen ~ ^^

      Liked by 1 person

  4. Valak lagi hits banget ya sekarang sampe jane kena juga euforia nonton conjuring 2 tapi syukurnya jane gak sampe ngompol di tengah antrean beruntunglah mark ganteng datang menolong wkwk btw samyang ramyun juga lagi ngehits tuhh

    Liked by 1 person

  5. Valak oh valak, mengapa kau populer sekali.. Aku paham banget rasanya ngempet pipis ditengah antrean panjang dan .. dan toiletnya jiaauuuhhhh banget. Kalo aku jadi Jane, kutraktir Mark makan sepuasnya *kalo duit banyak*

    Like

    • Untuk cogan macem mark dia minta kfc paket jumbo pun aku ladeni kak XD tapi ya sama, kalo ada duit XD
      Sudah kak jangan sebut nama itu terus nanti kakak didatengin loh hwahahaha ~
      Makasih udah mampir dan komen ya kak ^^

      Like

  6. MBA LELEEEEEEEE AKU BOLEH KIRIM TIWAI KE RUMAH MBA LEL GA??? AKU KIRIM VIA JNE ATAU MERPATI SEBAGAI TANDA SAYANGKU PADAMU KYAAAAA :3 :3 ❤ ❤

    INI MANIIIISSSS BANGET, JADI BAYANGIN AWAL KETEMU MARK-JANE TUH DI BIOSKOP WKWKWKWK, TERUS TERNYATA MEREKA SATU SEKOLAH SELAMA INI /LAH/ /MUSNAH KAMU DON/. INI KIYOOOOTTTTT………MARK NYA JUGA….ADUHAI BIJAK SEKALI PRIA SEJATI TIDAK MENGGUNAKAN UANG WANITA……((MENCAMPAKKAN SIH IYA)) SEPERTI DOI…../GA/ /DIBALANG/

    KYAAAAAA MBA LEL SINI KUPELOQ CIYOOOMMM DIRIMU KYAAAAA ❤ ❤ LOVE YOU KAK, PROMPTNYA SUDAH TEREKSEKUSI AKU PUAAAZZZ AKU SANGAT PUAAAZZZ ❤

    Liked by 2 people

    • Romance fluff apa sih? Ini tuh friendship!!! Mark jane gak boleh pacaran, mereka masih piyik wkwkwk
      Ugh maacih udah sukaaaa saranghae ~~~ kamu hubungi donna saja kalo mau join MJ2S (Mark Jane Shipper Squad) /ini ngawur/

      Liked by 1 person

    • Haii popooo kenapa namamu kaya merk HPku /itu oppo woyy
      Kok kamu tau aku 99line :3
      Ga papa mah skrg delulu dulu entar juga come true :v btw salam kenal juga ya ~ selamat menjelajah blog luar biasa ini :3

      Like

      • Hai Kak Lelyy~ Manggilnya apa, ya? Kok mirip nama buah /smirk/ /itu leci/ /pembalasan/ #Popojahatbentar Btw, Kak kita jodoh HPku juga oppo ._. #TerputarSoundtrackYou’reMyDestiny.
        Aku bisa baca, Kak. Di bawah fanfic ada tulisannya ;-; Delulu berlebihan itu tidak baik :v Oke-okeeee (y)

        Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s