[NCTFFI Freelance] Mark-Yeri Series (Drabble 1)

mark-yeri-drabble-series-2nd-verse-for-carolineakim-by-springsabila

[Mark-Yeri Drabble Series]

Mark NCT U feat Yeri Red Velvet

Storyline© CarolineaKim

.

.

Drabble 1 – 414 main words

.

.

Mark berhenti ditengah jalan dan nafasnya berhembus tidak beraturan. Wajahnya pucat dengan tangan kanan yang menyentuh dadanya. Dia benar-benar tampak sangat kacau. Dia hampir menyerah, jika Yeri tidak mengatakan kalimat sederhana yang mampu membuatnya kembali semangat.

Yeri menyodorkan sebotol air mineral kearah Mark. “Ayo, minum dulu. Wajahmu sudah pucat, sebaiknya kita istirahat dulu. Lanjutkan latihan kita nanti saja, bagaimana?”

Mark tersenyum kecut diam-diam. Dia memang lemah dan payah dalam berlari. Selalu saja menjadi urutan terakhir dalam perlombaan. Tetapi, sejak Yeri dengan semangatnya yang hebat itu selalu menyemangati dia dan hal itulah yang membuat Mark tidak boleh mengecewakan gadis yang manis itu.

“Tidak usah, aku masih kuat untuk melanjutkan latihan. Setidaknya, aku ingin masuk tiga besar dalam perlombaan.” Ujar Mark, sedikit keras kepala.

Yeri menggeleng dan menahan tangan Mark yang sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari. “Kamu tidak boleh menyerah begitu saja, Mark. Sekarang duduk dan dengarkan aku.”

Yeri mengunci pandangan Mark, kedua bola mata mereka saling memandang. “Kamu memiliki bakat dan potensi yang banyak, dan itu tidak boleh disia-siakan. Lihat perbedaan kita! Walaupun kamu payah dalam olahraga, tapi, kamu sangat pandai dan—mengapa nilai matematikamu tidak pernah dibawah angka sembilanpuluh?”

“Aku tahu yang sebenarnya. Kamu tidak ingin mengecewakanku, bukan? Tidak masalah jika kamu tidak masuk tiga besar. Aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu. Kemarin kamu bilang aku sangat pandai berolahraga. Yah, aku selalu berada diurutan pertama atau kedua saat berlari. Tapi, aku tidak pernah mendapat nilai matematika diatas delapanpuluh.” Yeri berkata panjang lebar seraya memajukan bibirnya, kesal saat mengingat omelan ibunya ketika melihat hasil ulangan matematikanya minggu lalu.

Mark terkekeh pelan dan menggenggam tangan Yeri, menyatukan jemari mereka dan mengisi ruang kosong disela-sela tangan mereka dengan kehangatan. “Aku baru menyadarinya.”

“Aku sangat beruntung selalu berada bersamamu. Aku suka apapun darimu. Entah itu sifatmu, tingkahmu, kebiasaanmu. Rasanya aneh jika aku tidak ada bersamamu.”

Lengkungan manis itu terulas jelas pada wajah manis Yeri. Wajahnya menghangat dan dia merasa ada kembang api yang meletup cantik didalam tubuhnya. “Dasar cheesy, tapi, aku suka. Sudahlah, lebih baik kita pulang saja, ini sudah mulai sore. Aku belum mengerjakan tugas rumah.”

Lelaki disampingnya mengangguk dan beranjak dari duduknya, menarik tangan Yeri untuk berjalan beriringan dengannya. Tetapi, apa yang ia dapatkan sangat menyebalkan sebenarnya. Yeri menolak untuk berjalan bersamanya dan memilih berjalan dibelakang Mark.

Didepan, Mark menahan tawanya mati-matian. “Hei, mengapa wajahmu memerah seperti tomat, ya?”

“HEI!”

Dan sore itu mereka habiskan dengan berkejar-kejaran—walau akhirnya, Mark mengalah karena dia lelah dan Yeri terlalu cepat. Yang jelas… sore ini sangat indah

.

.

[Drabble 1 END!]

[Next Drabble 2]

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s