[NCTFFI Freelance] Mark-Yeri Series (Drabble 2-2)

mark-yeri-drabble-series-2nd-verse-for-carolineakim-by-springsabila

[Mark-Yeri Drabble Series]

Mark NCT U feat Yeri Red Velvet

Storyline© CarolineaKim

.

.

Drabble 2 – 490 main words

[Part 2 – Mark POV]

.

.

Jelek. Anak kecil. Si Tikus.

Tiga julukan wajib yang ditujukan oleh Yeri untukku. Gadis pendek—yang manis itu—suka sekali meledekku. Dia menyebalkan, tapi, aku tidak bisa mengelak jika dia punya sisi baik. Dia sangat periang, suka menolong, dan—terkadang menjadi partner in crime bersamaku.

Aku dan dia adalah yang termuda dikelas. Dan hal itulah yang memancing adanya kata rival dalam hubungan kami. Dia juga sedikit ambisius—itu pendapatku. Terkadang, kami bersaing dalam nilai dan ‘posisi’ dikelas, didepan teman, dan didepan guru. Serius!

Adu mulut itu selalu dan tidak jarang kami sering saling bertengkar sedikit ekstrim. Saling memijak kaki, menarik rambut, lempar-lemparan bola, bahkan—aku dan dia pernah saling memukul dengannya. Jaehyun dan Taeyong terkadang yang menarik tanganku dari pertengkaran tidak penting itu. Mereka berdua bilang laki-laki tidak boleh seperti itu pada perempuan.

Kalau kata Seulgi dan Irene—teman Yeri—mereka berkata jika Yeri tidak boleh seperti itu pada laki-laki. Entahlah, aku jadi bingung. Intinya, kami tidak boleh saling bertengkar. Tapi, pernah sekali kita ‘puasa’ untuk bertengkar, dan si ketua kelas—Taeil—berkata bahwa kelas terasa sepi jika kami tidak bertengkar.

Tapi, jika sudah tidak ada yang memperhatikan aku dan Yeri, diam-diam kami merencanakan sesuatu kepada para teman-teman kami. Yah, seperti sepasang rival sekaligus partner, mungkin.

Sebenarnya, ada alasan khusus bagiku dan Yeri mengapa kami saling melekatkan kata ‘rival’ pada hubungan kami. Dan sebenarnya lagi, aku tidak ingin memberi tahu ini pada siapapun—begitu pula dengan Yeri.

“Mark, ayo beli es krim!”

—eng, kami sedang kencan. Yeri dengan senyum childishnya dan rambut yang dikucir dua dengan pakaian bergambar mickey mouse. Aku juga memakai baju itu, baju kami sama.

Aku bersandar pada kursi taman dan mengangkat sudut bibirku untuk menyeringai. “Memangnya, kamu tidak takut menjadi gendut, hah?”

Yeri mencebikkan bibirnya. “Oh, jika aku gendut bagaimana? Kamu akan menjauhiku? Kamu akan apa memangnya?”

Aku tertawa pelan. “Tidak apa-apa. Aku hanya heran, kamu ‘kan sudah pendek. Jika kamu gendut, seperti apa, ya?” dan perkataanku dibalas oleh jitakan oleh gadis itu. “Tidak usah memulai, tikus. Aku sedang tidak ada niatan untuk bertengkar denganmu.”

Aku menyentuh tangannya yang masih terdiam diudara, menggenggamnya dengan lembut dan melempar senyuman kepadanya. Aku tertawa dalam hati saat melihat wajahnya yang mulai merona. “Aku lebih heran, mengapa kita bisa menjadi rival ya?”

Yeri menggeleng. “Aku juga. Kita aneh sekali, ya? Didepan teman-teman menjadi rival dan terkadang menjadi partner in crime. Tetapi, jika tidak didepan mereka, kita—yah, kamu tahu sendiri.”

Aku mengabaikan kalimatnya barusan dan menggenggam sebelah tangannya lagi. “Sudah, biarkan saja. Aku lebih nyaman jika seperti ini. Lagipula, untuk apa kita mengumbar kemesraan? Aku mencintaimu, Yeri.” Wajah gadis itu merona hebat. Dan dia memajukan wajahnya—mengecup pipiku dengan cepat. “Aku juga mencintaimu.”

Netra kami saling bertabrakan, menyebabkan suatu sengatan aneh pada dalam diri kami. Dan hal langka ini dibuyarkan oleh teriakan yang menyebalkan dari—

“—ASTAGA! YERI? MARK? KALIAN PACARAN, YA?!”

Sialnya, itu suara dari Wendy. Dan habislah kami, pasti dia akan menyebarkan berita ini besok ke penjuru sekolah.

.

.

[Drabble 2 – Part 2 END!]

[Next Drabble 3]

Advertisements

6 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Mark-Yeri Series (Drabble 2-2)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s