[Ficlet-Mix] A Man Who Needs Elixir (1)

a-man-who-needs-elixir

a Man Who Needs Elixir

a fiction by Febby Fatma; IRISH; Mingi Kumiko

[NCT] Lee Taeyong

Support Cast(s) Ji Hansol and Nakamoto Yuta

Genre : Slice of Life, Friendship, Slight!Comedy, Marriage Life | Duration : 3 Ficlets | Rating : PG-13

Special b-day fic!

[1]

Apakah semuanya sudah beres?” hardik seorang pria berbalut jubah mohair itu dengan sorot tajam yang seolah siap menerkam kapan saja. Para kaki tangan yang tertunduk penuh hormat di hadapannya pun jadi gemetaran karenanya.

“Lapor, Paduka… pasukan iblis telah selesai menggali sumur untuk membuang semua mayat yang sudah dikuliti.” tandas seorang prajurit. Setelah sekian lama betah berdiri sambil menyiratkan raut datar, akhirnya seulas senyum pun terulum dari sudut bibir Sang Raja.

Namanya Lee Tae Yong, orang nomor satu dari Kekaisaran Monzen yang membuka jalur kerja sama dengan bangsa iblis untuk pertama kalinya. Tak sia-sia usahanya mengumpulkan seluruh cenayang dari pelosok negeri untuk menggencarkan doktrin yang berasal dari buah pikirannya sendiri. Kali ini ia yakin bahwa Negeri Monzen akan tersucikan dari dosa para leluhur.

Sejak ratusan tahun silam, Negeri yang menjadikan kekayaan hutan sebagai paru-paru kehidupan itu telah dilanda masa jahiliah. Di mana seks bebas dan prostitusi dapat dijalankan dengan leluasa tanpa adanya boikot besar-besaran dari petinggi kerajaan. Tidak seperti masa pemerintahannya yang begitu melarang adanya tindakan nista semacam itu terus meraja lela.

Berbagai upaya penutupan lokalisasi ia gencarkan. Namun apa yang ia lakukan sama sekali tak menimbulkan efek jera terhadap warga yang sudah menggantungkan hidupnya dengan menjadi seorang germo, muncikari, atau pemuas seks.

Taeyong pun mulai berpikir kritis. Ia adalah manusia yang terlahir dalam keadaan suci, maka semua orang yang ada di bawah kekuasaannya pun harus suci pula. Hingga akhirnya generasi ke-15 dari silsilah keluarga Lee itu pun sampai pada ujung hipotesisnya yang gegabah; kecantikan yang tercampar dari seorang wanita adalah pemicu gairah para lelaki. Andai tidak ada wanita cantik, pasti jumlah pelaku seks bebas akan berkurang drastis.

Jangan pernah ragukan cara pikir seorang Lee Tae Yong. Karena meskipun terbilang buru-buru, ia mampu menyusun skema singkat tentang dampak yang akan terjadi atas tindakannya secara rinci. Mula-mula ia meminta iblis untuk mencuci otak para germo agar mau melepas para wanita tunasusila yang mereka berdayakan. Setelah itu, ia mempekerjakan para tukang daging dan jagal untuk mengeksekusi mereka.

Lantas bagaimana dengan para wanita suci – dalam arti tak bekerja sebagai pelacur – namun juga mampu memproduksi hormon testosteron pada lelaki? Bagi Taeyong, sekali menyusahkan, wanita tetap menyusahkan. Ia akan menumpas habis semua wanita yang ada di seluruh negeri.

Namun bukankah di awal Taeyong hanya berpendapat bahwa penyebab kemerosotan moral rakyatnya adalah wanita cantik? Bagaimana jika wanita itu tidak cantik? Tentu saja Taeyong telah memikirkan hal itu. Menurutnya, semua orang memiliki definisi yang berbeda-bedauntuk menyebut sesuatu dengan istilahcantik. Tidak ada wanita jelek, yang ada hanya tipikal wajah yang bukan merupakan selera umum.

Tak hanya melenyapkan kaum wanita dari seluruh penjuru negeri, namun Taeyong pun juga mengubah seluruh tatanan cara manusia berkembang biak. Semua mayat yang telah dieksekusi dengan cara dikuliti akan dibuang ke sebuah sumur. Dalam kurun waktu sepuluh tahun, bagian tubuh mereka akan beregenerasi dan memunculkan sebuah benih yang kelak akan tumbuh menjadi seorang manusia berjenis kelamin laki-laki.

Semua rencana briliannya telah berhasil terealisasikan. Kini Taeyong hanya perlu menyiapkan bangkai dan kotoran untuk kaum iblis sebagai upah kerja keras mereka.

.

[2]

 

“Taeyong! Jangan pergi!”

Masa bodoh, sekarang, Taeyong tengah berlari dengan kecepatan paling cepat yang bisa ia usahakan. Mengapa? Karena ia tengah dikejar oleh istrinya yang hamil sembilan bulan? Tidak. Tapi karena di sana, di depan pintu rumah bernuansa jingga yang ada di belakang sana, seorang wanita paruh baya tengah menunggunya.

“Tidak, Hana! Aku tidak mau ke sana! Aku tidak mau menemui ibumu!”

Well, mungkin sekarang siapa saja akan berpikir jika Taeyong adalah seorang pria tidak bertanggung jawab yang hendak meninggalkan wanita yang sudah ia hamili. Tapi tidak, Taeyong bukan seorang tidak bertanggung jawab seperti itu.

Ia sudah menikahi Hana satu tahun lalu, dengan cara membawa gadis itu pergi dari rumahnya. Dan sekarang, mendekati hari persalinan Hana, mau tak mau ia harus bertemu dengan keluarga gadis itu, bukan?

“Kau bilang kau akan bertanggung jawab! Sekarang, temui ibuku!” Hana memekik, tenaganya sudah terkuras akibat mengejar Taeyong. Padahal, Hana tak berlari lebih dari lima meter, tapi di tengah teriknya matahari, semuanya terasa lebih melelahkan.

Hey, ingatlah, Hana sekarang sedang hamil sembilan bulan.

“Aku memang mau bertanggung jawab, tapi tidak seperti itu!” Taeyong balas berteriak, ditunjuknya rumah Hana—dimana ibu Hana, sang wanita paruh baya di depan pintu, masih menunggu.

“Tapi kau bilang kau cinta aku apa adanya! Kenapa kau takut pada ibuku?!”, lagi-lagi Hana balas berteriak.

“Aku tidak mau!”

Well, sekarang Taeyong tidak tahu, siapa yang sebenarnya membuatnya takut. Ibu Hana yang menunggu Taeyong dengan gergaji mesin yang menyala, atau Hana yang mengejarnya dengan membawa pisau dapur.

“Aku akan menceraikanmu, Hana!”

“Apa!?”

Mungkin juga, Taeyong tak mencintai Hana sepenuhnya.

.

[3]

 

Lee Taeyong berjalan gusar. Tidak senang dengan nasibnya belakangan ini (sebenarnya sudah cukup lama dia mengasihani diri sendiri) karena masih menjomblo diumur yang sudah menginjak seperempat abad. Sama sekali belum pernah berkencan dan berhubungan lebih dalam dengan makluk Tuhan yang disebut wanita. Oh, jangankan kencan, teman wanita Taeyong saja bisa dihitung dengan jari.

Sungguh kemalangan.

Padahal wajahnya tidak jelek-jelek amat—masuk kategori tampan dan flowerboy malah. Masalah uang juga bukan hambatan bagi Lee Taeyong, setidaknya karir bagus dalam dunia modeling sejak sekolah sudah menjamin hidupnya sampai tua nanti. Belum lagi restoran orang tuanya yang kini turun menjadi milik Taeyong, dia bisa menjamin wanita manapun akan makmur jika dengannya. Sifat? Oh ayolah, Lee Taeyong adalah pria yang sangat bersih, rajin dan bertanggung jawab.

Jadi mananya Lee Taeyong yang kurang?

Pertanyaan itu yang paling mengganggu otak Taeyong sejak pertama kali dia menerima undangan pernikahan dari kawan Chicago-nya.

Pernikahan Johnny dengan seorang wanita blasteran Kanada-Indonesia-Korea bernama Berly adalah awal mula ketakutan Taeyong akan tidak dapat pendaping hidup. Lalu pernikahan Yoon Jeonghan, kawan karibnya semasa SMP dengan wanita desa bernama Airly dan banyak lagiudangan lain yang malas Taeyong sebut satu per satu.

Lalu hari ini giliran pria Osaka dengan cinta masa TK-nya; Yuta dan Ran, yang membuat Taeyong datang seorang diri ke acara pernikahan.

Taeyong bukannya tidak berusaha mencari, dia sudah melakukan banyak hal. Sungguh. Dari ikut kencan buta, pergi ke bar, ke panti jompo, ikut menjadi sukarelawan di desa, sampai menemui cenayang. Taeyong sudah melakukannya. Tapi hasilnya sama saja. Tidak pernah ada wanita yang ingin dengannya.

“Yo! Lee Taeyong.”

“Hai, Bro. Selamat untuk pernikahanmu.”

“Terima kasih.”

Melihat Yuta dengan setelan putih-putih membuat Taeyong iri setengah mati. Kapan ia bisa seperti kawan-kawannya ini? Taeyong juga ingin cepat-cepat membina rumah tangga, punya seorang istri dan sepasang anak. Tinggal bahagia di sebuah rumah mewah yang menjadi warisannya dari orang tua.

“Sendiri saja?”

Anggukan malas menjadi jawaban dari pertanyaan senior semasa kuliah dan dokter yang bertanggung jawab atas dirinya sore itu.

“Bukannya kemarin kau ikut kencan buta lagi? Masa tidak bisa dapat satu untuk gandengan hari ini?”

“Berisik kau, hyung. Kau pikir itu kencan buta keberapa yang aku ikuti? Orangnya hampir aku kenal semua.”

“Tiga puluh? Ah, tiga puluh satu?”

“Tiga puluh lima.”

Ji Hansol tertawa.

Oh, bahkan pria dengan bola mata besar seperti bocah, pemalu dan aneh itu saja sudah dapat seorang istri. Lalu kenapa pria (hampir) sempurna seperti dirinya masih menjomblo? Sebenarnya apa yang salah dari hidup Lee Taeyong? Sebelah mana yang tidak seimbang sampai wanita-wanita yang ia temui selalu berdalih jika Taeyong bukanlah pilihan yang baik bagi mereka?

Taeyong heran.

“Kusarankan, lebih baik ikut perjodohan saja.” Begitu kata Taeil yang asik bergandengan dengan istrinya (yang saat ini sedang hamil besar), pamer kemesraan.

“Ayah dan Ibuku sudah angkat tangan. Aku sudah dijodohkan hampir lima belas kali dan semua wanita itu menolak dengan alasan yang sama. Aku terlalu sempura bagi mereka. Gila tidak?” Itu alasan paling tidak masuk akal menurut Taeyong.

Jadi sekarang jika Taeyong mati-matian ingin mendapat seorang wanita, itu bukan salah Taeyong. Salahkan saja para wanita itu yang menolak seorang pangeran seperti Taeyong.

Iya, pangeran. Tampan, baik, bisa diandalkan, mampu (bahkan terbilang kaya), terkenal, dan tentu saja cerdas. Benar-benar tipe ideal semua wanita, kan?

“Hai.”

“Oh, hai.”

“Temannya Ran?”

“Bukan, aku sepupunya Yuta.”

Taeyong mendesah kesal. Kawan Osaka-nya itu menyembunyikan seorang bidadari seperti ini disaat Taeyong mati-matian mencari wanita untuk menjadi pendamping hidupnya.

“Sendirian?”

Wanita itu mengangguk.

“Omong-omong, namaku Lee Taeyong.”

“Aku Park Cheonsa.”

“Orang Korea?”

“Blasteran, sebenarnya.”

“Oh~”

Wanita berambut pirang dengan mata belo yang tampak cantik itu tersenyum tipis saat tiba-tiba Taeyong mengisi satu bangku kosong di sampingnya. Bagi Taeyong itu artinya lampu hijau, tapi tidak bagi si wanita cantik.

“Sudah punya kekasih?” Tanpa menghiraukan bagaimana reaksi si wanita Taeyong melanjutkan. “Aku juga belum punya kekasih. Kalau mau, kita bisa mencoba dekat.”

“Eh?”

“Omong-omong, aku sudah mapan, kok. Walau lumayan populer, aku ini setia. Tidak begitu pintar, sih, tapi aku lebih baik dari Yuta kalau masalah otak. Pintar memasak, bisa diandalkan untuk urusan rumah tangga juga.”

“…”

“Teman-teman selalu bilang aku ini pantas menjadi Ayah yang baik.”

Taeyong terus membahas tentang dirinya tanpa perduli tatapan tidak suka wanita di sampingnya. Terus seperti itu sampai upacara penikahan Yuta dan Ran selesai dan wanita di sampingnya pamit begitu saja.

“Maaf, aku permisi dulu.”

“Tunggu. Boleh minta kontakmu?”

“Maaf, aku tidak punya ponsel.”

Dan wanita dengan arti nama malaikat itu pergi begitu saja. Baru beberapa langkah meninggalkan Taeyong, dia mengeluarkam ponselnya, terlihat menelepon seseorang.

“Sial! Selalu saja berakhir seperti ini.” Taeyong mendengus kesal. “Kalau begini terus aku akan benar-benar menjadi seorang Anuptaphobia.”

“Kau memang sudah menjadi Anuptaphobia dari dulu, Bodoh!” Hansol tiba-tiba duduk di sampingnya. “Kebiasanmu yang selalu berharap lebih saat bertemu wanita itu masalah utamamu, sudah aku bilangkan?”

“Jadi aku harus apa? Aku benar-benar takut tidak ada yang mau denganku.”

“Itu tidak mungkin, Lee Taeyong.”

“Bagiku itu sangat mungkin, Dr. Ji Hansol.”

“Ha~ah. Aku benar-benar bingung denganmu.”

“Maaf kalau begitu. Aku ini memang suka bikin susah orang.” Sindir Taeyong. “Tapi tolong diingat, aku hanya tidak tahu cara yang benar untuk mendekati mereka. Aku takut ditinggal jika berbohong. Tapi salah juga jika terlalu terbuka.”

“Makanya kubilang, banyak-banyak ikut kencan buta.”

“Hmm. Besok aku akan ikut kencan buta lagi.Yang. Ke. Tiga. Puluh. Enam.”

.FIN

Advertisements

10 thoughts on “[Ficlet-Mix] A Man Who Needs Elixir (1)

  1. SEK…SEK…INI BIARKAN AKU MENEBAK ((ceritanya mager liat note gc)), fic pertama bikinannya jengrish, iya kan?? kuhanya ingin berkata; BERHENTI BIKIN FANTASY KAK BERHENTI GAK, AKU NGAKAK DEMI APA MAKHLUK TUHAN YANG PALING TAMPAN PHOBIA SAMA WANITA CANTIK /lalu ditebas/
    kedua……kakfeb? iya kan? kalo bener dikasih sempol tolong /GA/. btw kenapa ya aku still ngakak ibu mertuanya bawa2 gergaji mesin astaga, itu mau aborsi apa gimana? pertolongan pertama untuk Hana sebelum TY kabur ke pelukan don /salah/.
    ketiga……..mba lele kyaaaaa……AKU PUAAAZZZ AKU SUKAAAAA AKU CINTAAAA MAS TAE DIBIKIN JONES CEM JOHNNY /SALAH/ AKHIRNYA ORANG GANTENG MENDERITA JUGA YESH GAPUNYA JODOH, SINI KENCAN BUTA SAMA AKU MZ AKU RELA.

    SEKIAN~ kalo tebakanku salah jangan tebas saya, lebih baik kasih santunan aja berupa sebungkus sempol ke rumah.

    Liked by 1 person

  2. Yaaaaa yaaa yaa.. baru baca masa?? Setelah kelewat 1 hari hampir 2 hari ultahnya mz Tae…
    Eehh apalahhh mz Tae jomlo?? Ditolak?? Eehhh Cheon nolak mas Tae beneran?? Wahh Mz Taeyong bisa buat aku brarti… aku juga jomblo mz.. sini sini.. sama aku aja.. gabakal ditolak ko… 😊😊😊 😂🔫

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s