[Ficlet] Her Diary

dia2

Angelina Triaf ©2016 Present

Her Diary

Lee Taeyong, Jung Jaehyun, Mark Lee (NCT) Teen, Friendship | G | Ficlet

“Men are left because women always right.”

0o0

Lately I got so many problems that I can’t solve yet. Just lying on bed and trying to relax my mind for five hours, but I’m a typical of moody girl who can’t even doing nothing properly. Maybe I must go outside because sun shines brightly right now, or not?

 

These all things are because I got mad with him since last Friday, and it is Thursday, by the way. Oh God, it’s already a week and look? He didn’t even come here for apologize. I don’t want to believe it but, yeah, I have some temper limit and didn’t he think that it is too much for us? For me?

 

I know he’s a typical of busy as hell young man and almost never had time for me―it’s true I’m not such a liar. But, it’s still too much. I hate him, and if I lost in my anger it means our ending has come closer. Seriously, I’m trying to be a cute and attentive girl for him. I always obey his words without any doubt or exception.

 

I just want him to look at me more often than usual, stare at me with that smile which I don’t know when it became my favorite. I just want to see him at least every day when my eyes opened in the morning or before I sleep at night. I never say all those things to him before but can’t he know himself?

 

I hate him. He’s like a demon. A handsome one…

 

God, I must be crazy.

“Bang, katakan padaku sekarang juga apa yang telah kau lakukan pada sahabat tercintaku itu.”

Belum apa-apa Jaehyun sudah terkena jitakan maut Taeyong, membuat pemuda itu hanya mampu mengerucutkan bibirnya karena kesal. Lain hal dengan Mark yang hanya terdiam karena nyatanya ia sama sekali tak tahu apa yang tengah terjadi. Tiba-tiba saja Taeyong menariknya dan menculiknya ke dalam mobil lalu membawanya kemari.

“Kata Bang Yuta, Cheon mulai mengurung diri di kamar orangtuanya sejak lima jam yang lalu. Karena merasa ada yang aneh, ia akhirnya menggeledah kamar Cheonsa dan menemukan itu.”

Diari dalam genggaman Taeyong masih saja terbuka, tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membaca ulang. Hanya sekilas Taeyong melihatnya tadi, dan kini ia memfokuskan pandangannya pada Mark juga Jaehyun.

“Jika digabung dengan ketika ia mengurung diri di kamarnya, ini sudah sepuluh jam. Ia belum makan dari semalam. Demi Tuhan, anak itu harus makan atau ia akan mati.”

“Bang Jae, stop saying nonsense things or I will bring you to Jane right now.”

Jaehyun memang tak sepenuhnya mengerti perkataan Mark, tapi jika nama adiknya itu sudah tersebut… Ia sama sekali tak ingin membayangkan kemungkinan terburuk dalam usianya yang masih belia ini.

“Memang kalian ada masalah apa, sih? Kenapa selalu seperti ini? Orang tuh pacaran untuk mencapai kebahagiaan, bukannya kesedihan.” Ah, pintarnya Jaehyun berargumen seperti itu padahal ia sendiri belum memiliki kekasih.

Taeyong menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan absurd Jaehyun sementara Mark hanya menghela napas pasrah. “Itu Kak Cheon diapain sih, Bang?” Lama-lama Mark jadi gemas sendiri dengan para makhluk absurd ini.

“Lah, mana kutahu. Kemarin waktu Abang free seminggu dia malah jalan sama Winwin, tuh anak juga baru datang dari Cina. Terus waktu Abang ada flight ke Moscow hari Senin depannya, dia malah marah bilangnya Abang engga pernah ada buat dia. Ya jadi salah siapa?”

“Salah Bang Tae.”

“Iya, salah Bang Tae.”

Sungguh, jawaban telak dari Jaehyun juga aminan pendapat dari Mark membuat Taeyong syok dengan dramatis. “Kok gitu?”

“Karena wanita selalu benar, Bang. Ah, teori percintaanmu nol besar ternyata.”

Jaehyun, jika saja ia bukan temannya Cheonsa mungkin Taeyong akan benar-benar mengirimnya ke neraka sekarang juga.

“Bang, pernah dengar ini, engga? Men are left because women always right.” Ucapan Mark jelas-jelas membuat Taeyong terdiam. Melihat perubahan raut wajah Taeyong dan wajah pongah bin ajaib milik Jaehyun, Mark kembali melanjutkan, “Para pria tertinggal karena wanita selalu benar. Kuasa wanita itu menyaingi kuasa Tuhan, Bang.”

Agaknya ini aneh karena faktanya saat ini Taeyong harus dinasihati oleh dua bocah yang bahkan tak memiliki kekasih. Tapi semuanya memang benar, mana pernah wanita ingin disalahkan? Mereka nabrak tembok aja temboknya yang minta maaf.

“Jadi, Bang Tae mau apa sekarang?” tanya Jaehyun penasaran. Masalahnya Yuta tadi berpesan padanya untuk membujuk Cheonsa keluar agar sepupunya itu makan. Sepuluh jam, loh. Jaehyun saja rasanya sudah hampir lumutan menunggu di kamar Cheonsa sejak tiga jam yang lalu.

“Entahlah. Yang jelas ada satu hal yang harus segera dilakukan saat ini.”

“Apa?” jawab keduanya serempak, melihat wajah serius Taeyong membuat mereka berdua penasaran.

Taeyong kini menatap Mark dengan tatapan penuh arti. “Mark, tolong terjemahin dulu ini diarinya. Pusing itu bahasa alien semua.”

Bang, pulang lewat mana?

 

Bang, mau kubunuh di mobil apa sekarang di sini?

 

Kira-kira begitulah wajah Jaehyun dan Mark saat menatap Taeyong jika diartikan menjadi kata-kata.

“Kan Bang Tae tahu kalau Cheon marah tuh bahasa aliennya keluar semua. Ya terus kalian pacaran gimana? Masa engga ada obrolan gitu?”

“Ya kan dia bisa Bahasa Korea, Jae. Ah geregetan Abang lama-lama sama kamu. Jane sayang engga sih sama kakaknya ini?” tanya Taeyong pada Mark.

“Engga. Malah Jane bakal bahagia nanti liat batu nisan kakaknya.” Sungguh sadis seorang Mark Lee itu.

Dan cerita ini berakhir dengan Mark yang menjadi alih bahasa dadakan serta Jaehyun yang masih sibuk membujuk Cheonsa untuk keluar.

Selama itu pula Taeyong melamun. Faktanya, mana mungkin ia tak mengerti Bahasa Inggris kalau Cheonsa sering menggunakan itu tiap kali bicara dengannya?

Taeyong hanya butuh waktu untuk berpikir, kira-kira cara mutakhir apa yang kali ini bisa ia lakukan untuk meluluhkan hati Cheonsa yang sedang marah. Gadis itu sangat menggemaskan, tapi kalau sedang marah… jangan harap besok masih bisa bernapas di bawah langit Seoul.

FIN

Advertisements

6 thoughts on “[Ficlet] Her Diary

  1. Jaehyun memang tak sepenuhnya mengerti perkataan Mark, tapi jika nama adiknya itu sudah tersebut… Ia sama sekali tak ingin membayangkan kemungkinan terburuk dalam usianya yang masih belia ini.

    HAHAHAHA ffnya dramatis serta kocak abis, makasih pagi” udah dibikin perut terkocok karena kelakuan trio kwek kwek itu *eh

    Like

  2. Bhaqq ngakak ya ampun ini si taeyong bener” deh xD siapa yang ngk gregetan coba dianya begitu xD
    Bunuh aja jae bunuh wkwkwk xD

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s