[NCTFFI Freelance] Hometown (Oneshot)

[Poster] Taeyong's 22nd

Tittle: Hometown || Author: HasekuraLee00 || Main Cast: Lee TaeYong (NCT-U), Doyoung (NCT-U), JaeHyun (NCT-U), Ten (NCT-U), And Other SM Rookies’ Member || Support Cast: SM Rookies’ Manager || Genre: Bromance, Family || Rating: General || Length: Oneshot (3000+ Words)

Disclaimer : SM Rookies’ members belong to his agency, parents, and their fans! The storyline and Taeyong are mine. Sorry for Typo(s) and happy reading^^

Also posted on https://hasekuralee00.wordpress.com/

Summary :”Sepertinya ulang tahunku kali ini hanya akan aku habiskan sendirian karena kalian semua pulang ke kota asal masing-masing”
–Taeyong-

***

SM Rookies’ Dorm, 20th of June 2016

Hari muali larut, saat para member NCT-U kembali dari rutinitasnya. Selama perjalanan dari basement sampai ke dorm mereka, mereka terus merenggangkan tubuh mereka yang terasa lelah karena seharian berada di stage. Saat mereka memasuki ruang utama, member SM Rookies lainnya sedang berkumpul disana ditemani sang manager hyung.

Terlihat wajah para member SM Rookies yang berseri, sepertinya ada suatu kabar bahagia yang dibawa oleh manager hyung. Taeyong, Doyoung, Taeil, Jaehyun, Ten, dan Mark pun segera berhambur ikut berkumpul bersama member yang lain. Merekapun kembali tenang, mendengarkan kelanjutan ucapan sang manager.

“Jadi, kalian punya libur seminggu akhir bulan ini sampai awal bulan depan. Kalian bisa tetap di dorm atau pulang ke kota masing-masing” Ucap sang manager.

“Jadi aku benar-benar bisa pulang kenegaraku selama seminggu?” Tanya Yuta member asal Jepang dengan ekspresi tidak percaya.

Tentu saja mereka merasa kaget, Sub-unit mereka berikutnya akan segera didebutkan. Meski tak semua member bisa sekaligus debut, mereka butuh satu-sama lain untuk saling membantu dan mendukung. Terlebih lagi NCT-U yang berhasil debut sekitar 2 bulan lalu. Mereka mulai padat jadwal dalam negeri ataupun diluar negeri.

Ne, terserah kalian mau pulang atau tetap disini”

“PULANG!” Ucap semuanya serempak.

Well, tidak semua juga sih, karena Taeyong tiba-tiba terdiam. Berbeda dengan ekspresi member lain yang terlihat begitu bahagia, ekspresinya menunjukkan ia sedang bimbang.

 

Flashback Mode On

Taeyong bersama member lain sedang malas-malasan dikamar masing-masing karena jadwal mereka sedang kosong hari itu. Taeyong masih bergelimpungan dikasurnya di hari yang mulai siang itu. Jam sudah menunjukkan pukul 9 dan ia masih belum beranjak dari kasurnya. Berbeda dengan Doyoung teman sekamarnya. Ia sudah terlihat rapi dan duduk disofa dengan tenang sambil mengutak-atik ponselnya.

Tak lama, terdengar bunyi dari sebuah ponsel tanda telefon masuk. Taeyong tak menghiraukannya. Karena ia kira itu adalah posel Ten karena semalam Ten tidur bersamanya.

Posel itu kembali bergetar, namun masih belum juga ada tanda-tanda dari keduanya untuk mengangkatnya. Bunyi itu sempat berhenti sebentar, dan beberapa saat kemudian kembali terdengar. Doyoung pun terlihat geram dengan hyung-nya itu. Ia segera mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ada digenggamannya menuju Taeyong yang masih tenggelam didalam selimut tebalnya.

Hyung! Angkat ponselmu! Berisik tau!” Gerutu Doyoung.

“Itu pasti ponselnya Ten. Siapa juga yang akan menelfonku?” Jawab Taeyong masih tak merubah posisinya.

Suara ponsel itu kembali terdengar, dan pada waktu yang sama, pintu kamar mereka terbuka. Membuat Doyoung segera mengalihkan pandangannya ke pintu. Sedangkan Taeyong? Ia masih tak bergeming dari posisi awalnya. Dan muncullah sesosok Ten yang terburu masuk kedalam kamar.

Wae-“ Ucap Doyoung terpotong.

“Taeyong Hyung! Eomma-mu mengirimkan pesan padaku, ia menanyakan kenapa kau tak mengangkat telfonnya” Ucap Ten tergesa sambil menggoyang-goyangkan tubuh Taeyong yang tertutup selimut.

eh?” Ucap Taeyong kaget dan segera bangkit dari posisi awalnya.

Taeyong meraba tempat tidurnya dengan panik, mencari ponsel yang sedari tadi berbunyi yang ternyata merupakan ponselnya. Doyoung yang melihatnya hanya mendengus kesal, tadi ia kan sudah mengatakannya, tapi malah tak dihiraukan oleh Taeyong.

Pandangan Taeyong berhenti tepat dibawah bantal empuknya. Ponselnya kembali berdering. Ia mengambilnya dengan cepat, melihat nama yang tertera diatasnya. ‘eomma’. Ia melihat 2 orang yang sedang berada bersamanya bergantian, seakan minta tolong.

Yeo-yeoboseyo?” Ucapnya pelan.

Doyoung dan Ten ikut tegang melihatnya. Itu terjadi karena keduanya tahu benar bagaimana hubungan Taeyong dan eomma-nya. Taeyong sempat membuat kesalahan besar yang membuat hubungannya dengan eomma-nya renggang. Sebenarnya, eomma Taeyong sudah benar-benar memaafkan putranya itu, tapi Taeyong masih terus merasa bersalah pada kedua orang tuanya. Ia pun mengikuti casting SM Entertainment dengan tujuan menghapus kenangan kelamnya dengan hal baru yang semoga membuatnya jauh lebih baik kedepannya.

‘Yong-ah~ Sayang, kenapa lama sekali mengangkat telfon eomma? Hmm?’ Ucap wanita diseberang telefonnya dengan nada yang sangat lembut.

Cwi-cwisonghamnida, aku tertidur” Ucapnya pelan.

‘Tertidur? Jadwalmu sedang kosong hari ini? Ya sudah, beristirahatlah dengan baik. Jangan sampai terlalu lelah, kau bisa sakit’

N-ne

‘Oh ya, eomma menghubungimu karena ingin memberi tahumu sesuatu. Halmeoni-mu sedang sakit, jadi eomma akan pulang ke Daegu besok. Appa-mu sedang tugas di China. Eomma hanya ingin memberi tahumu itu, mungkin saja kau pulang dan kami tidak dirumah’ Terangnya masih dengan nada yang sangat lembut.

Ne, Arrasseoyo” Jawab Taeyong seadanya.

‘Jika kau ingin pulang, pulanglah nak. Sudah berapa bulan kau tak pulang? Kau tak merindukan eomma-mu ini, eoh?’ Ucap eomma-nya sedih.

Taeyong terdiam, tak bisa menjawab perkataan eomma-nya yang terdengar bernada sedih. Ia memang sudah lama tak pulang kerumahnya, bahkan semenjak ia debut pun ia belum bisa menemui eomma dan appa-nya. Ia ingin sekali pulang dan menemui mereka, tapi ia takut. Ia terlalu takut kedua orang tuanya masih belum bisa menerima masa lalu kelamnya.

‘Beristiahatlah, jangan telat makan. Jaga kesehatan. Arrasseo? Baiklah, eomma tutup dulu telfonnya, eomma menyayangimu, Yong-ah’ Tambahnya tulus.

Eomma-nya pun memutuskan sambungan telefon mereka. Doyoung dan Ten saling menatap, sedangkan Taeyong masih terus memandangi ponsel yang telah terputus sambungannya itu.

Nadoyo eomma” Ujarnya lirih.

Flashback Mode Off

Sang manager tersenyum mendengar jawaban mereka, kemudian matanya tak sengaja berpendar diantara seluruh member dan menangkap bayangan Taeyong dengan wajahnya yang murung diantara member lain yang begitu berbahagia.

“Taeyongie, kau tak akan pulang?” Tanya sang manager pelan.

Taeyong segera mendongakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Seluruh mata menatap kearahnya. Doyoung dan Ten tau apa yang sebenarnya terjadi.

“Entahlah hyung, tapi sepertinya tidak” Jawabnya ragu.

“Apa ada member lain yang akan tinggal?”

Semua orang terdiam, sampai beberapa suara mencoba keluar.

“A-“ Ucap Doyoung, Ten, Yuta dan Jaehyun bersamaan namun terpotong.

“Kalian semua harus pulang! Kalian kan sudah lama tak bisa pulang ke kota asal kalian!” Ucap Taeyong tiba-tiba.

Taeyong tau dengan jelas, beberapa dari mereka pasti ada yang tak tega melihatnya sendirian di dorm dan ingin menemaninya. Tapi Taeyong tak mau tahu, mereka semua ingin pulang sejak lama, ini kesempatan bagus. Mereka sudah bekerja keras beberapa bulan ini, mereka tak punya waktu lain selain kali ini, selain aka nada satu sub-unit baru yang akan didebutkan, mereka juga akan mengadakan rookie show di Jepang akhir bulan Juli mendatang.

“Kalian pulang saja, hyung akan tinggal” Ucap sang manager.

“Apa tidak masalah hyung?” Tanya Taeyong.

Aniya, dirumah aku juga tidak ada kerjaan” Jawab sang manager mengelak.

Para member saling pandang, merasa tidak enak meninggalkan Taeyong seorang diri di dorm hanya ditemani sang manager. Taeyong pun terus mengatakan ‘Aku tak apa’ tapi para member tetap saja merasa bersalah.

***

 

27th Of June 2016

 

Jam menunjukkan pukul 8 pagi, saat semua member sedang di loker pakaian. Kembali menata barang bawaan yang sudah mereka persiapkan malam tadi. Senyum penuh kebahagiaan terpancar diwajah mereka, termasuk Taeyong. Dia berada diantara mereka, membantu beberapa member yang sedikit memerlukan pertolongannya.

Ia sedang bersama Jisung, maknae SM Rookies. Jisung sudah selesai menge-pack barangnya, ia lalu menutup koper mininya. Taeyong mengelus rambut Jisung sayang.

appa-mu yang akan menjemput?” Tanya Taeyong lembut.

aniyo hyung, appa sedang sibuk. Mungkin aku dijemput supir rumah” Jawab Jisung manis.

“Baiklah, hati-hati dijalan. Kembalilah dengan selamat” Ucapnya lembut.

Jisung tersenyum lembut pada hyung-nya, mengangguk kecil. Taeyong kemudian melepaskan tangannya dari rambut coklat Jisung, beranjak dari tempatnya. Ia kemudian berdiri tepat diantara ke-12 member yang lain, menjadi pusat perhatian.

“Kalian semua, gunakan waktu kalian dengan baik. Dan kembalilah dengan selamat. Aku akan menunggu kalian semua” Ucap Taeyong.

Neyo hyung” Jawab beberapa diantara mereka.

Sedang Ten, Doyoung, Jaehyun, dan Yuta diam. Mereka terus merasa tidak enak. Tapi, mau bagaimana lagi, Taeyong sendiri tak membiarkan mereka tinggal.

Satu persatu mulai meninggalkan dorm. Yuta asal Jepang, Ten asal Thailand, Mark asal Canada, dan Jhonny asal Amerika, pergi bersama ke bandara diantar sang manager. Sedang member lain asal Korea juga mulai dijemput oleh keluarga mereka.

***

 

28th Of June 2016, 08:00 KST

Mentari kembali menyinari bumi, saat Taeyong mulai terbangun dari tidurnya. Mengamati sekitar. Kosong. Suasana sangat sepi. Membuatnya merasa aneh. Ranjang disebelahnya juga kosong, ia tak mendapati Doyoung yang biasanya belum terbangun.

Ia baru ingat. Semua member pulang ke kota asal mereka selama seminggu. Dan ia akan tetap disini dengan semua keheningan yang ada selama seminggu pula. Sungguh mengenaskan. Ia beranjak dari kasurnya, berjalan keluar.

Ia membuka pintu perlahan, kemudian menghentikan aktifitasnya saat melihat sang manager sedang menerima telefon diruang tengah. Taeyong menutup sedikit pintunya, mencoba menguping pembicaraan sang manager.

‘Tapi aku tak bisa pulang, eommonim’

‘Ada seorang member yang tak bisa pulang karena bermasalah dengan orang tuanya’

Deg!

Taeyong sepenuhnya menutup pintu. Tak berharap mendengarkan pembicaraan selanjutnya. Ia kembali ke ranjangnya, duduk diujungnya dengan pikiran kosong.

1 jam berlalu, Taeyong masih dalam kondisi yang sama. Menundukkan kepalanya dalam, memandang sandal yang ia kenakan yang tak menarik sedikitpun. Sebuah suara mengagetkannya.

Yongie, ayo makan!’ Ucap seseorang dluar sana.

Neyo hyung

Taeyong beranjak, tanpa memikirkan apa yang akan ia lakukan setelahnya. Ia duduk tepat didepan sang manager, membuka pembicaraan.

Hyung,tiba-tiba aku kangen masakan rumah” Ucap Taeyong datar sambil mengaduk makanan diatas piringnya dengan sendok dan garpu yang ia pegang, membuat sang manager terlonjak kaget.

“Kau… bersungguh-sungguh?” Tanya sang manager tak percaya.

Ne, aku sudah lama juga tak pulang. Pasti akan semakin sibuk nantinya” Entahlah, apa yang dipikirkan Taeyong, tapi kata-kata itu keuar begitu saja.

“Baiklah, nanti hyung antarkan kau pulang. Hyung juga akan pulang setelahnya”

Taeyong mengangguk, tersenyum dibuat-buat. Sang manager makan dengan lahap, mungkin ia bersyukur bisa pulang dan tidak hanya di dorm menemani ‘member yang bermasalah dengan orang tuanya’ itu.

***

 

17:00 KST

Sebuah mobil biru berhenti tepat didepan pagar rumah yang cukup besar, dan turunlah seorang namja berambut putih yang mengenakan jeans, jaket, dan tak lupa topi hitamnya.

kamsahamnida, hyung” Ia sedikit membungkuk.

Seseorang didalam mobil hanya sedikit mengangguk, kemudian melajukan kembali mobilnya meninggalkan tempat tersebut.

Namja itu adalah Lee Taeyong. Kini, ia mondar-mandir didepan gerbang yang tertutup, bingung harus masuk atau kembali pergi dari sana.

Tuan muda!’ Ucap seseorang dari dalam.

Deg

Tak ada lagi alasan untuk lari bagi Taeyong. Pagar rumahnya sedikit terbuka, keluarlah pria paruh baya yang mengenakan seragam security tersenyum kearahnya.

“Maaf tuan, saya kira tadi bukan tuan. Makanya tidak saya bukakan pagarnya” Ucapnya meminta maaf.

“Apa appa dan eomma dirumah?” Tanya Taeyong tiba-tiba.

Aniyo. Tuan sedang tugas diluar negeri, Nyonya di Daegu dan baru kembali awal bulan depan”

Taeyong menghembuskan nafas lega. Biarlah. Setidaknya ia bisa menginap disana beberapa malam, dan meminta para pelayan dirumahnya menutup mulut tentang kedatangannya dirumah tersebut pada sang eomma.

Taeyong pun segera masuk, memperingatkan semua orang untuk tak memberitahukan keberadaannya, dan meminta mereka menganggap Taeyong tidak ada dirumah tersebut.

***

 

Seoul, 30th Of June 2016, 16:30 KST

 

Terhitung hari kedua semenjak kepulangan Taeyong ke rumahnya. Ia pulang juga terpaksa, hanya tidak ingin merepotkan sang manager. Pembicaraan sang manager di telefon 2 hari yang lalu masih terngiang dibenak Taeyong. Itu menyakitinya! Sungguh!

Hari semakin sore, dan Taeyong masih terdiam disofa kamarnya, matanya memandang suasana luar dari jendela kamarnya. Tak berutik selama berjam-jam. Taeyong tak jenuh juga. Ia mulai duduk di sofa tersebut semenjak 3 jam yang lalu, saat matahari masih bersinar terang, sampai saat ini sang mentari sudah bersiap-siap kembali terbenam.

Tok tok tok

‘Tuan, makan siangmu kenapa belum dimakan? Ini saya bawakan susu hangat. Tuan harus makan sesuatu. Tuan bisa sakit’ Ucap seorang pelayan mengetuk pintu kamar Taeyong, namun sama sekali tak diperhatikannya, Taeyong hanya fokus pada pemandangan di luar kamarnya.

Beberapa kali pelayan rumahnya mengetuk pintu kamar, mengantarkan makanan untuknya. Tiap jam makan, seorang pelayan datang membawa makanan dan meletakkannya didepan pintu kamar Taeyong. Semenjak kedatangannya, ia sama sekali tak membuka pintu kamarnya, menguncinya rapat. Ia tak peduli dengan kondisinya, ia hanya melarikan diri dari dorm. Ini bukan liburan, hanya sebuah pelarian baginya.

Suara gerbang terbuka, dan sebuah mobil berhasil memasuki halaman rumah tersebut. Taeyong segera menegakkan badannya, bangun dari duduknya dan melangkah kearah jendela dengan tergesa.

Mata Taeyong membulat seketika saat mengetahui siapa yang turun dari mobil hitam tersebut. Seorang pria paruh baya yang masih lengkap dengan jas hitamnya, dan menyeret koper kecil bersamanya. Itu appa-nya!

Tanpa basa-basi, Taeyong memasukkan semua pakaian yang berhamburan diatas kasurnya kedalam tas kecil yang kemarin ia bawa. Ia ketakutan, begitu saja memakai jaket hitamnya dan berlari kearah jendela.

Taeyong membuka jendela kamarnya, melempar tas hitam yang berisi pakaian kebawah. Kamarnya berada dilantai 2 dan dia berusaha melompat dari sana. Ia baru saja mengeluarkan kaki dari jendela saat sebuah mobil putih memasuki halaman rumah.

Turun seorang wanita yang langsung berteriak histeris melihat kearahnya. Satpam penjaga rumah juga langsung panic melihatnya.

‘Taeyongie!!! Apa yang kau lakukan disana, sayang? Ayo turun! Kau bisa jatuh’ Ucap wanita tersebut, eomma-nya.

Wanita tersebut mulai menitikkan air mata, Taeyong bisa melihatnya. Ya tuhan, Taeyong tiba-tiba merasa bersalah pada sang eomma. Kini Taeyong dalam keadaan kalut, bingung harus bagaimana. Ia juga melihat kebawah, itu sangat tinggi!

Dok dok dok

‘Lee Taeyong! Cepat buka pintunya!’ Teriak sang appa dari luar kamarnya, menggedor pintunya keras-keras.

Suara gedoran pintu semakin kencang, eomma-nya juga terus meneriakinya dari bawah. Kepala Taeyong terasa begitu berat, banyak hal dipikirannya, terlebih lagi ia fobia ketinggian dan posisinya saat ini hampir terjatuh dari lantai 2 rumahnya.

Jedak

Pintu terbuka lebar saat sang appa berhasil mendobraknya. Tuan Lee segera berlari kearah jendela dan menarik Taeyong turun dari sana.

Bugh

Taeyong seketika kehilangan kesadarannya. Jatuh tepat diatas lantai kamarnya.

***

1st Of July 2016, 09:15 KST

Cahaya mentari pagi perlahan-lahan tertangkap retinanya. Membuatnya merasa terusik dari tidurnya. Matanya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya yang ada diruangan tersebut. Ia memandang sekitar, aneh. Dimana ini? Kenapa kepalanya terasa pusing?

Ia mendudukkan dirinya, mengembalikan kesadarannya perlahan. Ia memandang arah jendela dengan gorden yang sedikit terbuka, pintu kamar yang terbuka, dan meja belajarnya. Tunggu, meja… belajar? Dan mana tempat tidur Doyoung?

Saat kesadarannya sepenuhnya telah kembali, ia segera melihat arah jam, ekspresinya tak bisa menutupi rasa kagetnya yang luar biasa. Ia pingsan+tertidur semenjak kemarin sore. Dan itu artinya, ia masih berada dirumahnya! Bersama kedua orang tuanya!

Dan lihat semua ini? Selimut hangat menyelimuti seluruh tubuhnya. Apa ia harus melanjutkan aksi kaburnya sekarang? Mencoba melompat dari lantai 2 rumahnya? Sepertinya tidak, untuk kali ini.

Suara gelak tawa tertangkap pendengarannya, dibawah terdengar sangat bising. Sepertinya banyak orang dirumahnya, dentingan alat makan yang saling beradu juga terdengar jelas. Pasti hari ini adalah hari besar, ia tak seharusnya ada disini saat ini. Ia hanya akan mempermalukan orang tuanya dengan masa lalu kelamnya.

“Tuan muda” Suara seorang ahjumma mengagetkannya.

Taeyong mengalihkan pandangannya keluar pintu, seorang pelayan berdiri disana.

Waeyo ahjumma?” tanyanya datar.

“Nyonya menyuruhku untuk membangunkan anda dan segera mengajak anda turun” Terang pelayan tersebut.

“Ne? Turun? Bersama semua orang dibawah? Shireo!” Tolak Taeyong mentah-mentah.

Seseorang tiba-tiba muncul ditengah keduanya, tersenyum pada sang ahjumma dan menapakkan langkah pastinya memasuki kamar Taeyong. Sedangkan Taeyong hanya terdiam dan kaget dengan apa yang dilihatnya.

“Win…Win?” Ucap Taeyong terbata.

WinWin tersenyum mendengar namanya disebut, segera mendekat kearah Taeyong dan memeluk hyung-nya itu.

Bogoshipeoyo hyung” Ucap WinWin pelan, kemudian melepas pelukannya.

“Bagaimana kau-“ Ucap Taeyong terpotong saat melihat 2 orang lain memasuki kamarnya.

“Yongie hyung” Ucap Jaehyun dan Ten bersamaan, melangkah memasuki kamar.

Taeyong tak bisa mengatakan apapun. Ia bukan hanya kaget, tapi juga bingung. Ia mulai bingung ini kenyataan atau hanya sebuah mimpi. Kenapa alurnya jadi aneh sekali? Dia dirumah, semua member pulang kekota asal mereka, tapi kenapa… jujur, ini sangat membingungkan!

kajja hyung!”

eo-eodi?”

Ten, Jaehyun, dan WinWin membawa paksa Taeyong keluar dari kamarnya. Menapaki satu persatu anak tangga dan turun menuju ruang utama. Taeyong tercengang, melihat semua orang yang ada disana. Semua orang juga menatap kearah keempatnya yang berjalan turun.

Saengil Chukhae Hamnida~
 
Saengil Chukhae Hamnida~
 
Saranghaneun Lee Taeyong^^
 
Saengil Chukhae Hamnida…

Semuanya bernyanyi bersama, dan kemudian sang eomma yang membawa kue coklat keju dengan lilin bertuliskan angka 22 mendekat kearahnya. Taeyong tak berekspresi apapun, terlalu bingung dengan apa yang sedang terjadi. Ia bahkan berpikir bahwa kemarin dia benar-benar jatuh dan kini sudah sampai di surga.

Hanya diam. Semua orang menunggunya make a wish dan meniup lilinnya, namun Taeyong hanya diam memandangi satu persatu orang disana. Kedua orang tuanya, dan semua membernya lengkap berada disana.

“A-apa ini?” Taeyong terbata, kebingungan.

“Selamat ulang tahun, sayang. Cepat make a wish dan tiup lilinnya” Ucap eomma-nya lembut.

Taeyong menunduk, mengucapkan harapannya. Dan harapan terbesarnya adalah, ‘semoga ini semua bukan mimpi’.

fuu~

Api lilin tersebut mulai padam dalam sekali hembusan Taeyong. Semuanya bertepuk tangan. Para member kemudian berlari kearahnya dan memeluknya hangat. Mereka benar-benar memeluk Taeyong, Taeyong dapat merasakannya. Berarti, ini semua bukan hanya mimpinya!

Taeyong kini merasa sangat bahagia. Setitik air mata menetes dari matanya. Setelah para member melepaskan pelukan mereka, eomma dan appa-nya mendekat, memeluknya hangat, penuh kasih sayang. Sang eomma bahkan terus meneteskan air mata karena terlalu bahagia bisa kembali memeluk anak satu-satunya itu.

Cwisonghamnida” Hanya itu yang sanggup Taeyong ucapkan pada keduanya.

“Tak ada yang perlu dimaafkan, sayang” Ucap sang eomma, masih dalam tangisnya dan terus mengelus puncak kepala Taeyong lembut.

Cwisonghamnida” Ujar Taeyong lagi.

“Semua itu hanya masa lalu, nak. Lupakanlah kenangan buruk, dan sisakan yang indah saja. Berhentilah meminta maaf” Ucap appa-nya lembut, namun tegas.

Taeyong tak bisa menahan air matanya. Ia menangis dalam pelukan kedua orang tuanya. Setelah cukup lama, isakannya mulai mereda. Mata seluruh member terus tertuju padanya. Taeyong memang selalu terlihat tegar, belum pernah seperti ini sebelumnya.

***

 

10:00 KST

 

Kini, semuanya sedang duduk dan saling bercengkrama di ruang tengah rumah tersebut. Beberapa memakan camilan-camilan yang telah disediakan. Taeyong duduk disebelah kanan eomma-nya, sedangkan sang eomma sibuk bercengkrama dengan Taeil yang ada dihadapannya.
Taeyong mengedarkan pandangannya kesepenjuru ruangan. Ia masih bingung dengan semuanya, ingin bertanya, namun ia sudah kehabisan kata-kata. Tak berselang lama, Yuta duduk tepat disisinya. Membuatnya menolehkan pandangan pada Yuta yang tersenyum lembut kearahnya.
“Butuh penjelasan?” Ucap Yuta pelan, mengetahui apa yang ada dipikiran Taeyong.
Taeyong mengangguk pelan, memang saat ini ia butuh penjelasan tentang semua hal tersebut.
Satu per satu mengalihkan pandangan kearahnya, akhirnya suasana yang tadi bising dan penuh gelak tawa jadi sunyi.
“Ini semua sudah terencana. Kami tidak benar-benar pulang ke rumah masing-masing” Ucap Yuta.
“eh?” Hanya itu yang dapat keluar dari mulut Taeyong.
Sang eomma yang ada disampingnya kemudian merangkulnya dari belakang, menyalurkan rasa sayangnya. Taeyong memandangnya sekilas, kemudian kembali pada penjelasan para member.
Neyo hyung, kami menyewa kamar hotel dekat gedung SM selama 3 hari lalu. Dan 3 hari itu, kami gunakan untuk latihan disana” Tambah Jaehyun.
“Oh! Hyung, aku hampir lupa! Manager hyung meminta maaf soal pembicaraannya yang kemarin. Ia takut kau jadi kepikiran dan membencinya. Padahal, itu juga bagian dari rencana” Sahut Ten.
Taeyong tidak tahu harus apa, ia sangat bingung saat ini. Tak bisa mengambil kesimpulan dari semua yang telah mereka jelaskan.
“Kalian tahu, aku hampir pingsan saat melihat dia diujung jendela dan hampir meloncat dari lantai 2. Apalagi dia kan fobia dengan ketinggian” Ucap sang eomma sambil mengelus puncak kepala Taeyong lembut.
Suara gelak tawa terdengar dari para member. Sedangkan Taeyong hanya bisa menunduk, kembali merangkai kesimpulan. Tidak jadi pulang… Kamar hotel… Bagian dari rencana… dan… Taeyong mengerti sekarang! Ia menegakkan pandangannya. Menatapi satu per satu orang disekitarnya.
“Jadi… Ini semua-“ Ucap Taeyong terpotong.
Sedangkan semuanya mengangguk. Eomma-nya segera memeluknya hangat.
“Maafkan kami, sayang” Ucap sang eomma meminta maaf.
Aniyo, aku… aku senang. Sangat senang. Aku sempat berpikir bahwa ‘sepertinya ulang tahunku kali ini hanya akan aku habiskan sendirian karena kalian semua pulang ke kota asal masing-masing’. Dan aku sendiri tak bisa pulang kerumah ini. Tapi yang terjadi… malah sebaliknya” Ucap Taeyong ada semua orang yang ada disana.
Semua orang tersenyum kearahnya. Taeyong yang sedari tadi menampilkan ekspresi datarnya, mulai membentuk senyuman di wajah tampannya. Dan seharian itu, mereka habiskan bersama disana.
Hari ini, sangat berharga bagi Taeyong. Ia mendapatkan keajaiban bisa berkupul dengan orang-orang terkasih. Para member dan juga kedua orang tuanya. Taeyong terus saja mengukir senyumnya hari itu. Setiap detik menjadi memori berkesan didalam hidupnya. Dan Taeyong bersyukur, karena hari yang ia inginkan akhirnya datang juga padanya. Hari dimana hanya akan ada kenangan indah, tanpa sedikitpun luka.

~FIN~

Hallooo~ Hari ini hari apa hayoo? :v Oneuleun, Hasekura’s namjachingu Saengiliyeyo 🙂 *gampar diri sendiri* kebetulan, hari ini 2 leader cakep ulang tahun barengan. Pertama, angel oppa-nya hasekura (read: Suju’s Leeteuk), dan yang kedua Jack Frost dunia nyata yang udah taken by Hasekura! Remember it! /fangirl mode on/ :v Tapi beneraaan, Yongie punyanya Hasekura^^

Ini ff pertama yang direvisi berulang kali, karena ditakutkan nama pemeran utama hilang ‘g’ nya :v (marksut:TAEYONG) /apalah/ Ya begitulah pokonya 😀 Sekali lagi, Saengil Chukhae buat Lee Taeyong 🙂 Semoga makin handsome, dan… cerita diatas ada faktanya dikit sih. Taeyong emang punya sedikit masalah di masa lalunya 😦 Tapi, sekarang dia kan udah jadi leader yang bijak seperti Park Jungsoo, bonus handsome pula :v Itu ajalah, Sampai jumpa di fict berikutnya… Annyeong^^

Love,
HasekuraLee00
Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s