[Vignette] Sinting Series: Kegalauan Mark

kegalauan mark.jpg1111

KEGALAUAN MARK

thehunlulu ©2016

[NCT] Dong Winwin, Mark Lee, Nakamoto Yuta — Friendship, Comedy/Vignette/General

Related Story: Sinting

.

Begini nasib jadi orang kelewat ganteng.

***

Sepertinya Mark sedang galau. Iya, galau akan sesuatu yang sejak kemarin-kemarin mengganggu kinerja mood cerianya. Jangan tanyakan di mana Mark sekarang bertapa, Winwin yang sejak dua hari lalu mencari Mark untuk diajak bersenang-senang pun tidak kunjung menemukan batang hidung kawannya. Di mana pun; di kamar dorm, dapur, kamar mandi, bahkan di dalam selimut tetangga pun Mark raib entah ke mana.

Keesokannya, Winwin berinisiatif untuk berjalan sendirian di sela-sela jadwal padatnya menjadi idol tertampan sejagat raya. Pemuda berdarah Cina itu pun menyambar ponsel yang tergeletak di atas nakas tempat tidurnya, lantas kabur dari dorm tanpa meminta izin dari—

“Hei Win, kau mau pergi ke mana pagi-pagi buta begini?”

—Nakamoto Yuta yang diam-diam suka menguntit ide sinting milik Winwin. Iya, Winwin itu sinting, begitu kata sahabatnya—Qian Kun.

Winwin gelagapan setengah sekarat saat menoleh ke arah Yuta yang memandangnya seperti tukang palak. Namun bedanya, kali ini Yuta sedang memasang ekspresi seperti Valak yang belakangan ini terkenal entah mengapa.

Dengan bahasa Korea Winwin yang belum terlalu fasih ia berkata, “A-aku mau pergi mencari Mark, Hyung.”

Beberapa detik berikutnya Yuta mengangguk, namun kali ini kedua tangannya terlipat di depan dada. Memonitori Winwin yang sibuk berderap pelan menuju teras sambil mengaitkan tali sepatunya. Winwin hanya bisa menatap Yuta horor, mengangkat satu alisnya ke atas karena langkah Yuta berderit mendekatinya. Pemuda Osaka itu merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa lembar uang dan menemplokkannya ke jidat Winwin.

“Tolong belikan catokan, ya.”

Winwin menelan ludahnya tidak mengerti. Mau membantah juga tidak kuasa, karena beberapa hari ini wajah Yuta kusut, sama kusutnya seperti rambut simba electric shock yang bersarang di kepala Yuta.

“Jangan jaw drop seperti itu, cepat pergi!”

Hyung satu ini mengundang tonjokan tampan dariku, emang ya.

Winwin sesegera mungkin mengangguk, membungkuk pada Yuta yang sangat ia hormati. Tapi bohong. “Aku pergi dulu ya, Hyung,” ujar Winwin sambil melesat pergi mejauh dari lingkungan dorm.

Kampret emang.

Begitu sepanjang tungkai Winwin melangkah. Satu, dua, hingga tiga distrik sudah dilewatinya tanpa hambatan. Pemuda itu terus saja mengomel dan mengomel, hingga pikirannya dipaksa untuk menyambangi satu tempat yang tak pernah terlintas di kepalanya sekalipun.

Anjay, hari ini belum ke gedung agensi, ya.

Mau tak mau Winwin harus berputar haluan, melewati perempatan yang macet maksimal karena sedang musim mudik. Teringat akan sesuatu, segera jemarinya merogoh saku celananya, menyambar beberapa lembar uang untuk membelikan Yuta catokan rambut di supermarket. Tunggu—

“Ini yang bego Winwin atau Yuta Hyung, ya?”

—supermarket?

Winwin berspekulasi lain; mungkin ia harus memutar perjalanan, melewati beberapa pertigaan dan perempatan guna pergi ke toko perlengkapan salon demi siluman singa semacam Yuta yang haus akan rambut lurus. Oh tidak, tidak mungkin Winwin harus kembali lagi. Maka saat dirasa kurang beberapa langkah untuk sampai di kantor agensi, pemuda bersurai pirang dan pink itu—eww—menenggelamkan uang pemberian Yuta ke dalam sakunya kembali.

“Winwin Hyung!”

Eh, kaya ada yang manggil Win, ih.

Segera Winwin mendongak saat kedua tungkainya nyaris menaiki tangga kecil di depannya. Seketika itu juga—pada detik yang sama—Winwin terperanjat hebat, sepasang maniknya menangkap penampakan bocah berponi oranye yang sedang duduk di atap gedung. Kakinya berayun santai, membuat Winwin harus tiarap di atas aspal—namun bangkit lagi karena aspalnya panas.

GILA! MARK MAU BUNUH DIRI DEMI APA, WIN GAMAU DITIBAN BADANNYA NTAR MAKIN CUNGKRING.

“Yang tabah, Mark! Jangan bunuh diri!”

Nggak dengar, Hyung!” Mark mengibas-ngibaskan tangannya ke bawah, menilik polah Winwin yang mendadak tidur di atas aspal kemudian bangkit dengan air muka kampret-minta-dibogem.

“JA-NGAN BU-NUH DI-RI! DOSA! D-O-S-A!”

Percayalah, bahkan CEO agensi pun harus turun tangan dan menyergah Winwin agar tidak berbuat seperti gembel di depan kantor. Ditambah dengan jaket robek kekinian yang melekat di tubuh cungkringnya, Winwin semakin terlihat seperti tukang rombeng langganan Mark di Kanada.

Duh, malu-maluin banget, begitu batin Mark.

Tak ingin dilaporkan ke polisi setempat juga menyebarkan fitnah ke tetangga sekitar karena Winwin sinting, ia segera menancap langkah seribu untuk menaiki tangga kemudian melenggang masuk ke dalam lift.

Namun Winwin sepertinya terlambat menyadari, saat telunjuknya hendak menekan tombol lift, ia menggerutu kesal karena tidak menemukan tombol untuk pergi ke rooftop.

Anju, salah Winwin apa Ya Tuhan, musim lebaran gini dikasih cobaan terus.”

Winwin berkeinginan untuk menaiki satu per satu anak tangga. Tapi tolong pikirkan, ia bahkan sudah bersumpah dalam hati agar bisa secepatnya menyelamatkan Mark, mana mungkin ia akan berhasil saat harus menaiki 127 lantai lagi? Agensi membangun tambahan lantai lagi, omong-omong. Katanya demi memeriahkan debut sub-unit NCT yang baru.

YANG SINTING SIAPA NIH, WIN ATAU AGENSI?

Winwin terus saja mengomel dalam hati, takut-takut jika jurus kungfunya yang mengambil alih kekesalannya. Kan tidak lucu jika gedung berlantai 127 itu harus runtuh karena saltonya yang mampu membuat bumi gonjang-ganjing.

Winwin pun segera menekan tombol random yang ada di depannya, lalu keluar dari lift dan menggunakan media lain di ujung bangunan. Ya, Winwin harus menggunakan lift barang agar bisa sampai ke rooftop.

Begini nasib jadi orang kelewat ganteng.

Hyung!”

Buru-buru Winwin menghambur setelah membuka gerbang yang menghubungkan sisi dalam dan luar gedung. Ia berlari riang ditemani embusan angin yang seakan berjoget ria bersama eksistensi mungil Winwin.

Yo, Mark Lee! Apa yang kau lakukan di sini, Bro?” tanya Winwin dengan taburan sedikit westernisasi. Ia mengambil tempat duduk di samping Mark yang sedang tertawa riang.

Keduanya mengayun-ayunkan kaki, sepertinya ini lebih parah dari sekedar percobaan bunuh diri. “Mark lagi sebel, nih, Hyung.”

Winwin yang sedari tadi cengar-cengir pun menyalakan mode tampang sok memelas pada Mark. Ia menepuk punggung kawannya penuh pengertian. “Memangnya ada apa? Tidak sampai ingin bunuh diri, kan? Ayo ceritakan padaku.”

Beberapa detik berlalu, Mark menundukkan kepalanya dan berkutat dengan kuku-kuku tangannya yang sudah tidak berbentuk.

“Astaga Tuhan! Jadi selama dua hari ini kau bukannya makan nasi, melainkan makan kukumu sendiri?”

Mark hanya manggut-manggut, membuat Winwin tersenyum simpul melihatnya. Pemuda itu mengerahkan seringaian maut pada salah satu ujung bibirnya. Mark yang awalnya hanya mengerling pun akhirnya menatap Winwin geli pun ketakutan.

Ngapain, sih, Hyung?!

Akhirnya kaum sintingku bertambah satu. “Tidak apa-apa. Ayo cepat ceritakan masalahmu!”

“Kan Mark sudah bilang, Mark sebel sama agensi!”

Winwin melotot. “Hus! Nggak boleh begitu, ah!”

“YA HABISNYA GIMANA, HYUNG?! MASA RAMBUT MARK DIBIKIN KAYA ORANG BEGO GINI! MARK KAN ENGGAK SUKA!!!”

Mark murka, mengundang Winwin untuk memundurkan wajahnya karena hujan lokal baru saja terjadi. Demi Tuhan, membahana juga kalau Mark sedang naik pitam.

Memang benar, setelah ditelaah dengan seksama, Winwin menemukan adanya kejanggalan pada model rambut Mark. Pantas saja pemuda itu sampai menangis seperti saat ini, mendekatkan kepalanya ke arah Winwin dan bersandar pada pundak pemuda Cina tersebut. Sejujurnya Winwin ingin terbahak maksimal lantaran surai Mark yang sangat amat kekinian; warna coklat yang mendominasi, menyisakan polesan oranye menyala pada poni Mark. Eww, sungguh menjijikkan.

Tidak, setidaknya Mark memiliki aset berharga yaitu wajahnya yang tampan. Setidaknya—lagi—istilah orang-ganteng-mah-bebas melekat pada diri pemuda Kanada itu. Dengan begitu tidak ada hal yang perlu dirisaukan, kan?

Matahari semakin bersemangat untuk memanjat cakrawala, menyengat kulit Winwin juga Mark yang masih betah terduduk di atas gedung sembari menyipitkan mata.

“Tidak perlu gusar, Mark, setidaknya kau tampan, bahkan Jane saja masih setia bersamamu, kan?”

“Sialan kau Hyung, jangan bikin Mark baper, dong,” celoteh Mark sembari mengangkat kepalanya. “Jane sampai tertawa terpingkal-pingkal, tahu!”

Selanjutnya Winwin tertawa seraya bertepuk tangan. “Hei, jangan bilang kau ingin putus dengan Jane? Tega sekali!”

“Tidak begitu! Jane bilang kalau rambut belangku seperti—“

“Itu lebih baik daripada kau menjadi lelaki berhidung belang, Mark!” putus Winwin cepat yang mengundang Mark untuk mendorongnya agar terjun melewati 127 lantai lantas mati sinting di atas aspal.

“BUNUH AKU, HYUNG! BUNUH AKU!”

“Dengan senang hat—“

Tiba-tiba saja ponsel Winwin berdering, sontak empunya segera merogoh saku dan menjawab panggilan tersebut.

“Halo?”

WINWIN, GAWAT! DORM KEBAKARAN!”

“Oh, kebak—APA?!”

Di seberang sana; Jaehyun meloloskan pekikannya yang membuat Winwin terhuyung mundur, jungkir balik hingga menggelinding ke dekat tangki air.

“B-bagaimana bisa?” Winwin mendadak tergagap.

“Yuta Hyung memakai penutup rice cooker untuk meluruskan rambutnya, Win! Segeralah pulang!”

MAMPUS!

“Win Hyung? Ada apa?” Mark berlari kecil lalu mencoba merengkuh tubuh Winwin yang sudah kehilangan kesadaran. “Win Hyung! Bangun!”

“Mark—“ Di sisa-sisa kesadarannya Winwin mencoba berucap, kendati saat ini pupil matanya sudah tidak terlihat dan malah berubah menjadi putih pasi seperti dirasuki setan.

“Katakan!” Guncang Mark yang menuntut Winwin agar tubuhnya tidak ambruk begitu saja.

“—dorm kebakaran.”

“YA TUHAN! SOMEONE CALL THE FIRE TRUCK!!!”

.

.

-fin.

#BONUS

winnnnnn1MAMPOZMAMPOZZZZ

Dan muka Yuta yang haus akan catokan:

Yuta-4

Advertisements

34 thoughts on “[Vignette] Sinting Series: Kegalauan Mark

  1. ANJAY APA MAKSUDNYA INI OTOKEYO EONI OTOKEYO
    MANTAP SEKALI MAS YUTA ANDA CERDIK SEKALI CONGRATZ CHUKKAE LOH KEBAKARANNYA AWESOME KALEEH
    TAPI MARI SALAHKAN MZ WINWIN DAN MARK DULU KARNA MEMBUAT MZ YUTA GILA DAN HAUS AKAN CATOKAN

    DAN PIKUNYA WARBYASA. SM DA BES SEKALI SOAL HAIRSTYLE MEREKA.

    #soricapslok #gregetmzmbak #marknaekkoya

    Liked by 1 person

    • SELOW KAK SELOW TIATI GIGINYA COPOT SANGKING HEBRINGNYA /GA/
      sekali lagi, yuta butuh istri itu kak, udah lelah dia, minta diajarin cara bedain catokan sama rice cooker hehee, btw makasih banyak sudah mampir yaa ^^

      Liked by 1 person

  2. Winwin gelagapan setengah sekarat saat menoleh ke arah Yuta yang memandangnya seperti tukang palak.
    .
    . ITU GIMANA TJOBA?? TELL ME.. GELAGAPAN SETENGAH SEKARAT TU GIMANA DON??
    SUMVEEHHH DEMI APA INI KYOCAKK SEKALEHHH… KAUM SINTING NAMBAH LAGI.. TAPI KENAPA YANG PERTAMA NGIKUT MZ WIN SI MARK??? DONNAAAA!!!!! DIRIMU INI SUNGGUHH… KALO SURUH NISTAIN BIAS KENAPA PANDAI SEKALEEHHH????? 😂😂 .. /maapkeun, caps jebol/
    .
    . Ku suka.. suka sukaa sangattt…. 😘😘❤❤/love donna/ /Cinta Mark/ /sayang mz Win/ /peluk donna/ 😘

    Liked by 1 person

  3. /ingin berkata kasar/ ANJIR, KAK! For your information aja sih, Mark, Winwin, Yuta tuh bias akoeh/? Di NCT127, terus nista gini? Astaga, IBUUUK!
    Rambutnya Mark unyu, kok btw :3 Entah ini saya yang terlalu cinta Mark apa adanya atau emang selera hair-do saya yang harus dibenahi, ASAP. Wingwingkuh~ Yuta, plis, besok aku bawain buku-buku fungsi alat elektronik. Bedanya catokan sama tutup rice cooker. /krik/
    Intinya mereka semua gemblung. Gak ngerti lagi sama fanfic ini, sungguuuhh~ NISTAAAA!!!

    Liked by 1 person

    • BHAAAAK berkata kasarnya di depan muka yuta aja kak sekalian biar dia bisa bedain mana catokan sama rice cooker hahaha XD iya mark unyu kok, orang ganteng mah bebas sebebas-bebasnya, mau rambut ala sisik ikan pun termaafkan 😦 btw makasih sudah mampir dimari ya kak ^^

      Liked by 1 person

      • Mengumpat di depan Abang Rambut Mie Goreng biar lebih sedaap/? :v Mungkin laper nunggu Wenwen(?) beli catokan, mau ambil nasi terus kebablasan /abaikan saya sajalah, receh banget emang/ Iya, ayangku bebas, mau jambul warna ijo, tengahnya pink, kanan oren, kiri kuning, belakang biru tetep sayang, tetap tampan rupawan tak terkalahkan :* Sama-sama, Kak^^

        Liked by 1 person

    • HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHH /KETAWA ANGGUN SAMBIL MENGELUARKAN AIR MATA/ ANJU KOPLAK BANGET ASLI. FULL OF NISTAAAAAAAA /JEGERJEGER/ /LEMPAR METEOR/ Gemaz sama mereka bertiga ish! XD

      Don, menghibur syekaliiii, apalagi fotonya yang di akhir anjay, yang jago bikin meme. HAHAHAY CANGCORANG WINWIN. Keep writing!!! 💞

      Liked by 1 person

      • TENGZ KABER SUDAH BERLINANGAN AIR MATA, JANGAN LUPA WADAHI AIR MATAMU UNTUK DISIRAMKAN KE MUKA YUTA WIN MARK BIAR AGAK BENER DIKIT OTAKNYA /GAK/ heheeee makasih kaber udah mampir yaaa ^^

        Like

  4. anju yuta kurang belaian catokan masa-,-
    yuta be like : tak ada catokab rice cooker pun jadi :v
    mark tetep ganteng kok walau rambutnya rada iyuhhh :v

    sukaa sama ceritanya eonni :v bikin lagi dong yg kaya begini :-*
    keep writing okee, kalo pada suatu hari nanti susah cari ide buat ff jgn liat wajah dan rambut yuta yg sekarang niscaya kau akan merasa steress :v

    Liked by 1 person

    • maap kak, yuta lupa minum obat semalem eheeee XD yep, ini pasti ada cerita selanjutnya kok hehe, tunggu aja ya ^^ engga stress kak, justru bahagia ngeliat mereka nista /ga/ makasih udah mampir yaa ❤

      Like

  5. Kyaa!
    Akhirnya rilis jug fic yg mencantumkan rambutnya Yuta >.< Ngakak anjay parah aku baca ceritanya. NCT bisa gk sih stylenya normal dikit? Curiga kalo ntar comeback pake karung goni ombre semua /apa ini/ Btw rambutnya mz win kek es krim 😂😂

    Liked by 1 person

  6. THIS FIC REALLY MADE MY DAY!!!1!!!1!!!
    Aku gak bisa mention satu-satu bagian mana aja yang bikin ketawa karena kauaknya semuanya bikin ketawa wkwkwk, tAPI ADA SATU PART YANG PENGEN BANGET AKU KOMENTARIN YAITU,

    “YA HABISNYA GIMANA, HYUNG?! MASA RAMBUT MARK DIBIKIN KAYA ORANG BEGO GINI! MARK KAN ENGGAK SUKA!!!”

    IYA MARK AKU JUGA GASUKA RAMBUT KAMU DIGITUIN :”( #kembalikanrambuthitammarklee

    Liked by 1 person

  7. HAMDALAH SEKARANG PARA TIGA DARA CECIWAI TAK PERLU BERMURAM DURJA BIKOS MUMET MIKIRIN BAHAN BUAT NGEBULI MZTUT BIKOS MZYUT NYATANYA TELAH MEMBERIKAN KITA BAHAN BULIAN YG LUAR BINASA INDAHNYA. TERIMA KASIH SM. TERIMA KASIH NCT 127. TERIMA KASIH MZYUTA. KAMI MENYAYANGIMU😘😘😘

    Liked by 1 person

  8. ceitanya lagi blogwalking pengen baca epep bias utama sayah di ensitih, si Yuta,,trus kedampar lah di sini,

    KYAAAAA,,,
    YUTA KAMU KASIHAN SEKALI NAK,,
    Swag bnget nih authornya,, ngakak mulu sama tingkah en pemikiran Winwin, udh ketularan sintingnya dia kayaknya,
    /win: lhah, yg ngakak siapa, yg sinting siapa, dosa Win apa ya Tuhan/

    Liked by 1 person

  9. Mengapa seri ini penuh dgn kekampretan winwin ya rasanya. Emg dia rada sinting sih *GA RADA JUGA SIH YA
    Btw Mark uculllll curhat ke Hyung sintingnya begitu sambil ngayun2in kaki eh bocah bgtttttt manis. Org ganteng mah bebas ya Mark, tapi jika rambut fire truck mu saja sdh membuat galau bgmn dgn rambutmu yg skrg ;-;
    Lucu ficnya. Keep writing!

    Liked by 1 person

    • winwin itu bikin candu kak, sekalinya nista ya nista selamanya udah gabisa dipungkiri lagi dia emang sulit kalo dibuat sayang sayangan XD
      makasii sudah mampir yaa kak Liana 😉 ❤

      Like

  10. KAK DONNNNN! AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTA AKU CINTAAAAAAAAAAAAAAAA……..

    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    ff-nya … 😀
    /maafkan Sayaaa ikutan gesrek #peace

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s