[NCTFFI Freelance] WITH(OUT) YOU (Chapter 1)

2

WITH(OUT) YOU…

CHAPTER 1

Main Cast :

* Hwang EunBi (SinB’s GFRIEND)

* Jung Jaehyun (NCT U)

Other Cast :

* Jeon Jungkook (BTS)

* Jeong Yein (LOVELYZ)

* Koo Junhoe (iKON)

(Untuk cast lain, cari sendiri yaa ^-^)

Author : Sha-Sha

Genre : School Life, Romance, Friendship, A Lil’ Bit Comedy(?)

Rating : 15Length : Chaptered

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan agensi (^-^), cerita dan plot murni milik Author. PLAGIARIZE IS STRICTLY PROHIBITED.

Summary :“I can’t imagine a world without you…”

Warning : TYPO berterbangan ^^

Present @2016 By Sha-Sha

Enjoy’s the story!!

***

[CHAPTER 1]

Hari ini adalah hari pertama SinB masuk sebagai siswa di Seoul International High School. Sekolah ini mempunyai fasilitas lengkap serta wilayah luas yang dihiasi oleh pepohonan hijau yang rindang. Tak lupa dengan dua bangunan yang berdiri kokoh, gedung di sebelah timur adalah gedung khusus ekstrakurikuler serta auditorium, sedangkan gedung yang satunya berisi ruang-ruang kelas, perpustakaan serta kantor guru. Di tengah-tengah dua gedung tersebut terdapat taman bunga yang indah dan kafetaria yang megah, bersih dan tertata rapi. Di sebelah kiri dan kanan kafetaria, terdapat tempat parkir yang sangat luas serta tertata rapi. Sekolah ini seolah akan memanjakan para murid yang bersekolah di sana.

Sudah berkali-kali SinB mengecek dan merapikan penampilannya semenjak turun dari mobilnya. Dengan tersenyum lebar, ia menapaki koridor sekolah dengan mantap dan mencari kelas 10-1. Dia mengamati keadaan sekeliling di sekolahnya ini. Aku menyukai sekolah ini! Ucapnya dalam hati sambil tersenyum lebar. Namun…

Bruukk..

Sepertinya SinB terlalu sibuk memperhatikan sekeliling sampai-sampai dia menabrak seseorang dengan cukup keras hingga membuat keduanya jatuh terduduk. SinB menatap orang tersebut, dan terbelalak melihat hal apa yang telah dilakukannya. File-file kertas yang tengah dibawa orang itu jatuh berserakan di lantai. SinB segera berdiri, melirik badge yang ada di jas orang yang ditrabaknya. 11-1. Mati kau SinB!! Rutuk gadis itu dalam hati. Ini adalah hari pertamanya masuk di sekolah, dan dia sudah membuat masalah. Kau adalah gadis bodoh, SinB, rutuknya dalam hati sekali lagi.

Chwosonghamnida, sunbaeSunbae tak apa?” SinB membungkuk dan mengulurkan tangannya, berniat membantu senior – yang hanya terduduk mematung- itu untuk segera berdiri. Senior itu menerima uluran tangan SinB dengan tangan kanan. Namun bukannya segera berdiri, senior itu malah menarik tangan gadis itu, hingga SinB terjatuh tepat di atas senior itu. SinB merasa terhenyak dengan aroma mint segar yang menguar dari tubuh senior itu, namun sesegera mungkin SinB menguasai dirinya dan berusaha berdiri.

Namun senior itu malah meletakkan tangan kirinya di punggung SinB -menahan SinB yang berusaha berdiri- dan memajukan wajahnya menuju ke arah telinga kanan SinB. Tubuh SinB menegang karena hembusan nafas senior itu mengenai lehernya pelan.

“ Pantatku sakit.. Dan kau masih bertanya apa aku baik-baik saja? Kau lihat bukan, kau bahkan membuat file-file yang sudah kususun selama satu malam berantakan!” bisik senior itu-horor-, mendengar itu SinB hanya bisa membelalakkan matanya. Hal yang baru saja dilakukan oleh senior di depannya ini menarik perhatian banyak siswa, sehingga keadaan di sekeliling mereka menjadi sunyi senyap karena para siswa sibuk mengabadikan momen ini dengan ponsel mereka. Namun tak berapa lama kemudian, keadaan ini berubah berganti dengan suara bisik-bisik di sana-sini.

SinB berusaha lebih keras untuk berdiri dan melawan kekuatan senior itu sambil melirik name tag senior tersebut, dan hup! SinB berhasil berdiri dan dengan ekspresi wajah kesal.

“ Kurasa kau bahkan lebih dari baik-baik saja, kau benar-benar tidak sopan. Seharusnya tadi aku tak menolongmu, Jung-ssi!!” ucap SinB sambil berlalu, namun senior tersebut menahan tangan SinB dan berkata, “ Setidaknya bantu aku membereskan file-file itu sebelum kau pergi!”.

SinB berbalik dan mengumpat sambil kembali jongkok dan membereskan file-file kertas yang berantakan, senior tersebut bergegas berdiri dan menatap SinB yang masih sibuk merapikan kertas-kertasnya. Dia tersenyum kecil, lalu berjongkok mendekati SinB dan berbisik pada SinB, “ Terima kasih, tapi kurasa kau harus membantu lebih dari ini! Ikuti aku!”. Perkataan senior itu membuat SinB mengerutkan keningnya-heran.

“ Untuk apa? Kenapa aku harus mengikutimu? Kurasa itu tak perlu! Dan tolong jangan terlalu dekat denganku seperti ini. Aku tak tahu siapa kau di sekolah ini, sehingga mereka menjadi terpaku melihat kita! Aku tak suka menjadi pusat perhatian!” tukas SinB.

“ Tentu saja perlu, kau tidak dengar? Kau harus membantuku lebih dari ini! Gara-gara kau menabrakku, file-file itu berantakan dan mungkin saja aku akan ditahan dan dinasehati hal-hal tidak berguna di ruangan kantor Kepala Sekolah selama beberapa jam, dan itu merupakan salah satu hal yang paling aku benci. Belum lagi jika aku haus diomeli oleh beberapa pengurus OSIS. Dan perkenalkan, namaku Jung Jaehyun, aku ketua OSIS di sekolah ini!” sahut senior tersebut sambil menarik tangan SinB -yang sedang memegang kertas-kertas itu- dan membawa SinB ke menjauhi pusat kerumunan tadi.

“ Ke mana kau akan membawaku, eoh?”

“ Menjauhi hal yang tidak kau sukai. Kau bilang kau benci menjadi pu….”

“Aku tahu. Tapi aku sungguh-sungguh bertanya, kemana kau akan membawaku?” tukas SinB sambil memutar bola matanya dan menghentakkan tangannya sehingga gandengan Jaehyun di tangannya terlepas.

“ Baik kalau kau tidak mau kugandeng, tetapi kau harus mengikutiku! Dan jangan membantah, ini hari pertamamu di sekolah ini, mengerti?”

“ Aku mengerti..” desis SinB sambil merengut kesal namun tetap mengikuti ke mana Jaehyun melangkah sambil merapikan kertas yang berada di tangannya. Namun..

Brukk..

Aish, sial! Kenapa aku harus menabraknya lagi!

“ Kurasa kau memang hoby menabrakku, Nona… Eunbi?”

“ SinB!! Terserah apa katamu, yang tadi aku memang tak memperhatikan jalanan koridor di depanku, tapi untuk yang kali ini, itu karena kau berhenti secara mendadak!”

Jaehyun melirik name tag SinB lalu tersenyum dan terkekeh pelan, bukankah namanya Hwang EunBi? “ Baiklah, aku akan memanggilmu EunBi, tak apa bukan? Dan kita telah sampai di atap, indah bukan pemandangannya jika dilihat dari sini?” tanya Jaehyun, namun karena tak kunjung mendapat jawaban, Jaehyun menoleh dan mendapati SinB sedang menikmati hembusan angin dan pemandangan di bawah -yang memang menakjubkan.

“ Aku berbicara padamu!”

“ Bicaralah, aku mendengarkan!” tukas SinB.

“ Aku tak suka diabaikan, dan aku juga tidak suka bila orang yang kuajak bicara tidak menatapku!”

Hal ini membuat SinB mendengus kasar dan berbalik menatap Jaehyun tajam serta menyerahkan kertas-kertas yang dibawanya dengan kasar kepada Jaehyun.

“ Apa? Kenapa kau cerewet sekali, eoh! Cepat berbicara, aku harus segera ke kelasku! Ini hari pertamaku dan aku tak ingin terlambat!”

“ Serahkan ponselmu dan kau bisa segera pergi ke kelasmu!”

“ Kenapa aku harus menyerahkan pon..”

“ Kurasa kau senang mengulur waktu..”

SinB memutar bola matanya sebal, namun dengan kasar dia membuka tasnya dan menyerahkan ponselnya pada Jaehyun. Jaehyun menerimanya dengan tersenyum senang dan terlihat seperti mengetikkan nomor pada ponsel SinB. Jaehyun meletakkan ponsel SinB di telinga, seperti sedang menelepon seseorang.

“ Siapa yang kau telepon?” tanya SinB.

Jaehyun hanya mengangkat ponselnya sendiri, lalu mematikan ponsel SinB serta menyerahkannya pada SinB dan bekata, “ Kau mendapatkan nomorku! Dan ingat, kapanpun kau mendapat pesan atau telepon dariku, kau harus membalasnya atau mengangkatnya, mengerti?!”

“ Humm..” SinB menerima ponselnya dengan malas dan mengembalikannya ke tas.

“ Aku tidak suka diabaikan!!”

“ Aku tak mengabaikanmu! Sekarang, apakah urusan kita sudah selesai?”

“ Ah, baiklah. Kembali ke kelas dan ingat serta turuti apa yang telah kukatakan tadi mengerti?”

“ Kenapa aku harus menurutimu?”

“ Kalau kau tidak bilang ‘iya’, aku akan menahanmu lebih lama dari sekarang!”

Arrasseo!!” ucap SinB meninggalkan seniornya itu yang kini hanya bisa terperangah melihat kelakuannya.

YA!! Akan kupastikan kau tak akan bisa menghindar dariku setelah ini!” teriak Jaehyun dengan suara tertahan-seperti sedang kesal. Mendengar teriakan itu, SinB hanya mengangkat tangannya dan melambaikannya tanpa membalikkan badan.

Hal ini membuat Jaehyun semakin terperangah, namun sesaat kemudian dia mengeluarkan smirk-nya, seharusnya aku memperingatkanmu, bahwa aku tak pernah bermain dengan kata-kataku, gadis cantik.

Lalu Jaehyun mengeluarkan ponsel di sakunya, mencari nomor sahabatnya, Goo Junhoe. Lalu mengangkat ponselnya di sebelah telinga kanannya.

“Cepat datang ke sekolah sekarang juga, bantu aku membereskan sesuatu, dan jangan lupa beritahu Jungkook untuk segera datang!” teriaknya lalu mematikan ponselnya lalu berjalan menuruni tangga dan menuju kelasnya.

***

Di kafetaria saat istirahat,

SinB dan salah satu sahabatnya, Jeong Yein, sedang menikmati makanannya di saat ke tiga senior datang dan bergabung dengan meja mereka, hal ini menarik perhatian banyak orang. Entah berapa pasang mata yang tengah menatap mereka. Melihat hal ini, SinB merasa risih.

“ Kenapa kalian harus ke sini? Bisa kah kalian pergi?” ucap SinB sambil menatap ke tiga senior satu-persatu, hal ini membuat sahabat yang berada di dekatnya terkaget, “ SinB-ah?”.

“ Sst, diamlah Yein. Kau tak sadar kedatangan mereka membuat kita menjadi pusat perhatian sekarang?” bisik SinB.

Daebak! Kau mengusir kami?” tanya salah satu senior ber-name tag Goo Junhoe.

“ Humm, apa perkataanku kurang jelas? Dengan kedatangan kalian semua orang sedang menatap meja ini. Dan aku merasa risih.” jawab SinB.

“ Ini meja kami, dari dulu ini tetap meja kami. Beruntunglah kalian tidak kami usir!” sahut senior yang lain bernama Jeon Jungkook.

“ Lagipula, kenapa kamu memikirkan tentang tatapan mereka? Semua orang punya mata untuk melihat dan menatap bukan?” sambung Jungkook.

Mendengar jawaban itu, SinB hanya memutar bola matanya pelan, “ Ah, baiklah. Aku seharusnya tidak peduli dengan tatapan-tatapan itu. Tetapi sejak kapan barang umum di sekolah ini menjadi barang pribadi, eoh?”

“ Sejak kami bersekolah di sini, dan itu berarti sejak satu tahun yang lalu!” sahut senior yang duduk tepat di depan SinB, yang sejak tadi hanya diam mendengarkan pertengkaran kedua temannya dan gadis di depannya itu.

“ Kalau begitu, mulai saat ini, kami juga boleh mengklaim meja ini sebagai meja kami, Tuan Tidak Sopan?” jawab SinB sambil tersenyum dan melanjutkan kegiatan makannya yang terganggu. Mendengar jawaban SinB, Jaehyun melototkan matanya, sedangkan dua temannya terlihat sedang menahan tawa. Hal ini membuat Jaehyun menoleh pada temannya dan menghembuskan nafas dengan kasar.

“ Terserah kau saja, kali ini kau kuloloskan karena memang tidak ada meja lain di kantin ini yang kosong. Dan satu lagi, panggil aku Jung Jaehyun, karena aku punya nama!!” sembur Jaehyun di depan SinB sambil memulai memakan makanan mereka dengan tenang. Hal ini lalu diikuti kedua temannya.

“ Tapi ingat, kalian bahkan masih satu hari berada di sekolah ini. Berhati-hatilah dengan sikap kalian. Apalagi jika kalian bersama dengan para senior, setidaknya kalian harus bersikap sopan.” sambung senior tersebut.

Yein menyahut dan tersenyum pada ketiga senior itu, “ Ah, maafkan kami, sunbae. Tapi kurasa perkataan SinB benar, kami yang duluan menempati meja ini tadi. Dan tidak pernah ada wacana yang menyatakan bahwa barang milik umum dapat diklaim menjadi barang milik pribadi.”

“ Siapa sebenarnya kalian, huh? Apa kalian tidak mendengarkan perkataan temanku tadi? Kalau kalian bahkan sedang membenci para senior, setidaknya bersikaplah sopan!” sahut Junhoe sambill menunjuk pada Yein dan SinB menggunakan sumpit.

“ Tapi kurasa dari tadi kami telah bersikap sopan, Goo Junhoe-ssi.” sahut Yein sesaat setelah melihat name tag senior yang membentaknya. “ Dan perkenalkan, namaku Jeong Yein dan ini sahabatku, Hwang EunBi, tapi dia lebih suka dipanggil SinB. Kami berdua kelas 10-1, senang bertemu kalian.” Yein tersenyum manis pada ketiganya.

Lagi-lagi, kontan hal ini membuat ketiga senior itu terperangah. “Kau bilang namamu Jeong Yein? Margamu Jeong? Berarti kau…”

Ne, Jeon Jungkook-ssi, aku cucu dari pemasok saham terbesar di sekolah ini.”

“ Ah, geurae.. Jadi kau berani bersikap tidak sopan kepada kami karena…”

“ Hentikan perdebatan ini, aku muak mendengarnya. Dan jangan hina sahabatku, Jung-ssi. Dia bukan orang yang suka mengunggulkan jabatannya seperti yang kalian lakukan tadi!” desis SinB.

“ Aku bahkan belum selesai bicara.”

“ Ayo pergi, Yein-ah. Kau sudah selesai makan bukan?” sambung SinB tanpa menghiraukan perkataan Jaehyun setelah menyelesaikan makannya.

“ Eoh, baiklah. Kami permisi dulu, sunbae. Dan maafkan kami menganggu kegiatan kalian.” Yein sambil tesenyum kepada ketiga senior itu, hal ini mebuat SinB memutar bola matanya, sebal.

“ Menyebalkan sekali, huh! Mentang-mentang mereka senior di sini, mereka bisa berbuat seenaknya..” ucap Yein saat mereka berjalan di koridor menuju kelas.

“ Yah, setidaknya kita telah memberitahu mereka tentang hal tersebut, dan kau tahu, senior yang kusebut Tuan Tidak Sopan tadi adalah senior yang menabrakku tadi pagi, dan memasukkan nomornya pada ponselku secara paksa!” ucapan SinB tersebut membuat Yein tertawa.

“ Benarkah? Hahaha… Senior yang menarikmu ke dalam pelukannya, eoh? Senior yang membawamu lari dari pusat perhatian dan mengadakan perjanjian konyol denganmu? Dia tampan, lho. Hati-hati, kau bisa saja jatuh hati padanya! Dan jangan lupakan satu hal, dia ketua OSIS di sekolah ini dan penuh dengan karisma!”

“ Apa maksudmu? Aissh, kurasa percuma bercerita denganmu! Menyebalkan!” SinB mempercepat jalannya meninggalkan Yein yang sedang tertawa terpingkal-pingkal.

“ SinB-ah!! Tunggu aku, eoh!” Yein berlari mendekati SinB dan merangkul sahabatnya yang sedang merajuk itu.

“ Hentikan tawamu atau aku akan benar-benar marah Nona Jeong!” desis SinB sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan terus berjalan tanpa menoleh pada Yein.

“ Dia benar-benar tampan, dan hanya dengan melihat wajahnya kurasa dia orang yang dewasa,” goda Yein menjawil pipi SinB.

“ Terserah kau saja! Kau benar-benar menyebalkan hari ini!” SinB menghentikan jalannya dan menatap Yein sebal.

“ Uuuu, kau benar-benar marah? Kau sedang PMS, ya?”

“ Diamlah, Nona Jeong!”

“ Tapi SinB-ah..”

“ Diam!!!!” teriak SinB yang sukses membuat Yein tertawa sambil memegangi perutnya.

“ Baiklah, baiklah! Aku tahu, maaf ya! Ayo kembali ke kelas! Aduh, perutku… Hahaha” ucap Yein sambil menggandeng SinB yang masih merengut.

Tak lama kemudian, mereka telah sampai di kelas dan duduk di bangkunya masing-masing. Drrtt-Drrtt… Dengan malas SinB mengambil ponselnya dan membuka sebuah pesan.

From : Jaehyun tampan

To : You

EunBi, anyeong.. ^.^! Kau masih ingat dengan perjanjian kita tadi pagi bukan? Temui aku di atap sekolah saat pulang sekolah nanti.. Jangan membantah dan turuti saja! Atau kau akan kuhukum!

Melihat pesan itu, SinB hanya mengernyitkan dahinya dan mengganti nama ‘Jaehyun Tampan’ dengan ‘ Tuan Tidak Sopan’. SinB terkekeh kecil dan berkata lirih.

“ Aku menurutinya bukan karena aku takut dengan hukumanmu! Tapi karena perjanjian sepihak yang telah kau ucapkan tadi, Jung-ssi!”

Tak lama kemudian, seorang guru memasuki kelas itu dan pelajaran pun di mulai.

***

Di atap sekolah saat pulang sekolah,

“ Apa yang mau kau katakan?” tanya SinB ketus.

“ Sopanlah sedikit dan aku akan menjawab pertanyaanmu!”

“ Aku harus segera pulang, apa yang mau kau katakan? Aku tidak suka basa-basi. Kau butuh bantuanku?” SinB memandang sebal senior yang berada di sampingnya itu.

“ Baiklah-baiklah, aku membutuhkan bantuanmu! Jadilah pacar pura-puraku!” ucap Jaehyun enteng.

Mwoo?! Apa yang kau katakan?” teriak SinB membelalakkan matanya tak percaya terhadap apa yang didengarnya barusan.

“ Jadilah. Pacar. Pura-puraku!! Apakah itu kurang jelas?” ulang Jaehyun sambil menyedekapkan tangannya.

Sirrheo!” ucap SinB sambil meninggalkan Jaehyun, namun Jaehyun menyekal tangan SinB.

“ Kau lupa dengan perjanjian tadi?” desis Jaehyun.

“ Itu hanyalah perjanjian konyol yang kau ucapkan, aku bahkan tidak menyetujui atau pun menganggukkan kepalaku!” tukas SinB membalikkan badannya dan menghentakkan tangannya.

“ Kau bahkan meneriakkan arasseo padaku tadi pagi! Kau benar-benar lupa?”

“ Tapi..”

“ Baik. Ada dua pilihan. Dan kau harus mematuhi salah satu, lalu kau bisa terbebas olehku!”

“ Katakan!”

“ Pertama, jadi pacar pura-puraku..”

“ Pilihan lain?”

“ Aissssh, jangan memotong pembicaraanku! Kedua, aku akan beritahu kepada seluruh pengurus OSIS bahwa yang menyebabkan jadwal progam kerja tahunan pengurus OSIS tahun ini berantakan tidak lain adalah karena dirimu! Yang menyebabkan mereka harus mengundur rapat nggota hari ini menjadi minggu depan, karena Kepala Sekolah harus pergi selama satu minggu ke Busan. Dan kita tidak bisa mengadakan rapat tanpa Kepala Sekolah! Kau tahu apa akibatnya jika memberitahukan hal itu pada mereka, eoh?” jelas Jaehyun panjang lebar.

Sontak hal ini membuat SinB menganga, namun secepat mungkin dia berusaha menenangkan tubuhnya. “Baik, aku pilih pilihan pertama! Ini karena aku tidak ingin mendapatkan masalah yang begitu besar di hari pertamaku! Jadi, mulai kapan dan selama apa aku akan menjadi ‘pacar’ pura-puramu?”

Jawaban SinB barusan membuat Jaehyun tersenyum lebar dan berkata, “ Sejak hari ini, dan selama satu tahun ajaran kedepan..”

“ Apa!?! Heol, kau mau memperbudakku?” sahut SinB.

“ Diam, atau kuanggap kau memilih pilihan kedua!” tukas Jaehyun.

“ Dan ada beberapa aturan selama kau menjadi ‘pacar’ku! Ingat ini baik-baik…”, SinB memutar bola matanya pelan Aturan-aturan dan aturan? Cih, membosankan. Dan, oh Tuhan, semoga apa yang kulakukan ini tidak merugikanku.

“ Aku tidak suka diabaikan!” ulang Jaehyun karena tidak mendapat tanggapan dari SinB.

“ Aku tidak mengabaikanmu. Katakan saja aturannya!!” tukas SinB.

“ Aturan pertama, kita akan berpura-pura menjadi pasangan kekasih pada semua orang, terutama pada keluarga dan teman-teman. Kedua, tidak ada yang boleh mengetahui kalau kita hanya pura-pura selain diri kita sendiri. Ketiga, usahakan kita berakting senatural mungkin, sehingga tidak ada yang curiga. Keempat, kita harus memanggil panggilan sayang jika ada orang lain di sekeliling kita, aku akan memanggilmu EunBi-ah, dan kau harus memanggilku oppa! Dan kelima yang paling mendasar, kau tidak boleh mencintaiku selama hal ini dilakukan!”

“ Bagaimana kalau sebaliknya?”

“ Apa maksudmu?”

“ Bagaimana kalau ternyata kau yang malah mencintaiku?”, mendengar hal ini sontak membuat Jaehyun tertawa lebar.

“ Dengar, aku tidak mudah jatuh cinta pada seorang gadis. Dan aku tidak mungkin jatuh cinta pada gadis sepertimu. Itu adalah hal yang mustahil!” tukas Jaehyun.

YA!! Kau menghinaku?”

“ Ah, tidak-tidak… Maaf.” ucap Jaehyun sambil tersenyum.

“ Ah,, sudahlah. Tapi ingat, Jung…… Jung-ie! Aku akan memanggilmu seperti itu.” ucap SinB setelah beberapa saat termenung.

Not bad! Up to you! Baiklah, senang bekerja sama dengan mu, EunBi-ah..”

“ Berisik!”

“ Apa?”

“ Cih, dasar! Nappeun namja!!” desis SinB lirih.

“ Apa yang kau katakan barusan?” tanya Jaehyun.

“ Tak ada.”

“ Benarkah? Tapi aku seperti mendengar kau..”

“ Aku tak mengatakan apapun!”

“ Cih, gadis aneh!”

“ Kau yang lebih aneh!”

“ Haha, kekanak-kanakkan sekali, eoh?”

“ Kau yang sok dewasa!!”

“ Hei, aku satu tahun lebih tua darimu. Dan aku memang dewasa. Oh, jangan lupakan satu hal. Aku seniormu di sini!”

“ Terserah apa katamu! Aku akan pulang.” ucap SinB sambil berlalu, namun SinB terdiam karena Jaehyun sekali lagi mencekal tangannya.

“ Apa lagi yang akan kau katakan?”

“ Ganti nama kontakku menjadi Jung-ie, dan hapus pesanku tadi!”

“ Aku tahu!”

“ Baiklah, pulanglah!! Hati-hati, eoh” ucap Jaehyun sambil melepaskan tangan SinB.SinB pun berjalan menjauh menuju mobil mewahnya di parkiran. Dia memasuki mobil itu dan bergegas keluar dari sekolah lalu pulang menuju rumahnya.

“ Cih, aku berani bertaruh bahwa dia bahkan belum mempunyai SIM, berani sekali mengendarai mobil ke sekolah. Dasar!” kekeh Jaehyun setelah melihat mobil SinB saat dia berjalan menuju parkiran dan memasuki mobilnya, pikirannya menerawang, mengingat apa yang telah terjadi saat makan malam kemarin.

Flashback On

Pelayan-pelayan tampak hilir mudik, sibuk menyiapkan makan malam di kediaman Jung. Hal ini nampak tak biasa, karena Nyonya Jung dan Tuan Jung makan malam bersama di rumah. Biasanya mereka berdua selalu ada acara ataupun kegiatan yang mengharuskan mereka tak bisa makan malam di rumah dan menghabiskan waktu dengan mengobrol di meja makan bersama putranya, Jung Jaehyun.

“ Jaehyun-a, besok hari pertamamu masuk sekolah sebagai kelas 11?” tanya Nyonya Jung.

“ Heum..”

“ Belajar yang rajin dan raih prestasi sebanyak mungkin, arrasseo?”

Ne, eomma..” jawab Jaehyun.

Geunde, Jaehyun-a, anak dari relasi appa akan menikah, dan mereka telah mengirimkan undangan pada kita.” ucap Tuan Jung.

“ Lalu?”

“ Kami tidak bisa pergi ke sana, kau bisa bukan pergi ke sana?” pinta Tuan Jung.

“ Dan jangan lupa bawa seorang gadis untuk menemanimu, eotte? Kau tidak keberatan bukan?” sambung Nyonya Jung menolehkan kepalanya pada Jaehyun.

“ Aku bisa saja pergi ke sana, tetapi kenapa aku harus membawa seorang gadis, eoh?”

“ Karena di undangan itu ditulis bahwa setiap tamu harus datang secara berpasang-pasangan. Lagipula, kulihat kau tidak pernah mengenalkan pada kami seorang gadis setelah kau putus dengan gadis jepang itu..” tukas Tuan Jung.

Appa, aku sudah pernah bilang bukan? Jangan membahas gadis itu lagi. Lagipula, aku juga masih harus fokus dengan sekolah, bukan?”

“ Ah, kau memang benar. Tapi kurasa kau harus mencari gadis lain yang bisa membuatmu lupa dengan Momo, Jaehyun-a…”

Geurae, eomma. Aku akan usahakan mencari gadis yang..”

“ Tapi jangan lagi gadis jepang, dan jangan gadis yang buruk perilakunya, Arrachi?” potong Tuan Jung. “ Ne, ne.. Nan arra!” jawab Jaehyun sambil mendengus sebal, lalu disusul dengan gelak tawa kedua orangtuanya.

Flashback Off

***

SinB POV

Ah, sial sekali aku hari ini! Ini masih hari pertamaku sekolah di sana, dan aku sudah mendapat masalah? Heol, sunbae tak sopan itu bahkan menjadikanku pacar pura-puranya. Ah sudahlah, aku tak peduli. Lebih baik aku segera mandi, dan melakukan hal lain yang lebih penting daripada memikirkan hal ini. Namun sesaat sebelum aku masuk ke kamar mandi,

Cklek! Pintu kamarku terbuka dan munculah Shin ahjumma di balik pintu.

“ Ada apa, ahjumma?” tanyaku.

“ Nona muda Hwang ditunggu oleh Tuan dan Nyonya Hwang di bawah, di kamar mereka..”

“ Eh, mereka sudah pulang dari Prancis? Padahal di jadwal tertulis kalau mereka akan pulang esok lusa..”

“ Iya Nona, Tuan dan Nyonya Hwang sudah pulang.”

“ Ah, geurae. Katakan pada orangtuaku aku akan menemui mereka setelah aku membersihkan diri. Badanku terasa lengket semua. Gomawo Shin ahjumma!!” ucapku sambil menuju kamar mandi.

Ne, saya permisi.”

Tak berapa lama kemudian, setelah mandi, aku mengganti pakaianku. Aku mengenakan t-shirt dengan 3/4 lengan warna peach dan jeans selutut warna hitam. Lalu aku pun segera turun, dan berjalan menuju kamar utama.

Eomma, Appa, neomu bogoshipoyooo..” ucapku saat telah berada di dalam kamar mereka dan memeluk mereka berdua.

“ Kami juga merindukanmu, sayang. Maka dari itu kami sengaja memberikanmu kejutan dengan pulang lebih awal.” ucap Eomma sambil tersenyum berseri-seri.

Igeo, kami membelikanmu ini saat berada di sana.” ucap Appa sambil menyerahkan bungkusan cantik berwarna pink.

“ Ah, cantiknya. Gomawoo.. Tapi sayangnya aku akan tidak sering memakainya, aku tidak suka memakai dress.” ucapku saat melihat bahwa yang ada di dalam bungkusan cantik itu adalah dress berwarna biru muda dengan aksen bunga dari gabungan mutiara di bagian sekitar leher dan pinggang.

Arra, tapi suatu saat jika kami menyuruhmu memakai itu, kau harus patuh. Arrasseo?” ucap Eomma. “ Ne, eomma..”

“ Kau tau? Kau lebih cantik dari gaun itu, sayang..” sahut Appa yang membuat pipiku merona, tersipu.

“ Heum, bagaimana hari pertamamu bersekolah? Menyenangkan?” tanya Eomma.

“ Heum, begitulah.”

Geurae, belajar yang rajin, eoh. Ya sudah, kembali ke kamarmu. Kami mau istirahat dulu, jangan lupa nanti kita makan malam bersama.”

Appa mengusirku?”

Aniya, sayang. Dia hanya merasa kelelahan. Oh ya, kau mau temani eomma?”

“ Ke mana?”

“ Ke tempatnya teman eomma. Sudah lama eomma tidak ke sana.”

“ Geurae, aku ikut..”

“ Kau tidak istirahat, sayang?” tanya Appaku pada Eomma.“ Aku tak merasa lelah, nah kau sekarang harus bersiap-siap. Eomma akan menunggumu di ruang depan.” ucap Eomma menatapku lembut. Aku pun hanya mengangguk, keluar dari kamar utama dan langsung berlari menuju kamarku.

Aku pun hanya mengambil tas selempang kecil warna putih, serta sepatu yang mempunyai warna senada dengan bajuku hari ini. Dan setelah berpikir cukup lama, aku hanya akan menguncir tinggi rambutku -menggunakan karet pita warna putih- menjadi satu dengan menyisakan beberapa poni di depan. Tak lupa aku juga membawa jaket hitam, untuk jaga-jaga bila saja Eomma akan mengajakku pergi sampai malam. Tapi kurasa itu tak mungkin, namun aku tetap membawa jaket itu saja.

Heum, selesai, neomu yeppeo. Ucapku pada diriku sendiri di depan cermin, lalu segera menuju ruangan depan dan aku mendapati eomma sudah menungguku di sana, lalu kami pergi ke tempat parkir.

Kajja!!” ucap Eomma sambil memasuki mobil. Aku pun mengangguk dan memasuki mobil.

Tak lama kemudian kami sampai di rumah tempat tujuan Eomma, aku mengkerutkan keningku. Aku tak pernah di ajak ke sini sebelumnya oleh Eomma. Padahal setiap kali Eomma akan pergi mengunjungi teman-temannya, Eomma pasti akan mengajakku. Ah aku lupa, aku terkadang menolak ajakan Eomma.

“ Ayo, sayang. Kita masuk.”

“ Hum..”

Kami pun masuk rumah itu setelah dibukakan oleh seorang ahjumma. Kami bertemu teman Eomma, dan kulihat Eomma sangat senang bertemu dengan temannya itu, aku tersenyum.

“ Bogoshipo, Fany-ah.. Igeo, Hwang EunBi, benar bukan?” ucap teman Eomma sambil memeluk Eomma lalu mengelus kepalaku.

Nado bogoshipoo Sica-yah.. SinB, kenalkan namamu..”

Ne, annyeonghaseyo, Hwang EunBi imnida. Anda bisa memanggilku SinB. Bangapseumnida!!” ucapku mengenalkan diri.

“ Ah,, apakah hanya aku di sini yang merasa bahwa SinB sangat mirip denganku?” tanya Beliau sambil tersenyum lebar.

“ Tapi dia anakku, Sica-yah..”

“ Hahaha, Arrasseo-arrasseo! Ayo, duduklah. Fany, SinB, duduklah.. sebentar, aku panggilkan anakku terlebih dahulu. Dia harus menyapa temanku yang satu ini!” ucap teman Eomma sambil berlalu dan menaiki tangga.

“ Siapa namanya, Eomma?”

“ Jung SooYeon, tapi dia lebih suka dipanggil Jessica!”

“ Ahh..”

Tak lama kemudian, beliau menuruni tangga dengan diikuti oleh seorang lelaki yang sepertinya sepantaran denganku. Lalu aku melihat wajahnya. Dia?? Aku membelalakkan mataku.

“ Perkenalkan, ini anakku..”

“ Wah, sudah besar.. Tampan sekali,,” tanya Eomma sedangkan aku berusaha melihat ke arah lain.

Anyeong, EunBi… Anyeonghaseyo, Eomma-nim..”

“ Kalian sudah saling mengenal? Syukurlah, kalian satu sekolah bukan?” sahut teman Eomma.

Ne.” jawabku sambil tersenyum.

“ Benarkah? Siapa namamu?” tanya Eomma.

.

.

FIN

.

Anyeonghaseyo, yeorobuun..

Anyeong.. Ini adalah FF pertama Sha, jadi tolong dimaklumi kalau masih berantakan. Gimana? Setelah baca chapter pertama ada yang tertarik dan penasaran dengan chapter selanjutnya? (aku yakin pasti nggak ada).

Nah, kalau misalnya bener-bener nggak ada? Haha, semoga saja tetep ada. Maka dari itu, aku membutuhkan komentar kalian untuk menyemangati aku untuk melanjutkan FF ini. Semoga aja kalian suka sama cerita ke depannya. ^^

Oh, ya! Sorry for TYPO. Aku udah kasih peringatan kan, di awal? Hehehe, itu karena aku termasuk author yang malas membaca ulang dan meneliti apa yang telah kuketik..

Okay, sekian dulu cuap-cuapnya, tungguin Sha di chapter berikutnya!!

RCL juseyooo!! BBUING!

Bye dear,

Sha-Sha

Advertisements

11 thoughts on “[NCTFFI Freelance] WITH(OUT) YOU (Chapter 1)

  1. Haii shashasha /SALAH
    ini kisahnya kerasa banget teenagenya hahaha
    Saranku sih jangan malas kalau mau mereview ulang ff. Aku sblm posting aja bisa sampe 2 atau 3 kali baca ulang biar afdol. Soalnya selain meminimalisir typo, itu juga berguna buat penyusunan kalimat dan penggunaan diksi.
    Aku bingung pas bagian yein makan bareng sinb.. bukannya itu dia baru sehari sekolah? Langsung dpt sahabat? Harusnya ditambah narasi untuk memperjelas cara kenalan mereka.
    “Melototkan” mending dibenerin jdi memelototkan atau membelalakkan mata. Bisa juga “membulatkan pupil lebar2”
    Sama tentang penggunaan honorifik, setahuku nama marga itu ga boleh dikasih “-ssi” harusnya SinB manggil “Tuan Jung” atau “Jaehyun-ssi”
    Itu aja deh, maaf ya klo terkesan menggurui. Ditunggu lanjutannya 🙂

    Liked by 1 person

  2. Hai hai, Sha….. Sekedar cuap-cuap aja, ya
    Ff-mu bagus lho, alur oke, ide fresh tapi yang perlu diperhatiin itu EyD sama logis apa enggaknya ceritamu. Bukan maksudnya ceritamu ngak logis gitu tapi betul tuh katanya kak Lely kalo SinB punya sahabat tiba-tiba. Mungkin lebih baik itu dijelasin. Oke, see ya. Keep writing, ya. Saranghae~~~~~~~~~~ #abaikan

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s