[Ficlet] Keraguan di Balik Senja

CnC_jUXXEAARCW9

Keraguan di Balik Senja

by Berly ©2016

| [NCT] Johnny Seo | Fluff, Hurt/Comfort, Romance | Teenager | Ficlet |

Disclaimer : I just own the plot!

“Rengkuhlah aku lebih dalam ke dalam samudra cintamu.”

***

Aku tak pernah bosan memandang kedua mata bening itu. Mata bening teduh yang selalu membuat jiwaku tenang jika meniliknya lamat. Rengkuhan kukuh lembutnya pun meranahkan asa kalbuku, membawa sukmaku jauh terayun ke sebuah padang bunga yang sedang bermekaran—taman surga dunia. Meluluh lantakkan segala keraguan yang sempat timbul—berusaha merusak dan meresahkan.

Ketenanganku tidak sampai di situ saja. Ia juga selalu bisa memberikanku kasih sayang yang luar biasa tak terhingga, menjadikanku ratu di singgasana hatinya. Kendati begitu, pemikiranku masih saja terasa janggal untuk semua hal itu, apakah aku pantas untuk menerima seluruh kasih sayang yang diberikannya kepadaku? Pertanyaan itulah yang membersit dan enggan enyah dari dalam serebrumku, kendati—lagi—dirinya selalu mengingatkanku perihal frasa ‘aku memang pantas untuk mendapatkannya’, namun tetap saja, problema keraguan itu tiada menghilang dari peradaban batin, lantas mendadak muncul di saat yang tidak tepat—seperti saat sekarang ini.

Let me pick you up in my shoulders. We have to see the sunset from near.” Ia tersenyum sejenak, lalu berjongkok membelakangiku—menawarkan sepasang bahunya untuk kutunggangi. Manis bukan dia itu?

“Hey, aku berat, tahu,” ujarku sembari menepuk pundaknya pelan.

“Cintaku lebih kuat untuk menopangnya, tenang saja.”

Aku mengenyitkan dahi sambil mengumbar senyum konyol mendengar ucapan itu, “Gombalnya semakin pro saja ya, John.” Sementara dirinya lebih memilih untuk terkekeh kecil mendengar remehku.

I’m not a liar, this is true … ‘cause I’m your man.”

Alright then, pick me up to the sky right now,” jawabku menyetujui tawarannya, lantas menaiki pundaknya dengan hati-hati. Berusaha mengabaikan segala keraguan yang tercipta di dasar hati, aku membangun kepercayaan diri dengan sekuat batin; bahwa aku memang pantas mendapatkan segala cinta kasih dari dirinya.

Ok, let’s we fly high to touch the sky!” Ia berseru seiring mengangkat tubuhku lebih tinggi ke atas—aku terkikik kecil karena geli ketika diangkatnya—seraya kedua tangan kami bertaut. Ini lebih indah dari sekadar cerita di dalam drama picisan. Digendongnya dengan cinta kasih adalah hal terfavorit di dalam hidupku. Aku menyukainya. Sangat.

We are flying, even we don’t have the wings?”

“I don’t need the wings to fly, because you’re my angel. Right now, you must be hiding your wings from my eyes, don’t you?”

Johnny, please stop talking like that.”

Debur ombak yang membentur bibir pantai juga karang mengalun merdu seiring dengan desir angin yang menerpa lembut tubuh kami berdua. Berpadu cantik dengan suara tawa kecil kami yang menguar di tempat ini.

Tersuguh ragam gradasi anggun milik alam—bersama sinar oranye sunset yang meneranginya—di pandanganku. Nikmat mana lagi yang kau dustakan wahai para insan di muka bumi? Seakan senja tengah membisikkan sesuatu kepadaku, ‘Nikmatilah hidup sebagaimana mestinya kau berbaik sangka terhadap hidup, niscaya hidupmu akan indah pada akhirnya.’

Aku memang menikmatinya. Sungguh. Aku hanya … hanya takut kehilangannya di suatu hari nanti. Karena dirinya terlalu indah. Dan istilah ‘setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan’ memang tidak bisa dielakkan lagi dalam siklus kehidupan manusia. Aku hanya ingin bersama dengannya lebih lama—selamanya, merajut segala hal dalam cintanya hingga menua nanti. Berdua abadi, bersama Johnny Seo dan keturunannya di sisi.

Seburuk apapun dirimu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, karena kau pantas untuk diperjuangkan dan karena aku masih sanggup untuk memperjuangkanmu. Itulah yang pemuda tinggi itu ucapkan di akhir momen bercak sinar oranye menghilang di balik layar lautan. Meredam segala emosi keraguan yang meluap di dalam lubuk batinku.

Rengkuhlah aku lebih dalam ke dalam samudra cintamu. Agar aku tidak ragu, bila aku memang pantas untukmu, Johnny Seo.

.

.

FIN

Terima kasih atas kunjungannya buat yang meninggalkan jejak ^^ ❤

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Keraguan di Balik Senja

  1. MBABEEEERRRR INI SYAHDU SEKALI SYALALALALALALALALALALA DIKSINYA ASOY SEKALI MEMBAWAKU TERBANG KE LANGIT LALU TERHEMPAS KE PELUKAN OM AWW!! /terus aja ngerusuh don/

    Dan yes….yes……kaya yang kita omongin kapan itu, jyani emang bapakable, suamiable, kekasihable…..siapa sih yang mau mendustakan karisma sosok johnny seo? Ini sebanding dengan gejolak hati kaber yang selama ini selalu feel nya ke om..iya om…….aku jadi ikutan baper…. Padahal kemaren hyunkyung bikin baper /salah lapak woy/

    Well….overall ini keren sekali!!!! Hayo katanya wb tapi kok bahasanya makin oke aja? :’) keep writing tante!! Jangan patah semangat untuk menunggu sang kasih debut ya! Love you from Joanna, Jillian, and Jasper….ihik….from Don juga pastinya 😉

    Liked by 1 person

  2. DAN TANTE AKHIRNYA MENULISKAN SEGALA CINTA KASIHNYA PADA OM DI SINI YA GUSTI DD NJEL TERHARU RASANYA INGIN LANGSUNG TENGGELAM DI PELUKAN BANG TAE /lap ingus/

    tak bisa berkata-kata ah pokoknya, ini indah sekali, itz zo epic and I don’t know how to express it perfectly to you hehehe. njel sayang kaber pokoknya kyaaaaaaaaa ❤

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s