[NCTFFI Freelance] Tukar Receh (Ficlet)

20160712_151405

A ficlet story by difanfanxiu99

Tukar Receh

[NCT U] Doyoung, A girl as cashier, [NCT U/127] Taeyong (mentioned) – Comedy – G

Disclaimer : Saya hanya punya alur cerita dan OC.

.

.

“Di tukang martabak depan juga ngga punya seribuan atau gopek’an dua, Mba.”

.

.

Doyoung hanya bisa menggerutu kesal dengan mulutnya yang tidak berhenti berkomat-kamit menyumpah serapahi Lee Taeyong, yang seenak dengkulnya saja, menyuruh Doyoung membeli camilan di mini market terdekat dengan jalan kaki, di cuaca yang sangat panas nan terik ini. Mengingat memang sedang musim panas. Dan sialnya mini market terdekat sedang tutup, jadilah Doyoung harus kembali berjalan lebih jauh lagi mencari mini market lain. Sumpah, Doyoung merasa sangat dongkol saat ini.

Sampai di mini market, Doyoung langsung mencari semua camilan pesanan Taeyong dengan cepat, bermaksud agar cepat kembali. Doyoung tidak mau berlama-lama disengat hawa panas musim panas. Doyoung rindu hawa sejuk dari AC dormnya.

Setelah mendapat semua camilan pesanan Taeyong, Doyoung langsung pergi ke kasir untuk membayarnya.

“Semuanya 61 ribu, Mas,” kata seorang mba mba kasir yang sedang melayani Doyoung.

Eh, 61ribu? Eyy orang ini, sudah nyuruh-nyuruh seenak dengkul, duitnya kurang lagi. Ya udah ini mba,” kata Doyoung yang terselip rutukan untuk Taeyong sambil menyerahkan uang satu lembar 50ribuan dan satu lembar 20ribuan miliknya. Untung Doyoung membawa cadangan uang miliknya.

“Maaf, Mas, ada uang seribuan saja ngga? Atau uang gopek’an dua juga ngga apa-apa. Ngga ada kembaliannya, nih, Mas,” kata mba mba kasirnya.

“Ya elah, mba, aku ngga punya receh seribuan, apalagi gopek’an. Kalau 50ribuan, 20ribuan malah ada.”

“Ya, Mas. Kalau pakai itu ya sama saja ngga ada kembaliannya. Mini marketnya baru saja buka, jadi belum ada uang yang masuk. Ada sih, uang kembalian, tapi di laci meja boss, kalau mau ngambil disana ngga berani. Orangnya lagi pergi, nanti malah difitnah yang engga-engga. Saya ngga mau, Mas.”

“Ya terus gimana, dong, Mba? Aku juga mau cepat-cepat pulang, nih. Keburu panas.”

“Ya masnya usaha, dong, kalau mau cepat pulang. Ya sudah, bayarnya pakai uang pas saja, langsung beres

“Uang pas gimana? Orang dibilang ngga ada receh. Sebenarnya juga itu cuma titipan, orangnya juga ngasih duitnya kurang, Mba.”

“Ya, terus apa hubungannya sama saya, Mas? Ya udah coba uangnya mas tukarin ke tukang martabak di depan. Pasti ada. Katanya mau cepat pulang, Mas,” kata mba mba kasirnya memberi saran sambil menyerahkan uang 20ribuan untuk ditukar receh.

“Ya sudah, deh. Bentar aku tukarin dulu,” lalu Doyoung pergi ke seberang jalan, ke tukang martabak yang dimaksud mba mba kasir tadi.

Selang beberapa menit,

“Ini, Mba. Kembalian seribu, ya,” kata Doyoung setelah kembali menukar uang dengan tukang martabak di depan mini market. Sambil menyerahkan uang satu lembar 10ribuan dan satu lembar 2ribuan.

“Ya, Mas. Kok 2ribuan, sih? Sama saja, Mas, ngga ada kembalian seribu. Tadi kan udah dibilang uang pas.”

“Ya adanya itu, di tukang martabak depan juga ngga punya seribuan atau gopek’an dua, Mba. Ya sudah, deh, beli’in permen saja, Mba

“Disini ngga jual permen eceran, Mas. Adanya yang satu bungkus, harganya juga bukan seribu.”

“Ya sudah, Mba. Kalau memang ngga ada kembaliannya usaha, dong,” kata Doyoung dengan nada ketara kesal. Memang kesal. Dan tingkat ke-dongkolan Doyoung meningkat sampai ke ubun-ubun.

“Usaha gimana, Mas? Dibilang ngga ada kembalian seribu juga.”

“Ya, tukarin, kek. Tukarin ke tukang cilok di seberang perempatan dekat tukang martabak depan itu juga bisa. Pasti ada. Cepetan, Mba, aku juga mau cepat pulang, sudah ditungguin sama yang pesan, nih. Nanti malah keburu diamuk. Aku tadi, kan udah nukarin. Sekarang gantian kamu, Mba. Sebentar saja. Mini marketnya aku tungguin bentar, deh. Ngga bakal kabur, kok. Ngga bakal aneh-aneh. Aku ini orang baik, kok. Ada CCTV kan. Kalo kabur, kamu bisa nyari aku di dorm dekat mini market sebelah, Mba,” kata Doyoung panjang lebar. Sedangkan mba mba kasirnya cuma bisa pasang wajah datar, lalu pergi meniggalkan Doyoung untuk menukarkan uang 2ribuan menjadi seribuan dua, atau gopek’an empat, atau seribuan satu dan gopek’an dua. Mba mba kasirnya juga ngga mau lama-lama dengerin Doyoung ngoceh-ngoceh. Biar cepet pergi si Doyoungnya. Semoga sampai di dorm diomel-omelin sama yang pesan, karena kelamaan. Ya begitu doa tulus mba mba kasir untuk Doyoung yang cerewet dan tidak sabaran.

-FIN-

-Sorry For Typo(s)-

Note :

KYYAAAA IT’S MY FIRST TIME NGIRIM FANFIC RECEH BUATANKU KE LAPAK NCT INI, BIASANYA CUMA NGERUSUH DI KOLOM KOMENTAR SEKARANG MALAH PENGEN DIKOMEN GANTI. /hahaha/

Maaf fanfic nya isinya banyak percakapan doang. /hehe/

DD Dif masih amatir, Kak.

/SEKIAN/ /TERIMAKASIH/

Advertisements

12 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Tukar Receh (Ficlet)

  1. Kak difaaaaaaa
    Buset duyung bacotnya mantap banget /plak/
    Ehey, tapi aku koreksi atas nyaris seluruh percakapan yang tidak diselipkan tanda petik. Jadi aku agak bingung gimana cara bacanya.
    Segitu aja yang bisa kukoreksi kak sekian. Keep writing!

    Liked by 1 person

    • Iya kak ngga apa apa ko. 😂 tapi rada sedih sih jadi begini.. 😭 ya mungkin ada kesalahan kali ya. Eh tapi seriusan loh ini padahal ku sudah bikin serapi mungkin.. 😭😭. Mungkin bisa di perbaiki kali kak? Ku minta tolong, biar ngga bingungin.. 😁 /ngarep/
      Ahh tapi makasih aja lah udah mau di post.. 😀 ini panggilnya kak Angel apa kak Dian nih?? 😁

      Like

  2. HYAHAHAHA MBAK KASIR SABAR YA TOLONG MAKLUMI DOYOUNG JUGA SEDANH ADA KONTRA SAMA TY TRACK
    oh iya, saranku sih jangan terlalu banyak menggunakan koma seperti paragraf pertama.
    “Doyoung hanya bisa menggerutu kesal. Mulutnya tidak berhenti berkomat-kamit menyumpah serapahi Lee Taeyong yang seenak dengkulnya saja menyuruh ia membeli camilan di mini market terdekat. Perjalanan ia tempuh dengan jalan kaki. Mana cuaca sedang sangat panas nan terik – mengingat memang sedang musim panas.”

    Soalnya aku pernah diklat tentang materi kepenulisan, katanya lebih baik banyak titik drpd koma.

    Tapi maafin ya kalo terkesan menggurui :”

    Like

    • KYAAA KAK LEL BACA TULISAN ABSURD INI???
      Iya kak makasih review nya.. Ngga apa-apa kok, aku malah seneng jadi aku tambah ilmunya kan… KYAAAA KYAAA KYAAA… sayang kak Lel.. 😘😘 /seriusan makasih banget lo kak ngeluangin waktu buat baca ama komen/ . 😁

      Like

  3. Difanfaaaaan bhaaaaaak, aneh ya kok mba mbanya yang sewot wkwkw, harusnya dia yang usaha karena pembeli adalah raja. Nista sekali Doyoung di sini astoge……., Taeyong tega amat udah nitip, ngasih duit kurang, diomelin mba mba wkwkw. Keep writing Dif! xD

    Like

  4. AJU NAIS AJU NAIS NAIS

    SYEM DOYOUNG EMANG INSAN YANG PANTES NISTA KOK YA HAHAHAHA BULI AJA TERUS DIA BULI SAMPE DIA BERUBAH JADI MZ MZ INDOMARET BHAAK

    Nice, Dif! Keep writing say, mungkin lain kali filenya bisa diperiksa dulu ya biar meminimalisir kesalahan yang tidak diinginkan :3

    Like

  5. HAHAHAHA baru baca ff ini dan koplak juga ya si Doyoung sama mba”nya (?) masa cerewetan mba”nya, Doyoung kan pembeli HAHAHA 😂😂😂😂
    lanjutkannnn ff yang menghibur iniiii *grin sama dede Jaehyun*😁😁😁

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s