[Vignette] Bebas

Bebas

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Hurt, AU, Family

PG-15

Vignette

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Akashi Seijuurou – Anime Character

 

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

 

——————

 

Yuta yakin dirinya bukan satu-satunya manusia di dunia ini yang berpikir untuk membunuh orang yang ia cintai. Tidak banyak orang yang berpikir demikian, dan dengan alasan yang Yuta punya, Yuta yakin dia termasuk satu dari beberapa orang dengan cara mencintai unik tersebut.

Membunuh adalah pilihan terbaik. Itu adalah wujud dari rasa cintanya yang begitu besar.

Yuta yakin akan itu.

Yuta ingin membunuh Ran. Nikaido Ran. Perempuan yang paling dia cintai setelah ibunya.

 

——————

 

Sudah bukan ratusan atau ribuan lagi Yuta bilang pada Ran untuk tetap diam, menurut dan jadi gadis baik. Mungkin sudah jutaan kali Yuta ingatkan perempuan itu untuk mendengarkan apa kata tuan mereka.

Nikaido Ran, perempuan yang dulunya selalu ada di bawah kawalan Nikaido Akira, sang kakak, adalah perempuan dengan fisik lemah berjiwa baja. Mental perempuan itu jauh lebih kuat dari Yuta yang seorang laki-laki tulen.

Sejak kekalah besar keluarga Nikaido dalam perebutan kekuasaan dengan keluarga Akashi, Nikaido Ran menjadi satu dari empat tawanan di kediaman Akashi yang diperbudak. Tentu Yuta salah satunya, tapi tetap ada perbedaan antara Yuta yang dulunya pelayan setia keluarga Nikaido dengan Ran yang merupakan Tuan Putri.

“Urus dia.”

Yuta mengangguk dan berjalan masuk setelah Akashi Seijuurou, putra tunggal keluarga Akashi, memperbolehkannya masuk.

Lagi hari ini Yuta harus melihat Ran tergeletak tak berdaya di ranjang besar kamar itu. Selimut merah berantakan menutupi tubuh perempuan itu sampai dada dan Yuta tahu, sekarang Ran ada dalam keadaan telanjang.

Diperbudak. Tuan putrinya diperbudak oleh pangeran iblis sialan.

Biarkan Yuta merapalkan sumpah serapah, mengutuk penjahat yang sudah memperbudak Tuan Putrinya. Perempuan yang paling dicintainya sudah dilecehkan habis-habisan oleh Akashi Seijuurou. Bukan hal aneh jika Yuta menyumpahi Pangeran Akashi itu agar mati.

“Ingat batasanmu, Yuta.”

Yuta baru saja menyentuh kening Ran yang setengah sadar di atas ranjang, tapi peringatan dengan intonasi mengancam itu membuatnya kembali menarik tangan.

“Aku memang memintamu mengurusnya, tapi bukan berarti kau bisa menyentuhnya sesukamu.”

Mata dwiwarna milik Akashi Seijuurou yang menatapnya sinis di pantulan kaca meja rias sudah cukup bagi Yuta untuk menurut. Salah-salah Yuta bisa kena hukuman yang membuatnya tidak bisa ada di samping Ran lagi.

“Maaf.” Yuta menunduk menatap mata Ran yang balas menatapnya. Perempuan itu tersenyum tipis. Mulutnya bergerak mengatakan ‘Tidak apa-apa’ tanpa suara kemudian bangun dan ikut duduk bersama Yuta di ranjang.

“Seijuurou-kun, kau mau kemana?”

“Aku punya banyak pekerjaan. Karena kebiasaan buruk kakakmu yang suka sok dermawan sekarang aku yang harus menggantikannya.”

Ran terlihat menarik sebuah kurva pada bibirnya untuk laki-laki bengis yang menatapnya lewat cermin.

“Yuta, bantu dia menyiapkan diri. Sore ini ada jamuan penting dengan keluarga Mayuzumi.”

“Baik.”

Terakhir, laki-laki itu memasang jam tangan kulit pada tangan kirinya saat berjalan mendekati Yuta dan Ran. “Dan ingat baik-baik batasanmu.” Katanya sebelum memberi ciuman singkat pada Ran tepat di hadapan Yuta.

“Kau tahu betul kalau aku bisa lakukan apapun untuk membuat kau terpisah dari Tuan Putrimu ini.” Kemudian—

BLAM!

Pintu ruangan itu tertutup menyisakan Yuta dengan Ran berdua.

“Kau baik-baik saja?”

Ran mengangguk dan kembali memamerkan segaris senyum. Tapi Yuta tidak bodoh. Jelas terlihat ada lebam biru di pinggang mulus gadis itu. Belum lagi rambut Ran yang berserakan di lantai.

Yuta yakin Akashi Seijuurou pasti main cutter lagi.

“Ran, mau aku rapihkan rambutmu?”

“Kalau bisa, terima kasih.”

“Tapi sebelum itu akan aku siapkan air mandi untukmu.”

“Terima kasih.”

Yuta masih tidak habis pikir dengan perempuan ini. Dia benar-benar bingung. Setiap malam si pangeran iblis itu selalu melakukan kekerasan yang bahkan tidak berani untuk Yuta bayangkan. Paginya Yuta akan dipanggil untuk membantu Ran bersiap menjalani hari sebagai tuan putri hasil rampasan. Menjadi babu keluarga Akashi.

Disiksa fisik dan batin secara terus menerus. Itu yang Yuta pikirkan. Tapi Ran tidak pernah menyerah. Perempuan itu selalu bilang tidak apa-apa. Selalu meminta Yuta memaafkan Akashi Seijuurou. Dan jika Yuta tanya alasannya,

“Karena aku mencintainya.” Itu kata Ran.

Tapi Yuta tidak bodoh. Yuta tahu itu bohong. Yuta bukan orang yang baru mengenal Ran setahun atau dua tahun ini. Yuta mengenal Ran sejak tuan putri itu lahir di keluarga Nikaido. Menjadi lambang dewi keagungan keluarga Nikaido. Itu waktu yang cukup bagi Yuta untuk bisa mengenali saat Ran bohong dan saat Ran jujur.

“Kau memanjangkan rambutmu tiga tahun ini, tapi hampir setiap malam laki-laki itu selalu merusaknya.”

“Tidak apa-apa. Toh, pagi setelah itu kau akan merapihkan rambutku.”

Yah, Ran benar. Tapi..

“Yuta.”

“Apa?”

“Akira-nii bagaimana?”

Yuta mendesah. Ragu untuk berkata jujur, tapi tidak sanggup berbohong pada perempuan ini. “Dia baik-baik saja. Akashi Seijuurou sudah melepas dua rantai di tangan dan lehernya sesuai janji dia padamu.”

Ada senyum kecut terpantul di cermin. “Maksudku lukanya. Seijuurou pasti menyiksa dia juga, kan?”

Anggukan kaku Yuta jadikan jawaban.

“Banyak? Sudah kau rawat?”

“Tidak begitu dan tentu saja. Mana bisa aku biarkan Akira terlukan.”

“Terima kasih, Yuta.”

Dari empat orang tawanan yang keluarga Akashi ambil dari Keluarga Nikaido, hanya Yuta yang sampai saat ini bisa tinggal tanpa menerima satu tinjupun. Ran, Akira, dan pengacara keluarga Ran hampir setiap hari dapat jatah penyiksaan. Hanya Yuta yang tidak merasakan siksa fisik.

“Ran.”

“Apa?”

Rambut panjang sepinggang Ran kini semakin pendek. Ulah kekanakan Akashi Seijuurou yang setiap kesal akan main cutter benar-benar menjengkelkan. Belum lagi hubungan badan kasar yang pangeran iblis itu lakukan. Yuta benar-benar ingin membebaskan Ran dari semua siksa itu.

“Aku punya satu cara untuk membebaskanmu dari Akashi Seijuurou. Tapi setelah kebebasan itu kau tetap tidak bisa kembali seperti dulu. Aku justru tidak tahu apa yang akan terjadi setelah kebebasan itu.”

Ran menyentuh tangan Yuta. Menarik Yuta untuk berdiri di sampingnya agar lebih mudah untuk ia peluk. “Aku menolak.” Katanya berbisik.

“Kenapa? Kau lebih suka disiksa olehnya?”

Ran menggeleng. Kepalanya yang terbenam di perut Yuta bergerak pelan sebelum mendongak. “Bukan karena itu.”

“Lalu kenapa?”

“Karena aku memilih untuk egois.”

“Maksudmu?”

“Aku ingin terus bersama Akira-nii dan kau.”

“Kita bisa pergi bersama.”

“Tidak, Yuta. Aku tidak mau kau melakukan hal seperti itu. Jangan kotori tanganmu dengan darah walau itu untuk niat baik.”

Yuta mengerang. Tidak bisa membatah apa kata sang tuan putri.

“Lalu mau sampai kapan seperti ini?”

“Entah.” Ran berdiri kemudian memeluk Yuta sekali lagi. “Yang pasti asal ada kau, seratus tahun menjadi tawanan Seijuurou juga bukan masa bagiku.”

“Aku mencintaimu. Lebih dari kebebasanku. Aku mencintaimu, Yuta.”

——————

——————

  • Korban kebanyakan baca fanfik BDSM Kurobas di AO3, akhirnya aku bikin yang kaya gini. Maafkan aku ini yang sudah menistakan kalian di mimpiku semalam..bhak.
  • Nikaido Akira – Monochorome Factor
  • Akashi Seijuurou – Kuroko no Basuke
  • Dan Febby pamit——
Advertisements

2 thoughts on “[Vignette] Bebas

  1. mbak.. tolong aku.. mbak.. KENAPA POSTERNYA HARUS AKASHI?
    MBAK, AKU KAN JADI SALAH FOKUS.. seharusnya fokus ke Yuta-nii malah fokus ke akashi.
    yaawoh konflik batin saat baca ff yang cast-nya husbando sama bias itu gini yah X’D

    Like

  2. Aih aih kak aku berasa baca manga versi ff., ini feel nya dapet loh kak wkwk. Kalo aku jadi Ran juga aku lebih memilih untuk bertahan daripada harus ngotorin tangan Yuta dengan darah, gak tega buat Yuta jadi pembunuh. Btw, kakak suka jepang juga kah?

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s