[NCTFFI Freelance] Strategi? (Ficlet)

Strategi

a fanfic by drixya

STRATEGI?

with Lee Minhyung (NCT) and Chou Tzuyu (Twice)

Genre(s) : School-life, Romance || Rating : Teen || Length : Ficlet || Disclaimer : I own nothing, but storyline.

Kalau memang begitu strateginya, dia berhasil

▬ ▬ ▬

Minhyung bingung harus merasakan apa atau bagaimana ketika Chou Tzuyu, murid kelas sebelah, tiba-tiba menghampirinya lalu memberikannya sepucuk amplop merah muda dan pergi begitu saja. Minhyung sampai harus menyingkir dari kelas lantaran tak tahan dihujani puluhan ledekan dan pertanyaan.

Pantas saja begitu, karena ini pertama kalinya Minhyung terlihat dekat dengan seorang gadis. Walaupun ‘menerima amplop merah muda’ tidak bisa didefinisikan secara nyata sebagai ‘dekat’, sih. Tapi setidaknya ada sedikit perkembangan dalam kisah cinta seorang Lee Minhyung, kan? Begitu pikir kawan-kawannya.

Tak selaras dengan isi pikiran Minhyung. Ia justru dibuat semakin bingung saat menemukan isi amplop pemberian si murid pindahan itu. Tebak apa yang Minhyung lihat? Kertas. Ya, kertas. Tampak hal yang normal memang. Tapi kalau kalian perhatikan lebih lanjut, kertas itu terlihat begitu bersih. Sungguh hanya kertas putih kosong. Setitik gores tinta hitam pun tidak ada. Meski Minhyung ratusan kali membolak-balik kertasnya, tetap saja sama.

“Apa dia cuma mempermainkanku?” Minhyung bermonolog seraya memandang heran amplop serta kertas ditangannya. Memilih tak ambil pusing, ia memasukkan kembali kertasnya ke dalam amplop, melipat ke ukuran yang lebih kecil dan menyimpannya di saku celana. Persoalan rekan sekelas yang akan kembali menggodanya, Minhyung berpikir akan ‘tutup telinga’ layaknya tidak peduli sampai akhirnya mereka bosan sendiri. Sederhana, bukan?

Seharusnya memang sesederhana itu. Tapi sama halnya dengan ‘seharusnya’ yang lain, kenyataan tidak berjalan beriringan. Dan masalahnya tidak bersumber dari pihak lain, melainkan Lee Minhyung sendiri.

Dimulai dari dirinya yang tanpa sadar melakukan hal aneh seperti sering menoleh ke kelas X-2—kelas Tzuyu—ketika berjalan di koridor, berusaha menghindari kontak mata ketika berpapasan dengan si gadis, memperhatikan gerak-geriknya dari kejauhan. Atau menjadi penguping dadakan ketika seseorang mulai menyebut nama ‘Chou Tzuyu’ dalam pembicaraan mereka.

Lalu, di mana letak masalahnya? Itu dia, orang lain mungkin berpandapat hal-hal tadi bukan sesuatu yang dapat dikategorikan sebagai ‘masalah’. Lain lagi bagi Minhyung yang serius menganggapnya adalah masalah jenis super menyebalkan. Kenapa? Karena ‘kegiatan tak disadari’ tersebut, Minhyung jadi banyak tahu perihal sangat tidak penting yang berhubungan dengan si gadis aneh, Tzuyu.

Contohnya, Minhyung kini tahu bagaimana Tzuyu ketika tersenyum, tertawa, merajuk hingga ekspresi jeleknya saat kesal. Minhyung juga tahu menu yang Tzuyu selalu pilih untuk makan siang, jam berapa gadis itu tiba di sekolah, dengan siapa ia pulang dan masih banyak hal tidak penting lainnya mengenai Chou Tzuyu yang Minhyung hapal. Saking hapalnya, memori itu sampai tidak perlu di simpan di dalam kepala.

“Ini gila, kak! Aku bahkan tidak tahu siapa dia sebelum ini!” Seru Minhyung sembari berjalan bak setrika di kamar kakak lelakinya pada suatu sore yang cerah. Sementara sang pemilik kamar memilih diam dulu dan melihat isi amplop yang adiknya berikan.

“Kurasa dia sengaja.” Taeyong, kakak Minhyung, melayangkan komentar setelah selesai menganalisis surat sang adik yang katanya diberikan oleh seseorang bernama Tzuyu. Minhyung sontak menatapnya penuh rasa tanya. Terlihat belum dapat menangkap maksud Taeyeong dengan jelas.

Seusai bangkit dari baringnya, Taeyong mengembalikan surat kosong tadi pada sang adik. Lantas menarik kesimpulan, “dia memberikanmu surat kosong hanya untuk menarik perhatianmu.”

Kedua alis Minhyung bertemu. “Menarik perhatianku? Kenapa?” Tanyanya, di antara kesal, penasaran dan tak habis pikir. Taeyong menarik napas. Sulit juga mempunyai adik laki-laki yang baru dalam masa pubertas. “Kau tidak peka sekali. Ya, tentu saja karena dia menyukaimu dan berusaha agar kau juga memperhatikannya.”

Menyukainya? Minhyung melongo parah. Otaknya tiba-tiba terasa begitu lambat untuk memproses kalimat sang kakak. Jadi, Tzuyu memberikannya surat kosong—sampai Minhyung tidak bisa tidur nyenyak—untuk menarik perhatiannya?

Wah, kalau memang begitu, strategi gadis itu mutlak sukses.

—Fin.

Apaan sih ini? Ini apa? Kok saya mau nangis sendiri bacanya? :’v /abaikan/

Mungkin ada yang berniat coret-coret di kolom komentar? Haghag. Thankseu~ ^^

 

Advertisements

3 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Strategi? (Ficlet)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s