[NCTFFI Freelance] With(Out) You (Chapter 2)

2

WITH(OUT) YOU…

CHAPTER 2

Main Cast :

* Hwang EunBi (SinB’s GFRIEND)

* Jung Jaehyun (NCT)

Other Cast :

* Jeon Jungkook (BTS)

* Jeong Yein (LOVELYZ)

* Koo Junhoe (iKON)

 (Untuk  cast lain, cari sendiri yaa ^-^)

Author : Sha-Sha

Genre : School Life, Romance, Friendship, A Lil’ Bit Comedy(?).

Rating  : 17 (for harsh word)

Length : Chaptered

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan agensi (^-^), cerita dan plot murni milik Author. PLAGIARIZE IS STRICTLY PROHIBITED.

Summary :

“I can’t imagine a world without you…”

Warning : TYPO berterbangan  ^^

Enjoy’s the story!!

Sebelumnya : Chapter 1

***

[CHAPTER 2]

Annyeonghaseyo, Jung Jaehyun imnida, bangapseumnida..” ucapnya.

“ Ah, Jaehyun-ie… kelas berapa kau sekarang?” tanya Eomma.

“ Kelas 11, eomma-nim.” ucapnya sambil tersenyum.

“ Ah, benarkah? Kalian satu sekolah, bukan? Kalau begitu, selama di sekolah. Aku titipkan SinB padamu yah”, aku membelalakkan mataku, apa yang barusan eomma katakan? Ahhh.. Michigetda!

Eomma, aku bukan anak kecil lagi..” ucapku menginterupsi perkataan eomma barusan.

SinB POV END

Eomma, aku bukan anak kecil lagi..” ucap SinB menginterupsi perkataan Tiffany barusan. Mendengar hal ini, Jessica dan Tiffany tertawa riang sedangkan Jaehyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil tersenyum kecil.

Aigoo, Jaehyun-a, ajak SinB berjalan-jalan berkeliling rumah ini, ajak dia ngobrol. Kalau di sini terus, dia bisa-bisa menjadi kepiting rebus..” ucap Jessica pada Jaehyun.

Ne, eomma.. EunBi-ah, kajja..” ajak Jaehyun yang diikuti anggukan lemas SinB.

“ Hei, bagaimana ini?” tanya SinB sesaat setelah mereka berjalan menjauh dari Tiffany dan Jessica.

“ Bagaimana apanya?” pertanyaan Jaehyun barusan membuat SinB memutar bola matanya-kesal.

“ Hei!! Orangtua kita saling mengenal..”

“ Lalu? Bukankah itu memudahkan kita? Lagipula aku memintamu menjadi ‘pacar’ku juga karena aku diminta oleh orangtuaku agar segera mencari gadis untuk..”

“ Untuk apa?”

“ Ah sudahlah, lupakan…”

Geurae.. laki-laki aneh!”

“ Apa?” tanya Jaehyun.

“ Apa maksudmu?” SinB balik bertanya.

“ Apa yang kau katakan barusan?” Jaehyun terlihat frustasi.

“ Kau. Lelaki. Aneh!” ucap SinB sambil tersenyum puas.

“ Hei, tidak sopan! Aku seniormu!”

“ Lalu? Bukankah lebih tidak sopan apabila seorang lelaki memeluk gadis yang bahkan baru ditemuinya?” sindir SinB.

“ Ah, maaf. Waktu itu aku hanya ingin mengerjaimu saja, tak kusangka kau sesorang yang seperti ini!”

“ Seperti apa?”

“ Kau tak perlu tahu. Lupakan saja. Sekarang ayo kita mengenal lebih jauh diri kita masing-masing?”

“ Apa maksudmu?” tanya SinB.

“ Kita ini sepasang kekasih, bukankah sepasang kekasih harusnya saling mengenal pasangannya?”

“ Begitu, ya? Tapi aku bukan kekasihmu”

“ Tapi kau sudah sepakat untuk menjadi kekasihku..”

“ Pura. Pura. Ingat itu..”

“ Heuum.. Aku ingat. Omong-omong, kau tak pernah pacaran?” tanya Jaehyun gemas melihat kelakuan SinB.

“ Bingo, Kau benar! Bagaimana kau bisa tahu?”

“ Membicarakan hal ini denganmu membuatku bisa menebak kalau kau tak pernah pacaran!!” jelas Jaehyun.

“ Ahh.. Jadi aku ‘pacar’ pertamamu? Ahh, kata orang-orang, yang pertama adalah yang paling spesial karena akan selalu di ingat!” sambung Jaehyun.

“ Kita tidak berpacaran. Seharusnya kau ingat itu!” desis SinB, pipinya memerah mendengar perkataan Jaehyun barusan.

“ Hei, pipimu merah.. Hahaha. Kau lucu sekali!!” tawa Jaehyun.

“ Diam!!” ucap SinB hendak memukul Jaehyun.

“ Baiklah-baiklah, aku akan diam. Tetapi, apa kau benar-benar tak pernah berpacaran sebelumnya?”

“ Begitulah, kau sendiri?”

“ Tentu saja aku pernah..”

“ Dengan siapa?”

“ Dwaesseo! Itu masa lalu, tak usah membicarakannya!” ujar Jaehyun.

“ Ah, tapi aku kepo! Dengan siapa?” rajuk SinB.

“ Bisakah kita tak membahas hal ini? Kau membuatku menjadi badmood sekarang.” desis Jaehyun membuat SinB menundukkan kepalanya.

“ Ah, maafkan aku. Seharusnya aku tak bertanya seperti itu!”

Geurae! Kau memang harus meminta maaf,”

“ Menyebalkan! Kalau begitu, kita bahas topik lain saja!” usul SinB.

Shirrreo!!”

“ Eh?” SinB mengernyit heran.

“ Sudah kubilang bukan, kita harus tahu diri kita satu sama lain.”

Geunde..”

“ Apa hobby-mu?” sahut Jaehyun.

Dance! Kau sendiri?”, jawaban SinB barusan membuat Jaehyun terdiam. Aish, kenapa hobby-mu harus dance sih?? Ucap Jaehyun dalam hati.

Geurae, kau yang mengusulkan kita harus saling mengenal satu sama lain. Tapi kau bahkan tak menjawab pertanyaanku!” ucap SinB sambil melihat sekelilingnya, ternyata Jaehyun mengajaknya ke taman rumah Jaehyun.

“ Kenapa harus dance?” sahut Jaehyun dengan suara lirih dan pandangan mata yang mengawang.

“ Eh, dari dulu aku memang sudah suka dance. Kenapa kau mempermasalahkannya?”

“ Ah, maaf. Aku teringat..”

“ Mantan kekasihmu? Aku tebak dia pasti suka dance ya?” sahut SinB.

Shikkeureo! Jangan bicarakan itu lagi. Aku hanya heran, kau anak seorang chaebol. Tapi kau malah suka dance? Bukankah biasanya anak tunggal dari pasangan chaebol suka berbelanja. Dan lihatlah penampilanmu, aku berani bertaruh kau tak suka memakai dress, bukan?

“ Aku bukan seseorang yang suka berbelanja. Bahkan hampir semua baju dan sepatuku Eomma dan Appaku yang membelikan. Dan yah, kau benar. Aku memang tak suka memakai dress atau apapun itu..” tutur SinB.

Geurae, sebentar lagi aku juga pasti akan masuk dalam daftar orang yang membelikanmu barang!!”

“ Apa maksudnya?”

“ Bukan apa-apa..”

Dan keduanya pun saling bercerita sambil sesekali bertengkar dan bercanda. Tak berapa lama, Tiffany memanggil SinB untuk segera pulang. Namun, sesampai di depan rumah Jaehyun, SinB mendapati Eomma-nya masih asyik bercengkrama dengan Jessica di depan mobil.

 “ Eunbi-ah,” panggil Jaehyun.

“ Ya?”

“ Nanti.. Emmh, aku akan meneleponmu…” bisik Jaehyun.

“ Oh, aku pulang dulu,,, Jung-ie..” goda SinB sambil tersenyum setelah melihat tanda dari eomma untuk segera naik ke mobil.

“ Baiklah, hati-hati di jalan..” ucap Jaehyun setelah beberapa saat terdiam.

***

Dan keesokan harinya, SIHS gempar ketika mendapati Jaehyun dan SinB keluar dari mobil yang sama dan bergandengan tangan, rupanya mereka telah memulainya –pura pura menjadi sepasang kekasih. Keduanya pun tersenyum manis, dan Jaehyun mengantarkan SinB sampai depan kelas 10-1.

“ Anyeong, belajar yang rajin, ne!” Jaehyun mengacak-acak rambut SinB sambil tersenyum tipis.

“ Aissh,, YA!!” SinB menurunkan tangan Jaehyun dan merapikan rambutnya sambil memasuki kelas dan meninggalkan Jaehyun, melihat hal itu Jaehyun tertawa dan pergi menuju kelasnya sendiri.

Flashback On

“ Yobboseyo, EunBi-ah..”

“ Heumm, ada apa?”

“ Eh, ani. Hanya ingin bicara kalau besok kita berangkat sekolah sama-sama..”

“ Mwoo? Shirreo..”

“ Tanyakan sendiri pada Ibumu, EunBi-ah.. Beliau yang mengatakannya sendiri padaku!”

“ Aih, michigetda! Kenapa harus berangkat denganmu, sih? Lagipula aku kan bisa naik mobil sendiri!!” SinB mempoutkan bibirnya.

“ Molla, sudah ya! Aku hanya ingin mengatakan itu, anyeoong..”

“ YA!! YA!!”

Klik, sambungan telepon telah diputus yang membuat SinB berdecak kesal.

“ Dasar, seenaknya sendiri!! Jung Jaehyun pabooo..” umpat SinB.

Flashback Off

“ SinB-ah, bagaimana bisa?”

“ Apanya Yein-ah?”

“ Kalian benar-benar sepasang kekasih sekarang?”

“ Heuum, begitulah,” SinB meletakkan tasnya dan duduk di bangku sebelah Yein.

“ Oh, ayolah! Pasti ada sesuatu yang terjadi!! Aku melihat sendiri bagaimana kekesalanmu padanya kemarin. Dan sekarang kalian sudah jadian? Itu hal yang mustahil, SinB-ah..”

“ Oh, mungkin itu karena sifatnya saja yang seenaknya sendiri, lagipula kami sudah lama mengenal kok..”

Bohong, kebohongan ini sudah didiskusikan dengan Jaehyun kemarin. Maafkan aku Yein-ah..

“ Benarkah? Tapi selama aku bersahabat denganmu dari SD hingga sekarang, aku tak pernah mendapatimu menceritakan atau bahkan menyebut namanya!!”

“ Itu hal yang tak penting Yein-ah. Dan maaf kalau selama ini aku tidak meceritakannya padamu..” elak SinB.

“ Ah benar, itu hal yang tak penting ya.. Sudahlah, kita bicarakan yang lain saja…” Yein menghembuskan nafas dengan kasar.

“ Hei, jangan marah..”

***

Sudah satu bulan SinB bersekolah di Seoul International High School. Dan selama itu pula, Jaehyun telah mengumumkan bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih. Kedekatan Jaehyun dan SinB sangat menggemparkan sekolah, mereka adalah pasangan barbie dan ken yang nyata. Bagaimana tidak, SinB yang dengan segala kecantikan yang dianugrahkan Tuhan padanya merupakan anak dari pengusaha dan desainer terkenal di Korea. Sedangkan Jaehyun dengan ketampanan serta wajah ramahnya merupakan ketua OSIS di sekolah itu. Kemarin minggu, Jaehyun telah membawa SinB menghadiri pesta yang digelar oleh teman Tuan Jung.

Hari ini sangatlah cerah, SinB sedang membawa nampan makanannya menuju mejanya. Yein bilang, dia akan ke toilet sebentar, jadi SinB memutuskan untuk menunggu sahabatnya di kafetaria. Dia berjalan tenang menuju meja namun..

Brukk.. tepat sebelum SinB mencapai meja, SinB ditabrak dengan sangat keras oleh seorang yeoja sehingga SinB jatuh terduduk dan makanan yang dibawanya tadi tercecer kemana-mana. Kini seluruh mata yang berada di kafetaria menatap ke arah kejadian. Yeoja itu masih berdiri dan berkata, “ Ah, maafkan aku. Aku tadi terburu-buru! Biarkan aku menolongmu!” yeoja tersebut mengulurkan tangannya pada SinB.

SinB tersenyum dan menerima uluran tangan tersebut dan berdiri, tak disangka yeoja –yang diketahui bernama Momo- itu mendekatkan tubuhnya pada SinB dan membisikkan sesuatu.

“ Jung Jaehyun, dia milikku. Jangan pernah mencoba bermimpi untuk merebutnya dariku!” Momo melepaskan pegangan tangannya dan mendorong SinB sehingga SinB kembali terduduk di lantai.

“ Arrgh..” SinB mengerang kesal dan menatap Momo nyalang.

Siapa sebenarnya dia? Kenapa mengaku-ngaku kalau Jung-ie itu miliknya? Tunggu dulu, kenapa jadi aku yang disalahkan di sini? Aku bahkan tak mengenalnya dan baru bertemu dengannya sekarang. Ah, dia kelas 12, mungkin saja dia sedang sibuk mempersiapkan ujiannya selama ini. Tapi, pantaskah seorang senior berperilaku seperti ini pada adik kelasnya? Pikir SinB dalam hati.

“ Apa? Kau mengagumi kecantikanku?” Momo menendang nampan makanan yang berada di sebelah SinB dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang sangat mengganggu.

“ Tidak, aku hanya berpikir, mengapa aku disalahkan  atas hal yang tidak pernah kulakukan. Dan aku sama sekali tidak mengenalmu, maaf.” ujar SinB sambil berdiri dan merapikan seragamnya.

“ Kau merebut Jung Jaehyun dariku! Tak sadarkah kau. Selama satu bulan ini aku hanya diam saja karena kupikir kabar itu hanyalah gosip murahan. Tapi kemarin, Jaehyun malah pergi ke pesta Tuan Park bersamamu dan mengenalkanmu sebagai kekasihnya…!” Momo berteriak ke arah SinB.

“ Lalu, apa masalahmu? Siapa sebenarnya dirimu, huh? Dan maaf, bagaimana bisa seorang IBLIS sepertimu bersekolah di sini!” SinB mengacungkan tangannya pada Momo. Hal ini membuat siapapun yang dari tadi melihat ini menahan nafas, mengagumi keberanian SinB menggertak Momo –yang notabene merupakan seniornya.

“ Hei! Jaga kelakuanmu bocah kecil” seseorang yang berada di dekat Momo -bernama Joy- menepis kasar tangan SinB yang dengan lantangnya menunjuk ke arah Momo.

“ Hah, haruskah aku menjaga kelakuanku? Apakah tak bisa kalian ber-ka-ca terlebih dahulu?” jawab SinB lantang.

PLAK!

Joy menampar SinB dengan keras, “ Kau benar-benar..” Joy menggeram tertahan.

“ Aku apa? Cantik? Terima kasih banyak, sunbae..” SinB tersenyum meringis sambil mengusap pipinya yang memerah.

Sial, sakit sekali!

Neo, JINJJA!!” Momo menarik rambut SinB dengan kasar dan SinB membalasnya dengan senyuman kecil.

“ Argh, lepaskan. Ini sakit, bodoh! Kalian bisa di-skors dengan perbuatan kalian ini!” SinB berusaha untuk tidak membalas kelakuan Momo. Karena dalam hidupnya, SinB mengenal dan memegang kuat beberapa prinsip, dan salah satu prinsipnya adalah ‘tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan’, SinB lebih memilih untuk beradu mulut daripada berkelahi walaupun SinB merupakan pemegang sabuk hitam karate yang dipelajarinya selama SMP.

“ Aku rasa kalian sudah keterlaluan, lepaskan tanganmu dari yeoja ini!” perintah seseorang sambil menyedekapkan tangannya dan menatap Momo serta Joy. Momo menoleh dan tersenyum kecil melihat Doyoung berada di sampingnya.

“ Ini bukan urusanmu. Doyoung-sshi!” dengus Momo sambil tetap menarik rambut SinB.

“ Tentu saja ini menjadi urusan kami, tak sadarkah kalian bahwa kami terganggu akibat ulah kalian?” sahut seseorang namja Thailand –Ten- yang berada di samping Doyoung. Ten berusaha melepaskan tangan Momo yang tetap menempel manis di rambut SinB.

Ya!! Apa yang terjadi??” ucap Jaehyun yang baru saja memasuki kafetaria –bersama Junhoe dan Jungkook- sambil menghampiri mereka dan membantu Ten untuk melepaskan tangan Momo dari rambut SinB.

“ Mereka mengganggu kekasihmu, Jaehyun-ah..” sahut Doyoung.

“ Eh, EunBi-ah, kau tak apa?” Jaehyun bertanya dengan nada khawatir dan merapikan rambut SinB. Oh, see? Betapa manisnya perbuatan Jaehyun pada SinB –yang sebenarnya bukan pacar aslinya. Hal ini membuat siswa dan siswi yang berada di kafetaria bisik-bisik dan menatap keduanya dengan tatapan iri.

“ Oh, dan lihatlah pipimu memerah, kau juga ditampar?” sambung Jaehyun memegang pipi SinB.

“ Eoh. Gwenchana! Jung-ie, bukankah seharusnya kau urus orang-orang dihadapanku ini? Kurasa mereka telah kehilangan akal pikirannya!” ucap SinB sambil mendengus kasar dan menurunkan tangan Jaehyun yang berada di wajahnya.

“ Kau betul SinB. Cih, kekanak-kanakkan sekali!!” seru Jungkook mencibir Momo.

“ Kalian keterlaluan!” desis Jaehyun menatap tajam kedua wanita yang berada di hadapannya.

“ Diamlah Jungkook! Dan apa tadi? Jung-ie? Panggilan macam apa itu?” ujar Momo.

“ Kau yang diam. Perbuatanmu sungguh keterlaluan! Kau seorang senior, tapi kau malah berperilaku buruk!” sahut Junhoe lantang.

“ Kau tak usah ikut campur, Koo Junhoe-ssi!” sahut Joy.

“ Ck, ap..”

“ Bisa bantu aku untuk mengurusnya? Aku akan membawa SinB keluar dari sini terlebih dahulu.” Jaehyun menatap Doyoung, Ten, Junhoe, serta Jungkook sambil menggandeng tangan SinB.

“ Ah, tunggu sebentar… Kamsahamnida, sunbae..” SinB membungkukkan badannya di hadapan Doyoung dan Ten serta tersenyum pada Junhoe dan Jungkook. Jaehyun pun menarik lengan SinB untuk segera pergi dari kafetaria setelah mendapati anggukan dari ke empat namja di hadapannya.

Ya! Kenapa kau membawaku keluar dari kafetaria?” SinB berusaha melepaskan cekalan tangan Jaehyun.

“ Kau ingin apa di sana? Kau tak lihat tatapan mereka yang seolah ingin membunuhmu saat itu juga?” mata Jaehyun menyiratkan kekhawatiran saat menatap SinB.

“ Kau mengkhawatirkanku? Tenanglah Jung-ie, aku akan baik-baik saja!” ujar SinB.

“ Ya! Tentu saja aku mengkhawatirkanmu! Kau sudah kuanggap,, eh, adikku sendiri!” Jaehyun sempat tergagap sebelum menyelesaikan perkataannya.

Benarkah hanya adik? Bukankah rasa khawatirmu itu sedikit berlebihan?

“ Tentu tidak, aku tidak bodoh hanya untuk melakukan hal kekanak-kanakkan seperti itu..” jawab SinB sambil mem-pout-kan bibirnya -imut.

“ Lalu? Apa yang akan kau lakukan di sana?”

“ Berikan makanan jatahmu padaku, karena aku ingin makan. Aku, lapar..” SinB meringis dan mengusap perutnya. Jaehyun melotot. Oh astaga. Gadis macam apa yang kini tengah berada di hadapannya? Dia jelas-jelas di-bully di kafetaria tadi, tapi dia ingin tetap berada di sana seolah tidak pernah terjadi apapun di sana. Dan hal ini hanya karena dia merasa lapar?

“ Tak usah kembali ke sana. Aku akan memesankan Jjajjangmyeon untukmu”

“ Benarkah? Itu bahkan lebih baik. Aku tadi berharap kau akan memberikan makanan jatahmu padaku setelah aku mengatakan itu, dan kau malah mentraktirku, gomawo!” SinB menarik lengan Jaehyun sambil tersenyum lebar sedangkan Jaehyun hanya berdecak dan membiarkan SinB menarik lengannya karena jujur, saat ini Jaehyun merasa kalut kalau Momo akan berbuat lebih buruk pada gadis di depannya itu.

Mereka lalu berhenti di bangku taman dan menunggu jjajjangmyeon yang telah mereka pesan. Dan saat itulah, Jaehyun menceritakan bahwa Momo merupakan mantan kekasihnya dan menceritakan bagaimana mereka bisa putus. Jaehyun juga menceritakan kalau namja yang menolongnya tadi bernama Doyoung dan Ten, dua orang dari sekian temannya yang berada di sekolah ini. SinB mendengarkannya sambil sesekali menimpali cerita Jaehyun dengan pertanyaan dan pernyataan aneh.

“ Jadi hanya gara-gara itu kau tidak suka dengan hobby-ku?”

“ Hahaha, apakah kau begitu cinta padanya sampai mau melakukan hal bodoh seperti itu?”

“ Oh, aku tak pernah bisa membayangkan seorang Jung Jaehyun mampu berkata-kata seperti itu!”

“ Bohong. Kau tidak mungkin tidak menangis pada saat itu!”

Aigoo! Kau pasti merasa sangat sesak di hatimu waktu itu!”

“ Ah, namanya Doyoung dan Ten sunbae.. Tapi, apakah Ten sunbae berasal dari luar Korea?”

Dan beberapa pernyataan lain yang membuat Jaehyun frustasi dan geram, namun diam-diam Jaehyun meneliti wajah SinB yang cantik dengan senyumannya yang sangat manis. Jaehyun merasa nyaman berbicara dengan SinB, ah tidak. Perasaan ini harus segera dihentikan, atau kalau tidak, Jaehyun akan melanggar peraturan ke-lima yang ia buat sendiri.

“ Geunde, bisa aku bertanya? Kau bilang kau tak suka jadi pusat perhatian kan? Lalu tadi..”

“ Berdekatan denganmu membuatku dapat menerima keadaan bahwa aku sekarang telah menjadi pusat perhatian!” sahut SinB cepat.

“ Tapi kau tidak merasa terganggu bukan?”

“ Ani. Aku sekarang malah menikmatinya. Geunde, apakah wajahku terlalu cantik sehingga kau tidak berkedip selama lima menit dan kau hanya memperhatikanku?” ucap SinB saat merasa diperhatikan oleh Jaehyun.

“ Kau terlalu narsis. Aku tidak menatapmu selama itu!” Jaehyun bergumam dan mengacak-acak rambut SinB.

YA!! Pabo!

“ Kau mengataiku bodoh?”

“ Geurae!!”

“ YAKK!!” Jaehyun mengacak-acak rambut SinB yang dibalas pukulan pada dada Jaehyun, membuat mereka berdua tertawa riang.

“ Permisi, apakah benar kau si Tuan Tampan yang memesan jjajjangmyeon?” interupsi sebuah suara sambil menyodorkan sebuah kotak pada mereka. Jaehyun menurunkan tangannya dari rambut SinB dan tersenyum senang sedangkan SinB hanya mengernyit heran.

“ Ah, iya! Itu aku!”

“ Silahkan tanda tangan di sini..”

“ Tuan tampan? Heoh, aku tidak mengerti apa yang ada di pikiranmu saat memesan itu!” ujar SinB merapikan rambutnya saat pengantar jjajjangmyeon itu telah pergi.

“ Cerewet! Sudah, makan saja!” sahut Jaehyun membuka kotak itu dan menyerahkannya pada SinB.

“ Kau tidak lapar? Kenapa hanya memesan satu?”

“ Tidak.”

“ Benarkah..??”

“ Tidak. Aku tidak lapar..” ulang Jaehyun.

“ Hmm, sluuurrppp.. Ah, ini sangat enak.” SinB memakan itu dengan suara yang dibuat-buat membuat Jaehyun tersenyum kecil.

“ Aku tidak akan tergoda. Diam dan makan..”

“ Shirreo!!”

“ Wae? Bukankah tadi kau bilang bahwa kau lapar?”

“ Cha!! Kau sudah mentraktirku, setidaknya kau harus ikut makan denganku juga.” SinB menyodorkan sumpitnya yang telah dipenuhi mi hitam pada Jaehyun.

“ Aish.. Aku jadi terlihat seperti anak kecil!”

“ Ayo, buka mulutmu! Bukankah ini kesempatan yang sangat langka? Seorang SinB sekarang sedang menyuapi Jaehyun..” ucapan SinB yang membuat Jaehyun tersenyum dan membuka mulutnya menerima suapan dari SinB.

***

“ Halo..” ujar SinB sambil menaiki kasurnya.

Hai, SinB-ah… Maaf baru mengabarimu sekarang. Tadi aku harus pulang ke rumah karena sesuatu masalah. Dan aku dengar ada kejadian ya, saat di kafetaria? Kau baik-baik saja? Ah, iya aku lupa bahwa sahabatku ini adalah orang yang kuat , ceria dan pemberani!!”

“ Tentu aku baik-baik saja. Dan Nona Jeong Yein, berhentilah membuat sahabatmu ini khawatir  karena kau tidak memberi kabar apapun. Aku bahkan berpikir kau mungkin dibawa oleh seorang monster!”

Kalau begitu, kau mengatai Ibuku sendiri monster, SinB-ah..

“ Astaga, aku hanya bercanda. Haha, ada masalah apa, sehingga kau harus pulang kerumah?”

Tidak, akan lebih baik kalau aku menceritakannya padamu, besok! Sudah dulu, ya. Aku mengantuk. Anyeoong!”

“ Tapi, besok Minggu Yein-ah!”

Ah, kau betul. Temui aku di kafe biasanya saja. Jam 8 bagaimana?”

Baiklah, selamat tidur Yein-ah..”

Ne..

Klik.. SinB meletakkan ponselnya di meja dekat kasurnya dan bersiap untuk tidur.

***

“ Astaga! Benarkah? Ibumu menjodohkanmu? Hahaha, lucu sekali. Dan siapa yang menjadi calonmu, eoh?” SinB tertawa setelah Yein menceritakan hal yang terjadi padanya kemarin.

“ Ya!! Kenapa kau malah tertawa?”

“ Karena ini sangatlah konyol, aku tidak pernah menyangka bahwa masih ada perjodohan di jaman sekarang. Lalu siapa yang menjadi pasanganmu? Apakah aku mengenalnya?” Sahut SinB.

“  Jeon Jungkook sunbae.” Yein mempoutkan bibirnya.

“ Jungkook oppa? Jinjja?”

“ SinB-ah, kenapa kau malah memangilnya oppa, sedangkan pada kekasihmu sendiri kau tidak mau memanggilnya oppa!”

SinB baru saja mau menyangkal bahwa Jaehyun itu kekasihnya, namun dia teringat bahwa tidak ada yang tahu bahwa mereka berdua hanya berpura-pura. SinB sebenarnya ingin menceritakannya pada sahabat masa kecilnya ini, karena dia percaya bahwa Yein akan merahasiakan segalanya. Namun perkataan dari Jaehyun tentang peraturan selama mereka bekerja sama -yang terngiang-ngiang di kepalanya- membuatnya diam.

“ Astaga, apakah seorang Jeong Yein sedang cemburu sekarang?”

“ Diamlah, aishh..”

“ Haha, lucu sekali! Pipimu memerah, Yein-ah!!”

“ Sudah cukup,  Aku harus pulang sekarang!” ucap Yein setelah mengecek ponselnya.

“ Wae? Kau mau date dengannya?”

“ Ani. Sudah, aku pulang dulu” Yein bangkit dan merapikan rambutnya.

“ Oh!! Josimhae!” teriak SinB saat melihat Yein sudah bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari café.

SinB menghabiskan smoothie-nya lalu keluar dari kafe dan mengendarai mobilnya, dia lalu berhenti di Hangang Park. SinB berjalan dan membeli es krim rasa vanilla. SinB menikmati es krim tersebut sambil duduk di sebuah bangku.

“ SinB-ah..” seseorang menepuk bahu SinB.

“ Eoh, Junhoe oppa! Anyeong!”

“ Anyeong! Kau kenapa berada di sini? Kau punya janji dengan Jaehyun?” Junhoe mendudukkan dirinya di sebelah SinB dan mengedarkan pandangannya.

“ Ah, anio. Aku tadi sedang keluar dan kebetulan melewati taman ini. Dan kupikir siang ini cuacanya tidak terlalu panas, jadi aku berhenti di sini. Oppa, kenapa berada di sini? Oppa mau ketemuan ya?” ucap SinB.

“ Anii, setiap Minggu aku memang ke sini, menghibur orang-orang.”

“ Menghibur?”

“ Eoh, kau mau lihat? Sebentar lagi teman-temanku akan ke sini. Dan di sini akan terjadi pertunjukan kecil..” ujar Junhoe.

“ Jung-ie, dan Jungkook oppa?”

Ani, teman-temanku yang lain. Kami menamakan diri kami iKON. Nah itu mereka datang!” seru Junhoe menunjuk pada enam namja yang sedang berjalan menuju ke arah Junhoe dan SinB.

Astaga, mereka sangat keren!!

“ Uuu, lihatlah! Junhoe kita sedang berkencan!!” ujar salah seorang namja yang bertubuh mungil.

Anio, hyung! Dia kekasih Jaehyun dan kebetulan berada di taman ini. Jadi aku putuskan untuk menemaninya, lagipula menunggu kalian tanpa melakukan apapun itu sangat membosankan!!” ujar Junhoe.

Nde, anyeonghaseyo! SinB imnida!!” SinB memperkenalkan diri sambil tersenyum.

“ Dia seumuran denganmu, Chanwoo-yah!!” ujar Junhoe pada namja yang bertubuh tinggi.

“ Maknae. Chanwoo imnida!”

“ Humm, HanBin, kau bisa memanggilku kharisma, B.I!”

“ Mwoya..??” koor iKON, minus B.I tentunya yang kini tengah tersenyum kecil.

“ Anyeonghaseyoo, Yunhyeong imnida!”

“ Donghyuk. Kim Donghyuk..”

“ Jinhwan-ie, seseorang yang punya suara yang selalu ingin kau dengar saat malam hari!!” ke enam namja tersebut mendelik pada Jinhwan, sedangkan Jinhwan sendiri bertingkah seolah tidak terjadi apapun.

 “ Geurae!! SinB-ah anyeong! Kau bisa memanggilku Bobby, dan berhati-hatilah dengan Junhoe, dia pria yang berbahaya!!” ujar Bobby.

“ YAAA!!” seru Junhoe.

“ Ah, ne.. Bangapseumnida!!” SinB tertawa mendengar lelucon yang dilontarkan Bobby.

“ Ayo kita mulai pertunjukkannya” ujar B.I yang diikuti anggukan enam namja lain dan SinB.

Ne!! Ayeongahseyoo, yeorobun!! iKON imnida! Di sini  kami akan menghibur kalian semua dengan lagu ciptaan kami!! Silahkan menikmati!” sambung B.I. Mereka lalu membuat formasi dan mulai menyanyikan lagunya. Banyak orang yang mulai mengerubungi mereka.

Neoneun nae cwihyangjeogyeok

Nae cwihyangjeogyeok

Malhaji anhado neukkimi wa

Meori buteo balkkeutkkaji da

…..(iKON-My Type)

“ Omoo, mereka manis sekali!! Kereen..” ujar SinB lirih menikmati pertunjukkan tersebut.

***

“ SinB-ssi, bagaimana penampilan kami?” tanya Bobby setelah mereka menyelesaikan pertunjukkan itu dengan membawakan tiga lagu.

“ Eohh,, iKON JJANG!!! Aku sangat menikmatinya, geunde, kenapa kalian tidak masuk agensi artis saja? Lalu kalian melakukan debut, aku yakin fans kalian akan banyak..” ujar SinB.

“ Anio, ini hanya menjadi hobby kita. Bukan pekerjaan. Kami senang menghibur orang banyak..”sahut Jinhwan.

“ Ahh, tapi kalian memang bagus!! Lagu-lagunya juga kereen. Tahu begini, daripada aku bengong di rumah, setiap Minggu aku akan ke taman ini menonton kalian.” puji SinB.

“ Jadi kau tak ada jadwal saat Minggu? Bagaimana kalau kita makan bersama di restoran orangtuaku? Sekaligus untuk merayakan SinB yang kini menjadi teman kita?” ujar Yunhyeong.

“ Call!!” sahut Donghyuk dan Chanwoo bersamaan.

“ Johaa!! Kajja!!” ujar B.I. SinB pun mengikuti mereka dan berhenti di parkiran.

“ Eh, kau membawa mobil sendiri? Biar aku yang menyetir!!” ujar Junhoe menatap SinB yang akan masuk ke dalam mobilnya.

“ Ahh, terserah kau saja!!” SinB keluar dan duduk di kursi penumpang.

“ UUUU, jangan hanya berduaan, sebagian dari kita ikut mobil SinB!!” ujar Bobby.

Akhirnya maknae line a.k.a Donghyuk, Junhoe, dan Chanwoo masuk ke mobil SinB, sedangkan para hyung line masuk ke mobil Jinhwan.

***

“ Gomawoo untuk semuanya! Aku pulang dulu ya, anyeoong!!” ujar SinB saat dia mau pulang.

“ Josimhae!!” ujar Bobby.

“ Berhati-hatilah..” B.I tersenyum manis.

“ Jangan lupa Minggu depan ya!!” Jinhwan melambaikan tangannya dan dibalas SinB.

“ Senang bertemu denganmu!!” ujar Yunhyeong, Donghyuk dan Chanwoo bersamaan.

Junhoe pun mengantarkan SinB sampai ke tempat parkiran, “  Berhati-hatilah.. Dan maafkan kalau misalnya perkataan teman-temanku tadi ada yang menyakitimu..” Junhoe memasukkan kedua tangannya di saku celana.

“ Mereka malah membuatku senang!! Sampaikan pada mereka kalau mereka benar-benar menyenangkan!! Aku pulang dulu, Junhoe oppa!!” SinB memasuki mobilnya.

“ Eoh..”

FIN

KYAAA!!! Anyeonghaseo yeoreobuun… Karena aku akhir-akhir ini lagi suka sama idol rookie lain, jadinya aku masukin mereka jadi support cast di FF ini. Semoga kalian suka dan tidak ada  yang keberatan yaa…

Makasih buat semua yang udah komen plus ngingetin Sha.. J

Oh ya, di sini SinHyun momennya udah ada tuh, manis nggak? Atau malah biasa aja? Hehehe.. Mau momen yang lain? Jadi, ditunggu aja..  Pada penasaran yaa??? Makanya, tetep ikuti FF ini yaa.. /promosi/ Hehehe…

Dan yang terakhir, sorry for TYPO’s.. See you in the next chapter!!

RCL juseyooo!! BBUING!! ^^

 

Regards,

Sha-Sha

 

Advertisements

One thought on “[NCTFFI Freelance] With(Out) You (Chapter 2)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s