[Ficlet] Go Ahead, Cry

areum-ty go aheadcry

Go Ahead, Cry

by Mingi Kumiko

Δ NCT Taeyong & OC (Areum) Δ romance, fluff Δ PG-13 Δ Ficlet Δ

“Jangan anggap karena kita berpelukan, aku sudah memberikan lampu hijau padamu, ya!”

.

.

.

Kedua pasang tungkai itu masih betah untuk saling berdampingan dengan sela yang hanya berjarak beberapa jemang. Sudah sekitar seperempat jam mereka bergeming pada tempat yang sama, dengan atmosfer yang sama pula.

Berawal dari keisengan Lee Tae Yong – si pria – mendatangi rumah seorang gadis yang tak kunjung ia dapatkan kabarnya setelah dihubungi berkali-kali. Setelah sampai, ia pun meminta izin pada Nyonya Lee – ibu dari si gadis – untuk membawa putrinya menghirup udara segar. Beruntungnya wanita berusia empat puluh tahunan itu dengan tangan terbuka mengizinkan mereka berdua untuk keluar. Meskipun pada awalnya Areum – nama gadis itu – sempat ogah beranjak dari singgasana ternyamannya – apa lagi kalau bukan kasur.

Si pria coba menggeladik, menggeletakkan kelima ruas jari lentiknya di atas punggung tangan si gadis guna mencairkan suasana. Memangnya Areum pikir, tujuan Taeyong membawanya ke alun-alun kota hanya untuk saling bungkam dan sekedar menikmati angin sepoi-sepoi? Tentu saja gadis bersurai gelombang itu salah besar apabila berpikir demikian.

“Sejak kapan kau punya nyali untuk menyentuhku?” tegur gadis yang sedari tadi hanya memandang hamparan bunga mawar kuning di hadapannya itu dengan tatapan kosong.

“Aku, kan, cuma ingin menenangkan hati noona yang sedang kalut,” Pemuda Lee itu memberi sanggahan. Sejurus kemudian, rekan berdialognya itu pun dibuat tertoleh dengan sorot tajam di kedua manik raven yang ia miliki.

“Bukankah sudah kubilang puluhan, bahkan ratusan kali, tidak ada hal buruk yang terjadi padaku, pinggang ramping!” sentak Areum tanpa lupa menyinggung postur tubuh Taeyong yang selalu membuatnya iri.

“Ya, terserahlah… tapi kalau noona mau menangis, aku sudah siapkan dua bungkus tisu, kok. Jadi tenang saja.”

“Memangnya kaupikir aku selemah itu, huh?!” Gadis itu kembali menyahuti ujaran pria yang menjadi juniornya di fakultas desain grafis itu dengan ketus.

Beberapa jenak kemudian, Areum pun tertunduk. Ia biarkan poni lemparnya menutupi sebelah mata. Ia pandangi sneakers hijau toskanya dengan nanar. Bibirnya yang terlapisi lipbalm glossy pun bergetar, diikuti dengan suara rahang bawahnya yang bergemeletuk. Gadis Lee itu memang selalu kesulitan dalam upayanya menahan agar pelupuknya tak beranak sungai.

Taeyong tahu betul kondisi yang sedang Areum alami saat ini. Meskipun Areum enggan bercerita, namun percayalah bahwa pria itu selalu dapat menebak apa yang telah terjadi. Katakan saja dia cenayang, tapi untuk gadis yang teramat ia cintai, satu fakta pun tak boleh luput dari pengetahuannya. Meski seremeh apapun itu.

Mungkin Areum tak akan suka dengan apa yang Taeyong lakukan sekarang; pria itu perlahan mengelus pucuk kepalanya dan membenamkan Areum ke dalam dadanya. Taeyong akan menerima segala siksaan dan sumpah serapah yang dilontarkan Areum setelah ini. Mengingat ia sudah berani bertindak tidak sopan terhadapnya.

Bayangkan, bagi Areum, Taeyong hanyalah seorang junior yang selalu membuntutinya ke mana pun ia pergi. Lebih buruk dari itu, ia bahkan pernah berpikir bahwa Taeyong cuma bocah tak tahu malu karena tetap saja berada di sekitarnya meskipun sudah ditolak berkali-kali.

Namun seakan dikuasai oleh pengaruh sihir, air mata yang sudah susah payah ia bendung sejak dua jam yang lalu pun mencelos begitu saja. Kaus longgar yang digunakan Taeyong pun jadi basah. Pria brunette itu sontak mengeratkan dekapannya saat ia rasakan tangan milik Areum melingkar sempurna di pinggangnya.

Awalnya Areum berpikir tak perlu ada yang ia tangisi. Saat makalah yang telah ia kerjakan semalam suntuk ditolak oleh dosen, Areum pun berpikir bahwa ia harus memperbaikinya sesegera mungkin. Ia sama sekali tak paham betapa menyakitkannya tidak dihargai itu. Jangankan menangis, untuk merutuk pun sama sekali tak terbesit di pikiran Areum. Namun nampaknya memendam emosi dan berusaha berlagak seolah ia baik-baik saja makin membuat kondisi gadis itu memburuk. Buktinya ia malah jadi linglung dan hanya bisa berguling-guling di atas kasur.

“Heechul Ssaem memang kadang semenyebalkan itu kalau sedang datang masanya. Noona tinggal perbaiki sedikit dan cari waktu di mana orang itu sedang dalam mood yang bagus. Pasti akan ditandatangani!” oceh Taeyong dengan riang. Saat sudah merasa buliran kristal itu tak akan lagi menetes, Areum pun sekonyong-konyong membebaskan dirinya dari rengkuhan erat Taeyong.

“Jangan anggap karena kita berpelukan, aku sudah memberikan lampu hijau padamu, ya!” Areum bicara seraya berusaha menutupi mata sembap dan pipinya yang dihiasi semburat merah. Tanpa ia duga, juniornya itu secara tiba-tiba menangkup wajahnya hingga mata mereka bersirobok.

Aigo, bahkan setelah menangis, noona tetap terlihat cantik. Mata bengkak noona adalah yang terbaik!” ucap Taeyong yang sontak membuat Areum terbelalak hebat.

“Dasar kurang ajar!” decak Areum seraya mencubit pinggang Taeyong. “Aish, apo!” protes si korban cubitan maut Areum.

Gadis itu mulai bisa mengontrol emosinya dan memposisikan dirinya untuk duduk tegap menghadap hamparan bunga-bunga mawar yang indah.

By the way, kau tahu dari mana aku sedih karena makalahku ditolak oleh perjaka tua itu?” celetuk Areum.

“Tentu saja aku tahu! Aku, kan, selalu membuntuti noona.” balas Taeyong enteng.

“Kau sungguh menyeramkan, Lee Tae Yong! Tapi… hm, terima kasih. Karena dirimu, aku merasa beban yang memberatkan punggungku telah terangkat sedikit.” Areum menyimpulkan senyum yang mengulum dari kedua sudut bibirnya.

“Kalau noona mau bebannya terangkat banyak, atau bahkan semua, aku siap, kok!” sahut Taeyong dengan sumringah.

“Setidaknya menguntungkan memilikimu di sisiku. Tanpa perlu aku ceritakan, kau sudah tahu masalahnya. Membuatku tidak perlu repot-repot bercerita sambil sesenggukan.”

“Tunggu…, apa hanya aku yang berpikir kalau itu sebuah pertanda noona memberiku lampu hijau?” dengan gerakan cepat Taeyong menghadapkan tubuhnya ke arah Areum. “Mimpi saja kau!” Areum berusaha keras menjaga harga dirinya, meskipun sebenarnya hal semacam itu sudah tak berguna lagi sejak ia tanpa ragu memeluk Taeyong.

Noona, jebbal… tekan sedikit gengsimu! Memangnya kau tidak lelah terus-terusan sok jual mahal?” Taeyong merutuk dengan bibir yang ia kerucutkan.

“Apa yang kau katakan, huh? Aku ingin pulang sekarang!” tandas Areum dan langsung beranjak dari bangku yang sedari tadi ia duduki. Sekuat tenaga menyembunyikan perasaan tersipu saat melihat pria di hadapannya itu bertingkah imut.

 

– END –

Yalluuuu ~ akhirnya Areum – Taeyong debut juga gyahahaha >///<

Thanks udah yang mau baca, dan doakan aku punya ide untuk bikin series dengan cast mereka

Jangan lupa tinggalkan jejak, ya… kalo emang beneran lupa semoga segera inget hahaha

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Go Ahead, Cry

    • Belum ini, belum lampu ijo.. areum masih mau playing hard to get hahaha
      Makasih kak lyne udah mau mampir dan komen :3 *jualin bunganya ke alun2 buat tambahan nonton konser*

      Like

  1. Tbh aku gk terlalu suka ama percintaan noona2… ‘-‘ Tp ini kiyowo banget -,- Saran buat Areum : jangan gengges kalo ditaksir cogan, mbak… Ntar dianya berpaling nyesek loh /bhak/ Kalo masih gengsi aja mending mastae ke aku aja, aku ada kapanpun untukmu, mas 😘

    YANG JAEYEON CEPETAN KAK LEL, KEBURU KELELEP BUKU PELAJARAN DAKU TT

    Liked by 1 person

    • Hahaha lucuuu tau percintaan noona dongsaeng itu :3
      Areum masih mikir2, tapi aslinya dia udah nyaman ama Taeyong /apa ini/

      Kamu kelelep buku pelajaran doang, apa kabar ini yg dihantui oleh tugas akhir dan try out yg coming soon? Iyaaaaa ini JaeYeon e udah aku ketik baru dapet 20.000 kata
      Ternyata imajinasiku tentang mereka ga bisa dirangkum huhuhu 😥

      Makasih dea udah mampir dan komen ^^

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s