[Ficlet] Proposal and Revealing Secrets

tc

Angelina Triaf ©2016 Present

Proposal and Revealing Secrets

Lee Taeyong (NCT) & Park Cheonsa (OC) | Fluff | G | Ficlet

“I think it’s crazy when you know someone loves you so much but you still ask her to marry with you.”

0o0

Akhir-akhir ini sesuatu yang asing menggerayangi pikiranku entah mengapa. Tiap kali melihat wajahnya aku selalu melamunkan sesuatu tanpa sadar. Seperti ada satu sensasi baru yang refleks muncul begitu saja, dan itu semua tentang dirinya yang begitu manis.

Cheonsa sedang menikmati masa cutinya, membuatku sebisa mungkin meluangkan setiap waktu senggangku untuknya. Ya walaupun tidak banyak, kira-kira hanya dua hari dalam seminggu atau bahkan kurang. Tapi tak apa, dengan itu saja hubungan kami masih berjalan cukup lancar. Hanya masalah-masalah kecil perihal ia yang merajuk jika aku sudah iseng dan membuatnya kesal.

Salahkan ia yang terlalu menggemaskan. Tanganku sering bergerak sendiri untuk mencubiti pipinya.

“Mas, bisa tidak tangannya diam saja di atas bantal? Sakit, tahu!”

“Tidak bisa.”

Lihatlah, bagaimana tidak menggemaskan melihat lirikan sinisnya yang lucu itu? Sepertinya diriku selalu mengalami distorsi otak yang mengakibatkan mataku melihat apa yang seharusnya tak kulihat. Masa wajah sinis begitu kubilang lucu?

Fokusnya sudah kembali pada novel yang ia baca sejak tadi di atas ranjang. Kutahu bahwa ia merindukanku tapi pura-pura tidak dan tak ingin menunjukkannya. Tak apa, kalau ia tak ingin bilang rindu aku selalu punya cara untuk membuatnya mengeluarkan semua isi hatinya. Ini adalah rahasia pribadi.

“Sayang?”

Cheonsa paling tak suka melihatku bertingkah manis seperti aegyo atau yang sejenisnya.

“Cheon sayang?”

“Hentikan―Mas Tae!”

Kuambil saja novelnya secara paksa, lalu langsung memeluknya sebelum ia sempat berteriak lebih keras lagi. Memang ia sering membuat telingaku berdengung karena itu, tapi semuanya selalu terdengar lucu dan membuatku hanya bisa tertawa karena senang bisa berhasil mengerjainya.

Boleh saja ia suka berteriak atau suka merajuk seperti anak kecil. Tapi jika sudah dipeluk, entah kenapa ia bisa langsung diam seperti singa yang berhasil dijinakkan. Mungkin ia suka dipeluk, akupun tak tahu karena sampai saat ini belum pernah mendengar jawabannya langsung.

Didn’t you miss me, sweetheart? Aku akan jarang ke sini minggu depan, jadi manfaatkanlah momen ini. Khusus hari ini dan besok, kubebaskan kau memeluk dan menciumiku semaumu. I’m totally yours―hei, kok aku dipukul?!”

That’s for your incurable confident.”

Blame your incurable cuteness, Cheon.”

Cinta bisa membuat orang kehilangan sense humornya, begitu pula dengan diriku. Lagi-lagi aku hanya bisa tertawa dan memeluknya lebih erat. Aku rindu sekali dengannya, tiap detik tak bertemu bagai telah melalui ratusan tahun. Hah, mungkin aku terlalu sering bergaul dengan Jaehyun sehingga bisa bicara hal-hal aneh tentang cinta.

Jika ia suka sekali menarik-narik rambutku―yang sejujurnya itu agak menyakitkan―maka aku lebih suka mengusap kepalanya atau memainkan poninya. Pernahkah aku bilang bahwa Cheonsa memiliki kening yang lucu? Ia paling tak suka jika kubilang keningnya itu lebar. Padahal sih tidak, tapi senang saja melihat responsnya yang menggemaskan itu.

“Cheon.”

“Hm.”

Satu hal lagi yang lucu dari Cheonsa, ia akan selalu tertidur saat aku sudah memeluknya. Katanya nyaman. “Marry me?

Kuciumi rambutnya untuk menyembunyikan debar jantungku yang saat ini memasuki ritme tidak normal. Walaupun sia-sia karena wajahnya tepat berada di dadaku yang otomatis ia juga ikut mendengarnya. Kenapa bisa jadi segugup ini? Padahal hanya sebuah ucapan sederhana, bukan lamaran sesungguhnya.

Tapi ia hanya terdiam, tidak merespons apa pun untuk waktu yang cukup lama.

I’m still eighteen, Mas.”

I know.”

Ia melepas pelukannya padaku, tersenyum ketika mata kami bertemu. “And I think it’s crazy when you know someone loves you so much but you still ask her to marry with you. I really want you to be a great artist, Mas. Menikahi seorang perempuan berarti kau harus sudah siap untuk memberinya makan tiga kali sehari.”

“Kau masih delapan belas tahun tapi sudah bisa bicara begitu,” kataku sembari tertawa melihat wajahnya yang diatur seserius mungkin.

Gadis blasteran satu ini memang terkadang bisa menjadi lebih dewasa dari usianya, dan aku tak masalah dengan hal itu. Cheonsa benar, mungkin karena aku terlalu mencintainya hingga bisa jadi begini. Ia masih muda, dan aku takut dengan fakta bahwa ia bisa saja meninggalkanku kapanpun. Berbeda dengan lingkup idol, lingkungannya sebagai model jauh lebih luas. Bisa saja ia bertemu bule London lalu meninggalkanku begitu saja―Ya Tuhan, jangan sampai itu terjadi!

I’m always waiting for you to meet my Dad in Berlin. Maybe you two can be a great fishing partner or being barbeque chef together. He likes someone who take care me well here. Dad itu overprotektif, tanya saja Kak Yuta.”

And I’m always waiting the time to say that I really love his amazing daughter.”

Kemampuan bahasa asingku memang meningkat cukup drastis sejak bersama Cheonsa―dan terima kasih juga pada Mark, aku banyak merepotkannya untuk jadi translator di antara kami. Mungkinkah aku harus membawa Mark atau Johnny ikut serta untuk melamar Cheonsa nanti?

Ataukah membawa kertas layaknya teks proklamasi?

Oh, satu rahasia lainnya tentang Cheonsa. Ia itu mudah tersentuh hatinya. Sangat manis, ‘kan? Cara mengetahuinya adalah, ia akan selalu menciumku jika sedang tersentuh, dan biasanya tak akan melepasku begitu saja.

Aku sih tak akan keberatan walaupun harus dicium seharian―Ya Tuhan, sepertinya otakku sudah tercemar oleh Johnny dan Ten. Mengerikan!

FIN

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] Proposal and Revealing Secrets

  1. Lha kemaren yg ngelamar owe siapa? Mas tiwai, aku tak sudi dipoligami kek gini /GA/ Maen kiss2 segala juga –”

    NB : Gimme a clue soal ilustrasi Cheonsa, bikos owe bayanginnya wajahnya Jui -,-

    Like

  2. … Ataukah membawa kertas layaknya teks proklamasi? -> busettt mau lamaran apa mau 17 agustusan HAHAHA duh Taeyong lucu yaaa 😂😂😂 *ngakak sama dede Jaehyun (?)*
    duh ffnya sweet banget, sampe melting sendiri HIHI *kaburrrr sama dede Jae

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s