[NCTFFI Freelance] My Only Girl (Chapter 2)

1466696111574

Title : My Only Girl (Chapter 2)

Author : H.ZTao_94

Genre : Romance, Family, Sad, Rival

Lenght : Chaptered

Rating : PG +15

Main Cast : Taeyong ‘NCT U’ as Lee Taeyong

Seulgi ‘Red Velvet’ as Kang Seulgi

Additional Cast : Henry ‘Super Junior-M’ as Henry Lau

Dasom ‘Sistar’ as Kim Dasom

V ‘BTS’ as Kim Taehyung

Seolhyun ‘AOA’ as Kim Seolhyun

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, agensi dan keluarganya. Cerita fanfict ini terinspirasi dari drama Taiwan ‘Devil Beside You’ dengan beberapa perubahan. Jika ada kesamaan dalam cerita atau alur hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

Author’s Note : Hello all my readers… Aku balik lagi bawa fanfict abal-abal hasil kreasi otak ditambah inspirasi dari Drama Taiwan jadul 🙂 I hope you like it

DON’T COPAS OR PLAGIAT

DON’T BE SILENT READER

HAPPY READING

“Aku akan menjaga cinta kita hingga kita bersatu”

Sebelumnya : Chapter 1

Link wattpad :

http://my.w.tt/UiNb/p9uA3rneev

©® H.ZTao_94

[PREVIOUS CHAPTER 1]

Tiba-tiba ada beberapa orang yang menghalangi langkah kaki Seulgi. Sontak hal itu membuat Seulgi semakin kesal. Ia pun memandang tiga orang yang ada dihadapannya itu tajam.

“Minggir!” Ujar Seulgi.

Namun, orang-orang yang ada dihadapannya itu tak bergeming dari tempatnya. Ya, kali ini Seulgi memang harus sedikit lebih kasar.

“Kubilang minggir!” Ujar Seulgi lagi. Namun, orang yang ada dihadapannya itu justru menjambak rambutnya.

“Argh…” Rintih Seulgi kesakitan.

MY ONLY GIRL [CHAPTER 2]

“Rasakan ini!” Ujar gadis yang bernama lengkap Kim Seolhyun itu. Tampaknya Seolhyun telah salah paham pada Seulgi atas kedekatan Seulgi pada Taeyong saat ini. Wajar saja, karena Seolhyun memang menyukai Taeyong sejak dulu. Gadis ini tak akan rela jika ada gadis lain yang berani mendekati pujaan hatinya itu.

Karena Seolhyun menarik rambut Seulgi terlalu keras, akhirnya Seulgi pun melawan gadis berwajah cantik nan jutek ini. Ia segera menginjak kaki kiri Seolhyun sekuat tenaganya. Sontak hal itu membuat Seolhyun menjerit dan melepaskan tangannya dari rambut panjang Seulgi.

ARGH…” Teriak Seolhyun kesakitan dengan memegang kaki kirinya. Kesempatan ini pun dimanfaatkan Seulgi untuk melarikan diri. Ya, sekalipun rambutnya saat ini tampak berantakan dan acak-acakan seperti orang gila. Karena ia terlalu panik, tanpa sengaja Seulgi menabrak seseorang didepan kafetaria.

Bruukkk…

Tubuh Seulgi dan orang tersebut jatuh di atas lantai kafetaria secara bersamaan. Karena tabrakan mereka terlalu keras, lutut Seulgi berdarah.

“Maafkan aku!” Sesal seseorang yang ada dihadapan Seulgi ini.

“Tidak apa-apa!” Jawab Seulgi dengan mendongakkan kepalanya.

Deg…

Betapa kagetnya Seulgi saat melihat wajah tampan Henry Lau yang ada dihadapannya itu. Gadis ini seperti tak bisa berbicara apa-apa lagi.

“Henry…” Batin Seulgi.

“Mari kita ke ruang kesehatan! Aku akan mengobati lukamu!” Ucap Henry dengan mengulurkan tangannya pada Seulgi.

“Apa? Apakah kau sedang bermimpi, Kang Seulgi? Henry mengulurkan tangannya padamu?” Batin Seulgi kegirangan.

“Iya. Baiklah!” Jawab Seulgi lalu menerima uluran tangan Henry. Kini tangan Seulgi berada digenggeman tangan lelaki pujaannya itu. Tubuh Seulgi seperti melayang di udara karena hal ini. Benar-benar sulit dipercayanya. Bahkan dua orang ini melangkah menuju ruang kesehatan secara berdampingan layaknya sepasang kekasih yang melangkah menuju altar pernikahan. Sesampainya di ruang kesehatan, Henry menyuruh Seulgi untuk duduk diatas ranjang. Kemudian lelaki berkulit putih ini mengambil kotak P3K.

“Aku akan mengobati lukamu!” Ucap Henry dengan berlutut diahadapan Seulgi.

“Wah, dia benar-benar tampan dan keren!” Batin Seulgi memandang setiap lekukan wajah lelaki berdarah China-Kanada yang ada dihadapannya ini.

“Ini akan sedikit perih!” Ujar Henry dengan mengolesi luka di lutut Seulgi dengan obat antiseptik.

“Argh…” Rintih Seulgi pelan.

“Aku akan lebih berhati-hati dalam melakukannya!” Ucap Henry dengan tersenyum manis yang tentu saja senyumannya itu membuat Seulgi hampir pingsan.

“Tuhan, ini seperti sebuah mimpi!” Batin Seulgi kegirangan.

Pelan-pelan Henry membalut luka Seulgi dengan perban. Lalu, tahap terakhir adalah memberinya plester agar tak lepas.

“Selesai!” Ujar Henry dengan beranjak berdiri.

“Terima kasih!” Ucap Seulgi dengan membungkuk sembilan puluh derajat.

“Sama-sama! Lain kali, kau harus lebih berhati-hati!” Kata Henry dengan mengacak lembut rambut gadis yang ada dihadapannya itu. Lalu, ia melangkah menuju pintu keluar ruangan. Seulgi masih terdiam membatu. Ini bahkan terasa seperti mimpi baginya.

“Apakah yang tadi itu mimpi?” Batin Seulgi tak percaya. Dalam rasa bahagianya itu, tiba-tiba ponsel disakunya bergetar.

Drrtt… Drttt… Drrttt…

Seulgi segera merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Terlihat sebuah pesan datang dari Taeyong.

“Kuberi waktu satu menit!”

 

Gleekk…

Seulgi hanya bisa menelan ludahnya setelah membaca pesan dari Taeyong tersebut. Ia benar-benar kesal pada Brandalan itu. Ia pun menghela napasnya panjang.

Huufftt…

“Kang Seulgi, kau harus bersabar!” Bisiknya menyemangati dirinya sendiri. Gadis ini segera berlari menuju kafetaria untuk membeli makanan ringan dan soft drink seperti yang diperintahkan Taeyong padanya. Tentunya dengan menahan rasa sakit dilututnya itu. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, Seulgi bergegas lari menuju lapangan basket dimana Taeyong dan teman-temannya berada.

Hosh hosh hosh

Suara deru nafas Seulgi terdengar begitu jelas saat ini. Ia berdiri tepat dihadapan Taeyong dengan membawa beberapa kantong plastik. Namun, lelaki berwajah dingin ini justru tampak tersenyum dan menyiapkan rencana untuk gadis yang bermarga Kang ini.

“Kau terlambat satu menit!” Ucap Taeyong dengan melipat tangan didadanya.

“Apakah kau pikir aku…” Seketika Seulgi menghentikan perkataannya saat jari telunjuk Taeyong menyentuh ujung bibirnya yang merah itu.

“Aku tidak menerima alasan apapun!” Tegas Taeyong menatap Seulgi tajam.

Wow…” Terdengar suara Taehyung dan Hanbin yang tengah berdecak kagum terhadap sahabatnya itu. Sedangkan Jimin dan Youngjae hanya terdiam menatap Seulgi nanar.

“Kurasa Taeyong tak akan membiarkan gadis ini hidup tenang!” Bisik Jimin pada Youngjae.

Tampak wajah Seulgi yang sedikit takut dengan tatapan Taeyong tersebut. Gadis ini pun hanya menunduk. Ya, ia tak memiliki keberanian untuk melawan Lee Taeyong yang sangat ditakuti diseluruh penjuru kampus itu. Perlahan Taeyong mendekati Seulgi. Ia menatap Seulgi tajam sekaligus menakutkan.

“Kau terlambat satu menit dan membuatku menunggumu! Apakah kau sudah siap jika surat cintamu itu…” Taeyong menggantung ucapannya tampak mengancam Seulgi.

“Lakukanlah!” Ucap Seulgi pasrah dengan melangkah pergi. Taeyong dan teman-temannya hanya terdiam melihat punggung Seulgi yang tampak semakin menjauh. Pandangan Taeyong pun teralihkan pada kaki Seulgi yang tampak pincang saat berjalan.

“Apa yang telah terjadi padanya?” Batin Taeyong.

©® H.ZTao_94

Sore ini, Taeyong masih berdiri didepan pintu gerbang kampus. Tampaknya lelaki berwajah tampan nan dingin ini tengah menunggu seseorang. Terlihat seorang gadis menghampirinya.

“Taeyong, apakah kau menungguku?” Tanya Seolhyun dengan menepuk pundak lelaki pujaannya itu.

“Tidak!” Jawab Taeyong tanpa memandang Seolhyun.

“Lalu, siapa yang kau tunggu?” Tanya Seolhyun tampak penasaran.

“Seseorang!” Jawab Taeyong masih dengan pandangan ke depan.

“Apakah gadis itu…” Belum selesai Seolhyun berbicara, tiba-tiba Taeyong melangkah pergi menuju seseorang yang tengah berjalan dihalaman kampus. Terlihat Taeyong menarik tangan gadis tersebut. Hal itu tentu saja membuat Seolhyun kesal.

“Gadis itu lagi!” Batin Seolhyun geram. Dipandangnya Taeyong dan gadis tersebut yang tengah melangkah melewatinya begitu saja. Seolhyun benar-benar tak terlihat dimata Taeyong. Ditengah rasa kesalnya atas pemandangan yang baru dilihatnya itu, seseorang menghampiri Seolhyun.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Taehyung berdiri disamping Seolhyun.

“Siapa gadis itu? Mengapa Taeyong tampak dekat dengannya?” Tanya Seolhyun.

“Gadis itu? Dia adalah Kang Seulgi.” Jawab Taehyung.

“Ada hubungan apa dia dengan Taeyong?” Tanya Seolhyun penasaran.

“Dia adalah budak Taeyong.” Ujar Taehyung.

“Budak? Mengapa ia mau menjadi budak Taeyong? Apakah dia salah satu gadis dikampus ini yang sangat menyukai Taeyong dan sering memberi Taeyong surat cinta?” Cerocos Seolhyun menebak.

“Bukan! Dia mau menjadi budak Taeyong karena rahasia besarnya ada ditangan Taeyong.” Ucap Taehyung.

“Rahasia besar apa?” Tanya Seolhyun yang semakin penasaran.

“Surat cinta miliknya!” Jawab Taehyung dengan tersenyum usil.

“Surat cinta?” Bisik Seolhyun penuh tanya.

Sementara itu, Taeyong membawa Seulgi ke sebuah tempat yang sepi. Ia menatap Seulgi tajam. Dan Seulgi juga menatapnya tak kalah tajam.

“Ada apa lagi? Kita sudah tak ada urusan!” Ucap Seulgi.

“Kita masih memiliki urusan. Kau adalah budakku! Ingatlah, kau adalah bu-dak-ku!” Ujar Taeyong dengan menekankan kata per kata.

“Aku tidak ingin kau perbudak! Apapun yang akan kau lakukan pada suratku itu, aku tak peduli!” Kata Seulgi tegas dengan melangkah meninggalkan Taeyong. Tampaknya Taeyong tak kehabisan akal.

“BAYANGKAN JIKA SEMUA ORANG MEMBACA SURATMU! APA YANG AKAN ORANG KATAKAN PADAMU!” Teriak Taeyong. Sontak hal itu membuat Seulgi menghentikan langkah kakinya. Ia pun berpikir sejenak. Seketika di otaknya terbayang-bayang surat-suratnya terjatuh dari balkon lantai tiga dan semua orang yang berada dihalaman kampus membaca surat tersebut termasuk Henry.

“Dasar tidak tahu malu!”

“Apakah kau memiliki cermin dirumah?”

“Dimana letak harga dirimu sebagai seorang wanita?”

“Kau bodoh!”

Bitch, lebih baik kau bercermin terlebih dahulu!”

Bayangannya itu benar-benar membuat Seulgi frustasi. Ia bahkan menggaruk kepalanya dan membuat rambutnya berantakan layaknya orang gila.

“Tidak! Itu akan sangat memalukan!” Bisik Seulgi. Perlahan ia membalikkan tubuhnya dan menatap Taeyong yang masih berdiri beberapa meter di belakangnya dengan melipat tangan didada.

Glek…

Seulgi menelan ludahnya. Ia benar-benar tak bisa berpikir jernih saat ini. Ancaman Taeyong memang mengerikan. Karena hal ini mempertaruhkan harga dirinya didepan semua orang dikampus ini termasuk Henry. Ia pun melangkah mendekati lelaki berwajah tampan nan dingin ini.

“Kau menang!” Ujar Seulgi yang langsung mendapatkan sambutan sebuah senyuman dari Taeyong.

“Baiklah, budakku! Kau harus melakukan perintahku yang kedua!” Ujar Taeyong dengan menggandeng tangan Seulgi membawa gadis itu memasuki sebuah mobil Sport yang terparkir di halaman kampus.

“Masuklah!” Titah Taeyong.

“Kau akan membawaku kemana?” Tanya Seulgi.

“Sebuah tempat yang menyenangkan!” Jawab Taeyong dengan melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan, Seulgi sangat cemas dan khawatir akan apa yang akan Taeyong lakukan padanya. Sesekali ia melirik Taeyong yang fokus menyetir.

“Ya Tuhan, mengapa aku bisa terjebak kedalam perangkap lelaki ini?” Batin Seulgi.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, akhirnya Taeyong menghentikan laju mobilnya. Seulgi memandang area tempat tersebut.

“Bukankah ini sebuah studio musik?” Tanya Seulgi tampak bingung.

“Kau benar! Cepatlah keluar!” Titah Taeyong pada Seulgi. Dua orang ini melangkah memasuki area studio. Dalam rasa kebingungannya, Seulgi masih melangkah mengekori Taeyong memasuki sebuah ruangan.

Ceklek…

Taeyong membuka pintu ruangan tersebut dan terlihat beberapa orang telah menunggunya. Taeyong dan Seulgi melangkah memasuki ruangan tersebut.

“Kau juga membawanya?” Tanya Hanbin dengan menunjuk Seulgi.

“Aku tidak yakin dia akan kuat menjadi budakmu selama satu bulan!” Timpal Youngjae.

“Kau terlalu kejam!” Tambah Jimin dengan terkekeh. Tak ada jawaban dari Taeyong. Lelaki ini hanya diam dan melangkah menuju tempat drum. Sedangkan Seulgi masih mengekorinya.

“Apa yang harus kulakukan?” Tanya Seulgi berbisik ditelinga Taeyong.

“Diamlah disini!” Jawab Taeyong. Seulgi hanya mengangguk. Ia tak ada pilihan lain selain mengikuti semua ucapan Taeyong yang jujur saja membuatnya kesal.

Taeyong dan teman-temannya pun memainkan alat musik masing-masing dengan sangat keras. Bahkan gendang telinga Seulgi serasa hampir pecah mendengarnya. Apalagi Taeyong yang tampak begitu bersemangat memukul drumnya. Entah lelaki ini menikmati aktivitasnya itu atau hanya meluapkan perasaannya. Yang jelas, lelaki berwajah dingin ini tampak sedang kurang baik.

“Apakah dia benar-benar bermain drum atau meluapkan rasa kesalnya?” Batin Seulgi dengan melirik Taeyong.

Setelah puas dengan kegiatannya, Taeyong dan teman-temannya pun melangkah keluar studio dengan penuh semangat. Tak lupa Taeyong menyuruh Seulgi membawakan tasnya. Ya, Seulgi benar-benar seperti seorang asisten. Ia berjalan tepat dibelakang Taeyong. Langkah Taeyong dan teman-temannya begitu cepat sehingga membuat Seulgi kuwalahan. Apalagi tas milik Taeyong yang dibawanya sangat berat. Entah berisi batu atau kulkas. Yang jelas tas bermerk terkenal dan mahal itu sangat berat untuk tenaga seorang wanita. Menyadari langkah kaki Seulgi yang terlalu lambat, membuat Taeyong sedikit kesal. Ia pun menghentikan langkahnya dan menatap Seulgi yang masih tampak lambat dalam berjalan.

“YAK, CEPATLAH!” Teriak Taeyong dengan wajah dinginnya. Melihat hal itu, Jimin tampak kasihan melihat Seulgi yang tampak sudah kelelahan itu.

“Kurasa tak seharusnya kau menyuruhnya melakukan hal yang berat seperti itu!” Ujar Jimin.

“Ini memang terlalu kejam!” Sahut Hanbin.

“Kalian pulanglah terlebih dahulu!” Kata Taeyong tanpa memandang teman-temannya itu.

“Kuharap kau tak melakukan apa-apa padanya!” Bisik Jimin ditelinga sahabatnya itu.

“Kau pikir aku lelaki mesum yang suka menonton film porno sepertimu!” Balas Taeyong dengan menatap Jimin tajam. Mendengar ucapan Taeyong barusan, Taehyung, Hanbin dan Youngjae pun terkekeh. Sedangkan Jimin tampak tersenyum malu.

“Baiklah, kami akan pulang terlebih dahulu! Ingatlah, jangan terlalu kejam pada seorang wanita atau kau akan…” Taehyung menggantung ucapannya.

“Atau kau akan jatuh cinta padanya!” Sahut Hanbin dengan terkekeh.

“Cepatlah pergi sebelum kalian kujadikan makan malam!” Kata Taeyong geram dengan menatap teman-temannya itu tajam. Sontak hal itu membuat ke empat temannya pergi meninggalkannya. Setelah teman-temannya pergi, Taeyong pun melangkah menghampiri Seulgi. Ia melipat tangannya didada saat berada tepat dihadapan Seulgi.

“Apakah kau lelah?” Tanya Taeyong.

“Tidak!” Jawab Seulgi dengan melangkah melewati Taeyong begitu saja. Hal itu membuat Taeyong sedikit kesal. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap punggung Seulgi.

“Gadis itu…” Bisik Taeyong.

Akhirnya Taeyong memutuskan untuk mengambil tasnya dari tangan Seulgi. Ia tak ingin tasnya yang mahal itu rusak atau pun lecet karena dijatuhkan oleh Seulgi.

“Pergilah!” Titah Taeyong. Seulgi pun melangkah pergi meninggalkan Taeyong seorang diri. Ia benar-benar lelah dengan hari ini. Tak disangkanya hidupnya akan seperti ini. Berurusan dengan Lee Taeyong adalah mimpi buruk bagi seorang Kang Seulgi.

©® H.ZTao_94

Malam yang dingin. Seulgi merebahkan tubuhnya di atas kasur kamarnya yang empuk. Dipandangnya foto Henry yang ada dilayar ponselnya dengan tersenyum seperti orang bodoh.

“Apakah kau juga merasakan apa yang kurasakan, Mr. Lau?” Bisik Seulgi. Dalam kegiatannya memandangi foto sang pujaan hati, terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar Seulgi.

Tok tok tok

Dengan malas Seulgi beranjak dari tempat tidurnya untuk membuka pintu. Ia tengah tak ingin diganggu oleh siapapun saat melakukan ritual memandangi foto Mr. Lau.

Ceklek…

Terlihat seorang wanita paruh baya berdiri dihadapannya. Wanita itu adalah nyonya Kang yang tak lain adalah ibunya. Wanita ini segera memeluk anak kesayangannya itu. Tampaknya nyonya Kang tengah berbahagia hari ini.

“Seulgi, hari ini ibu sangat bahagia!” Ujar nyonya Kang.

“Ada apa? Apakah presiden Obama mengunjungi restoran kita?” Tanya Seulgi tampak penasaran dengan asal menebak.

“Kau ini! Hari ini ibu bertemu dengan seorang pria tampan!” Ujar nyonya Kang yang tampak seperti anak muda yang tengah jatuh cinta.

“Apa? Pria tampan?” Seulgi semakin penasaran dengan maksud ibunya itu. Perlahan nyonya Kang melepaskan pelukannya pada putri tercintanya. Dipandangnya Seulgi pekat.

“Tadi ibu bertemu dengan seorang pria yang dulu pernah hadir dalam hidup ibu. Ia tampak masih tampan seperti dulu. Kami saling bercerita tentang kehidupan kami masing-masing. Dan ternyata dia seorang single parent. Sama seperti ibu!” Cerocos Nyonya Kang menceritakan apa yang di alaminya tadi.

“Lalu?” Tanya Seulgi dengan menatap ibunya penuh tanya.

“Ibu rasa ini belum saatnya. Tidurlah dengan nyenyak. Jangan lupa mematikan lampu!” Ujar Nyonya Kang dengan mengecup kening putri cantiknya itu. Lalu berjalan keluar kamar dan menutup pintu. Seulgi masih heran dengan tingkah laku ibunya yang aneh itu.

“Ada apa dengannya? Apakah ibuku tengah jatuh cinta?” Batin Seulgi.

Drrtt… Drrtt… Drrtt….

Terdengar suara getaran ponselnya. Ternyata sebuah pesan datang. Seulgi pun membuka pesan tersebut.

“Besok pagi belikan aku kopi! Jangan lupa!”

 

Setelah membaca pesan tersebut, Seulgi hanya mengerucutkan bibirnya karena kesal. Lagi-lagi hidupnya di ganggu oleh si Brandalan Lee Taeyong.

©® H.ZTao_94

Pagi-pagi sekali Seulgi telah berangkat ke kampus. Setidaknya ia tak akan membuat si Brandalan Taeyong kesal padanya lagi. Dengan membawa segelas kopi hangat, ia berdiri menunggu kedatangan Taeyong di depan pintu gerbang kampus. Cuaca pagi itu masih sangat dingin. Karena terburu-buru, Seulgi lupa tak membawa jaket maupun mantel. Tiba-tiba Seulgi merasakan ada seseorang yang tengah memakaikan jaket padanya dari belakang. Ia segera membalikkan tubuhnya dan terlihat seorang lelaki berwajah tampan tersenyum padanya.

“Kau…” Bisik Seulgi.

– TO BE CONTINUED –

Advertisements

8 thoughts on “[NCTFFI Freelance] My Only Girl (Chapter 2)

  1. seneng banget gue waktu seulgi dikerjain sama si taeyong, hehe, kira2 nanti taeyong bakal jatuh cinta nggak ya sama seulgi? berharap mereka nantinya bersatu
    Next ya thor..

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s