[Chaptered] You Look Yummy (Part 2)

coveryujudkjaeyeon2

“You Look Yummy” by Mingi Kumiko

Main Cast : [NCT] Jaehyun, [DIA] Chaeyeon, [17] DK, [Gfriend] Yuju

Genre : School Life, Friendship, Romance

Rating : PG-17

Chapter 1

Summary :

Dada Chaeyeon mendadak sesak saat ia sampai pada kalimat terakhir dari surat yang Sujeong tulis. Baru beberapa hari yang lalu ia merasa semilir angin segar berembus karena ia merasa memiliki teman baik di kelas, namun harapan itu kini mendadak pupus. Hal yang paling membuatnya serasa tertohok ialah kenyataan bahwa dirinya tak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam situasi ini.

.

.

Yuju kembali ke gedung olahraga setelah sekitar lima belas menit meninggalkan dua anggota tim yang datang terlalu dini itu. Namun ada yang berbeda dari saat ia pamit untuk pergi ke ruang tata usaha dengan sekembalinya ia dari sana. Tertangkap oleh kedua manik obsidian Seokmin seorang gadis yang tingginya hanya selisih beberapa senti saja dengan Yuju.

“Yun, lihat!” sentak Seokmin menginterupsi Jaehyun yang tengah meneguk minuman isotonik. Untung saja Jaehyun lekas menahan likuid itu agar tidak masuk tenggorokan. Kalau tidak ia bisa tersedak dan mati konyol karena Seokmin yang tiba-tiba mengagetkannya.

Mwoya?!” Jaehyun merespon dengan ketus. Ia pun mendongakkan kepala mengikuti arah pandang Seokmin. Netranya langsung terpaku pada gadis di sebelah Yuju. Di kepalanya timbul tanda tanya, kenapa Yuju membawa Chaeyeon ke mari? Apa ia sudah tahu kalau Jung Jae Hyun dan Jung Yun Oh adalah orang yang sama?

Saat Yuju dan Chaeyeon sudah semakin dekat, Seokmin pun sontak berdiri. “Yuju-ya, kau lama sekali, sih? Terus, siapa itu di sebelahmu?”

“Seokmin-a, long time no see! I miss you so bad,” gadis berkulit mulus itu sontak membuat Seokmin memasang air muka heran.

“Eh, rupanya temanmu ini penggemarnya iKON, ya… apa yang ia katakan merupakan judul lagu.” ucap Seokmin yang malah melantur. Sejurus kemudian jitakan dari Chaeyeon pun mendarat sempurna di dahinya. “Ini aku, Jung Chae Yeon! Masa kau lupa?”

OMO, CHAEYEONIE? JEONGMAL?!” pekik Seokmin tertahan. Segera ia jabat tangan gadis itu dengan wajah berseri. “Aigu, kau jadi sangat cantik hingga membuatku pangling.”

Setelah selesai berbasa-basi dengan Seokmin, Chaeyeon pun beralih fokus pada pemuda yang sedari tadi hanya diam seraya menyedekapkan kedua tangan di depan dada. Untuk kedua kalinya ia menghampiri lelaki itu, namun kali ini ia yakin tak akan malu untuk kedua kalinya juga.

“Kenapa kau tidak bilang kalau ganti nama, huh?!” Chaeyeon menepuk kasar lengan kekar Jaehyun, ia tumpahkan seluruh kekesalannya pada pemuda jangkung itu.

“Maaf kalau begitu,” tandasnya singkat tanpa segaris pun senyum yang terulas. Namun Chaeyeon tak memperpanjang tanggapan Jaehyun atas tegurannya barusan. Ia kembali berbalik untuk menatap Yuju dan Dokyeom.

“Benar-benar keajaiban, sekarang kita berempat bisa berkumpul di sekolah yang sama! Aku senang sekali,” ucap Chaeyeon dengan raut berseri. “Kau bisa mengandalkan kami kalau butuh apa-apa.” Yuju pun merangkul pundak Chaeyeon sambil tersenyum.

.

.

“Kau benar Choi Yu Ju, ‘kan?” seru Chaeyeon dengan intonasi tinggi. Raut bahagia dengan jelas tersirat di wajahnya. Semoga ia tak keliru seperti tadi saat jam istirahat.

Baja, Chaeyeon-a… Wah, kau sudah kembali, ya, dari Changwon? Lama tidak ada kabar.” balas Yuju dengan tidak kalah antusiasnya.

 

Keduanya adalah teman sepermainan waktu kecil. Dulu ada empat orang yang selalu berkumpul sore-sore untuk menghabiskan waktu senggang. Mereka adalah Chaeyeon, Yuju, Seokmin, dan Yunoh. Setelah lulus sekolah dasar, Chaeyeon pindah ke Changwon karena pekerjaan ayahnya. Dengan berat hati ia harus berpisah dengan ketiga teman baiknya itu.

 

“Ceritakan padaku alasan mereka menyiksamu dengan semena-mena! Dasar para bedebah tidak berguna!” Yuju masih sukar untuk meredam emosinya. Untung saja pergerakan tangannya membersihkan wajah Chaeyeon yang berdarah masih bisa ia kendalikan agar temannya itu tidak kesakitan. Meskipun dengan peralatan seadanya – tisu wajah yang dibasahi dengan air – namun Yuju tetap melakukannya dengan telaten.

“Tadi aku lihat murid di kelas yang mirip Yunoh, jadi aku refleks menyapanya dengan girang. Eh, ternyata aku salah orang. Habis mirip sekali! Sepertinya mereka penggemarnya yang berada di garis keras. Aku jadi gemetar. Tidak lagi-lagi, deh, aku bikin interaksi dengan cowok itu.” Chaeyeon berkelakar.

“Apa cowok itu bernama Jung Jae Hyun?” tukas Yuju dengan sebelah alis yang dinaikkan.

Ne, maja! Namanya Jung Jae Hyun.” Chaeyeon mengangguk penuh semangat.

“Jaehyun itu Yunoh! Dia ganti nama karena itu adalah pesan terakhir kakeknya sebelum meninggal.” jelas Yuju.

“Apa?! Tapi… kenapa Yunoh berlagak seolah tidak kenal aku?”

“Bagaimana kalau kau ikut aku ke gedung olahraga? Kebetulan aku mau ke sana. Yunoh dan Seokmin akan memulai latihannya sebentar lagi. Dan for your information, aku adalah manager mereka, kekeke.” Yuju berucap dengan nada jumawa, namun sejatinya ia cuma bercanda.

Omo… keren sekali! Aku ikut denganmu, ya?” Chaeyeon merajuk dan menggoyang-goyangkan lengan Yuju. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Gadis Choi itu pun menuntun Chaeyeon menuju gedung olahraga.

 

Eum, tunggu sebentar,” celetuk Chaeyeon menghentikan langkah mereka yang sudah hampir melewati ambang pintu ruang 200.

“Jangan pernah ceritakan apa yang terjadi barusan pada siapapun, ya? Termasuk Yunoh.”

“Lo, kenapa? Malah seharusnya dia tahu akan hal ini.” sanggah Yuju.

“Pokoknya jangan. Aku tidak mau jadi beban pikirannya. Nanti dia merasa enggak enak padaku, lagi, please…” ulas Chaeyeon, Yuju pun mau tak mau hanya bisa membalasnya dengan anggukan singkat dan senyuman simpul.

 

Ω Ω Ω

Arirang arirang arariyo

arirang gogaero neomeoganda

nareul barago gasineun nimeun

sib rido mot gaseo balbyeong nanda

Seluruh penjuru kelas langsung riuh dengan tepuk tangan setelah Yuju selesai menyanyikan lagu yang diujikan untuk nilai tugas pelajaran kesenian.

“Suaramu sangat indah dan wajahmu cantik, kenapa tidak ikut audisi untuk jadi trainee sebuah agency saja, sih?” ucap Jonghyun ssaem yang seakan terhipnotis oleh keindahan suara murid bermarga Choi itu.

“Saya tidak secantik itu, ssaem… mana mungkin bisa lolos audisi, kekeke.” balas Yuju seraya terkekeh kecil. Setelah itu ia pun mengambil langkah untuk kembali ke bangkunya.

“Kau begitu… eomji cheok!” kembalinya Yuju ke bangkunya yang ada di belakang pun langsung disambut dengan acungan dua jempol oleh Seokmin.

“Kau melakukannya lebih bagus dariku, bro!” Yuju balas memuji sahabatnya itu.

.

.

Chaeyeon membuka kotak bekalnya biru mudanya dengan senyum merekah. Hari ini ia bangun pagi-pagi sekali untuk membuat kembap beef. Tanpa ragu ia menepuk pundak Sujeong, bermaksud menawarinya menu makan siang yang sudah dijanjikan. Gadis Ryu itu pun berbalik menghadap Chaeyeon. Namun belum sempat ia memberi tahu menu apa yang telah ia siapkan, sepucuk surat dengan tergesa-gesa Sujeong letakkan di atas mejanya. Setelah itu ia kembali menghadap depan tanpa mengatakan apapun.

Merasa penasaran, ia pun langsung meraihnya untuk dibaca. Chaeyeon memperhatikan tiap aksara yang tertulis dengan lamat-lamat.

Maaf, beberapa gadis di kelas memperingatkanku agar tidak dekat-dekat denganmu. Aku tahu ini adalah perbuatan seorang pengecut. Tapi aku harap kau bisa mengerti. Maafkan aku, Jung Chae Yeon.

Dada Chaeyeon mendadak sesak saat ia sampai pada kalimat terakhir dari surat yang Sujeong tulis. Baru beberapa hari yang lalu ia merasa semilir angin segar berembus karena ia merasa memiliki teman baik di kelas, namun harapan itu kini mendadak pupus. Hal yang paling membuatnya serasa tertohok ialah kenyataan bahwa dirinya tak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam situasi ini.

Buru-buru ia menyeka air mata yang masih terbendung di pelupuknya. Tak boleh ada yang tahu kalau ia sedang menangis. Ya, meskipun seisi kelas juga tak akan ada yang peduli dengan apa yang ia lakukan, omong-omong.

“Mingyu-ya,” panggil Chaeyeon pada salah satu murid lelaki di kelasnya. Perlu ditegaskan bahwa golongan yang selalu ingin menjadikan masa SMA Chaeyeon sengsara hanyalah para gadis. Sedangkan para murid lelakinya memilih tak acuh dan menghabiskan waktu dengan golongannya sendiri.

“Iya, ada apa?” balas si empunya nama.

“Mau kimbap, tidak?” Chaeyeon menyodorkan kotak makannya yang penuh dengan nasi berbalut nori itu. “Wah, kelihatannya enak!” seru Mingyu dengan raut berbinar.

“Kalau mau, ambilah semuanya… bagikan juga dengan teman-teman lainnya.”

“Baiklah, aku bawa, ya, kotak makanmu? Terima kasih!” Mingyu mengambil benda berbentuk persegi itu dari tangan Chaeyeon dan membawanya ke belakang kelas. Kebetulan anak laki-laki sedang asyik bermain UNO di sudut ruangan.

.

.

Atas persetujuan Yuju, Chaeyeon mendatangi gedung olahraga saat jam pelajaran telah berakhir. Berhubung ini hari Selasa, jadwal latihan tim basket. Gadis Choi itu memberi tahu Chaeyeon untuk datang tiga puluh menit sebelum latihan dimulai agar mereka bisa memiliki waktu untuk ngobrol.

“Yuju, sini aku bantu!” seru Chaeyeon saat tak sengaja berpapasan dengan temannya itu di dekat tangga sambil membawa sebuah cool box yang terlihat berat. Dengan sigap Chaeyeon meraih sebelah sisi benda berbentuk balok itu dan menentengnya bersama dengan Yuju.

Thanks… Biasanya Seokmin yang mengangkat benda ini, tapi dia bilang akan datang sedikit terlambat dari biasanya. Jadi aku sendirian, deh.” jelas Yuju dan Chaeyeon pun hanya mengangguk paham.

“Ada lagi yang bisa kubantu, enggak?” tanya Chaeyeon setelah keduanya berhasil meletakkan benda berat itu di sebelah bangku. “Duduk-duduk saja dulu, lenganku masih pegal, nih!” Yuju berujar seraya merengangkan otot-ototnya yang linu.

Mereka berdua pun menghadap muka dan duduk bersebelahan. Tiada gema yang menyapa rungu Yuju maupun Chaeyeon karena keduanya sama-sama bergeming.

“Yu, aku boleh minta tolong satu hal, enggak?” Chaeyeon membuka pembicaraan. Gadis yang merasa namanya dilafalkan itu pun memutar kepala untuk menatap si empunya suara.

“Eh, kok tiba-tiba? Memangnya ada apa?” Yuju dibuat heran oleh nada bicara Chaeyeon yang terdengar serius.

Eum… apa aku boleh main ke kelasmu saat jam istirahat? Apa aku bisa mengobrol bersamamu dan Seokmin?”

Dahi Yuju langsung berkerut. Kalau sudah bicara seperti itu, pasti ada yang tidak beres. “Ada apa sebenarnya? Ceritakan padaku, Chae!” desak Yuju karena khawatir.

Geunyang… kan, kita sudah lama enggak main bersama. Sebenarnya aku agak kesulitan membawa diriku pada lingkungan baru, hehehe…” Chaeyeon meringis kecil, menutupi segala tekanan yang selama ini memberatkan punggungnya.

“Kau di-bully lagi, ya, sama mereka?” tukas Yuju yang langsung dibalas dengan gelengan oleh Chaeyeon. “Hm, enggak mungkin juga, sih… kan, ada Yunoh di kelasmu. Pasti kalian dekat.”

Geurae…” ucap Chaeyeon mengambang.

“Enggak masalah, kok! Main saja ke kelasku. Kalau tidak kita baca buku bersama di perpustakaan atau makan bareng di kantin. Pasti menyenangkan.”

“Oke… siap!”

Gadis Jung itu berharap pilihan untuk tidak memberi tahu Yuju bahwa ia dicampakkan oleh Jaehyun adalah tindakan yang benar. Sebenarnya Chaeyeon ingin sekali menanyakan banyak hal tentang Jaehyun – atau yang biasa ia sebut dengan Yunoh – pada Yuju. Terutama apa yang telah terjadi sepuluh tahun belakangan ini hingga membuat Jaehyun berubah menjadi sosok yang dingin. Chaeyeon ingin sekali mengetahuinya.

Beberapa saat kemudian, para anggota tim basket pun datang dan memasuki ruang latihan dengan langkah yang gagah. Tertangkap oleh manik Chaeyeon presensi Seokmin dan Jaehyun di antara anggota lainnya.

Ya! Choi Yu Ju!” seru Seokmin tertahan. Segera ia berlari menghampiri kedua gadis yang tengah duduk di bench itu.

“Sori, ya, aku datang terlambat… Kang San itu memang menyusahkan sekali! Dia kabur dari tugas piket, jadi aku harus bekerja ekstra membersihkan kelas, huh!” rutuk Seokmin disertai dengan deruan napas yang menggebu demi meyakinkan Yuju bahwa ia tak bermaksud membiarkan gadis itu sendirian.

“Chaeyeonie, annyeong!” sapa Seokmin pada gadis di sebelah Yuju setelah ia selesai memberikan penjelasan tentang kronologi keterlambatannya.

“Santai saja, lagi! Hari ini pekerjaanku enggak seberapa berat karena Chaeyeon membantuku.” tandas Yuju yang memberikan kelegaan di hati Seokmin.

Belum ada lima menit setelah anggota tim basket datang, sekumpulan gadis berkostum warna cerah pun masuk ke gedung olahraga.

Wah, mereka cantik-cantik, ya?” gumam Chaeyeon yang terpana akan pesona gadis-gadis yang tergabung dalam tim pemandu sorak.

“Cantik apanya, sih? Orang terlihat pada tengil begitu!” Yuju mencibir dan menyoroti mereka dengan raut tidak suka.

Oppaya!” terdengar seruan manja seorang gadis yang menggema ke penjuru ruangan. Karena sudah diselimuti kuriositas, Chaeyeon pun menoleh untuk melihat siapa yang barusan bersuara. Sontak ia terkejut saat mendapati seorang gadis tengah menggelayut manja pada lengan Jaehyun.

Jadi itu alasan Yunoh jadi bersikap tak acuh padaku? Ternyata dia sudah punya pacar, toh.

“Biarpun cantik, tetap saja aku akan merasa geli jika terus ditempeli seperti itu.” celetuk Seokmin atas pemandangan yang tepat berada di hadapannya. Apa lagi kalau bukan aksi Kim Ye Ri yang tiba-tiba bersikap agresif pada sahabatnya.

“Lihat, tuh! Dadanya ditempel-tempelkan ke lengan Yunoh. Jalang banget!” timpal Yuju seraya kembali melempar pandangan jijik.

“Gadis itu pacarnya Yunoh? Mereka kelihatan mesra sekali.” tanya Chaeyeon ragu. Sekuat tenaga ia coba menutupi kekecewaan di hatinya.

“Dia itu suka pada Yunoh, direspon, sih… Tapi sepertinya cuma dibuat mainan. Entahlah,” Seokmin mengendik tak acuh.

“Oh, begitu, ya…” tandas Chaeyeon singkat, perlahan ia telungkupkan kepalanya. Ia tak mau melihat pemandangan itu lebih lama lagi.

.: TBC :.

Terima kasih buat yang sudah mau baca sampai sini, maaf kalau ada kesalahan atau kalimat yang tidak mengena di hati. Jangan lupa review ^^

Advertisements

25 thoughts on “[Chaptered] You Look Yummy (Part 2)

  1. Next next next next! :”) Tapi kenapa milih judulnya You Look Yummy? XD btw lel.. Berhubung kamu posting di NCTFI harusnya scene Jaehyun lebih banyak, tapi mungkin kamu sudah punya alur tersendiri kali ya..
    Pokoknya next ya, kutunggu hoho><

    Liked by 1 person

    • Kakak harus tau aslinya ini mau aku post di blog I.O.I tapi ga tau kenapa skrg itu blog raib zziaaaalll aku galo jadinya :’)
      Kakfani expert bgt pdhl aku menghindari pertanyaan itu. Jdi H-2 sblm publish aku masih bingung milih judul, tp akhirnya kuputuskan saja menggunakan “You Look Yummy”. Pdhl kan harusnya klo judul e begitu ada hubungan e sama makanan ya hikss. Aku sih ngartiinnya klo org liat makanan enak pasti pengen beli atau nyicipin. Sama kaya perasaan cinta, pasti memiliki hasrat untuk memiliki, gitu. Oke ini maksa XD
      santai kak di pertengahan ntar Jaehyun jd center kok :3

      Like

  2. halo lely, aku dtg lagi hehe. ternyata di sini udah end yaaa hahahahaa
    aku tinggal like di tiap chap deh kalo inget dan komen di akhir ntar dirapel, aku suka bgt ff ini ^^
    keep writing!

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s