[NCTFFI Freelance] A Sweet Birthday (Vignette)

Ccm7W5SUcAIOOlf

Title: A Sweet Birthday || Author: HasekuraLee00 || Main Cast: Na JaeMin (NCT), Kim JiHyun (OC) || Genre: Romance, School Life || Rating: Teen, PG-13 || Length: Vignette (1100+ Words)

Disclaimer : JaeMin belong to his agency, parents, NCT, and their fans! The storyline and OC  are mine. Sorry for typo(s) and Happy Reading^^

Also posted on : https://hasekuralee00.wordpress.com/

Summary :

Dan ternyata, ulang tahun yang Jaemin kira akan menjadi ulang tahun terburuknya malah berubah menjadi malam yang tak terlupakan sepanjang masa.

 

***

 

SOPA, 13th Of August 2016

 

‘hey, kau sudah bertemu Jaeminnie pagi ini?’

‘ne. Hari ini dia berulang tahun dan terlihat semakin tampan, kan?’

‘ne! aku meniriminya coklat tadi! Aah~ uri Jaeminnie memang yang terbaik!’

            Suara-suara itu memenuhi pendengarannya, membuat pikirannya kalut. Bagaimana tidak? Semua gadis dikelasnya sibuk membicarakan tentang ulang tahun Jaemin, sibuk bercerita tentang kado yang yang mereka berikan pada salah seorang namja yang paling tampan dan berprestasi seangkatan mereka itu.

            Gadis itu mengetuk-ketuk mejanya dengan bolpoin yang ada digenggamannya, dan sedetik kemudian mengeluarkan ponsel yang sedari tadi disakunya.

‘Hubungi, tidak, hubungi, tidak’ batinnya bimbang.

            Ia berteman dengan Jaemin sejak lama, dan untuk pertama kalinya ia melupakan moment penting dalam kehidupan Jaemin, ulang tahunnya. Semalam, ia sibuk menyelesaikan soal-soal Matematika yang diberikan Kim Sonsaeng.

‘ah, tidak usahlah. Nanti juga kami akan pulang bersama’ batin Jihyun memutuskan.

           Jihyun mencoba menenangkan pikirannya. Tidak menjadi yang pertama, tak masalahkan? Ia bisa mengucapkannya nanti, atau besok?

            Tidak! Ini salah! Jaemin sahabat dekatnya dan ia menjadi orang yang terakhir mengucapkan? Itu tidak bisa terjadi.

            Gadis berambut legam itu segera melirik jam tangan pink yang ada ditangan kanannya. Jam istirahat masih 15 menit, pasti cukup untuknya menemui Jaemin dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

            Jihyun segera beranjak dari duduknya, berjalan sedikit tergesa kearah pintu, tujuannya adalah kelas 2-3 yang berada diujung koridor, tak jauh dari kelasnya. Baru saja keluar dari pintu kelas dan mulai berjalan menyusuri koridor, sebuah suara menghentikan langkahnya.

“Kim Jihyun!” Ucap seseorang dari arah belakangnya, tak diragukan lagi… Kim Sonsaengnim.

Aissh…” Gerutu Jihyun pelan, mengatur ekspresinya yang terlampau kesal.

            Jihyun membalikkan badannya perlahan, berharap guru itu tak akan menahannyauntuk waktu yang lama.

N-neyo, ssaem? Waeyo?” Ucapnya pelan, dengan nada tak rela.

“Apa kau sudah kerjakan soal yang kuberikan?” Ucap guru Matematika tersebut.

“Sudah. Saya meninggalkannya di kelas

“Untuk olimpiademu kali ini, kau akan………….” Ucap Kim sonsaeng panjang lebar.

            Tak ada yang masuk ke telinga Jihyun, gadis itu sibuk melirik jarum jam yang melingkar dilengan mungilnya. Sambil sesekali menengok kearah belakangnya, kelas Jaemin.

            Seperti yang ia tebak, 15 menitnya habis sia-sia karena pria bermarga Kim itu. Sungguh menjengkelkan. Mau tak mau Jihyun kembali masuk kekelasnya, dengan perasaan kesal bercampur kecewa.

***

 

14:30 KST

 

           Bel jam terakhir telah berbunyi, Jihyun segera mengemasi barangnya dan bersiap menemui Jaemin untuk ulang bersama. Seusainya, ia segera berlari keluar. Berharap Jaemin belum pulang lebih awal darinya. Dan yang didapatinya…

“Jadi, jika gaya yang ditumpukan pada benda sebesar x2, maka……” Terang guru Fisika paling menyebalkan itu panjang lebar.

            Jihyun terus mengintip dari jendela luar, mencari keberadaan Jaemin. Semua murid dikelas itu menumpukan wajahnya diatas meja, terlalu malas, bosan, sekaligus lelah dengan semua penjabaran fisika tersebut.

            Bibirnya langsung melengkungkan sebuah senyuman ketika mendapati sahabat yang sedari tadi ia cai-cari masih berdiri tegak dan focus pada pelajarannya. Memang… Jaemin yang paling hebat!

            Setelah merasa tenang karena Jaemin masih belum meninggalkannya, Jihyun kemudian berjalan ke taman diluar sekolah. Berniat menunggu Jaemin disana. Ia segera melangkahkan kakinya bersemangat, menuju arah taman.

17:30 KST

 

            Guru Fisika itu memang keterlaluan, bagaimana bisa ia memperpanjang jam pelajaran selama 1 jam? Hari mulai menggelap, dan jujur saja Jihyun sudah lelah menunggu lebih dari 1 jam disini. Tak ada orang disekitarnya. Ia sangat kelelahan…

17:50 KST

 

“Jihyun-ah, Ireona!” Ucap seorang gadis sambil menggerak-gerakkan tubuh Jihyun perlahan.

            Jihyun membuka matanya perlahan, mengembalikan kesadarannya. Ia melihat suasana sekitar semakin gelap, ia segera menengok jam di tangannya. Dan… Oh tidak! Ia ketiduran selama kurang lebih 20 menit.

“Bagaimana kau bisa ketiduran disini?” Tanya gadis itu, Park Yeonsa teman sekelas Jaemin.

“Jae-Jaemin? Dimana Jaemin?” Ucapnya tergesa.

“Na Jaemin? Ia sudah pulang sekitar 10 menit yang lalu” Ucap Yeonsa menerangkan.

M-mwo??! Aku pergi dulu, Yeonsa-ya, terima kasih telah membangunkanku!” Ucap Jihyun tergesa, segera kembali memakai ranselnya dan berjalan menjauh.

            Ia berlari seakan orang yang sedang kalap. Ia harus cepat-cepat mengejar Jaemin, atau dia akan benar-benar menjadi orang terakhir yang mengucapkan selamat untuknya.

            Tak peduli apapun, Jihyun terus berlari. Dan, benar saja. Retinanya menangkap bayangan seseorang yang sedari tadi ia tunggu, Na Jaemin.

“Jaemin-ah! Na Jaemin!” Teriak Jihyun terus berlari.

            Jaemin tak mendengarkannya. Tentu saja, earphone terpasang dikedua telinganya. Jihyun semakin menambah kecepatannya, tak mau kehilangan jejak Jaemin.

Ya! Na Jaemin!”

bugh

Aaargh!” Rintih Jihyun kesakitan.

            Jaemin tiba-tiba melepas sepasang earphone­-nya, kemudian membalikkan badan. Suasana mulai menggelap saat itu, tapi Jaemin 100% yakin dengan apa yang dilihatnya. Ia segera berlari mendekat kearah seseorang yang baru saja terjatuh itu, Kim Jihyun.

Ya! Gwaenchanha?” Ucap Jaemin seketika, melihat lutut Jihyun yang bersimbah darah.

Paboya! Aku memanggilmu seribu kali tadi! Kau tak mendengarku?” Ucap Jihyun kesal.

A-ani. Mianhae” Jawab Jaemin seadanya.

“Lalu, bagaimana kau bisa berhenti dengan rintihanku yang amat pelan itu?” Tanya Jihyun.

            Jaemin terdiam. Ia juga tak tau mengapa ia bisa berhenti dengan suara rintihan kecil Jihyun, padahal teriakannyapun ia tak isa mendengarnya. Tadi, ia tiba-tiba merasa bahwa ia harus melepaskan earphone­-nya, dan benar saja ia menemukan Jihyun yang tengah terluka dibelakangnya.

“Sudahlah, ayo berdiri! Kita pulang bersama” Ucap Jaemin mengulurkan kedua tangannya, mengalihkan pembicaraan.

            Jihyun hanya mendengus kesal, kemudian menerima uluran tangan Jaemin.

“Kau bisa jalan sendiri, kan?” Tanya Jaemin.

“Tentulah! Kau pikir aku- aargh!” Belum saja Jihyun berjalan selangkah, ia kembali terjatuh.

“Dasar kau ini! Sudah, ayo naik. Aku antarkan pulang!” Ucap Jaemin melepaskan ransel dipunggungnya, kemudian bersimpu membelakangi Jihyun, menawarkan piggy-back untuknya.

            Jihyun terdiam, antara malu dan… mau bagaimana lagi?

“Sudah, cepatlah” Ucap Jaemin tak sabaran.

            Jihyun hanya mendengus pelan, kemudian menurutinya. Ia naik perlahan, dan kemudian Jaemin mulai menegakkan tubuhnya. Jihyun refleks mengelungkan kedua lengannya dileher Jaemin.

Auuu, kau sangat berat!” Keluh Jaemin.

“Sudah turunkan saja aku!” Jawab Jihyun kesal sambil memukul-mukul kepala Jaemin.

“Haha. Hanya bercanda. Sudah, diamlah!” Ucap Jaemin tertawa pelan.

            Mereka sudah berjalan cukup jauh, mungkin 15 menit? Dan tak ada seorangpun dari mereka yang membuka pembicaraan. Hanya hembusan nafas keduanya yang menemani perjalanan malam itu.

“Apa, kau baik-baik saja?” Tanya Jihyun hati-hati.

Wae? Kau meragukan kekuatan oppa-mu ini?”

            Jihyun membulatkan matanya seketika, mencerna perkataan Jaemin. Oppa dia bilang? Telinganya terasa gatal seketika.

ctak

Ya!” Ucap Jaemin meringis kesakitan.

oppa kau bilang? Kita hanya beda 2 bulan, bodoh!” Ucap Jihyun kesal.

Wae? Kau bahkan lupa kalau ini hari ulang tahunku, kan? Menjengkelkan” Kini, ganti jaemin yang bermuka masam.

            Jihyun terdiam. Ia memang melupakannya. Jihyun terlalu sibuk dengan tugas-tugasnya, sampai ia melupakan hari pertambahan umur Jaemin.

“Aku- Mianhae” Ucap Jihyun tak tau harus member penjelasan macam apa lagi.

hh, Kau harus bertanggung jawab! Aku sedih seharian ini!” Ucap Jaemin dengan nada menggoda.

“Ba-bagaimana caranya?” Tanya Jihyun pelan.

           Jaemin menurunkan Jihyun perlahan, membuat Jihyun bingung dengan perlakuannya. Jaemin menghadap kearah Jihyun, menatap kedua matanya lekat dengan sinar rembulan.

“Jadilah pacaku!” Ucap Jaemin tiba-tiba.

Mwo?!” Jawab Jihyun memastikan pendengarannya.

“Hanya itu jalan satu-satunya, Jihyun-ah~ Kau melukai hatiku seharian ini. Aku bahkan berpikir ini akan jadi ulang tahunku yang terburuk” Ucap Jaemin lembut, memberi pengertian.

“Ta-tapi…”

“Aku tidak menerima ‘Tapi’ dan ‘Tidak’!” Tambah Jaemin.

            Jihyun sempat tersenyum sedikit, inilah Jaemin yang sedari dulu ia kenal. Permintaannya begitu mematikan.

“Lalu, aku harus apa jika tak boleh menjawab ‘Tapi atau ‘Tidak’?”

“Menurutmu?”

“Kau memang selalu begini, Na Jaemin. Menyudutkanku. Dan aku selalu saja kalah olehmu!” Jawab Jihyun pasrah.

            Jaemin tersenyum menyadari jawaban tersirat dari ucapan Jihyun. Ia kemudian langsung memeluk sahabatnya- maksudku yeojachingu-nya itu erat-erat.

“Na Jaemin, kau menyentuh lukaku!”

Mian!” Ucap Jaemin sekilas, kemudian kembali memeluk Jihyun erat.

Dan ternyata, ulang tahun yang Jaemin kira akan menjadi ulang tahun terburuknya malah berubah menjadi malam yang tak terlupakan sepanjang masa.

END

 

Happy Jaeminnie day, all! 생일 축하해 buat our lovely Na Jaemin^^ Semoga makin ganteng dan cepet debut yaa~ dia udah mencampur adukkan hati temen Hasekura :v Hasekura kan jadi ikut-ikutan, hihi T.T /tiwai maapkan pacarmu yang gesrek ini/

Maaf jika ngga nge-feel, ini FF dadakan, aku juga lupa kalo ultah Jaemin hari ini /bunuh Hasekura/ but, semoga ngga bikin kecewa yang baca yaa~ Terima kasih, Happy Jaemin day, and see ya 🙂

Love,

HasekuraLee00

Advertisements

One thought on “[NCTFFI Freelance] A Sweet Birthday (Vignette)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s