[Ficlet] Sahabat

Sahabat

By: Febby Fatma

Drama, Romance, Friendship, Hurt, Parody, AU

PG-13

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Izuki Shun – Anime Character

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copas atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

—————

Seperti semerbak harum melati disejuknya pagi berembun manis, asal kau tahu saja; tak pernah sekalipun aku menyesal pernah terbangun dari mimpi buruk dipagi hari itu. Terima kasih kawan, menikmati pagiku (yang walau hanya sesaat) dengan keberadaanmu sangatlah menyenangkan.

—————

Jika orang-orang bertanya pada Ran apa dan siapa seorang Nakamoto Yuta, maka dengan lantang Ran akan jawab Sahabat. Nakamoto Yuta adalah orang yang berjanji akan tetap menjadi sahabat Ran apapun yang terjadi di dunia mereka. Yuta juga adalah orang yang sama dengan orang yang datang jam tiga pagi saat mimpi buruk tentang seseorang bernama Izuki Shun membangunkan Ran.

Dia itu sahabat terbaik Ran. Lebih baik dari laki-laki manis dengan selera humor buruk bernama Izuki Shun tadi.

Tapi sampai saat ini Yuta masih tidak bisa menggantikan nama Shun dalam hati Ran.

“Kau harusnya menelponku.”

Ran hanya mendongak saat sebuah bayangan menutup cahaya lampu taman pagi itu. Dari suaranya saja Ran tahu itu Yuta, tapi mengabaikan Yuta adalah hal yang tidak akan pernah Ran tulis dalam kamusnya. Mengabaikan seorang sahabat hukumannya kesepian seumur hidup (dan Ran percaya dengan bualan itu).

“Memimpikan Shun lagi?”

“Seperti itulah.”

Mantel coklat beraroma maskulin yang sama disampirkan pada pundak Ran (padahal Ran ingat betul baru dua hari lalu ia mengembalikan mantel itu pada Yuta) kemudian si empunya mengisi satu spasi di samping Ran.

Dia hanya diam. Selalu seperti itu. Membiarkan Ran menikmati hangat mantel coklat beraroma maskulin dalam diam sambil ditemani seseorang yang terpaksa ikut diam bersama Ran. Dia selalu seperti itu.

“Yuta.”

“Apa?”

“Kenapa kau kemari?”

“Karena aku tidak bisa tidur.”

“Bohong.”

“Tidak. Aku benar-benar tidak bohong.”

Kemudian saling diam lagi.

“Aku melihatnya.” Ran hanya sanggup melirik pada laki-laki yang selama ini selalu berdiri di depan Ran setiap kali masalah datang. “Ibunya Shun menamparmu lagi, kan?”

“…”

“Kenapa kau selalu diam? Shun pergi bukan karena kesalahanmu. Shun sendiri yang memutuskan itu dan apa yang bisa kau lakukan kala itu?”

“Tapi tetap saja, Yuta. Aku adalah alasan Izuki-kun memilih untuk bunuh diri. Kalau saja waktu itu aku tidak dengan egois memutuskan hubungan kami, kalau saja saat itu aku bisa lebih bijak sana lagi, kalau saja kita … kalau saja—”

“Ran.”

Yuta menggenggam tangannya. Memberikan tiupan hangat pada kepalan yang hampir beku itu.

“Shun juga sahabatku. Dia sahabat baikku.”

“Tetap saja.”

“Kalau kau bilang hubungan kita ini sebuah penghianatan untuk Shun, maka aku harus sebut apa permintaan Shun untuk menjagamu waktu itu? Sebuah pernyataaan kalah? Begitu?”

Izuki Shun, kekasih Ran sebelum Nakamoto Yuta adalah seseorang yang paling tidak mungkin untuk bunuh diri. Setidaknya jika melihat seberapa ceria dan bersemangat laki-laki itu menjalani hidup, pasti tidak akan ada yang berpikir jika Izuki Shun memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara paling menyakitkan.

Terjun dari air terjun.

Cara paling bodoh; begitu Ran menyebutnya. Tapi mengingat kejadian itu terjadi sehari setelah Ran meminta pada Shun untuk mengakhiri hubungan keduanya dengan alasan 「Ran baru sadar jika dirinya sudah jatuh cinta pada sahabat kecilnya sendiri」. Iya, Ran dengan terang-terangan mengatakan jika Yuta adalah orang yang membuatnya ingin melepas status kekasih seorang Izuki Shun.

Padahal Ran tahu betul jika Shun benar-benar mencintainya, menyayanginya dan (mungkin) membutuhkannya.

“Yuta, terima kasih.”

“Hah? Kenapa? Ada apa tiba-tiba begitu?”

“Kau selalu ada untukku, kau sahabat terbaik bagiku.”

“Iya, lalu? Kenapa tiba-tiba berterimakasih?”

“Karena aku pikir, aku ingin pergi menemani Shun.”

“HA? JANGAN BERCANDA!”

“Tidak. Aku tidak sedang bercanda.”

Ran bergeser dan saat itu sebuah kaleng jatuh. Sebuah kaleng dengan gambar paling menyeramkan yang bisa manusia buat untuk peringatan.

Racun. Ada gambar tengkorak berwarna merah dengan ukuran yang cukup besar.

“Ra-Ran?”

“Yuta, maaf.”

“Oi! Ini tidak lucu tahu?!”

Gadis itu tersenyum. Yuta baru sadar jika wajahnya pucat setelah membuat Ran mendongak.

“Gila! Dasar gadis gila!”

Buru-buru Yuta menggendong gadis itu. Hanya ada satu tempat yang ingin ia tuju sekarang. Rumah sakit. Pokoknya dia harus bisa menyelamatkan Ran.

“Ran, kau dengar aku?”

“Tidak perlu berlari, Yuta. Racunnya sudah tidak bisa dihentikan.”

“Siapa yang perduli dengan omongan gadis gila sepertimu?”

“Haha.” Tawanya tiba-tiba terdengar serak. “Kau lucu saat marah.” Begitu juga suara bicaranya.

“…” Yuta memilih untuk mengabaikan semua ocehan Ran. Fokusnya saat ini hanya berlari dan berlari. Rumah sakit. Menyelamatkan nyawa Ran.

“Yuta.” Tangan Ran yang melingkar pada lehernya terasa semakin dingin. “Bagiku Yuta itu seperti embun pagi. Sejuk dan manis.”

“Berhenti bicara!”

“Haha, tapi aku ingin terus bicara padamu.”

“Kubilang berhenti.”

Jah, kalau begitu kenapa tidak Yuta saja yang berhenti lalu dengarkan aku?”

“Itu tidak mungkin!”

“Kalau begitu dengarkan saja aku.”

“…”

“Terima kasih untuk segalanya. Semua yang kau lakukan untukku selama ini. Sampai saat ini aku tidak pernah menyesal bangun karena mimpi buruk, kau tahu kenapa? … haha, sedikit memalukan untuk aku katakan, tapi semua karena ada Yuta. Karena Yuta pasti akan menemaniku sampai matahari datang. Walau hanya sebentar, aku menikmatinya. Waktuku bersama Yuta. Aku sangat menikmatinya. Terima kasih. Te…rima … kasihh.”

Tangan dingin yang semula mengalungi lehernya kini terkulai lemas di pundaknya. Saat itu juga laju kaki Yuta terhenti seketika.

“Ran! Oi, Ran! Bangun, bodoh! Jangan bercanda!”

Tapi tidak ada sahutan apa-apa.

“Kau keterlaluan, Ran! Sangat!”

—————

—————

—————

“Oke, cut!”

Ran turun dari gendongan Yuta, lalu berlari menghampiri Izuki Shun yang sejak tadi memegang kamera pinjaman mereka.

“Gimana, Shun?”

Yos! Dengan ini kita pasti dapat juara satu. Kan, Yuta?”

Hee? Percaya diri betul kau.”

“Tentu saja. Cerita yang Ran tulis, akting kalian berdua, kelihaianku mengambil gambar dan popularitas kita bertiga. Semua itu sudah cukup untuk menjadikan kita nomor satu.”

“Shun, Yuta bisa marah besar kalau kau terus mengatakan tentang kemenanganseperti itu, tahu tidak?”

“Ya, tapi—”

“I-ZU-KI-SHUN!”

“A! Iya, ampun-ampun, Yuta.”

 

—————

END

—————

  • Yoss, akhirnya bisa nulis lagi. Rada maksa sebenernya, tapi lebih baik dari pada cuma diem. Kan? Kan?
  • Oh ya, ini ff buat Wisnu, sahabat baikku yang tanggal 5 kemaren ultah. Haha, maaf lama ya, Nu~
  • Izuki Shun – Kuroko no Basuke
  • Dan Febby pamit dulu, bye~~
Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Sahabat

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s