[Ficlet] Cantik Mana?

Cantik Mana?

By: Febby Fatma

Drama, History, Parody, slight!Comedy,

PG

Ficlet

Cast :

Lee Taeyong NCT

Nakamoto Yuta NCT

Moon Taeil NCT

Ji Hansol NCT

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

—————

Taeyong berdiri kaku di depan mayat Ayahnya. Anak bungsu Laksamana terhebat Korea itu bahkan tidak bisa mendekat lebih dari saat ini pada mayat sang Ayah. Tidak ada air mata yang lolos dari matanya, tapi keterdiamannya menjelaskan semua.

“Kak Taeyong, cepat bersiap.”

Taeyong diam.

Hoe, kakaknya mendekat. Membisikan satu kalimat yang langsung membuat Taeyong tertegu. Disaat bersamaan mata Taeyong menoleh pada Ibu dan adik perempuannya. Tiba-tiba saja dadanya sesak bukan main. Air mata yang tadi seolah kering kini mulai menetes.

Lee Sun-sin, Laksamana yang pulang tanpa nyawa dan membawa kemenangan dari perang di semenanjung Korea. Pahlawan yang menjaga Korea di garis laut. Orang yang paling mencintai Korea yang pernah Taeyong kenal. Orang paling jujur. Orang yang bahkan mau menerima kembali kepercayaan Raja setelah pengasingan tanpa sebab yang Raja lakukan padanya.

Taeyong tidak tahu harus bagaimana. Orang yang mengajari Taeyong untuk mencintai negara kini sudah tidak akan Taeyong dengar lagi suaranya. Cerita-cerita seberapa menakjubkannya perang di laut juga tidak akan Taeyong dengar lagi dari orang itu.

“Bu, aku pergi.” Itu kalimat yang akhirnya bisa Taeyong ucapkan di acara pembakaran mayat Ayahnya. “Aku akan membunuh satu anak emas mereka sebagai bayarannya.”

—————

“Kau orang Korea?”

“Iya.”

“Kenapa bisa ada disini? Tahu tidak, kau seharusnya tidak ada disini. Kau bisa ditangkap.”

Taeyong menatap laki-laki dihadapannya heran. Sebilah pedang tersemat cantik dengan sarung di pinggang kirilaki-laki itu.

Taeyong pikir setelah ketahuan basah menyusup masuk area rumah salah satu petinggi Jepang itu akan jadi akhirnya. Tapi laki-laki di hadapannya ini..

“Kalau kau berpikir aku akan membunuhmu, kau salah besar. Aku bukan orang yang mudah angkat pedang dan tidak suka membunuh orang.” Orang Bodoh yang Sok Baik, begitu otak Taeyong menamainya. “Walau kau musuh sekalipun.”

Dan segaris senyum mengembang diwajah Taeyong. “Kalau begitu lepaskan saja aku.”

“Tidak semudah itu.” Laki-laki Jepang (yang kalau boleh Taeyong tebak adalah seorang prajurit) itu mendekatkan. Kemudian dia berbisik. “Membunuh tawanan itu artinya aku membela tawanan, asal kau tahu saja.”

Dia tertawa.

“Dan aku tidak ingin dianggap berhianat pada negara hanya karena kasihan pada laki-laki cantik sepertimu.”

Taeyong mendelik.

“Laki-laki cantik? Aku?”

“Iya. Kau. Memang mau siapa lagi?”

“Hoi, Prajurit Jepang—siapa namamu?”

“Yuta.”

“Oh Yuta, di rumahmu tidak ada cermin ya? Sadar tidak kalau kau jauh lebih cantik dariku?” Taeyong terkekeh melihat Yuta mendelik. Ada raut tidak suka dari wajah laki-laki Korea yang dia tangkap basah sedang mengintai rumah calon istrinya.

“Asal kau tahu ya Prajurit Korea—eh, siapa namamu?”

“Taeyong.”

“Baiklah. Asal kau tahu ya Taeyong, aku ini tampan. Aku calon suami dari putri kedua raja. Mana mungkin aku cantik.”

“Cih. Itu bukan alasan.” Taeyong membuat Yuta terprovokasi. “Jangan mentang-mentang kau calon jendral kau beranggapan wajahmu itu tampan. Kau cantik, tahu. Cantik!—oh, atau jangan-jangan kau bohong. Kau pasti si tuan putri kedua yang pura-pura jadi prajurit. Lalu sedang mencoba kabur dari perjodohan, kemudian tidak sengaja bertemu aku yang kebetulan lebih tampan dari calon suamimu.”

“Kau pasti bercanda!”

“Apa? Aku benarkan?”

“Harusnya aku membunuhmu saja.”

“Bunuh saja.”

——————

Taeil menutup wajahnya dengan satu tangan. Malu setengah mati melihat dua orang bodoh di panggung teaternya.

“Kalian berdua! Pentasnya tinggal seminggu lagi dan kalian masih saja bertingkah membuat naskah sendiri?”

Hansol di sampingnya mengangguk setuju.

“Aku tidak tahu kalau aku menulis naskan tentang perdebatan siapa yang paling cantik diantara kalian berdua.” Begitu katanya. Membuat Taeyong dan Yuta saling menatap dan pamer senyum jadi-jadian mereka.

“Cepat hafalkan naskah kalian jika tetap ingin main di teater ini.” Taeyong dan Yuta mengangguk dan buru-buru lompat turun dari panggung dan berlari menuju ruang ganti. Sementara itu Taeil terus memijat kepalanya. Pening. Kelakuan dua orang itu membuatnya pening bukan main.

“Harusnya aku biarkan saja Yuto dan Yanan yang main.”

——————

——————

  • Hai! Sejujurnya ini tuh naskah gagal buat Event dengan tema Histori bulan Mei kemarin. Karena sayang kalo cuma didiemin jadi aku buat kaya gini sekalian. Hehe..
  • Comedy-nya maksa ya? Haha, aku ngga pinter ngelucu soalnya -_-
  • Okeh sekian dariku. Aku pamit——
Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Cantik Mana?

  1. Holllaaa kakk, masih ingat akuu? WKwkwk. Ini ucul banget loh kak, bayangin Yuta sama Taeyong berantem di atas teater itu bikin ngakak. Ditambah Taeil ama Hansol yang nahan kesel waktu liat dua orang itu wkwk.

    Sukaaa, pokoknya suka kalo udah ada cerita Yuta-Taeyong nya. Moment bromance mereka itu lohh, ucul ucul gitu.

    Ditunggu ff lainnya kak^^

    Liked by 1 person

  2. Ini dae.bak. Knp? Gatau knp. Haha
    Tapi ini daebak bgt seirus. Atuh ya, di awal ff itu serius trus bawah-bawah nya malah comedy xD maksdunya aku mah kayanya klo jd author ff ga pernah kepikiran bakal punya ide nulis ff kaya begitu kayanya deh xD
    Gmn bs gtu? Hoho (y)

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s