[Ficlet] Telinga

Telinga

By: Febby Fatma

Drama, Friendship, Family, Romance, Fluff, Parody

PG-13

Ficlet

Cast :

Nakamoto Yuta NCT

Nikaido Ran (OC)

Nikaido Akira— Anime Character

Ayuzawa Misaki — Anime Character

Disclaimer: Aku hanya pemilik plot dan OC. Yang lainnya bukan punyaku. Mohon tidak copy-paste atau plagiat. Sebelumnya terima kasih dan selamat baca~

—————

Belakangan Yuta sering bertengkar dengan Akira, kakak laki-laki Ran, hanya karena hal sepele. Benar-benar sepele!

Seperti warna baju yang pantas untuk Ran, kreasi model rambut buat Ran, bentuk bingkai kaca mata yang pas bagi Ran, atau baju renang seperti apa yang pantas untuk Ran. (yang terakhir memang sedikit mesum, tapi itu penting. Setidaknya bagi Yuta dan Akira itu adalah hal penting Ran di mata mereka.)

Dan,

“Tidak-tidak! Ran lebih manis dengan telinga kucing. Kau harusnya sadar betul tentang itu, Akira-nii.”

Pembicaraan gila Yuta dengan Akira masih terus berlanjut seberapapun bencinya Ran dengan itu.

“Kau yang harusnya sadar. Ran itu lebih cocok dengan telinga kelinci. Lihat, waktu kecil dia begitu manis, kan?”

“Itu dulu.”

“Itu berlaku sampai saat ini.”

“Tidak. Telinga kucing lebih cocok. Pokoknya harus telinga kucing!”

“Harus telinga kelinci, titik!”

Padahal tadinya Ran iseng bertanya pada mereka. Tapi akhirnya justru seperti ini. Menyebalkan!

Minggu depan ada festival budaya di sekolah Ran, kebetulan—sungguh kebetulan yang benar-benar sial—kelas Ran memilih untuk membuka kafe maid dengan tambahan bando telinga hewan. Ada telinga kucing, tikus, kelinci, anjing bahkan gajah. Ran sudah meminimalis bagiannya menjadi dua; kucing dan kelinci, karena dua itu yang rasanya paling wajar dan cocok bagi gadis berambut tanggung sepertinya. Juga, berhubung Ran ketua OSIS dia rasa harus ada hal berkesan tentangnya di festival nanti.

Jadi Ran bertanya pada Akira dan Yuta sewaktu Yuta datang untuk memberikan laporan kegiatan klub sepak bola secara pribadi ke rumahnya. Iya, Ran yang bertanya. Dan Ran menyesali itu setengah mati.

“Ran, aku kakakmu. Percaya padaku. Kau lebih manis dengan telinga kelinci.”

“Tidak, Ran! Percaya padaku, kau jauh lebih manis dengan telinga kucing.”

Ish! Kau tidak boleh menentangku, aku kakaknya!”

“Aku kelasihnya!”

“Hanya kekasih.”

“Tetap saja.”

Ran bisa saja mengabaikan dua orang itu dan pergi ke kamar. Menolak bertemu keduanya sampai mereka akur, misalnya. Tapi rasa tanggung jawab dalam dirinya menentang pemikiran itu. Dia merasa dialah yang membuat kakak laki-laki pengidap Sister Complex seperti Akira dan kekasih yang suka lupa diri seperti Yuta sampai bertengkar tidak jelas. Kalau ayah dan ibunya mendengar, Ran yakin betul telinga Akira dan Yuta akan diputus oleh orangtuanya.

“Pokoknya telinga kucing!”

“Telinga kelinci! Sampai mati aku pilih telinga kelinci.”

Berlebihan! Dua laki-laki itu sungguh berlebihan!

“Baiklah.” Keduanya langsung menoleh pada Ran setelah hampir satu jam Ran menahan diri untuk diam. “Aku akan tentukan sendiri apa yang aku pakai nanti.”

“Heh? Kenapa?” Disaat seperti ini mereka bisa kompak. Tapi mereka jauh lebih mengerikan saat ini. Genjatan senjata mendadak selalu menjadi pertanda buruk akan datangnya perang yang lebih besar. Jadi sebelum itu terjadi—

“Yuta sebaiknya kau pulang.”

—Ran harus memisahkan mereka. Walau dengan paksaan, mereka harus segera dipisah.

“O-oh, baiklah.” Yuta pamit, tapi tidak lupa untuk meninggalkan pesan permusuhan pada Akira dalam topik kali ini. “Ran, pastikan kau pilih untuk pakai telinga kucing.”

“Jangan dengar dia, Ran!”

Ha’i-ha’i, pulang saja sana.” Dan setelah pintu depan tertutup, giliran Akira. “Aniki juga, sana tidur.”

Oi-oi, kenapa aku harus diingatkan tidur oleh adik perempuanku?”

“Karena kau dan Yuta sudah bertingkah seperti bocah tadi.”

—————

Seumur-umur Ran belum pernah melihat kakaknya kehilangan akal sehat dalam berdebat, walau Ran akui kalau Sister Complex Akira itu cukup parah (mendekati akut), tapi hanya dengan Yuta, hanya karena Nakamoto Yuta penyakit jiwa paling aneh yang bisa diidap seorang kakak laki-laki itu bisa jadi lepas kendali. Sudah begitu dia menikmatinya lagi.

Gila, kan? Seram!

Itu sebabnya Ran memilih untuk menelepon temannya dari SMA lain. Ayuzawa Misaki. Orang yang paling bisa diandalkan pendapatnya dalam hal ini. Pakarnya maid.

“Oh, Misaki.”

“Ada apa, Ran?”

“Menurutmu aku lebih cocok pakai telinga tikus atau anjing?”

“Untuk festival budaya di kelasmu nanti?”

“Iya.”

Hmm, kalau kau bertanya seperti itu maka aku pilih telinga anjing. Tapi coba telinga tikus saja. Itu mungkin cocok denganmu.”

“Jadi yang mana?”

Telinga tikus.”

“Baiklah. Terima kasih saranmu. Jangan lupa datang, ya? Ajak juga si Usui.”

“Akan aku ingat.”

“Bye~”

Dengan ini Yuta dan Akira tidak akan bertengkar lagi. “Akhirnya aku bisa memutuskan.”

——————

——————

  • Yey! Ceritanya aku lagi pengen ngangkat cerita tentang Brocon, tapi malah jadi Siscon. Hehe
  • Jangan tanya kenapa. Udah jelas karena aku pengidap kedua hal itu. Hahahaha, bisa dibilang aku terlalu cinta adik-adikku sampe masih suka ngeganggu mereka.
  • Btw, pada tahu Maid itu apa kan? Ituloh, pelayan perempuan yang pake seragam hitam-putih, manis banget!
  • Ini ff aku persembahkan untuk F2LO (nama geng aku dan adik-adikku di rumah).
  • Oke sekian.
  • Nikaido Akira — Monochorome Factor
  • Ayuzawa Misaki — Kaichou wa Maid-sama!
  • Usui Takumi — Kaichou wa Maid-sama!
  • Dan Febby pamit——
Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s