[NCTFFI Freelance] My Only Girl (Chapter 6)

1466696111574

Title : My Only Girl (Chapter 6)

Author : H.ZTao_94

Genre : Romance, Family, Sad, Rival

Lenght : Chaptered

Rating : PG +15

Main Cast : Taeyong ‘NCT U’ as Lee Taeyong

Seulgi ‘Red Velvet’ as Kang Seulgi

Additional Cast : Henry ‘Super Junior-M’ as Henry Lau

Dasom ‘Sistar’ as Kim Dasom

V ‘BTS’ as Kim Taehyung

Seolhyun ‘AOA’ as Kim Seolhyun

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, agensi dan keluarganya. Cerita fanfict ini terinspirasi dari drama Taiwan ‘Devil Beside You’ dengan beberapa perubahan. Jika ada kesamaan dalam cerita atau alur hanyalah sebuah ketidaksengajaan.

Author’s Note : Hello all my readers… Aku balik lagi bawa fanfict abal-abal hasil kreasi otak ditambah inspirasi dari Drama Taiwan jadul 🙂 I hope you like it

DON’T COPAS OR PLAGIAT

DON’T BE SILENT READER

HAPPY READING

 

“Aku akan menjaga cinta kita hingga kita bersatu”

Link wattpad :

http://my.w.tt/UiNb/qcjaeAuIyw

©® H.ZTao_94

[PREVIOUS CHAPTER 5]

Seulgi masih terdiam memandang punggung Henry yang tampak semakin menjauh. Gadis ini merasa tak enak hati pada Henry. Beberapa saat kemudian, Seulgi memukul kepalanya sendiri seperti orang bodoh.

“Bagaimana aku bisa melupakan janjiku? Kau benar-benar bodoh, Kang Seulgi!” Bisik Seulgi merutuki dirinya sendiri.

“Dasar gadis aneh!” Ucap Taeyong memandang Seulgi. Ia pun melangkah menuju motornya meninggalkan Seulgi seorang diri. Lelaki ini mulai mengenakan helmnya dan men-starter motornya. Namun, dari balik helmnya, Taeyong masih memperhatikan Seulgi yang melangkah gontai menuju pintu gerbang kampus. Taeyong pun melajukan motornya mengikuti Seulgi.

“Mengapa kau mengikutiku?” Tanya Seulgi menatap Taeyong tajam.

“Aku tidak mengikutimu! Jangan terlalu percaya diri!” Balas Taeyong dengan melajukan motornya kembali. Ia pun memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Tanpa disadarinya, sedari tadi ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang. Saat Taeyong berada di jalanan yang cukup sepi, mobil itu pun dengan sengaja menyerepet motor Taeyong dan membuat lelaki ini terjatuh dijalanan bersama motornya.

Bruukkk…

Argh…” Rintih Taeyong saat merasakan rasa sakit dibagian tubuhnya yang terluka.

MY ONLY GIRL [CHAPTER 6]

Jalanan tampak sangat sepi. Bahkan tak ada kendaraan satu pun yang lewat. Dengan menahan rasa sakitnya, Taeyong pun berusaha bangun dan bangkit. Sejenak ia memikirkan kejadian yang baru saja di alaminya ini.

“Apakah ini ulah Jongup sebagai ajang untuk balas dendam?” Bisik Taeyong.

Ia pun teringat pada kejadian tiga tahun yang lalu. Sebuah kejadian dimana persahabatannya dengan Jongup hancur.

.

#Flashback

“Kau yakin akan melakukannya?” Tanya Taeyong dengan mencengkeram pundak Jongup.

“Tentu saja! Aku akan tetap melakukannya!” Jawab Jongup penuh keyakinan.

“Jangan lakukan! Bukankah besok kau ada pertandingan basket? Bagaimana jika ibumu tahu kau ikut balap liar dengan para brandalan itu?” Timpal Taehyung.

“Aku akan menggunakan motor milik Taeyong!” Balas Jongup dengan memandang Taeyong.

“Ambillah!” Ucap Taeyong seraya memberi sahabatnya itu kunci motornya. Taeyong, Jongup dan Taehyung pun menghampiri para brandalan yang menantang Jongup untuk bertanding balap liar itu.

“Kau siap?” Tanya salah satu dari brandalan itu.

“Tentu saja siap! Kupastikan kau akan menjadi pecundang malam ini!” Balas Jongup penuh keyakinan. Lelaki ini pun men-starter motor yang dipinjamnya tadi bersiap untuk memulai balapan malam ini.

Akhirnya mereka pun melajukan motornya masing-masing dengan kecepatan tinggi. Taeyong dan Taehyung hanya berdiri ditepi jalan seraya melihat balapan liar tersebut.

“Aku mengkhawatirkan Jongup!” Ucap Taeyong.

“Apa yang kau khawatirkan? Dia akan baik-baik saja!” Balas Taehyung.

Sementara itu, Jongup benar-benar sangat bersemangat malam ini. Ia melajukan motor yang ditumpanginya dengan kecepatan tinggi. Ia pun berhasil menyalip semua lawannya.

“Aku pasti menang!” Bisik Jongup dengan tersenyum penuh kemenangan. Karena saking bahagianya, ia tak menyadari ada sebuah truk yang melaju dari arah yang berlawanan. Ia pun segera mengerem motornya, namun tampaknya ada yang tak beres. Remnya blong dan ia pun tak bisa menghentikan laju motornya yang di atas batas normal itu. Pada akhirnya, Jongup harus merelakan tubuhnya beserta motor yang ditumpanginya bertabrakan dengan onggokan besi tersebut. Tubuh Jongup terpental beberapa meter dari tempat kejadian. Saat itu, Jongup masih dalam keadaan sadar sekalipun seluruh tubuhnya berlumuran darah. Remang-remang ia melihat Taeyong dan Taehyung yang datang menghampirinya.

“Jongup! Jongup!” Panggil Taeyong panik dengan menggerak-gerakkan tubuh sahabatnya itu.

Tiba-tiba terdengar suara sirine mobil polisi. Tampaknya Polisi mengetahui ada balap liar ditempat tersebut. Karena takut tertangkap, Taeyong dan Taehyung pun memutuskan untuk pergi begitu saja meninggalkan Jongup yang tengah terluka parah itu. Saat itu ingin sekali Jongup berteriak dan memohon pada kedua temannya itu untuk tetap bertahan disampingnya, namun kerongkongannya tak sanggup untuk mengeluarkan suara apapun.

“Sial! Kalian pergi begitu saja tanpa mempedulikanku yang tengah membutuhkan bantuan!” Batin Jongup geram.

#Flashback_End

.

Akhirnya Taeyong memutuskan untuk pulang dengan mengendarai motornya yang lecet itu. Tentunya dengan menahan rasa sakit dan perih disekujur tubuhnya. Tiba-tiba ponselnya yang berada didalam kantong celananya berdering. Ia segera merogoh sakunya dengan susah payah. Setelah mendapatkan ponselnya, terlihat nama ‘Kim Taehyung’ dilayar ponselnya.

“Ada apa? Mengapa meneleponku?” Pikir Taeyong. Ia pun mengusap layar ponselnya dan mendekatkan didekat telinganya.

“Taeyong, aku lupa memberitahumu jika motormu mengalami sedikit masalah dibagian remnya.” Ucap Taehyung dari seberang telepon.

“Lalu?” Tanya Taeyong tampak malas berbicara.

“Aku hanya memberitahumu saja agar lebih berhati-hati. Karena tadi pagi saat aku mengambilnya dirumahmu secara diam-diam, salah satu petugas keamanan melihatku dan berpikir bahwa aku adalah pencuri. Jadi aku langsung menaiki motormu begitu saja dari garasi dan tanpa sengaja aku menabrak pagar rumahmu. Karena sudah kesiangan, jadi aku lupa membawanya ke bengkel.” Jelas Taehyung dengan sedikit gemetaran.

“Iya. Aku mengerti!” Balas Taeyong kemudian mengakhiri panggilan telepon sahabatnya itu.

“Dasar ceroboh!” Bisik Taeyong kesal.

©® H.ZTao_94

Seulgi berangkat ke kampus dengan hati yang gelisah. Hari ini adalah hari ke empatnya menjadi budak Taeyong. Namun, ia sudah sangat lelah dengan ulah lelaki memyebalkan itu. Gadis ini melangkah memasuki halaman kampus dengan gontai dan lemas. Tiba-tiba ia merasakan sesuatu jatuh di atas kepalanya. Ternyata sebuah kertas. Ia pun membaca tulisan yang ada di kertas tersebut. Baru membaca separuh dari tulisan tersebut, Seulgi pun menyadari bahwa itu adalah tulisan tangannya yang sudah digandakan. Kemudian, ia memandang ke sekelilingnya. Dan benar saja, semua orang telah membaca kertas yang sama seperti yang ada ditangannya saat ini. Kini, mimpi buruknya benar-benar terjadi. Taeyong tak menepati janjinya untuk menjaga surat itu setelah apa yang dilakukannya tiga hari terakhir ini. Semua orang yang berada di sekeliling Seulgi menatapnya penuh tanya. Terlihat segerombol mahasiswi menghampirinya.

“Jadi selama ini kau menyukai Henry?” Tanya Ah Yeon dengan melipat tangannya didada.

“I… Iya!” Jawab Seulgi seraya menunduk. Terdengar tawa dari Ah Yeon beserta teman-temannya yang berada di dekat Seulgi.

“Dan kau membuat surat cinta ini sebagai ungkapan rasa cintamu pada Henry? Kau lucu sekali!” Tambah Jae Kyung.

“Kau tampak seperti seorang gadis yang tak memiliki harga diri!” Timpal Jin Shin.

“Dasar tidak tahu malu!” Ucap Ah Yeon tepat di dekat telinga Seulgi lalu melangkah meninggalkan gadis malang tersebut.

Tak berselang lama setelah kepergia Ah Yeon beserta teman-temannya, datanglah Seolhyun menghampiri Seulgi dengan diiringi Nayeon dan Hayoung disampingnya.

“Dasar tidak punya harga diri! Jadi seperti ini sikapmu! Pantas saja Taeyong suka mempermainkanmu!” Ucap Seolhyun seraya memandang Seulgi tajam.

“Gadis murahan!” Tambah Nayeon dengan menjulurkan lidahnya.

“Berapa harga dirimu, Kang Seulgi?” Timpal Hayoung dengan terkekeh meremehkan gadis yang ada dihadapannya itu.

Tak ada bantahan ataupun perlawanan dari Seulgi. Gadis ini hanya terdiam seraya menahan rasa marah yang begitu besar. Ya, rasa marah pada Taeyong karena tak menepati janjinya. Seulgi sudah berusaha untuk membendung air matanya. Namun, semuanya sia-sia. Air matanya kini mengalir melewati pelupuk matanya dan menuruni pipinya yang putih dan mulus itu.

“Apakah kau sedang menangis?” Tanya Seolhyun dengan terkekeh. Seulgi masih diam tak membuka suaranya. Ia pun melangkah melewati Seolhyun begitu saja dengan di iringi suara tawa Seolhyun, Nayeon dan Hayoung.

Langkah kaki Seulgi begitu cepat menuju sebuah ruangan keramat tempat Taeyong berada. Tanpa mengetuk pintu, gadis ini membuka pintu ruangan tersebut begitu saja.

BRAKKK…

Orang-orang yang ada didalam ruangan tersebut tampak kaget. Terutama Taeyong yang tengah asik bermain game di ponselnya. Lelaki ini menatap Seulgi tajam yang tengah melangkah menuju tempatnya duduk saat ini.

Plaakkk…

Sebuah tamparan pun mendarat dengan indah di pipi kanan Taeyong. Lelaki ini hanya bisa memegangi pipinya yang memerah karena tamparan dari Seulgi itu. Melihat kejadian langka itu, Taehyung, Hanbin, Jimin dan Youngjae hanya bisa terdiam seraya membelalakkan mata mereka.

“Gadis ini benar-benar luar biasa!” Bisik Jimin pada Hanbin.

“Kau benar! Dia patut disebut Wonder Woman!” Balas Hanbin ikut berbisik.

Taeyong masih memandang Seulgi tajam. Begitu pula sebaliknya. Entah berapa lama mereka saling memandang tajam satu sama lain. Hal itu membuat Taehyung khawatir akan amarah Taeyong yang jika sudah membludak bisa menghancurkan apa saja yang ada dihadapannya.

“Mengapa kau menamparku?” Tanya Taeyong dengan tatapannya yang mematikan.

“Kau tak menepati janjimu!” Jawab Seulgi dengan tatapan yang tak kalah mematikan.

“Janji apa?” Tanya Taeyong tak mengerti.

“Jangan berpura-pura! Aku tahu kau sudah melakukannya!” Balas Seulgi masih dengan tatapannya yang mematikan itu.

“Apa maksud….”

Plaakk…

Sebuah tamparan pun mendarat kembali dipipi Taeyong sebelum ia menyelesaikan ucapannya. Kali ini pipi kiri yang mendapatkan jatah.

“Dasar pembohong!” Ucap Seulgi lalu melangkah pergi meninggalkan tempat keramat tersebut. Taeyong masih terdiam ditempatnya seraya memandang punggung Seulgi yang semakin menjauh. Taeyong masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Ia benar-benar tak mengerti maksud Seulgi. Ia bahkan hari ini hanya terdiam diruangan itu untuk sekedar mengistirahatkan tubuhnya karena masih terasa sakit akibat kecelakaan yang di alaminya tadi malam.

Taehyung segera menghampiri Taeyong yang masih tampak bingung itu.

“Kau tak apa?” Tanya Taehyung. Namun, Taeyong tak ingin buka suara. Lelaki ini lantas melangkah keluar ruangan tersebut dengan cara berjalan yang sedikit pincang.

“Apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya Jimin pada Taehyung.

“Entahlah!” Jawab Taehyung seraya mengangkat kedua bahunya.

Taeyong melangkah melewati koridor-koridor kampus. Dari kejauhan ia bisa melihat beberapa lembar kertas dihalaman kampus yang berceceran. Ia segera melangkah menuju halaman kampus untuk melihat kertas tersebut. Baru saja Taeyong akan mengambil kertas tersebut, tiba-tiba Seolhyun datang. Gadis ini segera menghampiri Taeyong yang tampak tak baik itu.

“Taeyong, apa yang terjadi pada wajahmu? Mengapa wajahmu masih bengkak seperti ini? Ada apa dengan kakimu? Mengapa cara berjalanmu tampak aneh?” Cerocos Seolhyun yang tentu saja membuat Taeyong semakin malas untuk berbicara. Ia pun menatap Seolhyun tajam. Sontak hal itu membuat Seolhyun takut dan langsung diam. Taeyong kembali melakukan aktivitasnya untuk memungut kertas yang ada dibawahnya. Tampak wajah Seolhyun yang takut saat Taeyong tengah membaca isi kertas tersebut. Setelah membaca kertas tersebut, Taeyong pun memandang Seolhyun tajam.

“Tae… Taeyong…” Ucap Seolhyun gemetaran.

“Apakah semua ini perbuatanmu?” Tanya Taeyong dengan tatapan yang mematikan.

“Taeyong, aku… Aku…” Seolhyun mundur satu langkah karena takut akan tatapan Taeyong itu.

“APAKAH BENAR INI SEMUA PERBUATANMU?” Bentak Taeyong dengan mendekatkan wajahnya didekat wajah Seolhyun dan semakin mempertajam pandangannya pada gadis yang ada dihadapannya tersebut.

“Ma… Maafkan aku!” Ucap Seolhyun gemetaran.

“Jadi benar, kau adalah pelakunya?” Dengus Taeyong.

“Maafkan aku, Taeyong! Aku melakukan semua ini karena… Karena…” Seolhyun menggantung ucapannya.

“Karena apa?” Tanya Taeyong dengan menyipitkan matanya.

“Karena aku…”

“CUKUP!”

Tiba-tiba Taehyung datang dan memotong ucapan Seolhyun. Lelaki tampan ini pun berusaha menarik tangan Seolhyun dan membawa Seolhyun pergi agar tak menjadi korban amukan Taeyong. Namun, Seolhyun justru menolaknya. Gadis ini lebih memilih tetap berada dihadapan Taeyong sekalipun ia harus dimarahi oleh Taeyong habis-habisan.

“Lepaskan aku!” Ujar Seolhyun seraya menghempaskan tangan Taehyung.

“Seolhyun!” Ucap Taehyung tampak khawatir.

Ia pun memutuskan untuk mengakui sesuatu dihadapan Taeyong sebelum lelaki berwajah dingin ini membuat Seolhyun menangis.

“Aku yang mencuri surat itu dari lokermu!” Aku Taehyung dengan menunduk dihadapan Taeyong.

Buuukkkk…

Sebuah pukulan pun berhasil mendarat diwajah Taehyung dan membuatnya tersungkur. Tampaknya Taeyong benar-benar marah karena hal ini. Ia pun menghampiri Taehyung dan menarik kerah baju sahabatnya ini penuh kemarahan. Ia kembali mendaratkan pukulan pada wajah Taehyung lagi. Namun, Taehyung hanya terdiam tanpa melawan. Ia memang bersalah atas hal ini karena telah membantu Seolhyun. Hingga wajahnya babak belur pun, Taehyung masih diam dan pasrah pada setiap pukulan yang Taeyong berikan padanya. Hingga pada akhirnya Jimin, Hanbin dan Youngjae datang untuk melerai perkelahian ini. Jimin dan Hanbin memegangi lengan Taeyong, sedangkan Youngjae membawa Taehyung pergi dari tempat tersebut menuju ruang kesehatan. Seolhyun masih terdiam ditempatnya. Gadis ini bingung apa yang harus dilakukannya. Ia mencoba mendekati Taeyong untuk meminta maaf, namun Taeyong justru pergi tanpa berkata apapun pada gadis tersebut.

©® H.ZTao_94

Seulgi tengah menikmati makan siangnya dengan lahap. Hari ini benar-benar membuatnya lelah. Ya, lelah akan ucapan semua orang padanya di kampus. Namun, ia berusaha untuk tak mendengar ucapan-ucapan tersebut. Melihat Seulgi yang tampak seperti orang kelaparan itu membuat Dasom dan Sunyoung hanya bisa menganga heran.

“Seulgi, kurasa porsi makanmu terlalu banyak!” Ucap Dasom mengingatkan.

“Kurasa ini akan kurang!” Balas Seulgi masih sibuk melahap makanannya.

“Benar-benar luar biasa!” Tambah Sunyoung.

“Apanya yang luar biasa?” Tanya Dasom penasaran.

“Tentu saja luar biasa! Akhir-akhir ini Taeyong telah berhasil membuat Seulgi kesulitan. Dan ternyata semua pengorbanan Seulgi sia-sia. Brandalan itu tetap menggandakan surat Seulgi dan menyebarkannya dari balkon lantai tiga.” Jawab Sunyoung.

“Balkon lantai tiga? Kurasa tadi pagi aku tak melihat Taeyong disana! Aku justru melihat Seolhyun, Nayeon dan Hayoung tengah bergurau.” Ucap Dasom mengingat sesuatu.

“Ini tidak ada hubungannya dengan tiga gadis sok cantik itu! Karena yang memegang surat milik Seulgi adalah Taeyong! Lee Taeyong!” Sahut Sunyoung.

“Aku tidak peduli! Yang jelas, aku sangat membenci orang yang bernama Lee Taeyong itu! Aku membencinya!” Ucap Seulgi frustasi.

Beberapa saat kemudian, ada beberapa gadis yang menghampiri Seulgi dengan wajah yang sulit diartikan. Tampaknya para gadis itu ingin membuat perhitungan pada Seulgi karena telah berani menyukai Henry.

“Jadi kau yang bernama Kang Seulgi? Gadis yang tak tahu diri itu?” Tanya gadis yang bernama lengkap Song Jisoo itu.

Yak, jaga ucapanmu!” Balas Dasom yang tampak kesal.

“Aku hanya berbicara dengan Kang Seulgi, bukan kau!” Balas Jisoo dengan menatap Dasom tajam.

“Kau tahu siapa Henry? Semua orang tahu bahwa selama ini aku dan Henry memiliki hubungan khusus! Tapi mengapa kau berani membuat surat cinta dan menyatakan cintamu pada Henry? Kau juga dengan sengaja menggandakan surat cintamu agar semua orang tahu bahwa kau menyukai Henry? Kau tahu, kau terlihat seperti seorang gadis yang tak memiliki harga diri! Ya, tak memiliki har-ga di-ri!” Cerocos Jisoo yang langsung mendapatkan sebuah tamparan dari Seulgi.

Plaakkk…

“Sudah selesai berbicara?” Tanya Seulgi dengan memandang gadis yang ada dihadapannya tajam.

“Kau…. Berani sekali kau menamparku! Rasakan ini!” Balas Jisoo dengan menjambak rambut Seulgi. Suasana di kafetaria pun menjadi gaduh karena pertengkaran Seulgi dan Jisoo itu. Beberapa saat kemudian, Dosen Shin datang untuk melerai pertengkaran tersebut. Tampak wajah Dosen Shin yang tengah kesal karena mahasiswinya itu melakukan hal bodoh layaknya anak kecil.

“BERHENTI!” Teriak Dosen Shin.

Mendengar teriakan Dosen killer itu, Seulgi dan Jisoo segera menghentikan aktivitas mereka. Dengan tatapan tajam, Dosen Shin pun menggiring dua mahasiswinya itu untuk ke ruangannya dan menerima hukuman.

©® H.ZTao_94

Sore yang sedikit mendung. Seulgi dan Jisoo masih menjalani hukuman mereka, yaitu membersihkan lantai satu hingga lantai empat. Suasana sore itu cukup sepi. Tubuh Seulgi terasa sangat pegal karena hukuman konyol ini.

Tap tap tap

Terdengar langkah kaki seseorang mendekatinya. Gadis ini segera membalikkan tubuhnya. Terlihat seorang lelaki tampan nan putih berdiri dibelakangnya. Lelaki dengan biola ditangannya.

“Henry…” Bisik Seulgi dengan terperangah kaget. Lelaki ini melangkahkan kakinya mendekati gadis yang ada dihadapannya itu. Sontak hal itu membuat Seulgi takut dan hanya bisa mundur. Seulgi terus mundur Hingga punggungnya menempel pada tembok.

“Ya Tuhan, apa yang akan dilakukannya padaku?” Batin Seulgi seraya memejamkan matanya saat melihat Henry semakin dekat dengannya. Bahkan saat ini, jarak wajah mereka hanya beberapa inchi saja.

“Kau bilang dalam surat itu bahwa, kau mencintaiku?” Tanya Henry seraya mendesah tepat dihadapan wajah Seulgi. Kini ujung hidung dua anak manusia ini saling bersentuhan.

“Jawab aku!” Ujar Henry dengan suaranya yang cukup menggoda ditelinga Seulgi.

“I… Iya… Aku… Aku mencintaimu!” Ucap Seulgi dengan terbata-bata.

Aish, mengapa ia bisa tertidur disini?” Tanya Dasom pada Sunyong seraya memandang Seulgi yang tengah tertidur pulas itu.

“Dia benar-benar juara dalam hal tidur ditempat sembarangan!” Tambah Sunyoung dengan terkekeh.

“Seulgi! Seulgi!” Panggil Dasom dengan menepuk-nepuk pipi sahabatnya itu.

Perlahan mata Seulgi terbuka. Ia sangat kaget saat melihat Dasom dan Sunyong berada dihadapannya saat ini.

Aish, kalian membuatku kaget!” Ucap Seulgi.

“Kau lebih membuat kami kaget! Mengapa tidur ditempat seperti ini? Bagaimana jika ada yang melihatmu? Kau benar-benar tak bisa mengendalikan rasa ngantukmu!” Balas Dasom.

“Kau memang hebat! Hebat dalam hal tidur!” Sela Sunyoung.

“Ayo kita pulang! Ini sudah sangat sore!” Ajak Dasom.

“Tunggu! Aku harus mengembalikan semua ini terlebih dahulu!” Ujar Seulgi seraya berlari. Dalam perjalanan mengembalikan alat kebersihannya, seorang lelaki mencegat Seulgi. Lelaki berwajah dingin itu menatap Seulgi tajam. Seulgi pun tak kalah menatap lelaki yang bermarga Lee itu tajam.

“Kita sudah tidak memiliki urusan lagi!” Ujar Seulgi seraya melangkah melewati lelaki tersebut. Namun, Taeyong menghentikan langkah Seulgi dengan memegang lengan Seulgi. Seulgi berusaha untuk menghempaskan tangan Taeyong, namun kekuatan tangan Taeyong terlalu kuat untuk dihempaskannya begitu saja.

Yak, lepaskan aku!” Titah Seulgi seraya menatap Taeyong tajam. Tak ada balasan kata apapun dari lelaki berwajah dingin ini. Ia hanya menatap Seulgi tajam seolah-olah memohon pada gadis tersebut untuk mendengarkan semua penjelasannya.

YAK, KUBILANG LEPASKAN!” Teriak Seulgi mulai kesal. Taeyong masih diam dan menggenggam erat tangan gadis tersebut.

“Lepaskan tangan Seulgi!”

Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang datang. Seulgi dan Taeyong pun menoleh ke arah dimana suara itu berasal.

“Kau…” Bisik Seulgi.

TO BE CONTINUED

Advertisements

One thought on “[NCTFFI Freelance] My Only Girl (Chapter 6)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s