[Daydream Scenario] Your…

lipp

Your…

Based on prompt Red Lipstick –Jeno

Jeno feat Rien

AU, Romance || Ficlet, T

SantiiAng storyline

–Ketahuilah, itu panas. –

***

Bukan maksud Jeno menyinggung dirinya. Namun, ia terlalu terganggu. Matanya tidak bisa lepas darinya. Otaknya sudah berusaha agar tidak berpikiran yang tidak-tidak. Jika sampai Rien tahu, yang ada malam ini ia akan menginap di rumah sakit atau mungkin di bahu jalan.

Perlahan tangannya bergerak menuju bahu Rien. Rencananya sih mau menegur dengan lembut. Tapi, hatinya seakan menolak. Tangannya bergetar, bibirnya ia gigiti. “Bagaiamana ini?” gumamnya dalam hati.

Tinggal beberapa senti tangannya sampai di tempat tujuan. Namun, Rien berbalik arah dan terjadilah kontak kulit antara tangan Jeno dengan ‘benda’ yang menganggunya dari tadi.

Rien menepis tangan Jeno dengan kasar. ia memberikan tatapan kematian miliknya dan melipat tangan di depan dada. “Ada apa, hah?”

Jeno segera menggeleng dan beranjak dari tempatnya sekarang. Ia menelan ludah dengan susah payah dan tangannya kembali bergetar hebat saat Rien menarik dirinya. Rien memiringkan kepalanya sebagai tanda meminta penjelasan pada Jeno.

“Aku, hanya. Hmm. Apa ya?” Rien menautkan kedua alisnya dan sedikit memajukan bibir tipisnya. “Hentikan aku mohon!” Jeno merengek layaknya anak kecil berumur lima. Ia terus menggelengkan kepalanya sedangkan Rien semakin menautkan alisnya.

“Aku tidak suka ditatap seperti itu, maaf. Aku tidak sengaja menusuk matamu.” Lanjutnya, Jeno menjatuhkan bokongnya dengan keras. Siswa lain yang melihat itu hanya tersenyum. Mereka tahu, Jeno tidak pintar berbohong.

***

Red Lipstick itu: menggoda, memberikan wanita cap “killer smile”, dan Jeno mencintai lipstik merah pun tidak lupa dengan pemiliknya.

Advertisements

3 thoughts on “[Daydream Scenario] Your…

  1. Ada beberapa kesalahan redaksional yang mau aku koreksi di sini.
    1. “Otaknya sudah berusaha agar tidak berpikiran yang tidak-tidak.” Pengulangan kata “tidak” sebanyak tiga kali di sini membuat kalimat ini jadi nggak efektif. Next time ketika menulis, mungkin kamu bisa mengubah kalimatnya menjadi,”Otaknya sudah berusaha agar tidak berpikiran macam-macam.” atau yang lainnya.
    2. “Bagaiamana” seharusnya “bagaimana”.
    3. “ia memberikan tatapan kematian miliknya dan melipat tangan di depan dada.” Sebuah kalimat seharusnya diawali dengan huruf kapital di kata pertamanya.
    4. Penggunaan “Jeno” dan “Rien” yang terlalu sering lambat laun akan membuat pembaca bosan, terlebih dalam fiksi yang jauh lebih panjang dari yang kamu tulis. Kedua kata ganti orang tersebut bisa kamu ganti dengan kata lain, misalnya: “gadis itu”, “remaja laki-laki tersebut”, “Si Jangkung”, “bocah bermata bulat itu”, dll.
    Well, aku memang bukan seseorang yang sudah pro EYD dan jago dalam dunia menulis. Tujuanku mengoreksi tulisan kamu semata karena aku ingin membantu agar tulisanmu menjadi jauh lebih rapi dan disukai banyak pembaca ke depannya. One day, if you read my writings, aku nggak keberatan kalau kamu ngasih masukan buatku, kok. Overall, this one is quite nice. “…dan Jeno mencintai lipstik merah pun tidak lupa dengan pemiliknya.” Entah kenapa kalimat itu manis sekali, hahaha…
    Terus menulis dan keep up the good work, ya ^^

    Liked by 1 person

    • Pas buka ini langsung terkejut😅😅😅 hehehe. Wah makasih kak kritik dan sarannya, anw poin yg ketiga itu sungguh aku nggak teliti pas review ulang 😂😂😂. Makasih banyaaaakkk 🙏🙏🙏

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s