[NCTFFI Freelance] Change Your Life (Oneshot)

1474651697069

Cast:

Huang Renjun as Huang Renjun

Dahyun           as Huang Dahyun

Jungshin          as Huang Jungshin

OP                   as Sae Ra (casting managera)

Member NCT

Genre: Family, hurt-comfort

Rating: General

Lenght: OneShot

Huang Junghin

Hidup terlalu singkat jika hanya kita gunakan untuk hal-hal biasa saja. Hidup juga terlalu singkat jika kita terus mempertahankan ego kita. Ah ya hidup juga terlalu singkat jika kita gunakan untuk belajar saja bukan? Belajar memang penting, tapi melihat dunia dan menyadari bahwa kita hidup diantara jutaan orang juga penting. Untuk apa hidup jika kita terus belajar dan belajar tapi tidak tahu apa mimpi kita? Dan itulah gambaran dari adik laki-lakiku. Huang Renjun.

Mwohae?” tanyaku tatkala melihat Renjun terus duduk di meja belajarnya.

“Ah tidak usah dijawab, aku sudah tahu jawabannya. Kau sedang baca buku” tatkala Renjun hampir menjawab pertanyaanku lalu dia menarik nafas dalam-dalam dan kembali membaca bukunya.

“Ya! Untuk apa kamu belajar, kelulusan SMAmu tinggal beberapa hari lagi. Kamu juga tidak diizinkan kuliah dulu tahun ini oleh ayah” kesalku. Tentu aku kesal, sebagai seorang kakak yang memiliki perbedaan 9 tahun denganya, tahun ini aku menginjak 22 tahun dan ini adalah tahun ke-4 ku kuliah kedokteran yang artinya baru tahun ini aku lulus, sedangkan adikku Renjun dia yang artinya masih 14 tahun dan tahun ini dia lulus SMA. Dia pasti sudah gila!. Bukan berarti aku iri dengannya hanya saja dia cukup menyedihkan. Ya menyedihkan, disaat oranglain diumurnya masih kelas 2 SMP dan menikmati masa awal-awal remaja mereka, sedangkan Renjun.. bisa kalian bayangkan.

Dia memang memiliki sifat keras kepala akut. Di umurnya yang masih 14 tahun dia sudah mengalami banyak hal menyedihkan, dalam hal ini bukan hanya dia saja yang mengalaminya, tapi kita semua mengalaminya. Kita harus kehilangan ibu kita 1 tahun lalu karena kecelakaan, Renjun dan Dahyun juga mengalaminya, ngomong-ngomong Dahyun adalah kembaran Renjun. Selain kita harus kehilangan ibu kita, Renjun dan Dahyun juga mendapat luka yang parah kala itu. Renjun tidak sadarkan diri selama 42 hari akibat pendarahan di otaknya yang mengharuskan dia mendapatkan operasi bedah syaraf kala itu. Sedangkan Dahyun tidak sadarkan diri selama 10 hari, tapi sampai sekarang dia memiliki trauma akan kecelakaan itu. Itulah sebabnya aku semakin memperhatikan mereka sejak saat itu, aku menyadari bahwa mereka sangat berharga bagiku. Kenyataan akan kejadian itupun sempat membuatku mendapatkan waktu yang sulit dan berencana mengundur kelulusanku saat itu, tapi akhirnya mungkin karena aku terlalu pintar aku bisa menyelesaikannya tepat waktu. Begitupun dengan Ayah, dia mendapatkan waktu yang sulit karena harus ditinggalkan istrinya dan juga kedua anaknya dalam keadaan sekarat. Namun aku bisa melihat bahwa semangat ayah untuk bangkit memang luar biasa.

“Bip Bip” by the way… “Ya! Appa wasseo, Appa waseo. Ya! Bukumu, balli sembunyikan, chugeosippeo?” teriak Dahyun sambil menyikat giginya dan tiba-tiba muncul entah darimana.

Ya! Renjun-ah balli sembunyikan” teriak Dahyun lagi.

“Dahyun-ah bersihkan dulu melutmu itu. Aihh ddorowo!” jawab Renjun lalu menyembunyikan buku yang barusan dia baca kedalam lemari dan menguncinya. Mereka berdua memang lucu bukan, mereka juga sama-sama gila bukan?

“aiih.. hyunggg kenapa kamu tidur di kasurku?. Saat hyung ada dirumah kerjaanmu hanya mengoceh dan tidur saja. Dokter macam apa yang seperti itu?” ocehnya, ya tentu karena aku lelah makanya aku tertidur.

Sebentar. Kalian harus tahu bahwa pemeran utama disini Renjun, bukan aku. Jangan salah paham. Byongg!

~

Huang Dahyun Side

aigoo.. geu oppadeul micheoseo” ocehku. Mereka berdua memang gila bukan? Tunggu jangan-jangan kalian juga mengira aku gila? Omo!! Aku bukan gila aku hanya sedikit sesuatu semacam itulah, mungkin efek pubertas. Ngomong apa coba aku ini? Terserah kalianlah kalau kalian mau pikir aku gila juga tidak masalah.

Aku membersihkan gigiku terlebih dahulu lalu menyambut ayah yang nampak uhh “appa! Penampilan appa hari ini sedikitt.. umm berantakan? Wae appa? Pekerjaan hari ini pasti melelahkan”

“umm.. appa sangat lelah. Appa akan istirahat, Dahyun-ah kamu juga istirahatlah, ini sudah malam” jawabnya lelah.

aniya, malam ini EXO oppadeul akan tampil di acara musik” lantas aku mendapatkan remote dan menyalakan TV.

ne.. ne.. jangan terlalu malam, ingat besok sekolah”

“Ye.. abeoji

~

Hari ini aku kesiangan lagi, seperti biasa EXO oppadeul pasti muncul di akhir acara dan itu sudah lebih dari jam 12 malam, dengan cepat aku memakai seragamku menyiapkan tas dan lari menuju meja makan. Di meja makan hanya ada Jungshin oppa yang sepertinya siap untuk pergi.

appa eoddiya?” tanyaku, tidak biasanya dia meninggalkan sarapan.

“Dahyun-ah.. hari ini kamu berangkan dengan Jungshin oppa dulu” tiba-tiba appa muncul dari belakangku dengan wajah serius dan seperti siap untuk memakanku.

Wae?..” tanyaku bingung. “ya! Ya! Balli kaja” ajak Jungshin oppa sambil menarik tanganku dan menyelipkan sebuah sandwich kedalam mulutku dan membuatku belepotan karena saus. Oke apa yang terjadi?

Aku dan Jungshin oppa sudah menaiki mobil dan pergi meninggalkan rumah, aku yang tidak tahu apa-apa hanya diam dengan kebingungan, sebenarnya aku tidak diam aku mengunyah sandwichku sampai habis. Ahh.. aku lupa bukankah harusnya Renjun juga ikut? “eoh? Bagaimana dengan Renjun?”.

Ya! Neo. Kenapa kamu lama sekali eoh? Dari tadi oppa nunggu kamu, dan sepertinya aku akan mati. Renjun buat masalah lagi” jawab Jungshin oppa dengan sserius dan seakan-akan mengutuk aku yang telat bangun.

Wae ddo?” tanyaku bingung dan tidak terima jika aku disalahkan karena aku telat bangun.

“dia diam-diam daftar kuliah. Kamu tahu ayah kan, dia pasti tidak akan mengizinkan kuliah tahun ini. Renjun pasti sudah gila. Ayah hanya ingin Renjun pergi bersenang-senang, umurnya masih terlalu muda, di umurnya dia seharusnya pergi ke mall atau main atau kencan”

“kalau begitu, aku juga boleh kencan? Aku juga seumuran dengan Renjun” potongku

Ya!, bukan begitu maksudnya, aiihh pokoknya Renjun terlalu muda untuk kuliah, ayah hanya ingin Renjun seperti kamu Dahyun-ah, punya banyak teman, pergi main, mengidolakan seseorang. Jadi remaja seperti yang lain. Lagian kamu mau pacaran sama siapa? Jangan bilang EXO”

ne, EXO oppa saranghae” jawabku, aigoo aku juga tidak tahu kenapa aku suka sekali dengan idol grup itu. Mereka hanya.. ya mereka hanya seperti itulah.. sulit untuk dijelaskan. Aku juga bingung dengan keadaan seperti ini, Renjun dan aku adalah kembaran tapi kita benar-benar berbeda, antusiasnya terhadap belajar memang luar biasa, bagaimana bisa dia 4 kali ikut program akselerasi? Walaupun aku juga pernah ikut program akselerasi selama 2 tahun, tapi apakah 4 tahun tidak terlalu banyak?. Sebagai remaja kita seharusnya lebih menikmati masa muda ini bukan? Dan apa susahnya dia tunggu 2 tahun untuk kuliah? Dan tunggu..

“dia daftar jurusan apa?” tanyaku penasaran

molla, sebenarnya dia mau kuliah jurusan apa. Yang aku dengar kalau dia diterima jurusan kedokteran, guru fisika, administrasi, ekonomi dan itu semua kampus yang berbeda. Oppa hanya tidak mengerti apa yang diinginkan Renjun. Dia umm dia seperti tidak tahu apa tujuannnya. Oppa pernah tanya dia, kenapa dia mau cepat-cepat kuliah dan dia juga bingung. Lalu saat oppa tanya jurusan apa yang mau dia ambil, dia juga bilang tidak tahu”. Dengar! Renjun bahkan lebih gila dibanding aku.

Kalau aku perhatikan, Renjun terkadang bersikap seperti remaja sama halnya aku karena kita kembar, disaat waktu luang kita sering nonton bareng dirumah, dia juga tertawa seperti biasa, bahkan aku, renjun dan Jungshin oppa sering pergi kemping, pergi ke taman bermain dan main ke banyak tempat. Tapi dia hanya begitu dengan kita berdua, tidak dengan oranglain. Dia sedikit sulit untuk bersosialisasi. Yang aku lihat selama ini adalah, dia tidak akan berbicara dengan orang itu sebelum orang itu menyapanya terlebih dahulu. Lalu, program akselerasi yang dia ambil selama ini membuat dia hanya memiliki teman sekelas yang lebih tua dibanding umur Renjun sendiri dan aku pernah bertanya pada eonni yang sekelas dengan Renjun, kalau teman-teman sekelasnya merasa Renjun berbeda dengan yang lain dan mereka tidak mau berteman dengannya karena dia terlalu muda. Oleh karena itu, berhubung aku sudah kelas 1 SMA aku tidak berencana mengambil program akselerasi kedepannya.

“Dahyun-ah.. kalau kau ada waktu telfon dia dan tanya apa dia baik-baik saja. Oppa merasa kasian padanya. Auuhh bulsanghae uri Renjun-i

~

“Moomin-ah.. eoddiya?” tanyaku pada satu-satunya belahan jiwa, please jangan salah paham maksudnya kembaranku, kalian harus tahu kalau kembaranku ini sangat suka moomin, itu tuh cartoon animasi asal finlandia yang putih putih itu.

“aku dirumah, wae?” jawabnya tenang, dari suaranya aku yakin dia pasti baik-baik saja bukan.

Ya, otthaeNeo gwaenchana?”

“eum..”

“moomin-ah.. dompetku ketinggalan dikamar, aku membeli ramyun di minimarket dekat sekolah dan belum membayarnya. Jadi tolong aku, ne?”

“Ya! Kau ini bikin susah saja!” teriaknya.

            Dia pasti akan datang, pasti. Tunggu saja, dia itu orangnya tidak tegaan. Jika dipersentasikan 50% dia itu good boy, dia perhatian pada orang yang dia kenal, suka membantu, suka kebersihan, dan adorable. 40 % keras kepala, dingin, jutek. Dan 10% alien.

~

Sae Ra Side (casting manager)

“Ah.. gue bakalan gila jadinya. Seoul itu luas! Dan arggghhh kenapa harus gue yang mencari orang untuk dicasting dan audisi? Arggghhh.. ini sudah sore, kenapa kagak dari tadi siang saja mulai castingnya. Aiihh, terkutuk kau sekretaris sialan!. Anni Sooman Sajang-nim menyuruh melewati sekretaris untuk mencari traine-traine baru. Dan kriteria yang taulah, kriteria ala SM Entertainment. Muda, penampilan oke, talent oke, cerdas mungkin. Dan mencari orang seperti itu susah. Oh Damn!. Ahhh na molla, pertama gue lapar, ramyeon mokgosippeo”

            Oke, perkenalkan nama gue Sae Ra. Aku kerja sebagai manager rookie di salah satu perusahaan musik top 3 di Korea, siapa yang tidak tahu dengan SM Entertainment? Kerja disini, melihat artis-artis lewat di perusahaan membuat selera pada laki-laki gue sedikit tinggi, itulah kenapa gue kagak nikah-nikah. Lupakan soal itu. Hari ini, tepatnya sore ini gue dapat utusan untuk mengcasting traine baru di jalanan. Sebenarnya gampang, talent urusan belakang karena kerjaan gue hari ini hanya mengajak calon-calon traine baru yang belom juga gue dapatkan untuk mengikuti audisi, jadi yang gue perlukan hari ini hanya mencari seseorang dengan tampang good looking, dan berkarisma. Gampang bukan?. Tapi ingat, setelah kerja di perusahaan ini gue sadar bahwa orang dengan good looking dan berkarisma itu jarang, selera gue sedikit naik level.

            Berhubung perut gue lapar, mending gue makan dulu, kali aja ketemu calon traine di minimarket. “dan gue rasa gue gabakalan ketemu calon traine di minimarket. Minimarketnya sepi!” gue hanya liat kasir dan seorang murid SMA Duduk sendirian di kursi minimarket sambil makan ramyeon.

            Setelah selesai membayar dan menyeduh?! Ramyeon gue pun duduk di sebelah murid itu.

“Yaaaa.. Renjun-ahh.. kenapa lama sekali” gerutu murid itu, dia ngomong sendiri. Mungkin dia lagi nungguin pacarnya. Aihh murid jaman sekarang kecil-kecil udah kenal yang namanya cinta-cintaan. Lah gue? Udah umur 23 tahun kagak juga ketemu jodoh. Bodo ah! Dasar bocah.

            Gue pun meneruskan santapan sore gue dengan khidmat, siapa yang tau Ramyeon jadi begini enak dikala tugas yang melelahkan ini. Melelahkan? Gue nya aja kali ye yang ribet.

“uhukk” njirr.. gue keselek, suddenly mata gue tertuju pada seseorang yang barusan lewat depan gue. lo tau kan maksud gue, kalian pasti tau kalau disaat gue makan ramyeon di dalem minimaket, depan gue pasti kaca yang langsung ngadep luar? Korban drama lu!. Ya.. seorang bocah itu lewat depan gue dan seketika serasa ada lagu Bye-Bye Sea judulnya The Stralight is Falling tepat pada lirik “Byeol bitchi naerinda syalalalalalala” berterbangan diudara dan juga tambahan CG yang buat dia bersinar-sinar gitu, oke gue juga korban drama.

            Bocah laki-laki itupun masuk kedalam minimarket, dan langsung pergi ke kasir. Pertama yang harus gue lakuin adalah memperhatikan gerak-gerik dia dulu, dari penampilan oke, cute, mukanya kecil, dia sedikit pendek gak masalahlah mungkin dia masih anak SD-an, dan wait dia pake kartu kredit yang cuma dipake orang berada, oke dia kayanya anak seroang chaebol. Dan omo omo, dia mendatangi gue, suddenly jantung gue berdegung kencan, lah? Kenapa gue yang baper?. “Profesional! Profesional!” inget gue dalem hati, ini demi kerjaan.

            Dan dia ternyata tidak mendatangi gue, melainkan perempuan yang disebelah gue. oke? Jadi dia pacarnya?. Dan wait lagi, mereka pake sweater couple? Dugaan gue semakin kuat. Duh nih bocah perempuan pacarnya bocah SD, duni makin ngaco seketika.

Ya!, kenapa kamu harus pake sweater itu!. Aiihh jangpihae. Kamu yang buka!” omel sang bocah laki-laki.

wae? Kita kan kembar?” jawab sang perempuan, disitu gue langsung buang nafas. Dia bukan pacarnya gengs gengss.. dia kembarannya. Oke, kenapa gue seneng? Lagian dia terlalu muda buat gue, gila kembaran gengs, berarti berhubung sang bocah perempuan pake seragam SMA, berarti nih bocah laki-laki juga udah SMA dong? Fuck! His face to look young! Babyface kalii. disitu gue yakin untuk mengcastingnya. Tapi gue harus cari kesempatan untuk mengajaknya audisi. BTW sorry gue rempong, tapi gue berani taruhan kalau 100% bukan gue pemeran utamanya, tapi bocah laki-laki itu.

Ya!, Neo Oppa janha! Jadi kamu yang buka”, mereka mulai debat untuk siapa yang harus buka itu sweater, gue bertaruh kalau si perempuan bakalan kalah dan buka tuh sweater.

“yah..” gerutu gue dalam hati, akhirnya si laki-laki yang buka. Lagian gue taruhan sama siapa?. Dari sikap, good lah.. dia ngalah sama adenya.

            Dari umur, paling mereka 16 tahunan atau 17 karena mereka masih SMA. Tapi kenapa wajah laki-laki itu imut banget omaygat. Setelah mereka berdebat merekapun beranjak pergi dan membeli ice cream lalu meninggalkan minimarket, gue gabisa duduk ajalah, gue pun pergi ngikutin mereka.

Pimm pimmm

Sreeettttt

Brakkk

“aaaa” suara laki-laki

“aaaaa” suara perempuan

“aaaaa” suara bapa-bapa

“aaaaa” suara anak-anak. Suara bermacam-macam orang dalam berteriak berbeda-beda. Tiba-tiba tepat didepan minimarket terjadi sebuah tabrakan mobil. Untuk saat ini doang gue ga peduli, gue takut kehilangan jejak laki-laki yang siapa tadi namanya gue lupa entah enjun, entah injun, entah jujun.

Disaat itu gue liat scene drama, laki-laki itu membalikan tubuh sang adik agar tidak melihat kecelakaan itu, sedangkan sang adik dengan mukanya yang kaget menjatuhkan ice creamnya lalu berjongkok dan seperti ketakutan, sang kakak lalu mengajaknya bangun dan pergi dari tempat itu, seorang perempuan yang sedang mengutuk dirinya sendiri karena kagak nikah-nikah mengikuti mereka dan itu gue. dramatis banget sih gue, kayanya gue cocok jadi penulis skenario drama.

gwaenchana gwaenchana gwaenchana, kamu tidak lihat apa-apa” laki-laki itu mencoba menenagkan adiknya, sedangkan adiknya berjongkok dan tangannya bergetar, dia histeris dan ketakutan. Disitu gue gabisa diem aja, sifat dermawati gue muncul, gak mungkin dermawan kan? Gue kan perempuan. Gue menghampiri perempuan itu dan memegang tanganya yang gemetaran. “gwaenchana gwaenhana” kata gue mencoba untuk menenangkannya juga.

            “ada apa? Kenapa dia?” tanya gue pada laki-laki itu.

            “trauma dia kambuh karena lihat kecelakaan tadi”

            Dari situ ceritanya panjang, yang jelas gue mencoba untuk terus menenagkan itu perempuan dan memberinya minum, lalu setelah perempuan itu tenang gue inisiatif untuk mengantar mereka pulang kerumahnya, dan disitulah gue kasih kartu nama gue, meminta dia untuk ikut audisi minggu depan dan gue kasih nomor telepon gue, gue bilang hubungin dia harus ngehubungin gue untuk ikut atau kagak untuk audisinya.

            Gue anter mereka sampe depan rumahnya, dan gila rumahnya gede gengss.

kamsahamnida noona” ucap Renjun, akhirnya gue tau namanya setelah kenalan tadi di mobil.

“jangan lupa, hubungi noona secepatnya. Kesempatan ini tidak datang dua kali” jawabku yang hanya mendapat respon senyuman darinya.

~

Author’s Side

Suasana dorm sangat kacau kali ini, coba bayangkan 15 orang tinggal di dalam 1 dorm. ke 15 traine ini tinggal dalam 1 dorm, walaupun biasanya traine yang rumahnya tidak begitu jauh lebih memilih pulang kerumah masing-masing dibanding tinggal di dorm, karena penghuni dorm ini kebanyakan alien antah berantah. Mereka adalah Taeil, Taeyoung, Yuta, Doyoung, Ten, Jaehyun, Winwin, Mark, Donghyuk, Jaemin, Jeno, Jisung, Hansol, Johnny dan Kun. Banyak bukan?. Yang hari ini ada di dorm adalah Taeil, Taeyong, Doyoung, Jaehyun, Donghyuk, Jaemin, Jeno, dan Johnny. Sisanya sedang pulang kampung ke negaranya masing-masing ataupun tinggal di rumah masing-masing dan menjadikan dorm tempat nongkrong aja.

Ke 8 traine ini sibuk masing-masing, ada yang sedang menonton TV, masak, tidur. Berhubung hari ini weekend, mereka tidak ada jadwal latihan, jadi ini adalah hari bermalas-malasan, apalagi sekarang sedang pertengahan musim dingin, cocok untuk berhibernasi. Tahun sudah berganti menjadi tahun 2015.

hyung, hyunggggg…. jaehyun hyungg!! Masakan hyung gosongg nihhh.. hyuuungg” teriak Jaemin dari dapur, dia niat ngambil gelas untuk minum dan melihat masakan Jaehyun untuk makan malam mereka gosong, dan dia hanya panik tanpa melakukan sesuatu. Tidak tidak, dia melakukan sesuatu yaitu berteriak-teriak.

“berisik lu na!” teriak Taeyong yang sedang tidur lalu terbangun gara-gara teriakan si Nana sebutan untuk Jaemin.

“berisik lu na!” teriak Taeil dan Doyoung yang kala itu sedang nyanyi-nyanyi kaga jelas di kamar mereka.

Damn, Na! Omaygat” gerutu Johnny yang kala itu sedang dugem ala america style-nya sendirian di kamar.

“matiin kompornya nape, berisik amat lu Na” oceh Donghyuk

            Tiba-tiba datanglah sang empunya masakan lantas mematikan kompornya, dan menyelamatkan masakan untuk makan malam.

“ya sorry hyung-deul.kan nana takut kebakaran,  pan bahaya” jawab Jaemin yang merasa bersalah.

“srrrrttttttttttttttttttttt” itu suara febreze yang disemprotkan taeyong. You know lahh, dia kan pecandu febreze.

“njir jae, dorm jadi bau gini gegara masakan lu” omel taeyong.

Traine-deul… semua kumpul di ruang tamu sekarang juga!!” teriak manager-hyung yang entah kapan sudah ada di dorm, teriakannya membuat semua traine itu melupakan kesibukannya masing-masing dan berkumpul diruang tamu.

            Ternyata manager-hyung mengumumkan bahwa penghuni dorm akan bertambah, artinya akan ada traine baruu yang direkrut agensi. Semua orang dalam dorm kebingungan dan berfikir, sebenarnya grup yang akan didebutkan akan memiliki berapa member? Kenapa trainenya seabreuk gini. Karena diperkirakan agensi akan mendebutkan grup laki-laki tahun depan, mungkin saja beberapa traine harus menunggu lebih lama untuk debut bersama grup selanjutnya yang artinya akan ada persaingan ketat diantara para traine untuk debut tahun depan.

sajang-nim bilang kalau kita perlu buat dia nyaman terlebih dahulu, hyung denger-denger dia ini sulit untuk bersosialisasi. Jadi, kalian harus memperhatikan dia dengan baik” kata manager-hyung menasihati para traine lain.

“sebentar lagi dia akan datang” susulnya

“dia tidak hyung jemput?” tanya jaehyun

“eungg, dia datang sendiri karena ada perlu katanya”

5 menit kemudian

Ding dongg… suara bel pintu berbunyi dan manager-hyung yang membukakan pintu untuk mempersilahkan traine baru itu masuk. Semua member masih berkumpul di ruang tamu dan meratapi masakah jaehyun yang gosong.

annyeonghaseyo” suara kecil dan malu-malu keluar dari seorang bocah kecil dan pendek itu yang nampak gugup karena diperhatikan para traine lain.

eoohh annyeongggg” semua member menyapa balik dengan suara layaknya hyung-hyung yang menyambut adiknya, bahkan jisung pun menatapnya seperti seorang hyung menatap adiknya. Mereka yakin kalau traine ini bahkan lebih muda dibanding jisung karena badanya sangat mungil dan terlihat lucu juga polos.

“Huang Renjun imnida” bocah itu memperkenalkan dirinya.

“apa kamu traine dari China?” tanya taeyong yang kala itu semua trainepun berfikiran sama.

“ne, saya berkewarganegaraan China tapi ibu saya orang korea, dan kami sekeluarga lebih lama tinggal di Korea karena Ayah saya kerja di Korea. Kami sekeluarga juga sudah mengajukan untuk menjadi warganegara Korea, tapi belum ada respon” jelasnya, semua member hanya ber O ria.

“Renjun-ah, mana kertas profil kamu? Biar kita lihat untuk tau informasi tentang kamu” tanya manager-hyung. Setiap traine pasti punya kertas profil itu, isinya segala informasi tentang riwayat hidup.

            Renjunpun mengeluarkan kertas itu dari tas gendongnya, hari ini dia tidak membawa banyak barang bawaan, hanya sebuah koper besar dan tas yang dia gendong. Semua orang berfikiran sama, Renjun ini seorang chaebol, karena terlihat baju, jaket, tas dan jam tanganya bukan barang murah. Renjun menyerahkan kertas itu kepada manager-hyung yang kemudian diserahkan pada Taeil untuk membacakannya.

“Nama Huang Renjun, lahir di Jilin China tanggal 23 Maret tahun 2000”

Ne???!!!” semua orang bershock ria, karena mereka kira dia bahkan lebih muda dibanding Jisung. Jisung yang menyapanya dengan bahasa informalpun merasa bersalah.

Annyeonghaseyo hyung” dia menngulang salamnya.

“Umur 15 tahun, anak ke 2 dari 3 bersaudara, memiliki 1 hyung yang bekerja sebagai dokter dan 1 adik perempuan kembar yang masih kelas 1 SMA”

Ne??!!” kembali bershock ria karena Jaemin, Jeno dan Donghyuk yang memiliki umur samapun belum lulus SMP, mereka berpikir karena kembaranya pun sudah kelas 1 SMA yang pasti mereka juga mengir kalau Renjun sudah kelas 1 SMA.

“Uwaaahhh.. kalian pasti akan lebih kaget” susul Taeil yang siap untuk membacakan informasi selanjutnya.

wae, wae hyung?” seru para traine.

“Renjun-ahh… kamu ini makhluk apa? Dia ini sudah lulus SMA tahun kemarin” Taeil hanya tertawa takjub. Disusul dengan para member yang merasa tidak percaya, bahkan manager-hyung pun hanya ber O ria.

Seriously?” tanya Johnny seakang tidak percaya dan ingin memastikannya langsung.

“Ne, saya sudah lulus SMA tahun kemarin”

“Uwaaahhh daebak, maldo andwae” respon para traine.

next, next, next” pinta Jaehyun yang merasa tercurangin karena bahkan dia baru akan lulus SMA tahun depan.

ani, mian renjun-ah. Kamu sudah tidak memiliki ibu?” tiba-tiba suasana dorm menjadi canggung dan sepi.

Ne, ibu saya meninggal awal tahun kemarin” jawabnya singkat.

next” pinta Doyoung.

“Yaaa.. dia ini anak yang luar biasa. IQnya 160, menguasai bahasa Korea, China, Inggris. Huahh Renjun-ah..  neo jangnan aniya” seru Taeil dan semua traine beserta manager-hyung berdecak kagum tak percaya.

“Renjun-ah, kamu bisa kan ajarkan aku materi-materi sekolah?” goda Jaehyun.

Ya Hyung, kamu sudah cukup pintar. Bagaimana dengan nasib aku, Jaemin dan Jeno?. Aniya aniya Renjun, kamu harus jadi guru kita bertiga. Jaehyun hyung sudah terlalu pintar, IQ dia juga tinggi” kesal Donghyuk.

“Hehehe ne” jawab Renjun disusul oleh senyum yang memperlihatkan snaggletooth-nya. Dia sudah merasa sedikit nyaman dengan sambutan hangat para traine.

            Waktupun berlalu dan berlalu, Renjun sudah bisa berteman baik dengan para traine, dia juga merasakan bahwa memiliki banyak teman lebih baik, dia menyadari juga kalau saat ini adalah saat yang luar biasa bagi hidupnya, memiliki banyak teman, mencintai musik, menjadi seorang yang berguna bagi traine lain karena kepintarannya. Renjun yang sekarang adalah renjun yang bukan kutu buku lagi, mudah bergaul, sering tersenyum.

            Tahun 2016 menjadi tahun yang mengubah hidupnya, dulu dia tidak memiliki tujuan hidup, tidak memiliki sesuatu yang ingin ia capai. Tapi, sekarang dia tahu, di mencintai musik dan ingin terus berkarya dan dikenal oleh orang banyak. Ia juga menjadi member ke-6 dari sebuah unit grup SM Entertainment yaitu NCT-Dream.

Fin

            Sorry kepanjangan ceritanya, BTW dikarenakan author lagi kesem-sem banget sama si njun, jadi terinspirasi buat FF si Njun. Semua informasi yang tercantum di atas mengenai Renjun kebanyakan author yang ngarang, jadi jan salah faham ye. Oh ya, Sudut pandang disini author gak pake sudut pandang dari Renjun nya senidir, melainkan sudut pandang dari cast lain karena biar bisa lebih menggambarkan seperti apa ceritanya Renjun disini. So, karena ini FF pertama author tentang NCT, author butuh masukan ataupun kritik juga boleh. Thanks for reading ya readers. To The World! Yeogineun NCT!.

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s