[Daydream Scenario] That Girl

jij

That Girl

Storyline by jihyeonjee98

Ficlet | Hurt, Angst | G | NCT’s Jeno x A Girl

I just own the plot.

.

.

.

“Boy’s secret.”

Jeno!

Satu panggilan yang terasa tak asing merasuk dalam gendang telinga, memunculkan sekelebit memori lama yang indah namun menyakitkan. Jeno mendengarnya dengan jelas, suara melengking yang khas dan juga langkah kaki yang semakin mendekat. Namun Jeno masih tetap dalam posisinya, terdiam dengan segala memori sengaja Jeno lupakan, enggan berbalik meski dalam kalbunya masih merindu pada sosok yang tengah berlari terengah ke arahnya.

Jeno!?

Jeno hampir saja melangkahkan tungkainya, namun satu panggilan lagi terkoar kembali dari sumber yang sama, membuat pergerakan tungkai Jeno terhenti tanpa kehendaknya. Jelas, Jeno tengah berperang dengan perasaannya sendiri, memilih antara pergi atau berbalik dan bersirobok dengan gadis yang senyumnya seindah hijaunya hamparan pohon pinus.

Namun akhirnya Jeno memilih untuk berbalik, menyambut kedatangan gadis pujaannya dalam hati. Tidak ada sedikitpun senyuman pun kebahagiaan tergambar dari wajah Jeno, lelaki itu hanya terdiam, memandangi sang gadis yang saat ini tengah terengah di hadapannya.

Je-jeno, apakah itu kau?

Benar, aku Jeno.

Bagaikan dihujani oleh ribuan anak panah, tepat menembus hati yang tidak dapat didefinisikan lagi bagaimana rasa sakit yang dirasa, seketika Jeno kembali merasakan pilu yang sempat terlupakan oleh waktu. Meski segalanya hanya Jeno yang seorang diri yang tahu.

Karena Jeno mecintai gadis itu, hanya dalam diam.

Jeno sendiri mengakui, mencintai dia—gadis itu, adalah kesalahan fatal yang terus Jeno sesali hingga saat ini. Pun Jeno mengakui, dirinya pantas dilabeli sebagai lelaki pengecut yang bahkan hingga detik ini masih menyimpan sendiri perasaannya.

Ah, aku memanggilmu sedari tadi! Apa kau mengi—

Tidak.

Jelas, Jeno berbohong. Kembali menjadi lelaki pengecut yang saat ini hanya bisa melontarkan kebohongan, lantas membiarkan luka itu tumbuh kembali. Jeno tengah berusaha keras melupakan semua kenangan pahit bersama dia—gadis itu, semua kenangan yang seakan bagai tetesan air di atas daun talas, bisa terjatuh dan terlupakan tanpa meninggalkan bekas di sekitarnya. Bagi Jeno, semua hal yang dirinya lalui bersama dia—gadis itu adalah kenangan yang lebih indah dari segalanya. Sebelum semuanya menjadi berubah, gadis itu lebih memilih untuk pergi tanpa meninggalkan sepatah kata perpisahan, meninggalkan semua kenangan yang tanpa disengaja terlalu merasuk ke dalam asa, meninggalkan jutaan luka yang hanya Jeno seorang diri yang merasakan.

Maka, berbohong menjadi satu-satunya jalan keluar bagi Jeno untuk melupakan sosok sang gadis.

Gadis itu hanya bungkam. Dalam pancaran manik matanya tampak tersirat berbagai pertanyaan. Namun Jeno menepis pandangannya, memilih untuk berbalik lantas melangkahkan tungkainya. Merajut langkah demi langkah, menjauh dari sosok gadis yang dahulu dipujanya. Memilih untuk tidak menorehkan kembali luka yang sama, menghempas segala jenis kenangan yang sempat singgah menghancurkan segala pondasi kepercayaan,

.

.

.

Serta membunuh semua perasaan yang selama ini Jeno pendam.

.

.

.

Aku pengecut, yang jelas.

FIN

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s