[Daydream Scenario] Of Purple Sneakers and His Confession

of-purplesneakers-and-his-confession

of Purple Sneakers and His Confession

[NCT’s] Mark x [RV] Yeri  || comedy, fluff/? || teen || ficlet

Based on prompt: Purple Sneakers

.

“Belum selesai Mark berbicara,  sneakers ungu milik Yeri telah mendarat di wajah tampan Mark.”

.

Sekarang keadaan genting untuk Mark. Ia butuh lebih banyak suplai oksigen untuk diraup. Keringat yang besarnya sebiji jagung bergulir dari dahinya. Rasa gugupnya tak dapat ditampung lagi. Mark tidak pernah tahu bahwa menyatakan cinta pada wanita sangatlah sulit.

Pemuda Lee itu menatap lekat-lekat ‘calon’ pacarnya. Gadis bernama Kim Yeri itu tengah menekuni novel yang tebalnya seperti ibu jari. Sebenarnya tak ada yang spesial darinya, namun Mark menyukai senyumnya yang laiknya lolipop itu. Gadis itu berhasil membuat frekuensi denyut jantung Mark menjadi tidak normal. Selain itu, Yeri juga mampu –oke, cukup. Kembali kepada Mark.

 Pemuda itu menarik napasnya. Syaraf motoriknya menuntun untuk mendekati Yeri. Mark berusaha menormalkan detak jantungnya. Tinggal selangkah lagi untuk menghadap gadis pujaannya itu.

Inilah saatnya.

“Hai, Kim Yeri.”

Tak ada reaksi dari sang empunya nama. Mark Lee bukanlah tipikal orang yang gampang menyerah. Pria itu kembali menyapa Yeri,

“Halo, Yeri.”

Lagi-lagi Yeri mengabaikan eksistensi Mark. Gadis itu hanya terpaku pada novel yang tengah dibacanya. Mark mulai kesal. Tak mungkin Yeri tak mendengar, volume suaranya telah cukup besar.

“Kau ini tuli, ya?”

Ups. Sepertinya Mark salah bicara. Tapi peduli amat, toh perkataanya telah berhasil membuat Yeri memandangnya. Mark panik tatkala melihat Yeri dengan mata sembab dan tampang sangarnya.

E-eh, maaf Yeri, aku tidak bermaksud mengataimu, aku cuma mau bilang bahwa aku suka denganmu-“

BUGH!

Belum selesai Mark berbicara,  sneakers ungu milik Yeri telah mendarat di wajah tampan Mark. Pria itu nyaris terjungkal.

“KALAU MAU MENYATAKAN CINTA CARILAH WAKTU YANG TEPAT! AKU HABIS DITOLAK! JANGAN PERNAH MUNCUL DI HADAPANKU LAGI!” Sepertinya tingkat amarah Yeri telah mencapai skala sembilan per sepuluh. Nampak dari sorot matanya yang berapi-api.

Lengkungan tercipta di bibir Mark (jahat sih, tapi ia bersyukur Yeri ditolak). Kemudian tangannya meraih sneakers ungu milik Yeri dan diambilnya. Beberapa sekon kemudian, ia berlari menjauhi Yeri. Sang pemilik hanya berteriak dari belakang,

“Hei, mau kau kemanakan sepatu kesayanganku? Cepat kembalikan, dasar pencuri!”

Sorry, aku tidak bermaksud mencuri. Tapi hanya ini satu-satunya cara agar kau mau bertemu denganku lagi!”

Well, Mark Lee memang brengsek.

-fin.

Advertisements

4 thoughts on “[Daydream Scenario] Of Purple Sneakers and His Confession

  1. Halo!
    Langsung aja, ya… I’m lying if I say I don’t like this one! Diksinya ringan dan lucu, kusuka penggambaran karakter Mark maupun Yeri di sini, belum lagi modus Mark di ending, hahaha… Selain itu, penulisannya juga rapi jadi makin enak dibaca. Yha kudoakan Yeri sabar ya menghadapi that certain jerk named Mark Lee 😀
    Terus menulis, ya ^^

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s