[Daydream Scenario] The Mirror Maze

the-mirror-maze

The Mirror Maze

Huang Renjun

AU || Family || Mistery

Ficlet

A storyline by. Cho Hana

.

Amusement Park

-Tempat itu tidak menyenangkan seperti yang kau pikir-

.

.

“Tidak! Sekali ibu bilang tidak ya tidak! Huang Renjun, kau mengerti atau tidak hah?”

Teriakan itu membahana ke seluruh penjuru ruangan itu. Bocah 12 tahun itu hanya bisa meringkuk di balik kaki ranjang milik ibunya, menyembunyikan wajah ketakutannya kala ia tahu amarah sang ibu tengah meluap.

“Tapi Dokmin dan Dokyum bilang pergi ke taman bermain itu sangat menyenangkan. Aku mendengarnya saat mereka tengah asik mengobrol di taman,” Renjun masih berusaha membujuk, berharap sang ibu akan memenuhi keinginannya yang satu ini.

Renjun hanya berpikir, bukankah selama ini ia tak pernah meminta apa-apa pada sang ibu? Lalu kenapa hanya untuk pergi ke taman bermain saja tak diizinkan?

“Mereka bilang di sana ada wahana baru, bu. Namanya labirin cermin. Aku penasaran dan ingin main ke sana.”

“Cukup, Renjun! Apa ucapan ibu tadi kurang jelas? Kau tidak boleh pergi ke taman bermain!” Napas wanita kini mulai memburu, menandakan jika ia memang tengah murka pada sang anak.

Biasanya wanita itu selalu bersikap lembut pada Renjun. Tapi tidak untuk hari ini. Renjun berhasil melihat sisi lain dari sang ibu. Perlahan wanita itu mendekati Renjun. Dirangkulnya tubuh mungil yang tengah gemetaran itu. Tangannya bergerak pelan, mengelus puncak kepala sang anak.

“Maaf jika ibu marah. Ibu hanya tidak ingin kau pergi, Renjun-ah. Percayalah pada ibu. Tempat itu tidak menyenangkan seperti yang kau pikirkan.”

Wanita itu berbisik pelan, berharap sang anak bisa mengerti rasa khawatir yang ia rasakan. Namun nyatanya, rasa penasaran bocah itu sudah terlampau besar. Pada pukul 12 siang, biasanya sang ibu akan beranjak tidur. Renjun telah menyusun rencana. Ia akan pergi ke taman bermain lalu segera pulang sebelum sang ibu bangun. Berbekal beberapa ribu won yang ia curi dari laci meja ibunya, bocah itu pun pergi.

Renjun tak dapat mendeskripsikan betapa senangnya saat ia menginjakkan kaki di taman bermain itu. Ia rasa ibunya terlalu berlebihan. Faktanya, taman bermain itu tampak menakjubkan di matanya.

Renjun memburu langkahnya memasuki wahana labirin cermin. Ia baru saja akan menyodorkan uang untuk membeli tiket saat tiba-tiba pengunjung lain mendorong tubuhnya. Dengan mudah tubuh Renjun masuk ke dalam labirin itu. Mungkin karena tubuhnya yang kecil, jadi tak ada yang menyadari jika ia menyusup masuk tanpa membeli tiket. Sebuah keberuntungan untuknya.

Renjun segera merajut langkahnya. Ia tak sabar untuk bermain di wahana yang tetangga kembarnya banggakan itu. Langkah Renjun terhenti setibanya di dalam. Tubuhnya mendadak beku dan tungkainya terasa lemas. Mata Renjun menyapu area sekitarnya dengan cepat. Ia mendadak ketakutan, bahkan kini bulir-bulir keringat sudah menetes dari tubuhnya. Otaknya hanya dipenuhi oleh satu pertanyaan. Pertanyaan tentang hal yang kini membuat ia ketakutan setengah mati.

“Ibu, kenapa bayanganku tidak ada di cermin?”

Fin

Advertisements

8 thoughts on “[Daydream Scenario] The Mirror Maze

    • Jangan nanya sama author. Authornya sesat :v

      Ya ya bisa jadi!
      Author juga ga tau sbnarnya Renjun ini mkhluk apa. Yg author tau cuma Renjun adalah brondong Cina berwajah tamvan /apalah ini /digampar berjamaah

      Mksh sdah mampir ya^^

      Liked by 1 person

  1. Huaaaaaaa
    Renjun-nya akuuuu kamu tuh sebenernya apa kok ga punya bayangan gitu??? Malaikat yaa.. pantesan gantengnya kebangetan :))
    Thanks author udah bkin ff ini.. semangat yaa lain kali banyakin ff Renjun :*

    Like

  2. Halo, ChoHana!
    Aku nggak tahu ini sudah yang keberapa kali aku baca tulisanmu, but each time I did tulisanmu selalu berkembang jadi makin rapi dan makin keren!
    Anw, Renjun dan ibunya ini hantu, ya? Aku asumsikan hantu karena waktu mau masuk labirin pengunjung lain main dorong aja padahal dia belum sempat bayar, terus di dalem labirin dia juga nggak punya bayangan.
    Diksinya ringan, plot twist-nya juga mantap, plus penulisanmu yang semakin rapi. Next time, untuk kata “ibu” atau “bu” bila merujuk pada kata ganti orang seharusnya diawali dengan huruf kapital, ya.
    This one is a good piece. Keep up the good work! Ditunggu karya selanjutnya 😀

    Like

    • Halo angela✋
      Thanks buat masukannya. Aku jga sampai skrg msh trus blajar spaya tulisanku bisa sesuai dgn kaidah penulisan yg baik dan benar😊

      Dan buat wujud Renjun yg sbnarnya, aku bebasin aja readers buat berasumsi. Yg jelas Renjun itu memang bukan manusia :3

      Thnks sdah mampir ya^^

      Like

  3. Plot twist banget ya, waktu nyampe ending itu spontan teriak “HAH?!” ini serius XD awalnya emang nggak kepikiran sama sekali kalo si Renjun bakal nggak punya bayangan, terutama pas bagian dia dimarahin ibunya aku mikirnya kayak “apa jangan2 nanti pas renjun main ke taman bermain tiba2 dibunuh ibunya atau gimana” XD kamu di rumah ndak punya kaca, nak? Baru sadar kalo gapunya bayangannya pas masuk labirin cermin huhuhu /ya kalo ceritanya gitu mah uda tamat dari tadi don/ /dikeplak yang nulis/

    Anyway, ceritanya keren abiss! Keep writing! 💜💜💜

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s