[Daydream Scenario] That Girl

picsart_09-28-10-00-59

That Girl

Present by MaknaeYuka

 

Fluff || Ficlet || General Rate

Lee Donghyuk || OC

Based on prompt Pink Roses

The story is mine

Donghyuk kini kembali memainkan tangannya di atas kanvas dengan sebuah kuas lukis di dalam genggamannya. Pikirannya menjelajah jauh semenjak dua hari yang lalu. Atau lebih tepatnya ketika ia secara diam – diam melukis seorang gadis dengan setangkai mawar merah muda dari balik jendela kamarnya. Sejak saat itu, lukisannya yang biasanya bernuansa vignette kini berubah menjadi tampak di dominasi oleh gambar gadis muda yang sedang menatap setangkai mawar. Suasana hati Donghyuk dua hari belakangan ini tampak bagus.

“Donghyuk-ah. Seminggu lagi pameran lukisan kita akan di mulai. Apa kau sudah menyelesaikan lukisanmu?” Tanya seorang pria dengan tubuh tinggi yang tampak dari balik punggung Donghyuk.

Donghyuk berbalik mencari asal suara. Ia tersenyum sebentar lalu kembali menaruh fokusnya pada lukisannya yang sudah tampak setengah jadi itu.

“Aku akan menyelesaikannya sesuai deadline yang ku janjikan.” Jawab Donghyuk santai lalu menghela nafas pelan.

“Tapi apa kau tahu apa yang sedang kupikirkan saat ini?” Tanya pria tadi sembari mendekatkan penglihatannya ke arah kanvas milik Donghyuk.

“Apa?”

Pria yang berusia sekitar 20 tahunan itu lantas menunjuk lukisan di hadapannya dan tersenyum kecil, “Siapa gadis itu?” Tanya pria itu singkat.

Donghyuk terkekeh pelan lalu kembali menatap pria tadi dengan tatapan santai.

“Jika kau bertanya seperti itu, maka aku tidak punya jawabannya, hyung.” Jawabnya merasa konyol.

Pria tadi yang notabene adalah mentor melukis Donghyuk lantas menatap Donghyuk dengan tatapan terkejut. Ia tampak menahan tawa gelinya lalu mulai mengambil posisi duduk di salah satu kursi kayu tua yang tak jauh dari posisi awalnya.

“Ah, akhirnya kau beranjak remaja. Tapi aku penasaran siapa gadis yang beruntung ini. Apa boleh kucari tahu?”

“Terserah kau saja, hyung.” Jawab Donghyuk santai lalu kembali mencelupkan bulu kuas lukisnya pada cairan cat berwarna biru muda yang berada tepat di sebelahnya.

Pameran lukisan yang di ikuti Donghyuk untuk pertama kalinya sepanjang karier melukisnya itu kini di gelar. Tampak beberapa orang kini meramaikan gedung pameran itu dengan berkeliling menatap berbagai lukisan secara bergantian. Dan beberapa orang lainnya tampak tengah sibuk mengobrol dengan para pelukis yang dapat mereka temui di sana.

Donghyuk yang notabene adalah pelukis termuda yang berhasil lulus seleksi untuk menyumbangkan lukisannya dalam pameran itu hanya dapat pasrah dengan hasil karyanya. Ia hanya melihat beberapa orang yang tampak benar – benar menikmati betul lukisan miliknya. Ia pun hanya dapat duduk termenung di sudut ruangan dengan setelan kemeja miliknya.

Tak berselang beberapa lama, mata Donghyuk tampaknya berhasil menangkap sosok yang secara yakin pernah di temuinya. Sosok itu tampak bersurai hitam panjang dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Gadis itu tampak menatap lukisan milik Donghyuk dengan tatapan setengah tak percaya. Bahkan sudah terhitung lebih dari dua menit gadis itu menatap lukisan yang terpampang rapi di hadapannya.

Donghyuk mulai penasaran dan memilih untuk mulai beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan pelan menuju sosok gadis itu dan mulai mengamatinya secara detail.

“Permisi…” Kata Donghyuk pelan.

Gadis tadi lantas berbalik ke arah Donghyuk dan menatap Donghyuk terkejut.

“Iya?”

“K-kau…”

Donghyuk terperanjat mendapati sosok di hadapannya. Inilah gadis yang beberapa hari yang lalu di lukisnya. Dengan mawar merah muda, dengan gaun putih dan rambut yang terurai panjang… Inilah gadis yang dicarinya.

“Aku? Ada apa denganku?” Tanya gadis itu sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah wajahnya.

“Kau… gadis dengan mawar merah muda itu. Benar, ‘kan?” Tanya Donghyuk balik, membuat gadis itu kini tampak mengernyit.

“Jangan bilang…” Gumam gadis itu lalu menatap lukisan di sebelahnya lalu kembali menatap Donghyuk.

“Kau yang melukis lukisan ini? K-kau yang melukisku?” Tanya gadis itu seolah meminta jawaban saat itu juga pada anak laki – laki di hadapannya.

Donghyuk tersenyum, “Ne. Maafkan aku karena melukismu tanpa meminta izin sebelumnya. Tapi satu hal yang harus kau tahu…”

Gadis tadi menautkan kedua alisnya bingung, “Apa?”

“Kau objek lukisan yang cantik.”

FIN

Advertisements

2 thoughts on “[Daydream Scenario] That Girl

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s