[Daydream Scenario] That Yellow Note

large-47

That Yellow Note
by Purplepirates

Chenle

Genre: AU, Drama | Length: Ficlet | Rating: PG-13

From the ‘Daydream Scenario’ prompt—Sticky Notes

Menengok, aku terkejut karena mendapati punggungku disentuh oleh seseorang. Penampakan lorong kelas yang telah sepi lantaran kebanyakan anak sudah pulang lebih dulu menyapaku, membuatku bingung seketika. Siapa gerangan yang menyentuh punggungku barusan?

Sebuah desiran halus memasuki runguku. Terdengar sangat samar tapi masih dapat kudengar. Ini jelas suara orang tertawa. Aku yakin betul.

“Siapa disana?” tanyaku kemudian berjalan mendekat ke arah suara. Di ujung lorong dekat tangga turun. Orang disana tak kunjung menjawab, malah makin mengeraskan suara tawanya.

Aku kembali dikejutkan dengan tepukan ringan dipunggungku. Segera aku berbalik dan menemukan nihilnya kehidupan dibalik punggungku. Aku meraba punggung, mencari sesuatu untuk dijadikan petunjuk. Coba tebak apa yang kutemukan. Dua buah kertas berwarna kuning menempel diseragamku. Segera kuambil dan kubaca isinya.

“Hai, sobat. Apa kabarmu?”—bunyi yang pertama.

“Ini aku, Chenle. Kau tentu selalu ingat, bukan?”—bunyi yang satunya.

Tak pelak aku melebarkan senyum. Disambangi kelegaan luar biasa setelah mengetahui yang menepuk punggungku sedari tadi ialah Chenle, sahabat lamaku yang memang punya kebiasaan menempelkan sticky notes warna kuning dipunggungku.

“Huh, menganggetkan saja kau Chenle.” Ujarku lalu mulai kembali berjalan. Kini menyusuri tangga.

Baru saja langkah pertama, Chenle kembali menepuk punggungku. Kali ini lebih keras dari sebelumnya. Membuatku hampir saja jatuh dari tangga jika tidak berpegangan.

“Chenle! Jangan keras-keras menempelnya!” aku berseru pada angin. Lagi-lagi Chenle telah hilang bahkan sebelum aku menemukan tubuhnya menjulang dibelakangku.

“Aku didepanmu, sobat.”

Seketika aku berbalik begitu mendengar suara Chenle. Tapi, coba lihat. Disana bahkan sama sekali tidak ada orang. Seingatku Chenle tidak bergerak secepat ini. Tubuhnya memang kecil, larinya juga cepat. Tapi tak pernah sampai seolah menghilang seperti ini.

“Chenle? Kau di-“ belum selesai aku berucap, punggungku kembali ditepuk. Buru-buru aku mengambil sticky notes itu dari punggung.

“Kau melupakanku.”

Tak sempat aku berkata, sesuatu menghantam punggungku dengan keras. Membuatku terpental dari undakan pertama tangga ke tembok didepan sana lalu jatuh ke lantai dengan keras. Tubuhku remuk rasanya. Tapi kupaksakan untuk mendongak. Mencari apa saja yang membuatku jatuh.

“Chen…le….” Ujarku dengan suara parau. Chenle ada disana. Tersenyum lebar dan manis, namun terlihat mengerikan.

“Aku datang untuk balas dendam, tuanku.”

<><><>

Aku terbangun dengan keringat disekujur tubuh.

“Guk… guk….”

“Chenle!”

Aku turun dari kasur dan berhambur ke Chenle, anjing yang sudah jadi sahabatku itu. Chenle membawa sticky notes kuning kesukaannya dimulut. Menyerahkannya padaku. Membuatku tersenyum sangat lebar.

Chenle cukup jadi anjing saja, bayangannya jadi manusia dalam mimpiku tadi membuatku ngeri.

FIN

A/N: Nahlo. Ternyata Chenle jadi anjing wkwkwk.
Maapkeun yah, Lele yang ucul ini kujadikan anjing.

Advertisements

2 thoughts on “[Daydream Scenario] That Yellow Note

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s